22 Agustus 2025

Bantu Muslim Pelosok Kepulauan NTT Memiliki Al-Qur’an

Tag:
WAPRoad TripPulauNTTEndeFlores

Bantu Muslim Pelosok Kepulauan NTT Memiliki Al-Qur’an

 

NTT adalah provinsi dengan mayoritas pemeluk agama Katolik (52,45%) dan Protestan (39,26%), sementara Islam adalah agama minoritas. Menurut data Kementerian Agama, persentase penduduk agama Islam di NTT mencapai 9,4% dari total penduduk 5.61 juta jiwa pada 2023 atau sekitar 529.807 jiwa.


Menurut data Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur meskipun secara keseluruhan persentase Islam di NTT rendah, ada indikasi pertumbuhan di beberapa daerah. Misalnya, jumlah umat muslim di Kota Kupang mencapai 43.025 orang.


Meningkatnya jumlah muslim di NTT tentu berpengaruh akan kebutuhan umat terhadap pedomannya yakni kitab suci Al-Qur’an. Mengingat pentingnya Al-Qur’an bagi umat Islam, maka sudah sewajarnya jika kita sebagai seorang muslim untuk memiliki, membaca, dan memahaminya.


Menurut data BPS, NTT memiliki tingkat buta aksara yang cukup tinggi sebesar 5,37% yang dapat mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk belajar dan memahami Al-Qur’an. Peningkatan literasi, termasuk literasi Al-Qur’an, perlu menjadi fokus utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat NTT.


(KH Pua Monto Umbu Nay)


Melalui kepala bidang pendidikan islam (Pendis) KH Pua Monto Umbu Nay di NTT tercatat sebanyak 467 Lembaga Pendidikan diantaranya Raudhatul Athfal (RA) sebanyak 134 sekolah, Madrasah Ibtidaiyah (MI) 178 sekolah, Madrasah Tsanawiyah (MTs) 102, Madrasah Aliyah (MA) 52 sekolah, dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) 1 sekolah.


Ekspedisi Al-Qur’an Nusa Tenggara Timur

Di tahun 2025 BWA menginisiasi project Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP) dengan tema “Ekspedisi Al-Qur’an Nusa Tenggara Timur” dengan target penghimpunan sebanyak 100.000 eksemplar Al-Qur’an yang rencananya akan berlangsung selama tiga tahun dengan rute kegiatan menjelajah seluruh kepulauan berpenghuni di NTT.



Untuk menjelajahi seluruh pulau di NTT tentu bukan hal mudah untuk dilakukan, apalagi jarak antar pulau dan iklim laut sangat menentukan. Kita tahu bahwa banyak dari saudara muslim kita yang tinggal di wilayah kepulauan mayoritasnya adalah nelayan, tentu untuk mendapatkan Al-Qur’an sudah pasti barang langka dan harganya bisa 4x lipat bahkan tidak ada yang menjualnya.


(Kapal wakaf untuk mendistribusikan Alquran)


Semenjak adanya kapal wakaf KLM Armada Bahari Mulya oktober 2010 BWA bersama team Ustadz Arifuddin Anwar alhamdulillah dapat menjangkau pembagian Al-Qur’an kepulau-pulau terpencil yang sulit dijangkau sehingga beban biaya yang dikeluarkan jauh lebih efisien.


Rencana ekspedisi pertama pendistribusian Al-Qur’an sebanyak 20.000 Eksemplar awal 2026 dimulai dari Pulau Solor ke Kepulauan Alor yang merupakan tempat masuknya islam pertama dan tempat sejarah Al-Qur’an tertua.


Tahapan BWA masuk ke wilayah kepulauan Alor NTT

Empat tahun yang lalu, saat team BWA melaksanakan distribusi Al-Qur’an di kepulauan Alor, pelayaran menyusuri pulau-pulau kecil di kepulauan Alor sangat indah dan berkesan disela-sela deru mesin kapal. Untuk menuju pulau terpencil seperti Pulau Treweng tantangan besarnya kami harus melewati beberapa selat sempit dengan arus yang kencang yang setiap saat membuat kapal kami oleng, namun sepanjang perjalanan menelusuri bukit hijau di sekeliling lautan dan akhirnya tiba di Pulau Treweng sekitar jam 09.30 WITA.


Kapal kami tidak dapat berlabuh di dermaga karena kedalamannya tidak cukup, bila dilanjutkan maka kapal dapat kandas oleh karena itu kami memilih berlabuh di tengah laut. Imam dan staf sekolah SMPN Satap treweng membawa ketinting menjemput kami di kapal. sesampainya di dermaga treweng team BWA di sambut oleh kepala Desa dan tokoh-tokoh setempat. kegiatan distribusi Al-Qur'an dilaksanakan di masjid setempat yang di hadiri oleh murid dan masyarakat setempat.


Alhamdulillah 460 eks Al-Qur'an di bagikan untuk 300 kk, 2 sekolah, 2 masjid 2 musolah, TPQ dan majelis taklim. Ini bukan jumlah yang banyak namun paling tidak untuk sementara dapat memenuhi kebutuhan Al-Qur’an disini. Alhamdulillah Al-Qur’an diterima oleh kepala Desa Treweng bapak Jalaluddin (60 tahun) dalam sambutannya beliau mengatakan, “ini pekerjaan yang sangat luar biasa, kami sudah sering memohon bantuan Al-Qur'an ke kementerian agama, tapi tidak pernah dapat”.


Lanjut dari pulau Treweng, team juga singgah ke beberapa pulau seperti Pulau Umapura, Pulau Ternate dan Pulau Buaya, setelah itu baru team kami singgah di pelabuhan Kalabahi Alor. Di Alor team kami berkunjung ke salah satu rumah tokoh penyebar agama Islam keturunan Iang Gogo asal Ternate Maluku Utara. Di sini terdapat peninggalan Al-Qur’an kuno yang usianya ratusan tahun.


Al-Qur’an itu dibawa ke Alor sekitar tahun 1518 dan selama ini disimpan di dalam kotak kaca, untuk menghindari sentuhan para pengunjung yang datang melihat salah satu benda sejarah di Alor.


Rencana ekspedisi kedua pendistribusian 40.000 Al-Qur’an pada akhir 2026 dimulai dari Pulau Pulau Timor, Pulau Sawu dan Pulau Rote


Tahapan BWA masuk ke wilayah Pulau Timor

Di daerah yang kering, bebatuan dengan infrastruktur yang masih sangat terbatas ini dahulunya tidak dijumpai kaum Muslimin. Namun sejak masuk Islamnya Raja Seo Isu/Gabriel Isu di tahun 1967 ---yang kemudian mendeklarasikan ke-Islamannya di tahun 1968---maka perlahan tapi pasti ada saja penduduk Pulau Timor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan dengan Negara Timor Leste tersebut yang masuk Islam.


Namun di daerah minoritas Islam ini, Al-Qur’an sangat sulit dijumpai di pasar walaupun dibeli. Pendapatan umat setempat juga sangat minim sekali. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja amat terbatas apalagi membeli Al-Qur’an yang harus mencari ke kota yang jauh yang tidak tahu pasti keberadaannya. Di samping itu, jumlah dai ---SDM yang membina mereka--- sangat minim dan sangat membutuhkan peningkatan kualitas.


Pada Agustus 2018 lalu, tepatnya dimasjid Al-Ikhlas Kabupaten Soe jam 8 pagi ada seorang pemuda yang menutup rapat semua pintu masjid rapat-rapat. Padahal waktu itu kami hendak membagikan Al-Qur’an wakaf untuk para jamaah selepas sholat jumat. Tak lama ada takmir masjid datang menghampiri kami dan menjelaskan bahwa pemuda ini bernama Vincen pemuda katolik yang baru saja memeluk agama islam. Karena keberadaannya sedang terancam oleh keluarganya (akan dibunuh) maka vincen berlindung ke masjid.


Setelah selesai membagikan Al-Qur’an dan team berdialog panjang dengan Vincen sampai pada akhirnya ada wakif kami berminat untuk menyekolahkannya hingga selesai. Dan alhamdulillah beberapa tahun sekolah di pulau Jawa 2022 kami mendapati kabar vincen sudah hapal beberapa juz Al-Qur’an.


Rencana ekspedisi ketiga pendistribusian 40.000 Al-Qur’an pada pertengahan 2027 dimulai dari Pulau Flores, Pulau Sumba dan Pulau Komodo.


Tahapan BWA masuk ke wilayah Flores Timur

Flores Timur merupakan salah satu pulau dengan daratan terbesar dan menjadi pintu masuk islam pertama di abad ke-15 melalui Pulau Solor di Menanga yang dibawa oleh pedagang dan ulama Syahbudin bin Salman Al-Faris. Jumlah penduduk islam di Flores Timur saat ini ada sekitar 153.740 jiwa dengan data sbb; Flores Timur 48.253, Sikka 29.544, Ende 67.166 dan Ngada 8.777 jiwa.


Saat berada di Flores 2021 Lalu team BWA berjumpa dengan ketua BKMT Mualaf kota Larantuka, beliau biasa di panggil Ibu Ustadzah Nur Candra yang menjadi salah satu mitra pendistribusian Al-Qur’an wilayah Larantuka. “Semoga dengan pembagian Al-Qur’an wakaf, dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terutama bagi anak-anak mualaf. Alhamdulillah Al-Qur’an yang dibagikan ini kebanyakan Al-Qur’an terjemah yang insyaallah mudah dibaca dan di pahami.”

(Bapak Hasan Al-Mas'ud RMI, Kasi Bimas Islam, Kementrian Agama Kab. Ende)


Pada akhir perjalanan Ustadz Arifuddin Anwar sebagai partner lapang BWA menyampaikan bahwa sulitnya akses ke pulau terpencil di NTT menjadikan daerah mereka rawan aqidah dan pendidikan sehingga diperlukan support peningkatan kualitas pendidikan dan juga pembinaan untuk menjaga aqidah warga di pulau terpencil.


InsyaAllah dengan adanya project Al-Qur’an Road Trip Nusa Tenggara Timur ini, BWA akan menggalang wakaf Al-Qur’an dari kaum Muslimin sebanyak 100.000 eksemplar Al-Qur’an. Semoga Al-Qur’an yang mereka baca akan mengalirkan pahala jariyah kepada Anda hingga hari kiamat, Aamiin.

 

Rencana Ekspedisi Al-Qur’an Nusa Tenggara Timur

Ekspedisi #1 20.000 – 2026 Januari – Februari

Ekspedisi #2 40.000 – 2026 November – Desember

Ekspedisi #3 40.000 – 2027 Juni - Juli

 


Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.15.000.000.000 (100.000 Eksemplar Al-Qur'an @Rp.150.000)

 

Partner Lapang:   

Ustadz Arifuddin Anwar

 

 

#BWA #InovasiWakaf #WAP #NTT