Pulau Terpencil dan Pelosok di Sulawesi Selatan Butuh Al-Qur’an
Provinsi Sulawesi Selatan terletak di 0°12' - 8° Lintang Selatan dan 116°48' - 122°36' Bujur Timur. Luas wilayahnya 45.764,53 km². Berdasarkan data sensus tahun 2010, jumlah penduduk Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 8.034.776 jiwa, dan penduduk terbesar di Provinsi ini berada di Kota Makassar. Adapun Provinsi ini terdiri dari 21 Kabupaten dan 3 kota. Dengan rata-rata jumlah pemeluk agama islamnya sebanyak 7.200.938 jiwa.
(Warga Pelosok Sulawesi Selatan Membutuhkan Al-Qur'an)
Tahapan BWA masuk ke Masyarakat
Senin 13 Juli 2020, banjir bandang yang terjadi di Masamba, Luwu Utara masih menyisakan luka yang dalam. Akibat dari bencana tersebut berdasarkan laporan BPBD setempat, sebanyak 156 KK (655 jiwa) mengungsi dan 4.202 KK (15.994 Jiwa) terdampak.
Beberapa hari pasca bencana banjir team BWA mendistribusikan logistik kepada masyarakat yang terdampak sekaligus melaksanakan trauma healing atau recovery mental. Hal ini ditujukan terutama kepada adik-adik generasi muda agar tidak meninggalkan rasa traumatik yang mendalam.
Dampak dari banjir selain material bangunan yang rusak, rusaknya fasilitas kesehatan, tempat sekolah pesantren juga berdampak pada tempat ibadah seperti musholla dan masjid. Lantas bagaimana kondisi Al-Quran pasca banjir? sedangkan di masamba ini mayoritas beragama islam?

(Distribusi Al-Qur'an di Wilayah Bencana Banjir Masamba)
Selama kegiatan mental recovery yang dilaksanakan oleh team, kebutuhan Al-Qur’an menjadi kebutuhan dasar yang harus di miliki untuk menguatkan akidah. Al-Qur’an bisa menjadi benteng penjaga akidah dan menjadi renungan atas musibah yang terjadi.
Alhamdulillah kita masih diberikan waktu untuk menjalankan kehidupan dunia. Kita berharap kehidupan ini menghantarkan keselamatan akhirat. Kunci keselamatan dan kesuksesan itu ISLAM. Islam itu kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan.
Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah, 2:153).
Tahapan BWA masuk ke Masyarakat di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan
Selain kegiatan pasca bencana di Masamba, pada 15 Mei 2017 lalu team BWA juga telah merealisasikan sebanyak 5.000 eksemplar Al-Quran wakaf di Kepulauan Selayar. Tentunya dalam waktu 3 tahun berlalu banyak Al-Quran wakaf BWA yang kondisinya sudah rusak.
(Distribusi Al-Qur'an BWA di Selayar, 2017)
Kepulauan selayar ini terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten Kepulauan Selayar adalah Kota Benteng. Kabupaten ini memiliki luas sebesar 10.503,69 km² (wilayah daratan dan lautan) dan berpenduduk sebanyak 123.283 jiwa.
Salah satu kendala yang dihadapi oleh saudara muslim di pulau-pulau terpencil di Kepulauan Selayar adalah langkanya Al-Qur’an. Mereka harus menyebrang pulau menuju ibukota kabupaten untuk mendapatkannya dengan biaya yang tidak murah, belum termasuk harga Al-Qur’an yang harus dibeli.
(Kebahagiaan Nampak Terpancar dari Mereka yang Merindukan Qur'an)
“Inilah alasan penyebab Al-Qur’an di pulau-pulau terpencil sangat sulit dicari, walaupun ada itu sudah tidak utuh,” ungkap Ustadz Arifuddin Anwar, partner lapangan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA).
Kebutuhan Al-Qur’an menjadi sangat urgent karena di daerah kota kabupaten jarang toko yang menjual Al-Qur’an karena bukan komoditas yang cepat laku terjual, padahal para pedagang ingin barang dagangannya cepat terjual. Sehingga menjual Al-Qur’an bukan pilihan yang pas untuk berdagang.
Sulitnya akses ke pulau terpencil menjadikan daerah mereka rawan aqidah dan pendidikan sehingga diperlukan support peningkatan kualitas pendidikan dan juga pembinaan untuk menjaga aqidah warga di pulau terpencil.
Insyaallah dengan adanya project Al-Qur’an Road Trip Sulawesi Selatan ini, BWA akan menggalang wakaf Al-Qur’an dari kaum Muslimin sebanyak 100.000 eksemplar Al-Quran. Semoga Al-Qur’an yang mereka baca akan mengalirkan pahala jariyah kepada Anda hingga hari kiamat, Aamiin.
Nilai Wakaf yang Diperlukan:
Rp.15.000.000.000 (100.000 Eksemplar Al-Qur'an @Rp.150.000)
Partner Lapang:
Ustadz Satria
#BWA #WakafQuran #Al-Qur’anRoadTrip #2021SejutaQuran SatukanIndonesia
Update #25: Penuh Haru, BWA Bawakan Al-Quran Pengganti untuk Para Santri Musibah Kebakaran Ponpes Mambaul Ulum, Pinrang
Setelah musibah kebakaran yang terjadi bulan Januari 2025 yang lalu, bukan hanya bangunan Ponpes yang rusak, namun juga ada banyak Al Qur’an yang hangus terbakar. Bahkan ada cerita mengharukan, ada seorang santri yang meninggal syahid insyaAllah, saat menyelamatkan Al-Qurannya yang tertinggal di kamar yang telah kebakaran.

(Bangunan asrama yang terbakar)
“Jadi awal-awalnya itu ada asap, anak-anak yang di asrama hanya mengira itu dari tetangga/sawah (bukan kebakaran). Tidak lama kemudian api semakin membesar dan menghabiskan seluruh bangunan. Qadarullah, ada seorang santri anak kami yang meninggal dalam keadaan memeluk Al-Quran, sepertinya ia terjebak ketika menyelamatkan Al-Quran-nya yang tertinggal di kamar (asrama),” tutur cerita salah satu pengurus Ponpes.
Untuk mempertahankan semangat belajar para santri, BWA membawa 460 Al Qur’an wakaf ke pondok pesantren tersebut. Alhamdulillah, niat baik yang kami bawa disambut senyum hangat para santri.

(Santri mendapatkan Al-Quran baru)
Wakaf Al Qur’an yang Sahabat salurkan melalui BWA bisa dirasakan oleh para santri di Pondok Pesantren DDI, Kab. Pinrang, Sulawesi Selatan. Setelah sebelumnya Pondok pesantren ini kehilangan Al Qur’an semenjak bencana kebakaran menimpa mereka.
Alhamdulillah wakaf dari Sahabat membantu mereka bisa tetap murojaah di tengah bangunan pesantren yang hancur. Jazakumullah khair sahabat, wakaf darimu sangat berarti untuk mereka.

(Al-Quran untuk Santriwati)
Mari terus bantu masyarakat yang membutuhkan Al Qur’an.
Update #24: BWA Distribusikan Ribuan Mushaf Al-Qur’an di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan
Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) bersama Pondok Pesantren Muallaf Darussalam Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan mendistribusikan 5.000 Mushaf Al Qur’an Wakaf, Jum’at (14/2/2025) dipusatkan di masjid pondok pesantren muallaf Darussalam Pinrang.
“Di Sulawesi Selatan, BWA menyalurkan sebanyak 40 ribu eksemplar mushaf Al Quran. Sementara yang dibagikan di Pinrang sebanyak 5.000 peruntukannya kepada lembaga pendidikan, termasuk rumah Al-Qur’an, MDA, pondok tahfiz, Taman Pendidikan Al-Qur’an,” sebut penanggung jawab distribusi Sulawesi Selatan, Luthfi Siddiq.
Mengawali sambutannya, Ustadz Farid mengucapkan syukur, semoga keberkahan pembaca dan pembagi mushaf, nantinya bisa menjadi amal jariyah.

(Alquran untuk muslim Pinrang)
“Pendistribusian Al-Qur’an ini semoga menjadi amal jariyah, bermanfaat bagi pembacanya, tentunya yang membagikan mendapat pahala, yakni BWA,” sambut Ustad Farid, Pimpinan Pondok Pesantren Muallaf Darussalam Pinrang.
Penyaluran Al-Qur’an di Pinrang ini turut dihadiri langsung tim program Wakaf Al-Qur’an BWA, Syamsil Fajri, perwakilan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) Jakarta.
Harapannya, tahun-tahun berikutnya, BWA bisa lebih banyak lagi menyalurkan Al-Qur’ann ke Pinrang.
Mushaf Alqur’an ini merupakan wakaf dari umat. Dari umat oleh umat, dan untuk umat.
“BWA hanya membantu menyalurkan. Mungkin ini masih awal untuk Pinrang, mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya bisa lebih banyak lagi disalurkan,” kata Syamsil Fajri.
Diketahui, pendistribusian mushaf Al-Qur’an ini, BWA bekerja sama dengan Galena Logistik. Untuk selanjutnya disalurkan ke lembaga-lembaga pendidikan Islam.
Update #23: Tingkatkan Produktivitas Para Petani, BWA Beri Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik di Pelosok Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
Pada kegiatan distribusi Al-Qur’an tahap ketiga untuk Provinsi Sulawesi Selatan, BWA tidak hanya menyalurkan Al-Qur’an wakaf sebanyak 40.000 eksemplar, namun juga melakukan pelatihan-pelatihan di beberapa titik wilayah di Sulawesi Selatan.
“Karena besarnya wilayah dan banyaknya titik distribusi di Sulawesi Selatan, kami memutuskan untuk membagi tiga tim distribusi. Tim 1 ke daerah Pangkep, Tanatoraja, dan Palopo. Tim 2 menuju Bone, Soppeng, dan Wajo. Ada pun tim 3 masuk dari Malino kemudian Tombolopao lanjut ke Kabupaten Gowa Manipi terakhir Tongke-Tongke yang masuk daerah Sinjai,” tutur Weli Kurniawan, staff program BWA.
Pada saat melakukan distribusi Al-Qur’an, tim BWA menjumpai ada berapa tempat seperti di dusun Simbang, Desa Tombolopao, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan dimana masyarakat di sana terutama petani sedang mengalami masalah pertanian khususnya dalam pengadaan pupuk.

(Petani di Dusun Simbang)
"Selama perjalanan kita melihat struktur tanah di sana memang sudah sangat rusak jadi hijaunya tanaman bukan karena kualitas tanah yang baik tapi karena urea. Tampak jelas pada tanaman pertanian yang terhampar luas hijau kimia ini sangat berbeda dengan pupuk organik. Di samping dari jauh pun kelihatan struktur tanah yang sudah sangat tandus,” terang Prof Budi, praktisi ahli yang mendampingi tim saat distribusi.
Bapak Ansar salah seorang petani di sana bercerita kepada tim tentang kendala pupuk di sana. “Pertama, pupuk itu semakin mahal, yang kedua untuk mendapatkan pupuk ini “susah”, sudahlah mahal susah juga. Oleh karena itu terkadang kita di dalam memelihara tanaman sayuran itu sampai “terkadang” seharusnya diberi pupuk. karena kita susah mendapatkan pupuk mana harga juga yang tidak terjangkau bagi kita petani di sini.”

(Pelatihan Pembuatan Pupuk)
Melihat kondisi tersebut, tim BWA bersama Prof Budi melakukan pembinaan kepada para petani dan melakukan pelatihan pembuatan pupuk organik cair.
“Jadi sebetulnya manfaat pupuk ini bukan hanya bisa diminum untuk manusia, tapi tanaman, juga hewan. Dengan memberikan mereka pengetahuan tentang bagaimana membuat pupuk cair ini dengan baik. kita sangat berharap bisa merubah juga struktur tanah yang sudah rusak selama ini dan apa yang kita ajarkan di sana tidak berhenti pada desa itu sendiri tapi juga bisa disebarkan ke daerah-daerah lain yang sangat membutuhkan hal tersebut,” tutur Prof Budi.

(Bapak Ansar)
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Profesor Budi dari Badan Wakaf Al-Qur’an atas kehadirannya di Dusun kami Dusun Simbang - Tombolopao karena dengan dilatihnya kita membuat pupuk organik, paling tidak dapat meningkatkan pendapatan kita khususnya para petani meningkat,” Ujar Pak Ansar.
Mudah-mudahan apa yang kami lakukan kali ini baik dari sisi distribusi Al-Qur’an dan dari pelatihan yang kita lakukan bisa jadi manfaat untuk masyarakat yang di sana.
Adapun untuk saudara-saudara muslim yang sudah membantu kita dalam perjalanan ini melalui wakaf kami doakan ini menjadi pahala yang mengalir penuh keberkahan, aamiin.
Update #22: Al-Qur’an Wakaf untuk Jamaah Masjid Tertua di Tana Toraja
Pada pertengahan bulan Mei 2023 lalu, tim BWA kembali datang di Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendistribusikan Al-Qur’an wakaf amanah dari para wakif yang berwakaf di BWA. Untuk distribusi tahap ketiga ini, sebanyak 40.000 eks Al-Qur’an didistribusikan ke sejumlah titik wilayah yang ada di Sulawesi Selatan.
Daerah Tana Toraja kembali tim datangi untuk mendistribusikan Al-Qur’an wakaf di sana. Pada distribusi sebelumnya, memang wilayah Tana Toraja sudah didistribusikan Al-Qur’an wakaf. Namun ternyata saat kami membagikan Al-Qur’an di sana, masih banyak sekali daerah-daerah yang membutuhkan dan belum mendapatkan Al-Qur’an.

(Masjid Jami Madandan, Tana Toraja)
Sebagian muslim di Tana Toraja, khususnya di daerah pedalaman dan pelosok, kesulitan untuk bisa mendapatkan Al-Qur’an. Untuk itulah BWA hadir kembali untuk mendistribusikan Al-Qur’an wakaf untuk saudara-saudara kita di sana.
Tim BWA mendatangi Masjid Jami Madandan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja. Di sana kami disambut hangat oleh ketua Masjid, Bapak Drs. Sampe Baralangi, M.Sc. Selain sebagai ketua masjid, beliau juga merupakan kepala sekolah MAN Tana Toraja.

(Al-Qur’an untuk Jamaah Masjid Jami Madandan)
Di awal pertemuan kami, beliau banyak menjelaskan tentang sejarah Islam dan masyarakat Tana Toraja pada zaman dahulu. Beliau bertutur, sebenarnya Islam lah yang lebih dahulu masuk ke Tana Toraja sebelum agama-agama lainnya.
“Awal masuknya Islam ke Tana Toraja ada beberapa versi, salah satunya pertama kali Islam masuk ke Tana Toraja pada tahun 1876. Nah, masjid Jami Madandan ini merupakan masjid yang pertama kali dibangun di Tana Toraja ini,” tutur Bapak Sampe Baralangi.
“Namun, sudah lima kali masjid ini dipindahtempatkan dari tempat pertamanya. Pindahnya masjid ini karena mencari kemudahan air untuk bersuci,” lanjut beliau.
Tim BWA kemudian menyerahkan Al-Qur’an secara simbolis kepada Bapak Sampe Baralangi selaku ketua Masjid Jami Madandan. Al-Qur’an ini nantinya digunakan untuk anak-anak belajar mengaji dan para jamaah masjid, serta ibu-ibu majelis taklim.
“Saya mewakili masyarakat di sini, mengucapkan terima kasih kepada BWA dan para wakif yang telah banyak membantu kami khususnya Al-Qur’an ini. Ke depan kami masih membutuhkan pembinaan bagi masyarakat di sini. Semoga Allah SWT membalas kebaikan bapak-ibu. Al-Qur’an ini kami rasakan betul manfaatnya,” tutup beliau.
Update #21: Banyak Anak-anak yang Belajar Mengaji Tapi Al-Qur’an yang Ada Sedikit
Dalam perjalanan distribusi Al-Qur’an tahap ketiga untuk wilayah Sulawesi Selatan, tim BWA menyempatkan singgah di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), tepatnya di Masjid Al-Istiqamah yang berada Rijang Pitu, Kecamatan Maritengngae, Kab. Sidrap.
Sebelumnya tim BWA telah menghubungi partner lapang di sana, dan memutuskan untuk melakukan serah terima Al-Qur’an wakaf di Masjid Al-Istiqamah. Letaknya tidak terlalu jauh dari pusat jalan poros. Meskipun tidak terlalu luas, banyak sekali anak-anak yang belajar mengaji di sana.
Saat tim BWA datang, ternyata masjid tersebut sedang digunakan oleh ibu-ibu majelis taklim. Terdengar khidmat lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang tengah dibaca. Suasana islami penuh kelembutan ini yang sangat dirindukan di tengah hiruk pikuk perkotaan.

(Al-Qur’an untuk Adik-adik TPA Masjid Al-Istiqamah)
Tim BWA disambut oleh Bapak Burhan, selaku pengurus masjid. Pak Bur, ia akrab disapa menuturkan tentang kondisi masyarakat dan jamaah masjid Al-Istiqamah.
“Alhamdulillah jamaah di sini cukup ramai. Saat ini bisa dilihat banyak ibu-ibu yang sedang belajar mengaji. Anak-anak juga banyak yang belajar ngaji sore nanti. Namun Al-Qur’an yang ada tidak sebanding dengan jumlah anak-anak atau ibu-ibu yang belajar mengaji,” tutur Pak Bur.
Tim BWA kemudian mendistribusikan Al-Qur’an wakaf ke masjid Al-Istiqamah dan melakukan serah terima dengan Bapak Burhan, selaku pengurus masjid.
“Terima kasih kepada para wakif dan BWA yang telah jauh-jauh datang ke tempat kami untuk mendistribusikan Al-Qur’an. Ini sangat bermanfaat sekali bagi kami, jamaah masjid Al-Istiqamah untuk belajar mengaji. Terima kasih, jazakumullah khairan katsiran. Semoga Allah SWT membalas,” tutup Pak Bur seraya mendoakan.
Masih ada kesempatan bagi para wakif untuk berwakaf Al-Qur’an untuk masyarakat di pelosok Sulawesi Selatan. Yuk raih pahala jariyah dengan berwakaf di BWA.
Update #20: Pelosok Desa di Kabupaten Wajo Sulsel Butuh Pendidikan Agama
“Desa ini butuh pendidikan agama, karena belum ada pendidikan agama di desa ini,” ujar Abdul Jalil seorang guru ngaji di Pondok Tahfidz Ardhul Hufadz.
Pondok tahfidz ini berada di Dusun Alaulankara, Desa Laerung, Kec Majauleng. Kab. Wajo. Pondok ini berada di tiga rumah warga yang mereka gunakan untuk mengaji anak-anak. Ada TPA dan TPQ dengan jumlah santri 70 lebih. Jumlah yang cukup banyak untuk sebuah taman pengajian yang berada sangat jauh dari perkotaan.

(Dusun Alaulankara)
Kutipan atau ucapan di awal tadi bukan tanpa sebab, karena memang untuk menuju dusun Alaulankara, tim BWA yang datang membawa 60 Al Quran dan 40 Iqro pada pertengahan bulan Mei 2023 yang lalu, harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 1-2 jam perjalanan dari ibu kota kab. Wajo dan 6-8 jam perjalanan dari kota Makassar menuju Kab. Wajo. Setelah tiba di persimpangan jalan aspal, tim BWA harus menempuh lagi perjalanan dengan jalan bebatuan menuju dusun tempat Pondok Tahfidz Ardhul Hufadz berada.

(Ustadz Abdul Jalil)
“Akses jalan masih memprihatinkan, Apalagi kalo hujan deras. Sulit untuk dijangkau. Semangat belajar anak-anak luar biasa karena ini merupakan satu-satunya pondok agama di sini,” ujar Abdul Jalil yang merupakan lulusan pondok pesantren di Jawa. Tim BWA sangat salut dengan beliau karena beliau rela balik ke kampung halamannya karena amanah dari almarhum bapaknya yang melihat bahwa di kampung ini harus ada Pondok Tahfidz guna membentuk pribadi anak-anak agar tidak jauh dari Islam.
Ustadz Abdul Jalil sendiri memang memiliki cita-cita yang tinggi. “Alhamdulillah, dulu kita ini hanya ada TPQ di satu rumah saja. Sekarang sudah tiga rumah warga ini kita gunakan dan sekarang sudah ada juga Pondok Tahfidz untuk anak-anak menghafal setiap harinya,” ujarnya.

(Al-Qur'an untuk Para Santri)
“Kami sangat bergembira sekali atas sumbangan Al-Qur’an dan Iqro karena ini sangat kita harapkan. Ekspresi anak-anak bisa dilihat sangat senang mendapatkan Al-Qur’an. Kami sangat berterima kasih kepada wakif. Anak-anak semoga lebih semangat lagi dan bisa hafal 30 juz,” harap Ustadz Abdul Jalil.
“Alhamdulillah lomba di desa kita kemaren bawa 15 piala. Dulu anak-anak di sini hanya ada pengajian kampung. Alhamdulillah sekarang sudah semakin bagus bacaan dan hafalannya. Mudah-mudahan ini (Al-Qur’an baru) juga menjagi pemantik bagi anak-anak untuk terus menerus mengaji dan belajar agama islam,” tutupnya.
Update #19: Optimis di Jalan Dakwah
Perjalanan distribusi Al-Qur’an ke pedalaman Toraja, membawa tim BWA menjelajahi masuk ke wilayah Sanggalla Selatan, Desa Balalo. Sebelum masuk ke Desa Balalo, tim BWA singgah di rumah Bapak Umar, di Desa Songgo. Bersama para da’i lapangan YPMT (Yayasan Peduli Masjid Tanatoraja) kami banyak berdiskusi untuk sinergi kebaikan, khususnya terhadap saudara-saudara muslim di Tanatoraja.
Meski sudah lewat masa ramadhan, namun suasana halal bil halal masih hangat dirasakan karena memang sudah lama tidak jumpa dan saat bertemu banyak cerita perjuangan dakwah Tanatoraja yang diceritakan ke tim BWA. Salah satunya agenda Bedah Rumah Imam Masjid dan pendistribusian Al-Qur’an untuk muslim Tanatoraja.

(Muslim Tanatoraja Rindu Memiliki Al-Qur’an)
Memulai dengan membaca doa Basmallah, tempat yang dituju tim kali ini di daerah yang terpencil, terpelosok, belum ada sinyal, serta akses jalan yang sulit. Sudah 2 jam perjalanan tim lalui dengan beberapa kendala seperti ban mobil terplanter karena jalan lembek batuan bertanah.
Masyarakat muslim desa Balalo hidup berdampingan dengan non muslim dengan penuh toleransi. Gotong royong di sini menjadi salah satu tradisi ketika ada kegiatan masyarakat. Alhamdulillah agenda bedah rumah DKM Masjid At-Taqwa selesai dilaksanakan bersama. Tidak hanya itu, tim BWA juga memberikan Al-Qur’an terjemahan untuk para jama'ah.
Ketika diberi Al-Qur’an betapa terharunya pak Imam, beliau berucap syukur alhamdulillah mengingat jarang ada bantuan Al-Qur’an seperti ini datang ke daerahnya.
“Mengingat betapa sulitnya masyarakat di sini untuk memiliki mushaf Al-Qur’an. Jika dibayangkan saudara muslim kami kalo beli Al-Qur’an harus ke kota dan itupun jarang ada, meminta bantuan pun mustahil terwujud maka dari itu Al-Qur’an selalu kami pusatkan di masjid agar masyarakat senantiasa datang ke masjid untuk belajar karena hampir mayoritas mereka juga gak bisa baca tulis Al-Qur’an oleh karenanya perlu bimbingan,” tutur Bapak Imam.
“Alhamdulillah saat ini datang Al-Qur’an terjemah yang langsung diberikan ke santri TPQ dan masyarakat, semoga mereka nanti bisa mempelajarinya. Kami berharap dan berdoa jika tim BWA ke sini lagi tidak hanya bawa Al-Qur’an tapi juga buku Iqra dan buku tuntunan Shalat. Karena orang tua mualaf di sini kondisinya seperti ini masih perlu banyak bimbingan. Kami juga senang jika kelak ada da’i yang bisa ditugaskan kesini untuk membersamai masyarakat,” tutup Bapak Nurdin, selaku Imam Masjid At-Taqwa.
Update #18: BWA Tidak Hanya Memberikan Al-Qur’an Wakaf, Tapi Juga Pelatihan
Bukan hanya memberikan Al-Qur’an wakaf, alhamdulillah dalam pendistribusian Al-Qur’an, tim BWA yang terjun langsung ke Tanatoraja melalui direktur program H.Hazairin memberikan pembekalan pelatihan membuat pupuk organik cair kepada penyuluh agama Islam Tanatoraja.
Upaya ini dilakukan agar saudara-saudara muslim kita yang tinggal jauh di pelosok dapat menurunkan cost pengeluaran biaya pupuk kimia sehingga dapat membangkitkan ekonomi keumatan dari hasil pertaniannya secara maksimal.
Praktek membuat pupuk dilaksanakan di depan Masjid Nurul Falah Batupapan, Makale. Di hadapan para penyuluh agama, H. Hazairin yang biasa dipanggil Babeh memberikan resep yang sangat mudah diaplikasikan dengan bahan-bahan seperti air kelapa, molase, nanas, kecambah atau toge, tempe & fermipan kemudian di fermentasikan selama 15 hari.

(Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik)
Setelah kegiatan pelatihan selesai, barulah penyerahan Al-Qur’an wakaf secara simbolis oleh bapak Haji Thamrin Lodo S.Ag, M.Pdi selaku perwakilan kemenag memberikan Al-Qur’an wakaf kepada para penyuluh yang hadir.
“Terima kasih bantuan Al-Qur’an dari BWA. Semoga bisa menjadi amal jariyah bagi kita semua,” ujar salah satu peserta yang hadir Haji Ahmad Dahlan Banggapadang Camat Sanggalla.
Alhamdulillah sebanyak 40 eksemplar Al-Qur’an diberikan untuk jamaah Masjid Jami Madandan Kec. Rantetayo Kab. Tanatoraja, "saya mengucapkan terima kasih banyak kepada BWA. Seraya berharap semoga isinya dapat diamalkan, dan Allah memberikan berkah kepada kita semua," ujar Ustadz Nashrullah.
Alhamdulillah terimakasih kepada para wakif yang telah memberikan Al-Qur’an wakafnya semoga menjadi pahala jariyah ila yaumil akhir.

(Al-Qur’an Wakaf untuk Muslim di Pelosok Sulawesi Selatan)
Update #17: Al-Qur’an Baru Menumbuhkan Sejuta Semangat
Pondok Pesantren Hidayatullah Wotu yang beralamat di Jl. Binano, Sumber Nyiur, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Selawesi Selatan, menjadi salah titik distribusi Al-Qur’an wakaf tahap kedua di Sulawesi Selatan. Letak pesantren cukup jauh, butuh waktu 11-12 jam dengan menggunakan mobil dari Makassar, dengan jarak tempuh sekitar 504,4 km. Dengan medan jalan yang berlubang menuju lokasi, jalanan sempit, serta tidak ada lampu penerangan bila malam hari.
Pondok Pesantren Hidayatullah Wotu saat ini memiliki jumlah santri sebanyak 35 (tiga puluh lima) orang akan tetapi jumlah total keseluruhan itu hampir 40an karena ada sebagian santri yang sedang mengabdi, seperti yang diungkapkan oleh Dika salah seorang santri Hidayatullah Wotu. “Total santri di sini ada 35, sebenarnya 40an tapi, ada sebagian yang di Wondula, dan ada juga yang pergi mengabdi,” cerita Dika.
Karena sering nya santri berinteraksi dengan Al-Qur’an sehingga sudah banyak Al-Qur’an yang rusak, baik itu sampul ataupun lembaran-lembarannya yang sudah sobek, akan tetapi meskipun Al-Qur’an yang di gunakan oleh para santri sudah tidak baik lagi kondisinya, para santri tetap semangat dalam menghafal Al-Qur’an, seperti Dika, sudah berhasil menghafal Al-Qur’an sebanyak 6 juz dari pertama dia masuk pondok.

(Dika salah satu santri di Ponpes Hidayatullah Wotu)
Selain Dika, tim BWA juga bertemu dengan Ustadz Muhammad Siddiq beliau lulusan Pondok Pesantren Ar-Rahman Qur’an Colage Tahfidz yang berlokasi di Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat dan saat ini merupakan salah satu pengasuh di pondok pesantren Hidayatullah Wotu.

(Wajah Bahagia Muhammad Siddiq saat menerima kedatangan tim BWA)
Beliau mengatakan kepada tim BWA terkait semangat para santri untuk menghafal Al-Qur’an ditengah-tengah keterbatasan yang mereka hadapi, “Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu Wa Taala, kita kedatangan tamu dari saudara kita BWA. MasyaAllah, anak-anak senantiasa menghafalkan Al-Qur’an dengan kondisi yang begitu resah, dan begitu banyak rintangan-rintangan. Dan kita lihat Al-Qur’an yang mereka pakai untuk senantiasa menghafal Al-Qur’an adalah ya begini (sambil menunjukkan salah satu Al-Qur’an yang ada dan memang kondisi fisik Al-Qur’an tersebut sudah tidak layak pakai). Tapi MasyaAllah, mereka senantiasa bersemangat dalam menghafalkan Al-Qur’an guna untuk mendapatkan ke Ridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, untuk senantiasa mendapatkan cita-cita mereka,” ungkap pria yang saat ini sudah menghafal 15 Juz tersebut.

(Kondisi Al-Qur’an di Ponpes Hidayatullah Wotu)
Muhammad Siddiq juga berharap dengan kedatangan tim BWA ini bisa membantu para santri penghafal Al-Qur’an di Ponpes Hidayatullah Wotu untuk memiliki Al-Qur’an yang baru. Mudah-mudahan dengan pemberian Al-Qur’an yang baru dari BWA ini bisa menambah semangat para santri untuk menghafal Al-Qur’an.
“Kami berharap kepada kawan-kawan dari BWA agar bisa memberikan Al-Qur’an yang layak untuk kita para santri di sini untuk bisa menghafalkan Al-Qur’an, dan kami berharap juga kepada teman-teman BWA agar senantiasa memberikan dukungan dan semangat untuk adek-adek santri di Pesantren Hidayatullah Wotu, agar lebih semangat lagi dalam menghafal Al-Qur’an, yang insya Allah ini akan menjadi suatu pahala kebaikan yang setara dengan amal jariah untuk kita semuanya, Aaminn,” tutupnya.
Update #16: Muslim di Tompo Bulu Harus Melewati Jalan yang Sangat Jauh untuk Mendapatkan Al-Qur’an
Pada kegiatan distribusi Al-Qur’an tahap kedua di Sulawesi Selatan, tim berkesempatan mengunjungi Desa Tompo Bulu di Kabupaten Pangkep. Perjalanan yang seharusnya dapat ditempuh dalam waktu 1 jam 30 menit dari daerah Bungoro akhinya pun menjadi 3 jam 30 menit lebih, dikarenakan kondisi jalan yang tidak mulus dan sangat berbahaya bagi supir yang belum berpengalaman, selain kondisi jalan yang rusak, tanjakan yang sangat terjal, jalan berliku dan hanya muat untuk sebuah kendaraan roda empat hingga tepian jurang yang tidak ada pagar pembatas pun menjadi sebuah pemandangan selama kami menuju desa tersebut.

(Perjalanan ke Desa Tompo Bulu Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep)
Desa Tompo Bulu ini terletak di kaki Gunung Bulusaraung, tepat waktu zuhur tim BWA akhirnya sampai di sana setelah melalui perjalanan yang melelahkan, udara yang menyejukan khas daerah pegunungan menyambut kedatangan tim BWA. Desa yang berada di ketinggian 950 Mdpl ini memiliki total 1.700 jiwa dengan mayoritas memuluk agama Islam.
Alhamdulillah ternyata kedatangan tim BWA sudah ditungggu Bapak Abdul Qadir Hakim S. Pd. I, selaku Kepala Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), beliau sangat senang dengan kehadiran tim BWA terlebih kedatangan kami di sini untuk membagikan Al-Qur’an untuk masjid, sekolah, dan juga TPA yang ada di Desa Tompo Bulu ini.

(Bapak Abdul Qadir Hakim, Kepala Desa Tompo Bulu)
“Terkait dengan bantuan Al Qur’an dari BWA ini adalah merupakan satu keberkahan besar bagi kampung ini. Alhamdulillah BWA pada momen ini memberikan bantuan sebanyak 400 mushaf AL-Qur’an, tentunya harapan saya mewakili seluruh komponen masyarakat agar supaya kedepannya agar kegiatan ini tidak hanya sekali ini saja, karena memang kebutuhan Al Qur’an untuk kampung ini sangat tinggi,” ungkap pria lulusan S2 di Universitas Negeri Makassar tersebut.

(Anak-anak TPA di Desa Tompo Bulu)
Bapak Adul Qadir pun melanjutkan, “Beli Al-Qur’an di sini sangat jauh, ya dari kota Pangkep kesini itu kurang lebih 30 km, sehingga kemudian ketika masyarakat mau untuk membeli Al Qur’an itu dia harus ke bawah di kota Pangkep. Oleh karena itu sekali lagi suatu kesyukuran bagi kami semuanya karena kehadiran BWA ini menjadi Rahmat tersendiri bagi kami,”.
“Kami doakan mudah-mudahan seluruh pengurus BWA serta kemudian yang terkait di dalamnya membantu masyarakat untuk berinvestasi akhirat itu diberikan petunjuk untuk senantiasa memberikan hal-hal yang demikian ini, terkait kondisi Al Qur’an disini yang dipakai anak-anak kita sudah banyak yang rusak, karena disini banyak tempat-tempat pengajian Al Qur’an atau TPA,” tutup beliau.

(Kondisi Al-Qur’an di Masjid Desa Tompo Bulu)
Update #15: Ketika Kekuatan Transportasi Dapat Memudahkan Dakwah Penyebaran Al-Qur’an.
“Bentuk kontribusi apapun terhadap dakwah penyebaran dan pendidikan Al-Qur’an, InsyaAllah akan menjadi pahala jariyah yang akan terus mengalir hingga yaumil akhir," H. Hazairin Hasan.
Mengenang kembali distribusi Al-Qur’an tahap kedua di Sulawesi Selatan, tim BWA bertemu dan banyak dibantu oleh berbagai pihak inspiratif selama mendistribusikan Al-Qur’an wakaf di pelosok Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah Ibu Suriana Julfah, kepala cabang Transindo Xpress Makassar.
Pada bulan syawal lalu tim bergerak memulai kegiatan distribusi Al-Quran ke berbagai wilayah di pelosok Sulawesi Selatan. Melihat jumlah Al-Qur’an wakaf yang akan didrop ke titik poin utama terbilang sangat banyak dan menempuh perjalanan yang sangat jauh, ternyata alhamdulillah banyak sinergi kebaikan yang datang.
Tim tidak menyangka banyak sekali kemudahan dalam distribusi Al-Qur’an tahap #2 di wilayah Sulawesi Selatan ini. Sebelum melakukan kegiatan distribusi, tim mendapat arahan dari ibu Wiwi Hartuti owner logistik Transindo Xpress, jika tim BWA sudah sampai di Makassar mohon untuk berjumpa dengan Kepala Cabang ibu Suriana Julfah dan bapak Abdul Azis di kantor Jl Kelurahan, Teuku Umar Kaluku Bodoa, Talo, Makassar.
Kedatangan tim BWA rupanya sudah sangat ditunggu oleh Ibu Yana dan Pak Azis. Mereka begitu antusias dengan rencana kegiatan distribusi Al-Qur’an di Sulawesi Selatan. Alhamdulillah dari sharing pengalaman distribusi Al-Qur’an untuk muslim di pedalaman, pondok pesantren, dan daerah-daerah rawan aqidah rupanya menggerakkan hati ibu Wiwi ingin membantu agar memudahkan perjalanan ini. Melalui cabang logistiknya yang baru dirintis tahun 2021 lalu di Makassar, semoga menjadi kebaikan dan jembatan amal soleh, mohon doa keberkahan agar dapat terus membantu sesama. Aamiin.

(Al-Qur’an untuk Muslim di Sulawesi Selatan)
Update #14: Spirit Muslim Pedalaman Tana Toraja
Rasanya kalo bicara tentang Tana Toraja pasti yang sangat mudah dikenali yakni icon budaya daerah seperti, Gotongroyong, Rumah Tongkonan, Alang, Rambu Solo, Kain Tenun, Tedong bonga/kerbau bule, dan lain-lain.
Alhamdulillah pada kegiatan distribusi Al-Qur’an wakaf tahap #2, sebanyak 40.000 eksemplar Al-Qur’an, salah satu wilayah yang dituju yakni Kabupaten Tana Toraja. Jika dihitung jarak dari pusat kota Makassar sekitar 235 km atau 9 jam perjalanan darat melintasi tepian barat pesisir laut dan perbukitan lereng gunung Latimojong.
Selama pelaksanaan distribusi Al-Qur’an team BWA didampingi oleh koordinator partner lapang wilayah Sulsel, Ustadz Satria Arief dan Direktur Program H. Hazairin. Team BWA tiba di perbatasan Enrekang Toraja tepatnya Jembatan Salubarani.

(Al-Qur’an untuk Mengaji Anak-anak di TPQ)
Tiba di Makale jam 18.35 WITA, team BWA berjumpa dengan Ustadz Syahril. Beliau pengurus BKPRMI dan Peduli Masjid Tana Toraja. Kemudian kami diarahkan menuju ke rumah salah seorang tokoh cendikiawan muslim H. Thamrin Lodo S.Ag, M.Pdi, beliau menjabat sebagai Kasubag TU Kementerian Agama dan juga ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI).
“Dakwah kalo bukan dari putra daerah itu susah untuk bertahan lama, sudah banyak mendatangkan dai tapi karena mereka relawan tidak digaji jadi tidak ada yang bertahan apalagi medan dakwahnya banyak jalan yang sulit ditempuh medannya terjal jauh-jauh banyak mendaki sudahlah itu curam, maka sulit untuk bertahan,” cerita Haji Thamrin.
“Sementara putra putra daerahnya banyak yang di luar daerah. Jadi saya harus ke pelosok pelosok untuk mengisi kajian, ceramah, safari jumat sehingga beberapa kali dapet insiden di lapangan, jatuh dari motor terus kalo naik mobil sampai minta tolong jamaah ikut narik mobil karena medan yang licin tanah Merah bahkan sampai hampir masuk jurang,” sambung beliau.

(Terima Kasih Para Wakif atas Al-Qur’an Wakafnya)
Data tahun 2021 ada sekitar 48.000 jiwa Muslim yang tinggal dan menetap di Tana Toraja.Terdapat pula 148 Masjid dan Musholah di 19 Kecamatan yang tersebar di Tana Toraja. Sementara perbandingannya dengan Gereja ada 786. “Kalo dulu waktu tahun 90an itu untuk mencari orang yang berpakaian Muslim sangat sulit dan masih tabu. Pernah saya waktu menjabat KUA tahun 2017 alhamdulillah yang masuk islam ada 27 Orang. Semakin tahun alhamdulillah sekarang penduduk Muslim semakin bertambah,” lanjut Haji Thamrin.
April 2021 lalu H. Thamrin juga ikut membagikan Al-Qur’an BWA ke saudara di pedalaman. Ada 2.000 Al-Qur’an yang disebar. “Saudara kita tuh yang berada di pedalaman Tana Toraja untuk memiliki Al-Qur’an sangat kesulitan kalo Al-Qur’an dirumah sudah rusak payah lagi mencarinya. Di Makale sini jarang ada yang jual Al-Qur’an dan harus pergi ke Makassar itupun biayanya tinggi makan waktu 3 hari. Makanya disini Muslim berjamaah bahu membahu membantu. Pernah juga meminta ke lembaga-lembaga tapi dikasih sedikit bahkan juga tidak dapat sama sekali. Alhamdulillah Al-Qur’an wakaf ini sangat tepat ada yang mushaf, ada yang terjemah. Saya berharap setiap tahunnya ada terus Al-Qur’an, iqra, buku tuntunan sholat, dll,” tutur H. Thamrin mengenang kegiatan distribusi Al-Qur’an pada tahun 2021 lalu.
Semoga dengan adanya Al-Qur’an wakaf ini menjadi kebaikan untuk kita semua, sehingga kita terus dapat bersinergi untuk kebaikan umat. Kepada para wakif semoga dimurahkan rezekinya senantiasa diberi kesehatan, Allah ridhoi segala urusannya dan semoga menjadi pahala jariyah aamiin.
Update #13: Distribusi Al-Qur’an untuk Pesantren Terpencil di Tengah Perkebunan Sawit
Selasa 17 Mei 2022, setelah menempuh perjalanan yang cukup sulit dengan kondisi jalan yang masih tanah serta lokasi pondok pesantren yang berada di tengah-tengah perkebunan warga cukup jauh dari jalanan utama, alhamdulillah meskipun sempat salah jalan akhirnya kami tim BWA dapat mendatangi Pondok Pesantren Hidayatullah Masamba, yang masih berada di Desa Makodeceng Kabupaten Luwu Utara.

(Lokasi ponpes Hidayatullah di Desa Makodeceng, Luwu Utara)
Kedatangan kami disambut langsung oleh pengurus ponpes, beliau adalah Ustadz Abdullah. Setelah mendengar maksud dan tujuan tim BWA datang ke pondok nya yaitu untuk mendistribusikan Al-Qur’an wakaf, beliau sangat senang mendengar hal itu.
Ustadz Abdullah yang merupakan lulusan STAI Cirebon bercerita mengenai kondisi Al-Qur’an yang ada di pondoknya, dimana sudah banyak Al-Qur’an para santri yang kondisinya sudah rusak. “Alhamdulillah kami kedatangan tamu dari BWA yang datang jauh-jauh ke pondok kami dari Jakarta ingin memberikan Al Qur’an, karena memang Al Qur’an ditempat kami sudah mulai rusak dan sudah tidak layak lagi dipakai dan kami merasa bersyukur sekali dan berterima kasih atas kedatangan tim dari BWA,” ungkap pria kelahiran Cirebon tersebut dengan penuh antusias.

(Salah satu Al-Qur’an satri yang kondisinya sudah tidak layak)
Selain kesehariannya mengajar di pondok, beliau Ustadz Abdullah juga merupakan salah satu dai Hidayatullah yang terjun berdakwah ke daerah pedalaman, salah satunya ke daerah Sekko. Di daerah Sekko ini muslim merupakan minoritas namun berkat kegigihan dakwah dari Ustadz Abdullah dan kawan-kawan Alhamdulillah sudah banyak dari masyarakat Sekko yang akhirnya menjadi mualaf.
“Setiap akhir bulan biasanya saya masuk ke pedalaman Sekko, dan disana saya bisa tinggal hingga 5 hari karena memang akses jalan yang sulit untuk kesana dan. Jika sedang panas begini biasanya memakan waktu 1 hari, tapi jika hujan bisa sampai 3 hari karena akses jalan jadi berlumpur dan sulit untuk dilewati,” terang beliau kepada tim BWA.
Dengan bertambahnya jumlah mualaf di Sekko, Alhamdulillah mulai dibangun rumah-rumah Qur’an disana sebagai tempat untuk para saudara-saudara mualaf kita belajar Al-Qur’an. “Alhamdulillah sudah ada sekitar 5 rumah Qur’an, dan ini rencananya Al-Qur’an dari BWA juga akan saya bawa dan bagikan ke rumah-rumah Qur’an disana. Karena Masya Allah jika para da’i disana harus turun beli ke kota berapa biaya yang dibutuhkan, sewa ojek untuk naik saja per orang sudah 300 ribu,” ucap beliau.

(Ustadz Abdullah pengurus pondok sekaligus dai pedalaman)
Di akhir pertemuan kami pun, beliau berterima kasih dan mengajak kaum muslim untuk berwakaf “Untuk semua dermawan kaum muslimin khususnya mari kita bersama-sama memberantas buta huruf Al-Qur’an dengan mendonasikan hartanya berwakaf di Badan Wakaf Al Qur’an, sehingga saudara muslim kita yang hari ini masih buta Al Qur’an dan butuh Al Qur’an bisa merasakan, bisa mengamalkan Al Qur’an, dan membacanya. Alhamdulillah ketika kami mendapatkan Al Qur’an dari teman-teman Badan Wakaf Al Qur’an sangat bahagia, merasa terbantu sekali. Alhamdulillah terima kasih teman-teman Badan Wakaf Al Qur’an atas bantuan kepada kami, semoga para pewakif, orang-orang dermawan yang mau mewakafkan hartanya untuk memberi Al Qur’an ini mendapat pahala yang luar biasa, amal jariah yang tidak akan terputus dihadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,”.
Update #12: Terima Kasih Banyak, Kami Bahagia Mendapatkan Al-Qur’an Ini
Pada distribusi Al-Qur’an tahap #2 Mei 2022 lalu, tim BWA menuju wilayah Kabupaten Sinjai untuk melihat kebutuhan Al-Qur’an di sana sekaligus mendistribusikan Al-Qur’an amanah dari para wakif. Tim berkoordinasi dengan Ustadz Yamin yang merupakan dai lokal di sana. Beliau menyatakan InsyaAllah untuk siap membantu BWA dalam pendistribusian Al-Qur’an wakaf pada kesempatan kali ini maupun yang akan datang.
Alhamdulillah setelah melakukan perjalanan selama lebih kurang 6 jam dari kota Makassar melewati jalur yang berkelok-kelok karena memang menyisir daerah pegunungan akhirnya tim tiba di kediaman Ustadz Yamin yaitu di Desa Tongke-tongke, Kec. Sinjai Timur, Kab. Sinjai. Ustadz Yamin sendiri ternyata merupakan seorang guru ngaji yang cukup terkenal di daerahnya karena memang beliau aktif dalam kegiatan dakwah di sana. Beliau banyak bercerita terkait perkembangan Islam di kampungnya termasuk di Kab. Sinjai secara umum.

(Ustadz Yamin Bercerita tentang Kebutuhan Al-Qur’an di Kab. Sinjai)
Tim kemudian diajak untuk mengunjungi salah satu musholla di kampungnya untuk melihat kondisi Al-Qur’an, karena memang beliau bercerita bahwa di sini termasuk daerah yang butuh Al-Qur’an apalagi jika melihat bahwa di kampungnya ini banyak sekali anak-anak yang mengaji Al Quran.
“Inilah kondisi salah satu Al-Qur’an di musholla ini. Kondisinya sudah rusak dan sudah tidak layak sebenarnya untuk dibaca karena sudah ada beberapa halaman yang hilang,” ujar Ustadz Yamin.

(Ustadz Yamin menunjukan kondisi Al-Qur’an di Musholla)
“Alhamdulillah hari ini kita dapat Al-Qur’an wakaf untuk setidaknya bisa menggantikan Al-Qur’an yang rusak dengan Al-Qur’an yang baru. Harapannya semoga masyarakat disini lebih nyaman dalam membaca Al Quran nantinya,” tambahnya.
Selain itu Ustadz Yamin bersama tim juga memberikan Al-Qur’an kepada ibu-ibu pengajian karena menurut beliau pengajian ibu-ibu disini cukup aktif. “Alhamdulillah terima kasih Ustadz kami senang/bahagia mendapat Al-Qur’an ini,” ujar seorang ibu dengan malu.

(Masyarakat desa Tongke-tongke menerima Al-Qur’an BWA)
Ustadz Yamin bercerita bahwa di Kab. Sinjai ini masih banyak desa-desa yang membutuhkan Al-Qur’an apalagi ada beberapa pulau yang penduduknya merupakan muslim. “InsyaAllah nanti kita akan mendistribusikan Al Quran wakaf ini ke beberapa daerah di Kab. Sinjai yang membutuhkan Al-Qur’an, termasuk di seberang sana ada pulau-pulau yang masuk dalam daerah Kecamatan Pulau Sembilan yang penduduknya merupakan muslim dan sangat membutuhkan Al-Qur’an. Saya doakan untuk teman-teman semua, semoga BWA bisa datang kesini lagi membawa Al-Qur’an lagi, aamiin,” tutup Ustadz Yamin.
Update #11: Pulau Salemo, Pulau Para Penghafal Al-Qur’an
Jum’at 20 Mei 2022, tujuan tim distribusi kali ini menuju Desa Mattiro Bombang yang berada di Pulau Salemo, untuk bisa sampai kesana tim harus menumpang kapal nelayan, yang memang jika pagi sampai sore hari dipergunakan untuk mengangkut masyarakat setempat sebagai satu-satunya moda transportasi umum. Kurang lebih selama 30 menit perjalanan laut yang kami tempuh dari daerah Maarang melalui dermaga Maccini Baji menuju pulau tersebut.

(Pulau Salemo)
Pulau Salemo ini memang sejak dulu kala sudah dikenal sebagai pulau yang kental dengan nuansa Islami. Berdasarkan cerita masyarakat setempat pulau ini dulunya adalah tempat para dai-dai di Sulawesi untuk menimba ilmu keagamaan, dan salah satu yang terkenal ialah AG. H. ABD. Rasyid (PUANG APALA’).
Dan Alhamdulillah ternyata kedatangan kami memang sudah ditunggu para santri dengan penuh antusias dari Pondok Tahfidz Qur’an AG. H. ABD. RASYID (PUANG APALA’) dengan mempersiapkan gerobak untuk membantu pengangkutan Al Qur’an wakaf amanah para wakif yang dipercayakan kepada BWA walaupun pagi itu matahari sangat terik yang kami rasakan.

(Proses bongkar muat Al-Qur’an untuk Pulau Salemo)
Setalah berjalan kaki dari Pelabuhan selama kurang lebih 5 menit, kami akhirnya tiba di bangunan sederhana, didepan terdapat papan nama yang bertuliskan “Pondok Tahfidz AG. H. ABD. RASYID (PUANG APALA’)”. Puang sendiri diambil dari Bahasa Bugis yang artinya adalah suri tauladan yang mulia, konon katanya H. ABD. Rasyid dulu adalah seorang ulama yang sangat dihormati di tanah Bugis khususnya di Pulau Salemo ini.
Alhamdulillah kami dapat bertemu langsung dengan Ustadzah Nurwahida S. Pd. I selaku pengajar di Pondok Tahfidz tersebut yang memang juga salah seorang menantu dari cucu AG. H. ABD. RASYID (PUANG APALA’).
“Masyarakat disini jika mau membeli Al-Qur’an harus menyebrang dulu ke daratan, karena memang tidak ada penjual Al-Qur’an di pulau ini. Ya itulah kendala yang kami hadapi disini, mengingat tingginya kebutahan Al-Qur’an di pulau kami ini,” ungkap wanita lulusan STAI Al Ghazali Barru tahun 2019 menjelaskan terkait kebututuhan Al-Qur’an para santri yang ternyata lebih mahal ongkos untuk membeli dibandingkan harga Al-Qur’an.

(Ustadzah Nurwahida salah satu pengajar di Pondok Tahfidz)
Beliau pun mengungkapkan perasaanya terkait Al-Qur’an yang diberikan BWA kepada Pondok Tahfidz Qur’an AG. H. ABD. RASYID (PUANG APALA’), “Alhamdulillah kami sangat berterima kasih sekali, tadi kita lihat ketika pembagian Al-Qur’an santrinya juga senang semua, artinya mereka sudah bisa bawa pulang Al-Qur’an nya, dia pelajari di pondok dan dia pelajari kembali di rumahnya. Mudah-mudahan mereka yang telah berwakaf untuk Al-Qur’an ini diberi umur panjang, selalu diberi kesehatan, dan dilapangkan rezekinya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kami ucapkan terima kasih banyak atas support dan partisipasinya kepada seluruh santri Rumah Tahfidz Al-Qur’an AG. H. ABD. RASYID (PUANG APALA’), Pulau Salemo, Desa Mattiro Bombang, Kecamatan Liukang Tuppabiring Utara, Kabupaten Pangkep, semoga apa yang diusahakan hari ini, apa yang diwakafkan hari ini menjadi ladang pahala untuk mereka dikemudian hari, Aamiin ya Rabbal Alaamiin.”

(Wajah riang anak-anak mendapatkan Al-Qur’an baru dari BWA)
Update #10: Ponpes Darul Hijrah Timampu Luwu Timur Masih Membutuhkan Al-Qur’an
Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an “Darul Hijrah Timampu” yang beralamat di Jl. Abdul Rahman II, Desa Timampu, Kecamatan Towuti, Luwu Timur adalah salah satu dari sekian banyak pondok tahfidz Al-Qur’an yang ada di kecamatan Towuti, yang cukup diminati oleh para orang tua murid untuk memasukan anak nya di pondok tahfidz tersebut, seperti yang telah disampaikan oleh wakil pondok Pesantren tahfidz Darul Hijrah yaitu Ustadz Ummul Budin Hikmatiar, “Untuk sekarang jumlah santri ada 170 (seratus tujuh puluh) orang, dan yang sudah mendaftar itu sudah ada sekitar 180an, dan masih banyak lagi yang masih ingin mendaftar, akan tetapi karena keterbatasan tempat yang masih dalam tahap renovasi, jadi kami stop dahulu untuk penerimaan santri baru,”.
Kemudian beliau kembali menjelaskan terkait kondisi Al-Qur’an yang ada di pondok, ”Untuk kondisi Al-Qur’an seperti yang sudah kami perlihatkan tadi, sudah banyak Al-Qur’an para santri-santri kita yang sudah kusam, sudah banyak yang sobek-sobek, seperti sampulnya, sebagian lembaran-lembaran Al-Qur’an yang hilang, tentu itu semua karena seringnya santri berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam keseharian nya. Dan oleh karena itu untuk memotivasi mereka, untuk membuat mereka bersemangat, perlu Al-Qur’an yang baru untuk memompa semangat mereka dalam kegiatan menghafal Al-Qur’an. Sebelumnya juga sudah ada yang memberikan Al-Qur’an namun jumlahnya tidak banyak, sehingga banyak santri yang tidak mendapatkan Al-Qur’an, karena jumlah Al-Qur’an yang terbatas.”

(Kondisi Al-Qur’an di Ponpes Darul Hijrah)
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur sekali kepada Allah SWT, ketika ada yang berkenan memberikan kepada kami Al-Qur’an untuk digunakan para santri dan kami berharap dengan adanya bantuan berupa Al-Qur’an dapat gunakan oleh para santri, semoga ini bisa menjadi penyemangat bagi para santri ini dalam menghapal Al-Qur’an, semoga yang berdonasi Al-Qur’an ini mendapatkan pahala yang sebesar-besarnya dari Allah SWT,” Tambah beliau.

(Ustadz Ummul Budin Hikmatiar)
Terakhir beliau menyampaikan rasa terimakasih kepada Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) terkait dengan pendistribusian Al-Qur’an, “kami menilai bahwa itu adalah sebuah amal shaleh yang luar biasa dan pahalanya insyaAllah akan terus menerus bertambah dan meningkat bagaikan pahala amal jariah, dan kami berharap juga pendistribusian Al-Qur’an ini terus berlanjut, ada estapet, sehingga kaum muslimin di seluruh indonesia tidak kesulitan lagi akan keterbatasan Al-Qur’an. Kepada seluruh kaum muslimin dimanapun anda berada, kami mengajak untuk senantiasa demi tercapinya, demi suksenya distribusi Al-Qur’an ini, kami berharap kaum muslimin dapat berpartisipasi dengan cara mewakafkan hartanya di BWA,”.
Update #9: Ustadzah Masrah Lanjutkan Perjuangan Suami, Ajarkan Baca Tulis Al-Qur’an
Ahad 15 Mei 2022, tim BWA berkesempatan mengunjungi salah satu TPQ yang berada di Kecamatan Wotu, Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu TPQ Nurul Yaqin pimpinan Ustadzah Masrah Umar. Adapun lokasi tepatnya TPQ Nurul Yaqin berada di Desa Lempenai Jalan Baru, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, saat ini TPA tersebut memiliki santri sebanyak 25 orang.
Ustadzah Masrah Umar, beliau merupakan pengajar di TPQ Nurul Yaqin, di TPQ yang sederhana inilah ia dan sang suami sejak 10 tahun lalu dengan istiqomah mengajarkan anak-anak disana agar bisa membaca Al-Qur’an. Namun kini tinggalah beliau seorang diri dikarenakan sang suami terlebih dulu dipanggil oleh Allah SWT.

(Lokasi TPQ Nurul Yaqin)
“Santri di sini membawa Al-Qur’an sendiri-sendiri karena saya tidak mampu belikan, jadi mereka bawa sendiri, selama sepuluh tahuh mengajar belum pernah ada yang memberikan Al-Qur’an,” ungkap Ustadzah Masrah menjelaskan kepada kami terkait kondisi Al Qur’an di TPQ Nurul Yaqin.
Kenyataan itu tidak menyurutkan semangatnya, bagi Ustadzah Masra Umar ini merupakan sebuah panggilan jiwa untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak disana, ditambah lagi melihat wajah anak-anak di Desa Lampenai yang setiap sore datang dengan bersemangat untuk belajar Al-Qur’an adalah sebuah motivasi baginya untuk terus menjadi pengajar di TPQ Nurul Yaqin.

(Ustadzah Masrah Umar sedang mengajar anak-anak di TPQ Nurul Yaqin)
Alhamdulillah berkat Al-Qur’an wakaf dari para wakif sekalian, BWA bisa membantu Ustadzah Masrah Umar dan anak-anak yang belajar mengaji di TPQ Nurul Yaqin. Terlihat wajah sumeringah anak-anak ketika tim BWA membagikan Al-Qur’an kepada mereka, tak lupa Ustadzah Masra Umar mengucapkan banyak terimakasih kepada tim BWA dan para wakif atas bantuan Al-Qur’an untuk TPQ beliau.

(Salah satu murid di TPQ Nurul Yaqin)
“Kami sangat berterimakasih kepada BWA dan para wakif karena sudah memberikan Al-Qur’an kepada kami, yang akan di pakai untuk anak-anak belajar mengaji di TPQ, karna selama 10 tahun saya mengajar kami belum pernah mendapatkan sumbangan Al-Qur’an untuk anak-anak mengaji Insya Allah ini akan menjadi pahala Jariyah untuk tim BWA dan para wakif sekalian, Aamiin,” tutup beliau.
Update #8: BWA Salurkan 40 Ribu Al-Qur’an Wakaf di Sulawesi Selatan
Memasuki bulan Syawal 1443 H, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melakukan kegiatan distribusi Al-Qur’an wakaf tahap kedua di Provinsi Sulawesi Selatan. Sebanyak 40.000 Al-Qur’an telah dikirim ke beberapa titik distribusi dari Kota Makassar pada hari Sabtu (14/5). Titik-titik distribusi Al-Qur’an kali ini, difokuskan di beberapa kabupaten dan kota, seperti di daerah Tana Toraja, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, Pangkajene Kepulauan, dan Kepulauan Selayar.
BWA memokuskan wilayah yang menjadi target titik distribusi kali ini adalah daerah-daerah di Sulawesi Selatan yang susah diakses dan pulau-pulau kecil di daerah Pangkep dan Kepulauan Selayar. Fairuz Abadi, salah satu anggota tim distribusi BWA menyampaikan banyak Pondok Pesantren, TPQ, maupun Majelis Taklim di daerah pelosok Sulawesi Selatan yang sangat membutuhkan Al-Qur’an.
“Ini merupakan kali kedua BWA mendistribusikan Al-Qur’an di Provinsi Sulawesi Selatan, setelah sebelumnya sebanyak 10.000 eksemplar Al-Qur’an telah didistribusikan pada tahun 2021. Ternyata masih banyak TPQ ataupun pesantren yang membutuhkan Al-Qur’an. Semoga dengan hadirnya Al-Qur’an ini bisa membantu mereka yang membutuhkan, terutama di daerah terpencil dan di pulau-pulau kecil di Sulawesi Selatan,” ujar Fairuz Abadi.

(Al-Qur’an untuk TPA/TPQ yang Ada di Sulawesi Selatan)
Direktur Program BWA, Hazairin Hasan turut serta mendistribusikan Al-Qur’an wakaf di daerah Tana Toraja. Sebanyak 3.000 eksemplar dialokasikan khusus untuk daerah-daerah yang membutuhkan Al-Qur’an di Tana Toraja.
"Alhamdulillah, ikhtiar wakaf Al-Qur’an untuk Sulawesi Selatan sangat didukung oleh umat Muslim di Indonesia. Ini terlihat dari waktu penghimpunan yang cukup cepat. Butuh waktu lima bulan untuk mengumpulkan 40 ribu Al-Qur’an wakaf. Khusus di Toraja, umat muslim lokal di sana sangat membantu distribusi Al-Qur’an. Insya Allah upaya ini bisa membuat saudara saudara Muslim disana lebih bersemangat lagi dalam menjalani semua aktivitas ibadah," ungkap Hazairin.

(Distribusi Al-Qur’an di Daerah Sinjai Barat)
Ketika tim distribusi tiba di Kabupaten Luwu Timur, Ahad (15/5), tim langsung bergerak mendistribusikan Al-Qur’an di beberapa TPQ dan pesantren. Salah satunya di TPQ Nurul Yaqin, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu. Tim bertemu dengan Ibu Masra Umar. Ia selama ini mengajar baca tulis Al-Qur’an kepada anak-anak di Desa Lampenai.
Tatkala diberitahu bahwa TPQ-nya mendapatkan bantuan Al-Qur’an wakaf, nampak raut bahagia dan haru di wajahnya. “Selama 10 tahun TPQ ini ada, kami tidak pernah mendapatkan bantuan Alquraan. Anak-anak biasa bawa sendiri, tapi dengan kondisi seadanya. Banyak yang robek, atau lepas halamannya,” tutur Ibu Masra.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dengan adanya bantuan Al-Qur’an ini. Terima kasih BWA yang sudah jauh-jauh dari Jakarta membawakan Al-Qur’an untuk kami di Luwu Timur,” lanjutnya.
Hazairin mengemukakan, masih ada kesempatan untuk berwakaf untuk proyek wakaf Al-Qur’an di Sulawesi Selatan. BWA mengajak kaum muslimin untuk mendukung kegiatan baik ini. Untuk lebih tahu detail terkait kegiatan wakaf BWA bisa mengunjungi bwa.id atau wakafquran.org.
Update #7: BWA Gantikan Al-Qur'an yang Rusak karena Banjir Bandang di Masamba
Tim BWA mendistribusikan Al-Qur’an wakaf amanah dari para wakif sekalian, pada tanggal 3 April 2021 di kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan, perjalanan ditempuh selama kurang lebih 16 jam dari Makassar dengan jalur darat menuju lokasi. Masamba merupakan daerah yang 7 bulan lalu terkena bencana alam yaitu banjir bandang, yang menyebabkan banyak rumah warga yang rusak bahkan hanyut terbawa banjir, selain itu ada beberapa Masjid yang ikut hanyut dan rusak parah. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Masjid Haqul Yaqin.
Bapak Zaenal yang merupakan ketua pembangunan Masjid Haqul Yaqin mengatakan, “Masjid kami yang dulu tenggelam ketika banjir bandang datang, sekarang sedang proses pengerjaan untuk Masjid baru”. Alhamdulillah ketika team BWA datang progress pembangunannya sudah 90%, dan membawa Al-Qur’an wakaf untuk menggantikan Al-Qur’an masjid yang hanyut bersama barang barang masjid lainnya, hanyut terbawa banjir bandang waktu itu.

(Distribusi Al-Qur'an di Masamba)
Alhamdulillah berkat dukungan dari para wakif sekalian, kami bisa datang untuk memberikan 60 mushaf Al-Qur’an, pak Zaenal juga mengatakan “Kami sangat berterima kasih kepada BWA sudah datang jauh-jauh dari Jakarta, datang kesini memberikan 60 mushaf Al-Qur’an untuk Masjid kami, tetapi sejujurnya ini masih belum cukup karena memang antusias masyarakat disekitar Masjid ini sangat besar untuk membaca Al-Qur’an, apalagi anak-anak disini sangat semangat untuk belajar mengaji.”
Update#6: Mau Berwakaf Al-Qur'an di Tana Toraja, Saya Bilang Ini Sungguh Luar Biasa
Untuk pertama kali Program Wakaf Al-Quran dan Pembinaan BWA diamanahkan untuk mendistribusikan Al-Qur'an Wakaf kepada kaum muslimin di Sulawesi Selatan ini sebanyak 10.000 Al-Quran, dan 2000 nya kami distribusikan ke Tana Toraja. Bapak Muhammad Syahrir adalah salah satu rekan lapang BWA di Tana Toraja, selain menjadi guru akhlaq di MTs N 1 Tana Toraja yang beralamat di Jl. Tengkobatu No 290, Kamali Pentalluan, Kec. Makale, Kab. Tana Toraja, Sulawei Selatan, beliau pun aktif di BKPRMI Tana Toraja.

(MTsN 1 Tana Toraja)
Bapak Syahrir menjelaskan bahwa aktifitas di MTs N 1 Tana Toraja diawali dipagi hari siswa siswi diajari tadarus sebelum kegiatan proses belajar mengajar dilakukan, begitupun setelah proses belajar mengajar berakhir kembali kami tadarusan dan diakhiri dengan shalat dzuhur. Kondisi Al-Quran yang ada di MTs N 1 Tana Toraja ini dapat kita lihat sendiri (sambil memegang salah satu Al-Quran dari satu lemari yang berisikan Al-Quran rusak), yang mana Al-Quran ini sudah cukup usang karena siswa siswi menggunakannya setiap hari, ada yang ga ada sampulnya, kemudian lembaran-lembaran halamannya sudah banyak yang berkurang sehingga siswa siswi tidak dapat menggunakan secara baik.
Dan alhamdulillah semalam dari BWA ada sejumlah Al-Quran, Insyaa Allah akan dibagikan di Tana Toraja pada saudara-saudara muslim dan mungkin juga nantinya untuk peserta didik kami disini. Alhamdulillah kalau kami dapat karena kondisi di Madrasah kami sendiri ini untuk pengadaan Al-Quran itu sangat sulit, karena ya kami biasa mendapatkan Al quran itu dari swadaya masyarakat muslim yang ada di Tana Toraja, nah itu pun kadang ada yang menyumbang satu Al-Quran, nah sedangkan siswa kami disini jumlahnya 200 orang, nah sekarang ada itu jumlahnya 20 (sambil menunjukkan Al-Quran yang bagus), jadi tidak sepadan atau tidak sesuai dengan jumlah siswa yang ada disini ungkap beliau.
Bapak Syahrir pun menceriterakan kepada kami tantangan disini sangat luar biasa dalam satu rumah terkadang ada beberapa agama, jadi untuk membentengi anak-anak itu ke Islaman, penuh tantangan. Kondisi kami disini penuh tantangan karena disekitar kami ini adalah mayoritas non muslim, sangat sedih kalau saya menceritakan, besar tantangan yang kami hadapi, setiap yang kami lakukan untuk kegiatan-kegiatan keagamaan juga harus meminta ijin kepada warga sekitar.
Beliau pun melanjutkan pengalamannya sebagai aktifis BKPRMI "Sangat kurang yang bantuan seperti ini karena biasanya hanya pembangunan dimasjid-masjid tetapi Al-Qurannya kadang tidak ada, artinya mungkin ada, hanya tidak sebanding dengan jama'ah dimasjid. Dan saya saja waktu pertama mendengar bahwa ada yang mau berwakaf Al-Quran di Tana Toraja saya bilang ini sungguh luar biasa, karena disaat kami yang aktif di BKPRMI sulit mengadakan Al-Quran sebanyak 2.000 ini, mungkin susah buat kami,".
Dan alhamdulillah dengan adanya BWA semoga ini dapat dimanfaatkan. Di Tana Toraja ini alhamdulillah perkembangan muslim juga cukup besar jadi untuk jumlah 2.000 Al-Qur'an wakaf ini belum cukup" ungkap beliau.
Diakhir pertemuan kami pun Bapak Syahrir mengajak kepada kaum muslim untuk berfawakaf di BWA, "Dengan mensukseskan 100.000 Al-Qur'an di Sulawesi Selatan, mari kita berwakaf, semoga amal kita dicatat oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan kita mendapatkan pahala didunia maupun diakhirat, Insyaa Allah,".
Update #5: Semoga Al-Qur’an ini Menjadi Syiar Dakwah di Tana Toraja
Kegiatan distribusi Al-Qur’an wakaf di Tana Toraja kembali dilanjutkan di daerah Lemo-Marinding, sebagai informasi di Tana Toraja sendiri akan didistribusikan 2.000 Al-Qur’an terjemah. Di sana tim bertemu langsung dengan Bapak Dahlan K. Bangapadang, beliau menjabat sebagai Camat Sangala, Pengurus MUI Tana Toraja, Ketua BKPRMI Tana Toraja, serta Ketua Lembaga Adat Lemo-Marinding.
Beliau sangat mengapresiasi kedatangan tim BWA, "Saat ini kami menerima team dari BWA Jakarta, yang betul-betul bahwa pada saat ini kami sangat terharu karena kerinduan kami selama ini yang merupakan suatu kebutuhan kami didaerah ini tentang kekurangan mushaf Al quran," ungkapnya.

(Al-Qur'an untuk Masyarakat Tana Toraja)
"Alhamdulillah pada malam hari ini ada teman-teman dari BWA dan kami harapkan ke depannya bahwa dengan kehadiran Al-Qur’an wakaf ini adalah merupakan terobosan pertama untuk menjadi mitra kami kedepannya untuk mengembangkan syiar dakwah Islamiyah di Kabupaten Tana Toraja. Semoga dengan kehadiran BWA ini mudah-mudahan ke depannya kita bisa bersinergi untuk mengadakan pembinaan-pembinaan yang intensif untuk anak-anak kita," cerita beliau.
Di akhir pertemuan, Bapak Dahlan mengucapkan terimakasih dan mendo'akan kembali. "Atas nama jama'ah baik itu di Marinding ini bahkan sekabupaten Tana Toraja saya sebagai salah satu pimpinan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Kabupaten Tana Toraja dan salah satu Anggota Majlis Ulama Kabupaten Tana Toraja mengucapkan terimakasih kepada Badan Wakaf yang telah melirik Tana Toraja ini. Mudah-mudahan kita selalu dalam keberkahan Allah Subhanahu Wa dan kami mohon maaf apabila dalam kesempatan ini ada hal-hal yang kurang berkenan, Tana Toraja ini sangat membutuhkan sentuhan dan bantuan Al-Qur’an," doa beliau.
“Semoga BWA dan para wakif senantiasa mendapatkan ridho daripada Allah Subhanahu Wa Ta'ala, pahala yang berlipat ganda. Dan kita do'akan mudah-mudahan Al-Qur’an yang telah diserahkan ini betul-betul bermanfaat untuk masyarakat muslim Tana Toraja, dan terlebih khususnya di Taman Pendidikan Al quran Rahmatullah, di Marinding, Kec. Mengkendek, Kab. Tana Toraja ini," tutup beliau.
Update #4: Distribusi Qur’an di Lapas Masamba
3 April 2021, tim BWA berkesempatan bersilahturahmi dengan saudara-saudara muslim kita di Lapas Masamba kelas II C, yang sekarang sedang dalam ujian kesabaran dari Allah SWT. Tim juga membawa 300 mushaf Al-Qur’an untuk para warga binaan di lapas kelas IIC Masamba ini. Disana kami disambut oleh Kepala rutan yaitu Bapak Iskandar Djamil A.md. IP. S.H. Beliau menyambut baik kedatangan team BWA yang telah datang jauh-jauh dari Jakarta. “Terima kasih atas kedatangan bapak-bapak semua dari BWA, alhamdulillah itu artinya masyarakat luar memperhatikan kita,” sambut beliau.

(Distribusi Al-Qur'an di Lapas Masamba)
Pak Iskandar juga sangat berterima kasih atas pemberian 300 mushaf Al-Qur’an dari BWA, karena memang menurut beliau Lapas Masamba ini sangat kekurangan dari segi fasilitas untuk kegiatan pembinaan para warga binaannya.

(Al-Qur'an Diterima oleh Salah Satu Warga Binaan Lapas)
“Kami memang sangat kurang fasilitas untuk membina para warga binaan, tetapi itu tidak menyurutkan niat kami dalam membina mereka, karena mereka bukanlah pelanggar hukum, hanya kebetulan saja belum mengerti hukum,” tutur beliau.
Pak Iskandar berharap dengan datangnya Al-Qur’an dari BWA ini bisa menjadi bahan untuk para warga binaan memperbaiki diri dan secara rohani mereka bisa lebih baik lagi. Total warga binaan yang ada di Lapas Masamba kelas IIC ini kurang lebih sebanyak 308 orang dengan semuanya beragama Islam.
Untuk program pembinaan kerohaniannya sendiri Pak Iskandar menjelaskan “Ada kegiatan tausyiah rutin setiap Rabu dan Sabtu bekerja sama dengan Depag dan Lembaga lain, tetapi untuk sekarang karena sedang pandemi Corona ditiadakan dulu, selain itu juga ada yasinan setiap malam Jum’at, dan rutin setiap hari ba’da Isya para warga binaan sebelum kembali ke selnya masing-masing, kita melakukan baca Al-Qur’an bersama-sama”.
Di sana kami juga bertemu dengan salah satu warga binaan yaitu bapak RA, bisa dibilang beliau ini adalah ustadznya para warga binaan. “Saya juga mengucapkan banyak terima kasih mewakili para warga binaan atas pemberian Al-Qur’an Insya Allah Al-Qur’an ini sangat bermanfaat untuk pembinaan kami disini, karena memang Sebagian dari kami disini sudah bisa membaca Al-Qur’an dari yang awalnya ketika masuk kesini belum bisa, seiring berlangsungnya proses pembinaan banyak dari kita warga binaan yang akhirnya sudah bisa membaca Al-Qur’an,” ucap Pak RA dengan penuh haru.
Update #3: Mendistribusikan Al-Qur’an di Wilayah Pengungsi Banjir Masamba
3 April 2021 tim BWA datang ke Desa Meli Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara. Daerah ini merupakan daerah yang paling banyak terdapat pengungsi akibat musibah banjir bandang tahun lalu. Tim datang berkunjung ke salah satu Masjid yang ada di desa Meli yaitu Masjid Al-Aqsha. Disana kami bertemu dengan pengurus masjid yaitu Ustadz Safrudin. Alhamdulillah 200 mushaf Al-Qur’an amanah dari para wakif kami serahkan kepada beliau, untuk kemudian diserahkan kepada masyarakat, TPA, atau masjid-masjid di Desa Meli yang belum memiliki atau kekurangan Al-Qur’an.

(Al-Qur'an untuk Pengungsi di Bukit Meli)
“Terima kasih banyak kepada team BWA yang sudah mau meluangkan waktunya untuk datang ke kampung kami, saya merasa sangat terharu di tengah keadaan kampung kami yang sedang terpuruk akibat banjir bandang yang datang melanda kampung kami, masih ada saudara-saudara yang jauh-jauh dari Jakarta datang terlebih lagi datang membawa Al-Qur’an untuk dibagikan di kampung kami,” ujar Ustadz Safrudin.
Desa Meli ini termasuk desa yang masyarakatnya paling terdampak akibat banjir bandang, banyak rumah warga yang rusak parah, bahkan hanyut terbawa banjir. Team BWA berharap dengan pemberian 200 mushaf Al-Qur’an ini bisa sedikit meringankan duka warga Desa Meli, apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan tentu ketersediaan mushaf Al-Qur’an ini menjadi sangat penting.

(Distribusi Al-Qur'an di Tempat Pengungsian)
Ustadz Safrudin berharap agar program wakaf Al-Qur’an ini dapat terus berjalan hingga ke seluruh pelosok Indonesia, “Karena itu merupakan salah satu bentuk menyiarkan agama Islam hingga ke pelosok negri, hanya doa yang bisa saya berikan mewakili masyarakat desa Meli kepada para wakif dan BWA yang sudah memberikan Al-Qur’an wakaf ini, semoga ini menjadi amal jariyah untuk kita semua,” tutup Ustadz Safrudin.
Update #2: Distribusi Al-Qur’an di Tana Toraja
Distribusi pertama team BWA di Sulawesi Selatan kali ini adalah di Masjid Ukhuwah Songgo yang berada di desa Songgo, Kel. Rantealang, Kec. Sangala Selatan, Kab. Tana Toraja, Alhamdulillah tim dapat bertemu langsung dengan Bapak Umar, selaku Imam Masjid tersebut.

(Distribusi di Tana Toraja)
Beliau yang merupakan putra asli daerah Enrekang, kemudian ditempatkan di Toraja pada tahun 1989, sebagai guru seni rupa di salah satu SMP di daerah tersebut. "Sejarahnya, pertama saya di tempatkan di Toraja dengan basic ilmu seni rupa, bukan pendidikan agama, pas ditempatkan saya di SMP, saya melihat bahwa anak-anak muslim disini perlu pembinaan agama, sehingga saya meminta supaya bisa membimbing, membina agama Islam sekalipun latar belakang pendidikan bukan agama Islam," ungkap Bapak Umar.
"Disini tidak ada guru agamanya, karena saya prihatin, saya lapor sama kepala sekolah dari pada yang muslim itu belajar kristen, saya yang ngajar dulu, ya akhirnya saya mengajar mi, agama Islam, dari situ mungkin anak itu melapor sama orang tuanya bilang ada guru kami begini-begini, akhinya dipanggil ke masjid,” lanjut beliau.
Bapak Umar pun menjelaskan bahwa di daerah asalnya, di Enrekang di daerah mayoritas muslim dakwah itu seperti biasa-biasa saja, tetapi kalau di Tonaraja, tantangannya sangat luar biasa. “Masjid ini didirikan tahun 2015 saya sudah jadi imam disini juga, kemudian perkembangan muslim disini Alhamdulillah dari 12 KK sampai menjadi 20 KK,” tutur beliau.
“Kami sangat berterimakasih dengan adanya sumbangan ini dari BWA, mudah-mudahan Bapak-bapak, Ibu-ibu yang sudah mewakafkan Al quran, oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala diberikan pahala yang berlipat ganda, dimurahkan rezekinya, sehingga bisa tetap berlangsung yang namanya Al quran wakaf ini. Jadi kami mudah-mudahan dengan ini umat Islam yang ada di Toraja ini, khususnya di Rantealang, bisa memahami Al quran, karena Al quran ini ada terjemahannya,” tutup beliau.

Update #1: Jelang Ramadhan Warga Sulawesi Selatan Gembira Mendapatkan 10 Ribu Al Qur'an Wakaf
Suara.com - Jelang Ramadhan 1442 H, Badan Wakaf Alquran (BWA) menyalurkan 10 ribu Alquran ke Sulawesi Selatan. Pendistribusian ini berlangsung dari 8 hingga 12 April 2021.

(BWA Distribusikan 10.000 Al-Qur'an Wakaf di Sulawesi Selatan)
Wilayah yang menjadi target untuk penyalurkan Alquran ini hampir merata di seluruh wilayah Sulawesi Selatan bahkan hingga ke pelosok. Lokasinya meliputi Kabupaten Tana Toraja, Gowa Malino, Pangkep, Luwu Utara, kota Palopo, Makasar, Enrekang, Maros, Bone, Pare Pare dan Pinrang.
"Distribusi kali ini adalah 10 ribu awal dari total 100 ribu Alquran Wakaf untuk Sulawesi Selatan. Alhamdulillah distribusi pertama berjalan dengan baik dan masih banyak pelosok Sulawesi Selatan ini yang membutuhkan Alquran Wakaf dan harus segera diwujudkan kebutuhan ini," ujar Marten Sakaria, pimpinan BWA Sulawesi Selatan mengatakan, seperti dalam rilis yang diterima Suara.com.
Untuk mendistribusikan 10 ribu Alquran, BWA bekerja sama dengan melibatkan beberapa komunitas seperti BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) dan Rohis Muhammadiah.
"Dukungan dari komunitas dan tokoh masyarakat lokal kepada aktivitas sangat baik, sehingga distribusi bisa berjalan dengan lancar, di antaranya remaja masjid, aparat desa, kecamatan, dan komunitas lokal," kata Ketua FLP Gowa dan relawan BWA cabang Makasar, Ika Rini.
.jpeg)
(Al-Qur'an untuk Masyarakat Sulawesi Selatan)
Penasihat Walikota bagian keumatan dan Ketua Ikatan Pesantren SulSel, Ustaz Iqbal Djalil, dan ketua Wahdah Islamiyah Tamaona, Ustaz Abu Faris berharap rencana BWA untuk 100 ribu Alquran Wakaf untuk SulSel bisa segera terwujud.
"Semoga 10 ribu Alquran Wakaf ini menjadi semangat baru bagi kaum muslimin di Sulawesi Selatan. Alhamdulillah energi kegembiraan dari masyarakat yang terlibat sangat terasa," tutur Ustaz Satria, BWA cabang Makasar.
“Masih ada 90 ribu AlQuran Wakaf untuk Sulawesi Selatan, BWA mengajak kaum muslimin untukmendukung aktifitas baik ini, untuk melihat lebih detail kegiatan wakaf BWA, bisa mengunjungi ww.BWA.id atau www.wakafquran.org,” tutupnya.
Sumber: