Masyarakat di Pelosok Sumatera Barat Rindu Memiliki Al Qur’an
Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi seluruh umat manusia di muka bumi sehingga keberadaan Al-Qur’an menjadi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai bacaan wajib umat muslim setiap hari, Al-Qur’an menjadi pedoman yang harus dipelajari setiap saat sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat.
Namun aktivitas untuk mengaji, membaca, mempelajari dan menghayati Al-Qur’an akan terkendala ketika tidak ada Al-Qur’an mengingat terbatasnya sumber finansial untuk membeli Al-Qur’an. Hal paling urgen terkait dengan kendala Al-Qur’an sebagaimana dijelaskan di atas adalah ketika suatu instansi keagamaan Islam membutuhkan sarana belajar mengajar Al-Qur’an namun terkendala oleh keterbatasan financial.
(Kegiatan Belajar Mengajar Mengaji di Pasaman Barat)
Kabupaten Pasaman Barat mempunyai jumlah penduduk 99% muslim yang tersebar di 11 Kecamatan dan 19 Nagari induk serta 71 Nagari persiapan dengan data rumah ibadah masjid sebanyak 508 buah, surau/langgar/mushola sebanyak 743 buah dan rumah penduduk 155.000 unit. Di kabupaten ini juga mempunyai wadah pendidikan non-formal TPQ sebanyak 608 buah dan madrasah Diniyah awaliyah sebanyak 79 buah yang membutuhkan adanya Al-Qur’an.
Untuk mengoptimalkan pembinaan baca tulis Al-Qur’an di Pasaman Barat, digalakkan pula kegiatan maghrib mengaji serta pendidikan di TPQ dan madrasah Diniyah awaliyah.
Dengan banyaknya aktivitas keagamaan dan tempat ibadah yang memerlukan Al-Qur’an, BWA menginisiasi project Al-Qur’an Road Trip Sumatera Barat untuk membantu saudara muslim kita di sana, memudahkan mereka untuk mendapatkan Al-Qur’an.
Tahapan BWA Masuk ke Masyarakat
“Al Qur’an Road Trip Sumatera Barat dan Mentawai”. Alhamdulillah melalui program untuk Sumatera Barat dan Mentawai itu yang dilaksanakan sejak beberapa bulan di tahun 2019 lalu, BWA berhasil menghimpun sebanyak 33.630 Al-Qur’an wakaf, dari target 50.000 Al-Qur’an.
(Distribusi Al-Qur'an bersama Buya Masoed Abidin)
Kamis, 25 Maret 2019 team BWA bersama Direktur Program H. Hazairin Hasan di temani oleh Buya Masoed Abidin dan partner lapang Ustadz Fortito melaksanakan pendistribusian Al-Qur’an tahap #1 sebanyak 7.000 eks Al-Qur’an di wilayah Mentawai dan sebagian daratan Sumatera Barat. Setelah pelaksanaan distribusi Al-Qur’an tahap #1 ini dilaksanakan justru semakin banyak permintaan Al-Qur’an dari surau-surau TPQ, TPA, Masjid, dan Majelis Taklim.
(Distribusi Al-Qur'an di Sipora Selatan, Mentawai)
Melihat kondisi tersebut, BWA segera melakukan kegiatan distribusi Al-Qur’an tahap #2. BWA kembali melaksanakan distribusi Al-Qur’an sebanyak 26.630 eks Al-Qur’an wakaf yang dibagikan ke 341 lembaga yang telah terdaftar.
BWA Selenggarakan Pelatihan Al-Fatihah Bersanad
Dalam rangkaian Al-Qur’an Road Trip Sumatera Barat dan Mentawai, BWA juga menyelenggarakan pelatihan surah Al Fatihah Bersanad untuk masyarakat setempat. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 15 Januari 2020 ini bertempat di Masjid Raya Sumatera Barat dengan jumlah peserta sebanyak 400 orang yang mewakili guru TPQ, TPA, DKM & imam masjid, dengan instruktur Ustadz Aburrahman Dihya, ST (Al Hafidz) mudir Pondok Pesantren Qoryah Qur’an Mafatih Wanayasa Purwakarta.
BWA mendistribusikan Al-Qur’an wakaf amanah dari para wakif di wilayah Sumatera Barat sejak tahun 2019-2020. Alhamdulillah pada periode tersebut, BWA sukses mendistribusikan 33.634 eks Al-Qur’an wakaf.
Melihat banyaknya kebutuhan Al-Qur’an dan antusias para santri dan saudara muslim di Sumatera Barat untuk memiliki mushaf Al-Qur’an, BWA mengajak seluruh umat muslim di Indonesia untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu ketersediaan Al-Qur’an untuk saudara-saudara muslim kita yang ada di pelosok Sumatera Barat. Semoga apa yang telah kita wakafkan, dibalas oleh Allah SWT dengan pahala yang tidak ada terputusnya hingga yaumil akhir, aamiin.
Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:
Rp.15.000.000.000 (100.000 Eksemplar Al-Qur'an @Rp.150.000 dan 5.000 Iqra)
Partner Lapang:
Ustadz Almen
#BWA #WAP #AlQuranRoadtrip #SumateraBarat
Update #12: Ribuan Orang Berzikir dan Mengaji Bersama dalam Kegiatan Tanah Datar Mengaji
Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM mengatakan bahwa kegiatan Tanah Datar Mengaji dan Bangkit sebagai bentuk upaya pemerintah daerah dalam mendukung dan mengajak para korban bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor yang terjadi beberapa waktu yang lalu untuk tidak berlama-lama dalam kesedihan dan segera bangkit kembali untuk menatap masa depan yang jauh lebih baik.
Hal tersebut disampaikan Bupati dalam sambutannya pada acara yang diikuti oleh lebih 1.000 anak-anak hafizh dari tingkat SD dan SMP, yang digelar di lapangan Cindua Mato Batusangkar, Sabtu (14/9/024).
“Saya tahu tidak mudah untuk melupakan kejadian itu, namun dengan hadirnya anak-anak dan siswa siswi yang memotivasi keluarga para korban InsyaAllah kita bisa. Ini patut kita syukuri, dan pemerintah daerah tentunya akan terus memfasilitasi para korban,” ujar Bupati.
Dikatakan Bupati Eka lagi, untuk mengembalikan mental dan semangat para korban bencana alam beberapa kegiatan sudah dilakukan diantaranya trauma healing, penyaluran bantuan, relokasi rumah terpadu dan mandiri serta yang lainnya.

(Tanah Datar Mengaji)
Pada kesempatan itu, Bupati Eka Putra juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh panitia, Bapak/Ibu guru dan OPD yang telah mendukung dan mensukseskan kegiatan Tanah Datar Mengaji dan Bangkit.
Sebelumnya, Ketua pelaksana Tanah Datar Mengaji dan Bangkit H. Afrizon menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswi SD dan SMP sederajat sebanyak lebih kurang 1.110 orang ditambah jamaah majlis taklim, para guru dan santri tahfizh.
Selain diisi dengan tausyiah agama oleh Pencerahan DR. KH. Sulaiman Efendi, M. Pd. I, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Tanah Datar Ny. Lise Eka Putra, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tanah Datar, CEO Badan Wakaf Al Quran (BWA) H. M. Ikhsan Salam, Ketua BKS Tanah Datar, Ketua FKRT Tanah Datar, Kepala Sekolah, Guru serta tenaga pendidik SD, SDIT, SMP, SMP IT, MTs S, MTs, Pembina Tahfizh, dan undangan lainnya.
Update #11: BWA Gandeng Komunitas Spearfishing Dakwah dalam Pendistribusian Al-Qur'an
Berangkat dari Jakarta bersama team BWA pada 6/9/24 Ustadz Subhan Ali langsung berkoordinasi dengan rekan-rekan separo Sumatra Barat untuk mempersiapkan kelengkapan dan mengecek lokasi yang akan menjadi spot menembak ikan.
Sampai di kota Padang 3 hari sebelum turun ke laut Ustadz Subhan Ali bersama rekan BWA mendistribusikan Al-Qur'an ke beberapa pondok pesantren di Padang Bungus, Alhamdulillah Setelah itu kami juga bersilaturahmi dengan seorang tokoh ulama dan penulis asal Sumatra Barat, Buya Masoed Abidin (89 tahun). Perjalanan beliau berdakwah ke pedalaman Mentawai mulai dari tahun 1974 dan hingga kini masih terus berlanjut Alhamdulillah sudah ribuan orang suku pedalaman yang telah masuk Islam.

(Buya Masoed Abidin (89 tahun))
Alhamdulillah selama 9 jam turun melaut akhirnya 1 box ikan full terisi kurang lebih 60 kg dengan berat rata-rata 3-4 kg. Setelah ashar kami pulang menuju Nagari Kumpulan beristirahat untuk besok membawa ikan segar ke pesantren Manahijussadat 3 Salimpaung yang terletak di lereng gunung Marapi.

(Hasil Tangkapan Ikan)
“Bahagia rasanya melihat orang gunung, santri-santri penghafal Al-Qur'an menikmati ikan laut segar hasil tangkapan,” tutur Ustadz Subhan Ali ketua Spearfishing dakwah asal Pasaman Sumatera Barat.
Ikan laut hasil tangkapan langsung diberikan ke santri yang berada di dapur, Alhamdulillah Maghrib itu langsung diolah dan kami pun menyantap hasil ikan bersama. Kyai Menyampaikan ikan laut ini segar sekali rasanya enak masyaallah besok santri kami 4 orang ada yang murojaah jus 30 Alhamdulillah setelah itu akan kami rayakan dengan makan bersama sebagai bentuk syukur.
Update #10: Dengan Wakaf Al-Qur’an, InsyaAllah Bantu Wujudkan Impian Mulia Para Santri
Melanjutkan kegiatan distribusi Al-Qur’an wakaf, tim BWA diajak oleh salah satu tokoh masyarakat asal Lintau Buo, yaitu KH Khaidir Efendi (Alang Bapaneh) untuk berkunjung di Pondok Darul Ulum Tigo Jangko Lintau Buo – Tanah Datar.
Di Pondok, tim BWA juga bertemu dengan Ustadz Wardiantono, Lc, M.Pd Kepala pembina asrama Pondok Pesantren. Ponpes ini berdiri pada tahun 1994 atas dasar swadaya dorongan tokoh-tokoh masyarakat Tigo Jangko. Meski banyak keterbatasan, tidak sedikit dari para santri yang kondisi ekonomi orang tuanya di bawah garis kemiskinan masih tetap diperbolehkan untuk belajar sampai tamat sekolah.
Kendati demikian para santri di ponpes Darul Ulum tetap berjuang untuk mengaji kitab, murojaah dan menghafal Al-Qur'an karena memang sudah dari wasiat para pendiri bahwa pesantren ini harus banyak berperan khususnya untuk masyarakat bawah sekitar Lintau Buo Tanah Datar.

(Santri Tampak Khusyuk Membaca Al-Qur'an)
Dengan berdirinya Pondok Pesantren Darul Ulum harapannya anak-anak masyarakat menengah ke bawah bisa terbantu dari sisi pendidikan yang berkualitas mencetak generasi emas muslim para penghafal Al-Qur'an yang mampu berdakwah ke pelosok-pelosok negeri.
“Kedatangan tim BWA membawa wakaf Al-Qur'an sangat tepat sekali karena kitab suci ini merupakan salah satu sarana belajar untuk adik-adik santri menghafal Al-Qur'an," ujar Ustadz Wardiantono.
Alhamdulillah lulusan para santri di sini sudah banyak berkontribusi membina dan berdakwah ke masyarakat pedalaman Tanah Datar. Jangan biarkan potensi anak bangsa terkubur. Mari bersama-sama memajukan pendidikan pesantren. Ingatlah, setiap kebaikan sekecil apapun akan memberikan dampak yang besar.
Jangan sampai kita menyesal di akhir hayat karena belum sempat berbuat baik. Mari jadikan wakaf sebagai gaya hidup.
Update #9: Al-Qur'an yang Rusak pun Masih Kami Pakai
Dalam rangkaian kegiatan distribusi Al-Qur'an, tIm BWA berkunjung ke Ma'had Darul Khairat Pasaman Barat.
Selasa 10 September 2024, Tim BWA sudah berada di Nagari kumpulan wilayah Pasaman. Dari Nagari kumpulan Pasaman tim kami menuju ke Mahad Darul Khairat di Jl. Kec. Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Perjalanan ditempuh dengan jarak kurang lebih 62 km atau 1,5 Jam jalur darat melewati hutan lindung yang jalannya sempit dan kanan kirinya banyak jurang.
Sampai di depan gerbang Ma'had Darul Khairat kami dibuat kagum dengan aksi para santri yang menyambut kami melalui kesenian silek atau silat khas Sumatera Barat.

(Santri membawa Al-Qur'an Wakaf)
“Setelah atraksi silek atau silat, kami disambut hangat oleh Buya Pery Hariman S.Pd kemudian tim kami diajak ke mushola. Lagi-lagi kami dibuat takjub karena kondisi musholanya itu sangat sederhana sekali bangunannya setengah terbuka jadi kalau hujan sudah pasti akan ketampiasan air hujan dan ketika memasuki ruangan mushola pun kami melihat rak di tiap-tiap pojok sudut penuh dengan Al-Qur'an yang kondisinya sudah rusak,” tutur Weli Kurniawan, staff distribusi Al-Qur’an BWA.
Sebelum acara pembagian Al-Qur'an, MC mempersilahkan santrinya untuk membacakan beberapa ayat suci Al-Qur'an, dengan malu-malu satu santri maju membawa sebuah Al-Qur'an yang akan dibacakan. Mata kami langsung tertuju dengan apa yang dibawa oleh santri tersebut yakni sebuah Al-Qur'an yang sudah lusuh dan tidak ada sampulnya. Ternyata memang semua kondisi Al-Qur'an yang ada di pondok pesantren Darul Khoirot kondisinya semua sudah seperti itu.
“Pernah dikasih 90 Al-Qur'an pas ramadhan kemarin dalam 2 bulan sudah rusak-rusak dan hilang sampulnya, beginilah kondisi Al-Qur'an yang ada di pondok tahfidz kami,” ujar Buya Peri Hariman S.Pd.
Alhamdulillah tim BWA membawa 100 mushaf Al-Qur'an amanah dari para wakif dan telah kami sampaikan kepada mudir pondok pesantren Darul Khairat Buya Peri Hariman S.Pd dan Wali Nagari Adrizal S.Pd untuk digunakan para santri.
Update #8: BWA Distribusikan 20.000 Al-Qur’an Tahap Kedua untuk Muslim di Sumatera Barat
Di penghujung 2024, BWA Distribusikan 20.000 Al-Quran, iqro serta mengajak masyarakat untuk mengikuti kegiatan Tanah Datar mengaji dan peletakan batu pertama di Pondok Pesantren Manahijussadat 3 Salimpaung Tanah Datar.
“Daerah cakupan distribusi meliputi wilayah Padang 5.000, Tanah Datar 5.000, Bukittinggi-Padang panjang 500, Pessel-Tapan-Silaut 1.000, Payakumbuh - 50 Kota 500, maninjau - Agam 1.000, Pasaman Barat 1.000, Pasaman 500, Pariaman 1.000, Padang-bungus dsk 2.000, Solok 1.000, Dharmasraya -Sijunjung 1.000, Solok selatan 500,” ujar Ustadz Almen selaku partner lapangan BWA untuk Sumatera Barat.
Al-Quran sebanyak 20.000 ini merupakan distribusi tahap kedua. Karena pada 2023 lalu Alhamdulillah BWA telah mendistribusikan Al-Quran sebanyak 20.000 sehingga total Al-Quran yang telah didistribusikan yaitu 40.000 dari total target untuk Prov. Sumatera Barat ini sebanyak 100.000 Al-Quran nantinya.

(Penyerahan Al-Qur'an secara Simbolis)
Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi menyampaikan, "Kami sedang mendata pengahapal Al-Qur'an se-Sumatera Barat. Para penghafal Al-Qur'an ini akan kita jadikan sebagai Imam Masjid Nagari sekaligus Guru Mengaji di sana. Jadi apa yang dilakukan BWA dengan mengajak masyarakat untuk berwakaf melalui BWA nanti akan di sambung kan para Imam Masjid.”
"Masih banyak guru-guru ngaji di pelosok Sumatera Barat yang hanya mempunyai beberapa saja kitab Al-Quran sementara muridnya banyak, jadi murid harus bergantian membacanya oleh karenanya kita perlu memberikan perhatian lebih agar kebutuhan para santri dapat terpenuhi,” ujar CEO Badan Wakaf Al-Qur'an H.M. Ichsan Salam.
Kemudian Chief of Networking BWA, H. Hazairin menggandeng beberapa komunitas salah satunya Spearfishing Dakwah yang insyaallah turut meramaikan acara selain ikut membagikan Al-Qur'an juga dengan memberikan hasil tangkapan ikan segar dari laut pantai tiku Pasaman untuk santri di Ma'had Minahajatussaadat 3.
BWA mengajak kaum muslimin untuk terus ikut mensukseskan program 100.000 Al Quran untuk masyarakat Sumatera Barat terutama yang berada di daerah pelosok maupun ujung terluar kepulauan yang membutuhkan Al-Qur'an. oleh karenanya bagi anda yang belum berwakaf, masih ada kesempatan. Yuk mari berwakaf di BWA, anda harus ikut.
Update #7: Berbagi Al-Qur’an di Bumi Sikerei, Sumatera Barat
Masyarakat setempat menyebut negeri mereka (Kepulauan Mentawai) dengan nama Bumi Sikerei. Kabupaten ini lahir tahun 1999 dan terletak di sisi barat Pulau Sumatera. Terdiri dari 4 pulau utama, Siberut, Sipora, Pagai Utara dan Pagai Selatan.
Dengan penduduk sekitar 92.021 jiwa data tahun 2019 yang tersebar di 43 desa atau 10 kecamatan. Kabupaten ini memiliki ibukota Tuapejat yang berlokasi di Sipora Utara.
Awal Januari 2023, tim BWA hadir kembali ke Pulau Mentawai memperluas sebaran distribusi Al-Qur’an hingga ke pulau-pulau terpencil. Tim BWA berangkat dari Pelabuhan Muaro Padang menuju Mentawai dengan menggunakan kapal yang memakan waktu perjalanan kurang lebih empat jam perjalanan laut.
Sesampainya di Sipora, tim berkoordinasi dengan partner lapang BWA Uda Firdaus. Terkait rencana distribusi Al-Qur’an di wilayah Sipora ini, diutamakan terlebih dahulu untuk Pesantren, TPQ & TPA baru setelah itu ke masyarakat.
Berangkat dari masjid Miftahul Janah, tim BWA menuju ke SP3 (Satuan Pemukiman) wilayah transmigrasi Desa Bukit Pamewa. Bertemu dengan Bapak Asep, selaku takmir Masjid kami sampaikan terkait tujuan kedatangan tim BWA membawa Al-Qur’an Wakaf. Begitu kami dipersilahkan masuk masjid mata kami tertuju ke arah mimbar dengan banyaknya tumpukan Al-Qur’an yang sudah tidak layak.

(Bapak Asep, Menerima Al-Qur'an Wakaf)
“Kami Terkejut, karena dari sekian banyak tumpukan Al-Qur’an dan iqra tidak ada satupun Al-Qur’an layak yang dapat digunakan. Kami cek rata-rata Al-Qur’an disini cetakan tahun 1982,” tutur Weli, salah satu tim distribusi BWA.
“Selama ini belum pernah ada bantuan sama sekali. Bahkan Al-Qur’an yang dibawa BWA ini adalah pertama kali bantuan sampai di sini. Masyarakat di sini bahkan ada yang tidak memiliki Al-Qur’an. Kondisi seperti ini bertahun-tahun masyarakat alami apalagi masuk bulan ramadhan kalo tidak ada Al-Qur’an ya kan sulit untuk tadarusan,” cerita Bapak Asep.
“Alhamdulillah sebanyak 40 eksemplar Al-Qur’an wakaf dari BWA kami terima, insyaAllah beberapa kami taruh di masjid sisanya dibagikan ke masyarakat agar kebagian semua,” sambung beliau.
Sebelum melanjutkan perjalanan tak lupa beliau mendoakan untuk team BWA, donatur dan para wakif semoga ini semua menjadi amal pahala jariyah, aamiin.
Update #6: Distribusi Al-Qur’an di Rumah Asuh Lintau Buo, Sumatera Barat
Tim BWA mengantarkan amanah Al-Qur’an wakaf dan juga beberapa titipan sembako bersama dengan komunitas S3 Tanah Datar. Komunitas S3 Tanah Datar ini merupakan kepanjangan dari Komunitas Sedekah Sehari Seribu yang diketuai oleh Uni Ezi.
Alhamdulillah sejak 2019 lalu tim BWA bersinergi dengan komunitas S3 Tanah Datar dalam kegiatan pendistribusian bantuan Al-Qur’an wakaf ke pelosok-pelosok Sumatera Barat terutamanya di daerah Tanah Datar.
Selepas shalat Dzuhur di Masjid Bundo Kanduang, tim berangkat dari Pagaruyung menuju Lintau Buo menempuh perjalanan kurang lebih berjarak 32 km atau sekitar 2,5 jam perjalanan darat. Di perjalanan kami juga disuguhkan dengan pemandangan-pemandangan yang indah melawati bukit (Puncak Pato) dengan kondisi lerengnya yang cukup terjal untuk dilalui apalagi daerahnya rawan longsor. Sekilas tentang Lintau Buo, jumlah masyarakatnya ada sekitar 36.462 jiwa menurut data BPS tahun 2020.
Jam 15.30 tim tiba dirumah Uni Sri Candrawati atau yang biasa dipanggil Uni Is. Di rumah asuh ini ada 12 anak yang tinggal, dan paling kecil usianya 4 tahun. Rata-rata anak yang tinggal di sini memiliki banyak problem dalam kehidupan.

(Distribusi di Rumah Asuh, Anak Berkebutuhan Khusus)
Kami diperkenalkan satu persatu meski tidak semua latarbelakang anak-anak diceritakan. "Di sini ada anak dari suku Mentawai yang menjadi mualaf sekarang tinggal bersama Uni agar bisa mengenyam pendidikan, ada anak korban pelecehan seksual, bahkan yang paling kecil anak usia 4 tahun ini ibunya menjadi ODGJ & kakaknya diperkosa sama ayah tirinya sendiri. Alhamdulillah anak-anak di sini kami didik, diajarkan mengaji dibekali ilmu agama,” cerita Uni Is.
“Dengan kedatangan tim BWA bersama komunitas S3 bersyukur sekali anak anak kami dijenguk diberi bantuan berupa donasi, sembako dan Al-Qur’an. Doakan kami agar memiliki pondok kecil yang terpisah dengan rumah untuk anak-anak lebih fokus belajar mengaji, semoga anak anak kami menjadi penghafal Al-Qur’an aamiin ya rabbal alamin,” tutupnya.
Update #5: Surau Peradaban Islam di Tanah Minang
Saat tim BWA melakukan kegiatan distribusi Al-Qur’an di Surau Darul Hikmah Kampung Tengah Pagaruyung, Kec Tanjung Emas Batusangkar, kami bertemu dengan Datuk Thamrin. Beliau selama ini berprofesi sebagai guru ngaji untuk anak-anak dan muslim di Batusangkar.
Uniknya, di kala usia beliau yang melewati angka 72 tahun, beliau tetap semangat dalam urusan pendidikan agama. Datuk Thamrin mulai mengajar ngaji dari tahun 1978 sampai saat ini, artinya sekitar 44 tahun ia terus mengemban dakwah.
Saat bertemu dengan tim BWA, beliau banyak menuturkan cerita pengalaman selama mendidik. Masa-masa tahun 70an di kala pasca terjadinya perang PRRI, di mana banyak masyarakat Sumatera Barat saat itu menjadi korban genosida, namun Datuk Thamrin tetap menghidupkan aktivitas surau dengan membina akhlak dan pengetahuan agama islam bagi anak-anak muda di generasinya.

(Datuk Thamrin bersama Tim BWA)
Pada tahun 80an anak-anak mengaji di surau semakin banyak hingga mencapai lebih dari 100 orang yang belajar mengaji, kala itu dengan ukuran surau yang kecil anak-anak mengaji Al-Qur’an bergantian di surau dengan 5 lampu petromak sebagai lampu penerang anak-anak mengaji. Kalo sudah mengaji apalagi bulan Ramadhan tadarusan itu bisa sampai jam 1 malam.
Surau selalu menjadi tempat teramai bagi anak-anak mengaji meskipun kerap kali dalam belajar Al-Qur’an, batang rotan Datuk Thamrin menghampiri anak didiknya. Meskipun terlihat keras namun ternyata pengajaran seperti itu di tahun 80an selalu membekas bagi anak didiknya. Bahkan ada anak didik Datuk Thamrin kala itu akan mengikuti lomba MTQ saat belajar itu kerap dapat salam dari batang rotan meski mengajinya sambil mengeluarkan air mata tapi Alhamdulillah pelajarannya jadi membekas sampai ini anak berhasil menjadi Qori terbaik mewakili daerah Pagaruyung.

(Al-Qur'an Wakaf untuk Para Santri)
Datuk Thamrin mengatakan dalam mendidik anak-anak, "Rasulullah SAW bersabda, perintahkan anak-anakmu melaksanakan sholat sedang mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka karena tinggal sholat sedang mereka berusia 10 tahun. Tahun 80-90an itu mencari Al-Qur’an sangat sulit karena terbatas yang menjual maka dari itu surau menjadi tempat yang berarti bagi kami di tanah minang,” kenang beliau.
“Kalo menang lomba MTQ senangnya bukan main karena sudah pasti akan dapat Al-Qur’an baru. Guru-guru ngaji seperti kami tidak mendapat bayaran karena piti saat itu susah jadi biasanya dari zakat fitrah setiap tahun sekali, dan sampai akhirnya masuk tahun 90an listrik mulai mengalir ke surau kami,” sambung Datuk Thamrin.
“Sekarang anak didik kami sudah banyak jadi guru ngaji dan tentunya surau pun semakin bertambah. Alhamdulillah kedatangan team BWA membawa Al-Qur’an sangat diperlukan sekali bagi surau kami semoga bantuan Al-Qur’an terus ada untuk kami biar terus dapat menunjang dan mensuport kegiatan belajar mengajar di surau,” tutup Datuk Thamrin.
Update #4: Sebelum Bantuan Wakaf Al-Qur’an Datang dari BWA, Biasanya Santri Membeli ke Padang
Ustadz Onraiko adalah Pimpinan Pondok Pesantren Muhammad Al Fatih yang berlokasi di Jorong Pasia Putiah, Nagari Pakan Raba'a Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat. Dikarenakan lokasi pesantren yang sulit dijangkau dan fasilitas masih kurang, maka ponpes beliau membatasi jumlah santri, saat ini jumlah keseluruhan santri hanya 54 orang dan ada yang dari Mentawai yang mana orang tua santri tersebut adalah mualaf.

(Ustadz Onraiko, pimpinan Ponpes Muhammad Al Fatih)
"Di pesantren ini sebelum bantuan wakaf Al-Qur’an datang dari BWA biasanya santri membeli ke Padang, saya sendiri yang pergi membeli ke Padang, dikumpul duit santri semuanya beli quran, kemudian dibelikan ke Padang, karena di Padang harganya lebih murah. Tetapi di sini memang ada yg menjual Al-Qur’an di Muara Laboh, di Surian, dipasar-pasar atau ditoko-toko, tentu harganya lebih mahal, jarak dari sini ke Padang lebih kurang 116 km, jadi kalau dihitung jam itu lebih kurang 4 jam sampai 5 jam normalnya," ungkap Ustadz Onraiko ketika menjelaskan membeli Al-Qur’an untuk para santrinya.
Beliau pun mengucapkan terimakasih kepada BWA yang telah membawa Al-Qur’an untuk para santrinya. "Kami juga mengucapkan terimakasih banyak kepada BWA yang telah memberikan bantuan pondok pesantren ini berupa Al-Qur’an, tahun 2019 kita mendapatkan bantuan sekitar 300 buah dan itu pun kita bagikan kemasyarakatan karena dikampung ini terkena banjir bandang, setiap masjid, musholah kita bagi. Al-Qur’an sebenarnya kita sudah punya di pondok pesantren ini termasuk bantuan dari BWA yang sudah diberikan tahun 2019, tapi tidak mungkin lah seperti awal dulu, awalnya bagus-bagus kulitnya, Al-Qur’an nya tidak robek, tapi sekarang karena dipakai setiap hari, siang dan malam kita menghafal Al-Qur’an disini membaca Al-Qur’an tentu pasti Al-Qur’an ini ada yang robek, ada yang tanggal kulitnya dan sebagainya, maka dari pada itu kami juga membutuhkan bantuan Al-Qur’an dari BWA ini," tutur beliau.

(Kondisi Al-Qur’an di Ponpes Muhammad Al Fatih)
Di akhir pertemuan kami Ustadz Onraiko mendo'akan dan mengajak kepada kaum muslim untuk bersama berwakaf di BWA. "Mudah-mudahan kaum muslim dan kaum muslimat yang memperjuangkan untuk membagikan Al-Qur’an ini mendapatkan berkah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan mudah-mudahan Allah mudahkan urusannya dunia dan akhirat, aamiin ya rabbal alaamiin. Kami mengajak kepada kaum muslim dan kaum muslimat yang mencintai Al-Qur’an nur karim dan mencintai Allah dan Rasul nya, mari kita bersama-sama untuk berwakaf dijalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, menyisihkan sebagian harta kita untuk membeli Al-Qur’an dan Al-Qur’an ini bisa disebar luaskan kepada kaum muslimin dan muslimat yang berada dipelosok-pelosok negeri yang mana mereka tidak ada biaya membeli Al-Qur’an dan itulah kesempatan bagi kita mewakafkan Al-Qur’an supaya Al-Qur’an ini menjadi pegangan bagi umat Islam diseluruh dunia dan dimanapun mereka berada,".

(Wajah Sumringah santri Ponpes Muhammad Al Fatih ketika mendapatkan bantuan Al-Qur’an dari BWA)
Update #3: Al-Qur’an Wakaf untuk Masyarakat Transmigran di Daerah Terisolir Padang Tarok
Pada kegiatan distribusi Al-Qur’an untuk wilayah Sumatera Barat, tim BWA berkesempatan untuk mengunjungi masyarakat transmigran yang berada di wilayah terisolir Padang Tarok. Di sana tim bertemu dengan Bapak Sugeng Pamukan selaku Plt. Kepala Dinas Ketenaga Kerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sijunjung.
"Terima kasih kepada BWA yang pada hari ini, kemudian dan selanjutnya, memberikan bantuan ini melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi yang untuk disalurkan ke Unit Pemukiman Transmigrasi Padang Tarok SP 1. Perlu kami sampaikan bahwa di UPT Transmigrasi khususnya ini masih banyak kawan-kawan kita yang belum mempunyai Al-Qur’an dan tentunya juga kami berharap kepada BWA ini juga memberikan kepada daerah-daerah yang di pedalaman, dan di daerah-daerah yang terisolir yang jauh,” cerita Bapak Sugeng kepada tim BWA.

(Bapak Sugeng Pamukan, Plt. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sijunjung)
Bapak Sugeng secara lebih detail menjelaskan tentang kondisi daerahnya. "Jangankan yang di daerah terisolir, di daerah sekitar kita ini sendiri juga masih banyak yang Al-Qur’annya sekedarnya, tentunya dengan adanya bantuan Al-Qur’an ini kami sangat mendukung karena masih ada kawan-kawan kita dan di sekitar kita banyak yang belum mempunyai Al-Qur’an,”.
“Dari kami Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sijunjung sekali lagi mengucapkan banyak terimakasih dan sangat mendukung program dari BWA untuk program 100.000 Al-Qur’an di Sumatera Barat ini, khususnya tentunya kami bermohon di Kabupaten Sijunjung dan sektor kita," lanjut Bapak Sugeng.

(Tim BWA sedang menjelaskan terkait Al-Qur’an BWA ke Bapak Sugeng)
"Kalau akses jalan, ada beberapa daerah yang tidak bisa kita lalui khususnya kalau hari hujan kita tidak bisa masuk. Dan ini perlu, bantuan ini kita sampaikan didaerah Kamang, daerah Banjar Tengah, daerah Tanjung Kaliang, itu menjadi harapan kita untuk dibantu juga, itu daerah yang terisolir juga," lanjut beliau terkait kebutuhan Al-Qur’an di daerah-daerah yang terisolir.
Tak lupa di akhir pertemuan Bapak Sugeng mengajak kepada kaum muslimin untuk berperan aktif berwakaf Al-Qur’an di BWA. "Kepada kita semua umat Islam semua marilah kita mendukung terhadap program-program ini dan tentunya Al-Qur’an melalui BWA ini,".
Update #2: Kami Di Sini Sangat Membutuhkan Al-Qur’an, Alhamdulillah BWA Bisa Datang Kesini
Ustadz Hadi Latif adalah salah seorang guru di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Gobah yang beralamat di Limau Surau, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ponpes Tarbiyah Islamiyah ini pada tahun 2020 lalu mendapatkan bantuan Al-Qur’an dari BWA.
"Alhamdulillah pada kesempatan kali ini, kami kembali mendapat wakaf berupa Al-Qur’an dari BWA, setelah sebelumnya dua tahun lalu kami mendapatkan wakaf Al-Qur’an dari BWA," ungkap Ustadz Hadi Latif.
Berdasarkan pantauan tim BWA, Al-Qur’an yang 2 tahun lalu diberikan saat ini kondisinya sudah banyak yang rusak. "Al-Qur’an yang diwakafkan sebelumnya ada beberapa yang kondisinya sudah rusak. Alhamdulillah karena rutin dipakai oleh santri nah keadaannya sekarang sudah banyak yang sampulnya terlepas,” jelas Ustadz Hadi.

(Ustadz Hadi Latif ketika sedang diwawancara oleh tim BWA)
Al-Qur’an yang lain yang ada di ponpes pun juga tidak jauh berbeda kondisi nya, rata-rata Al-Qur’an yang ada disana sudah banyak yang rusak hal itu menyebabkan para santri kesulitan untuk membacanya apalagi digunakan untuk menghafal.

(Kondisi Al-Qur’an di Ponpes Tarbiyah Islamiyah Gobah)
“Alhamdulillah kebetulan pada hari ini BWA bisa datang kesini dan memberikan kami lagi berupa Al-Qur’an wakaf yang baru, yang InsyaAllah ini akan bermanfaat bagi santri di sini. Al-Qur’an ini akan terpakai, dipakai 5 waktu oleh santri, berguna nanti untuk tadarus, untuk menghafal Al-Qur’an, InsyaAllah," tutur Ustadz Hadi.
Tidak lupa Ustadz Hadi mengucapkan terimakasih dan mendo'akan para wakif. "Dan juga kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BWA, kepada para wakif yang telah mewakafkan hartanya untuk memberi Al-Qur’an. Semoga apa yang diniatkan oleh wakif nantinya diijabah oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan menjadi amal jariah sebagai penolong di akhirat kelak, aamiin, aamiin ya rabbal alaamiin, sekali lagi kami atas nama Pesantren Tarbiyah Islamiyah Gobah Limau Surau mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada BWA dan para wakif yang telah berwakaf," doa Ustadz Hadi.
Di akhir pertemuan, Ustadz Hadi mengajak kepada kaum muslim untuk berwakaf di BWA demi mensukseskan target distribusi 100 ribu Al-Qur’an untuk Sumatera Barat "Dan juga kami mengajak kepada kaum muslim kaum muslimat seluruhnya dimanapun berada, semua yang berada di Indonesia marilah bersama-sama berwakaf di BWA. Karena berwakaf Al-Qur’an merupakan amalan jariah bagi kita semua, yang mana amalan jariah ini tidak akan terputus walaupun orang yang berwakaf itu sudah meninggal."
Update #1: Al Qur’an Banyak yang Rusak Karena Sering Dibaca dan Dibolak-balik
Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Baiturrahman adalah lokasi pertama yang tim BWA datangi dalam rangka survei tingkat kebutuhan Al Qur’an di Sumatera Barat pada hari Rabu 16 Maret 2022. Ustadz Muhammad Yos adalah salah seorang pendiri ponpes tersebut yang berlokasi di Kabupaten Agam, atau lebih tepatnya di Jorong Kalampayan, Kenagarian Pakan Sanayan, Kecamatan Banu Ampuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
"Pertama kami ucapkan ribuan terimakasih kepada tim BWA yang telah hadir dan mengunjungi kami walaupun kami berada agak sulit, dipegunungan. Tapi Alhamdulillah berkat kerja tim mereka sampai ke pondok kami menyalurkan wakaf Al-Qur’an," ungkap Ustadz Muhammad Yos.

(Ustadz Muhammad Yos, pendiri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Baiturrahman)
Beliau pun bercerita terkait kondisi masyarat sekitar kepada kami. "Memang di Sumatera Barat pada umumnya kini sedang marak-maraknya didirikan pondok tahfizh dan Alhamdulillah sampai saat ini kesadaran dari masyarakat untuk membina anak-anak dan remaja memang salah satunya mendekatkan mereka dengan Al-Qur’an,” tuturnya.
“Jadi tidak bosan ya kami meminta, memohon kepada tim BWA untuk menyalurkan wakaf Al-Qur’an kepada kami terkhusus di Kabupaten Agam karena banyak pondok-pondok tahfizh yang sekarang ini berada dipelosok-pelosok daerah yang kadang tidak terjangkau dari tim-tim yang datang dari pusat,” tambah beliau.
Ustadz Muhammad Yos menjelaskan terkait kondisi Al-Qur’an di Ponpes, mayoritas Al-Qur’an yang dipakai para santri sudah banyak yang rusak dikarenakan Al-Qur’an ini dipakai hampir setiap waktu oleh para santri. "Kami di pondok sekarang ini ya banyak membutuhkan Al-Qur’an karena Al-Qur’an yang ada di Pondok ini sudah banyak yang rusak dan Al-Qur’an itu rusak bukan karena terletak tapi karena sering dibolak-balik (dibaca) oleh para santri karena mereka setiap saat selalu berinteraksi dengan Al-Qur’an.”

(Santri sedang Menunjukan Al-Qur’an yang Biasa Mereka pakai sehari-hari)
Terakhir beliau mengajak kepada seluruh kaum muslim untuk berwakaf di BWA agar rencana BWA untuk membawa 100 ribu Al-Qur’an ke Sumatera Barat dapat segera terlaksana.
“Saya selaku pimpinan Ponpes Tahfidzul Qur’an Baiturrahman mengajak bapak-bapak, ibu-ibu, para muhsinin marilah sama-sama kita berwakaf di BWA, Insya Allah wakaf yang bapak ibu berikan akan BWA distribusikan ke seluruh TPQ, Masjid, Ponpes di seluruh Sumatera Barat, mudah-mudahan wakaf yang bapak ibu berikan mendapat balasan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan kita berdo'a, mudah-mudahan kita semuanya yang terlibat dalam pendistribusian ini dikumpulkan oleh Allah nanti didalam Janah bersama dengan para penghafAl-Qur’an," tutup beliau.