Wakaf Al Qur’an untuk Pedalaman Kalimantan Barat
Kalimantan Barat merupakan provinsi yang sangat luas, total luas wilayahnya 147.307,00 km persegi, sekitar 7,53% luas Indonesia. Sebanyak 3.287.346 atau sekitar 60,07% penduduknya memeluk agama Islam.
Pada tanggal 6 Maret 2021 team BWA melakukan survey ke Kabupaten Kapuas Hulu. Kabupaten Kapuas Hulu ini berjarak kurang lebih 579,7 KM dari Kota Pontianak, disana kami bersama partner lapangan kami yaitu Ustadz Indra. Untuk bisa sampai di beberapa perkampungan yang ada di pedalaman Kapuas Hulu, tim BWA harus menggunakan perahu, karena tidak bisa ditempuh melalui jalur darat. Selain perkampungan yang ada di pesisir sungai Kapuas Hulu, team BWA juga mendatangi para mualaf yang ada di perkampungan suku Dayak.
(Team BWA menempuh perjalanan melalui sungai)
Setelah selesai naik perahu tim BWA menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 2 jam perjalanan, dengan kondisi jalan yang rusak akhirnya team BWA sampai di dusun Repun, tepatnya di Masjid Assakinah. Dusun Repun merupakan salah satu dusun pedalaman yang ada di Desa Pinang Laka, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Sampai lokasi tim BWA disambut oleh Pak Riko dan juga para jama’ah masjid. Bapak Riko selaku kepala Dusun Repun banyak bercerita mengenai kesulitan yang dihadapi masyarakat di dusunnya. “Jangan seperti orang tua kita dahulu, dibilanglah kita buka ingin mengejek orang tua kita dahulu, banyak yang tidak bisa mengaji, bahkan agama saja tidak mengenal,” ucap Bapak Riko, selaku kepala Dusun.
Lokasi dusun Repun yang jauh dari ibu kota kabupaten tentu membuat masyarakatnya mengalami kesulitan untuk mendapatkan Al-Qur’an, jarak tempuh yang jauh tentu saja membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sedangkan pendapatan masyarakat di dusun Repun ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Al-Qur’an merupakan pedoman hidup untuk umat muslim, maka sewajarnya jika setiap muslim itu memiliki Al-Qur’an, atau minimalnya satu KK muslim memiliki satu mushaf Al-Qur’an. Hal ini disampaikan oleh Bapak Drs. Bahtiar selaku sekda Kabupaten Kapuas Hulu yang team BWA temui dilain kesempatan, beliau juga menyampaikan, “Semoga dengan bantuan Al-Qur’an ini yang nantinya akan kita bagikan ke setiap KK muslim di Kabupaten Kapuas Hulu, tapi yang terpenting bukan hanya setiap KK yang menerima tapi agar Al-Qur’an ini dipelajari, diamalkan, dan dijadikan sebagai pedoman hidup semua umat muslim”.
Selain mendatangi dusun Repun, pada tanggal 8 Maret 2021 team BWA juga mendatangi salah satu perkampungan suku Dayak, yang di kampung itu terdapat beberapa kepala keluarga muslim tepatnya di Dusun Landau Desa Belikai Kecamatan Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat. Kami mampir ke salah satu masjid yang ada disana, yaitu Masjid Jabal Nur. “Alhamdulillah umat muslim disini, walaupun kami minoritas tetapi tidak menyurutkan semangat kami untuk memperdalam agama Islam, adanya masjid ini pun karena semangat kaum muslim yang ada dusun Landau ini, mereka sangat ingin melaksanakan sholat berjamaah,” ujar Ustad Hardi, selaku imam Masjid Jabal Nur.
Muslim yang ada di dusun Landau ini mayoritas adalah mualaf totalnya kurang lebih ada 100 muslim untuk itu keberadaan masjid Jabal Nur ini sangat penting karena selain menjadi tempat solat berjamaah, tapi juga sebagai pusat kajian dan pembinaan bagi muslim yang ada di dusun Landau. Semangat belajar umat muslim yang ada di dusun Landau ini sangat luar biasa, walaupun mayoritas disana adalah mualaf, tapi sudah banyak masyarakat muslimnya yang bisa membaca Al-Qur’an.
Dengan adanya Program Wakaf Al Qur’an dan Pembinaan (WAP) ini, kita dapat membantu saudara-saudara muslim kita yang ada di perkampungan suku Dayak untuk terus semangat memperdalam agama Islam dan juga dengan keberadaan Al-Qur’an wakaf ini tentu saja membantu ustadz Hardi dan ustadz-ustadz setempat agar bisa mengajarkan baca Al-Qur’an bagi masyarakat muslim disana yang belum bisa membaca Al-Qur’an, karena selama ini beliau terkendala dengan ketersediaan Al-Qur’an.
Untuk itu BWA mengajak kepada seluruh umat muslim di Indonesia agar mau menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu ketersediaan Al-Qur’an untuk saudara-saudara muslim kita yang ada di pelosok Kalimantan Barat. Oleh karena itu mari berwakaf di BWA untuk membantu saudara-saudara muslim kita di pelosok Kalimantan Barat.
Nilai Wakaf yang Diperlukan:
Rp.15.000.000.000 (100.000 Eksemplar Al-Qur'an @Rp.150.000)
Partner Lapangan:
Ustadz Robby
#BWA #WAP #WAPKalimantanBarat
Update #19: BWA Distribusikan 40.000 Al-Qur'an di Kalbar
Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mempererat ikatan spiritual dan memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan Al-Qur’an di Indonesia. Sebanyak 40.000 Al-Qur’an didistribusikan ke beberapa Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat di Tahun 2024.
Chief of Networking BWA Hazairin Hasan mengatakan bahwa distribusi Al-Qur’an di Provinsi Kalimantan Barat meliputi Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, Sanggau, Landak, Singkawang, Mempawah, Sambas, Bengkayang, dan Kota Pontianak.
“Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya di daerah yang minim akses terhadap fasilitas keagamaan,” kata Hazairin Hasan.

(Distribusi Alquran wakaf untuk Kalbar)
Hazairin Hasan menyampaikan bahwa distribusi Al-Qur’an tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen BWA untuk meningkatkan literasi keagamaan di Provinsi Kalimantan Barat. Fokus utama dari program ini adalah menjangkau daerah-daerah terpencil, dimana banyak masjid, mushola, dan lembaga pendidikan alquran mengalami keterbatasan dalam memiliki Al-Qur’an yang layak untuk digunakan.
“Di akhir tahun ini, kami ingin memberikan hadiah terbaik kepada masyarakat Kalimantan Barat, yaitu Al-Qur’an sebagai sumber pedoman hidup. Kami berharap distribusi ini dapat menjadi titik awal perubahan yang positif bagi masyarakat, terutama di wilayah pelosok,” ujarnya.
Masyarakat Ketapang juga sangat mengapresiasi atas distribusi Al-Qur’an yang dilakukan oleh BWA, salah satunya Kepala Desa Pesaguan Kiri Muhammad Amin, mengungkapkan atas bantuan Al-Qur’an dapat bermanfaat kepada warganya.
“Terimakasih banyak kepada BWA telah peduli membantu Al-Qur’an di Desa Pesaguan Kiri Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi guru ngaji, kelompok pengajian, surau, masjid dan Taman Bacaan Al-Qur’an (TPA),” ungkapnya.
Hal yang sama juga disampaikan Pengurus Lembaga Majelis Ta’lim mualaf (LMTM) Kabupaten Ketapang Ida Farida, menjelaskan bahwa bantuan Al quran merupakan kali kedua disalurkan oleh BWA dalam mendukung gerakan dakwah LMTM dan pembinaan mualaf di daerah terpencil di Kabupaten Ketapang.
“BWA mendistribusikan ke LMTM sendiri sudah dua kali menyalurkan bantuan ini kepada LMTM yang rutin melakukan pembinaan mualaf setiap bulannya di Kecamatan dan Desa Terpencil. Lembaga kami memberikan fasilitasi dakwah dan penguatan keagamaan dan memberikan akses kepada para mualaf untuk mengenali dan memahami Al-Qur’an,” jelasnya.
Selain mendistribusikan Al Qur’an kepada Masyarakat, Masjid, musholla, LMTM, TPA dan TPQ, BWA juga mendistribusikan ke Pondok Pesantren, salah satunya Pondok Pesantren Ahlul Qur’an Dusun Pinang Tumpah Desa Padang Kecamatan Benua Kayong Kabupaten Ketapang, menuturkan Bantuan Al-Qur’an dari BWA ini sangat bermanfaat bagi para santri yang berjumlah 42 orang dan lembaga ini khusus mencetak para penghafal Al-Qur’an.
“Kami berterima kasih atas bantuan Wakaf Al-Qur’an dari para Wakif semoga menjadi bagian dari amal shalih dan pembinaan generasi muda yang cinta Al-Qur’an,” ucap Ustaz Zidni Irfan, Lc, Pimpinan Ponpes Ahlul Qur’an.
Update #18: Al-Qur’an untuk Masyarakat Pedalaman Belangin Terpenuhi
Tim BWA melanjutkan kegiatan distribusi Al-Qur’an di daerah transmigrasi di Kab. Sanggau dusun Belangin 1, 2 dan 3 di desa Lintang Kapuas. Al-Qur’an wakaf ini diberikan kepada masjid, majelis taklim, guru ngaji kampung dan santri TPA yang ada di sana.
Perjalanan ke Belangin tim BWA didampingi oleh Ustadz Taufik, Dai Pedalaman dan pengurus Rumah Quran Tajul Anwaril Mudzakir Sanggau dengan program SABDA (Santri Bahagia Dengan Al-Qur’an). Program ini dibuat dalam rangka pengentasan buta huruf Al-Qur’an terkhusus di wilayah Pedalaman.
Ustadz Taufik sendiri sebelum tinggal di kota Sanggau, beliau tinggal di Belangin, jadi paham betul bagaimana kondisi saat tahun 1995 hingga 2023 seperti ini generasi mudanya masih banyak tertinggal.

(Al-Qur'an untuk Muslim di Kalimantan Barat)
Setelah dua jam perjalanan melalui jalan kebun sawit dengan kondisi tanah berbatu alhamdulillah tim sampai di yayasan An-Najah. Di sana kami bertemu dengan Ustadzzah Anisatul Aliyah, S.Pd.SD "Alhamdulillah melalui BWA yang memberikan Al-Qur’an kepada kami semoga semakin barokah terutama untuk yang di pelosok seperti kami ini kebutuhan Al-Qur’an dapat terus terpenuhi," tutur Ustadzzah Anisa.
“Dengan adanya bantuan Al-Qur’an, kami sangat terbantu sekali karena bagi santri kami yang tinggal di pelosok jalannya kurang bagus, kalau pakai motor ke kota harus nyeberang sungai, belum lagi jalannya licin dan berbatu-batu,” tambahnya.
Sebanyak 140 Al-Qur’an telah di bagikan ke para Santri TPQ, Majelis Taklim, dan Masyarakat Desa. Alhamdulillah semoga Al-Qur’an ini menjadi wasilah kebaikan bagi semua.
Update #17: Al-Qur’an untuk Muslim Pedalaman Kapuas Hulu
Masih di Kapuas Hulu, tim BWA membersamai Ustadz Dayak Indra Abdurahman mendistribusikan Al-Qur’an ke pelosok Kapuas Hulu. Bila bicara data tempat tinggal saudara muslim kita di Kapuas Hulu, rasanya jalan dengan beliau ini seperti peta berjalan. Beliau tahu persis daerah-daerah terpencil yang jarang dikunjungi.
Bicara daerah pelosok di Kapuas Hulu sudah beliau jelajahi semua, jadi tidak diragukan lagi untuk hal pendistribusian Al-Qur’an khususnya di wilayah pedalaman Kapuas beliau akan selalu merekomendasikan tempat-tempat baru yang bagi kami orang awam mungkin tidak terpikirkan untuk berkunjung.
Melanjutkan perjalanan distribusi Al-Qur’an, tim BWA berangkat dari Desa Semitau menuju Suhaid jalur darat kurang lebih 45 menit, kemudian meneruskan perjalanan menggunakan perahu sampan.
Dari Suhaid, kami mulai menyusuri sungai Kapuas menuju Dusun Nanga Empangan yang kurang lebih perjalanannya selama 2,5 jam. Sungai kapuas ini merupakan sungai terbesar di Kalimantan yang memiliki banyak ekosistem ikan tawar.
“Sebelum siang hari, tim akhirnya sampai di Masjid Jabal Rahmah Nanga Empanang, Desa Laut Tawang, Di sini tim membagikan Al-Qur’an wakaf ke anak-anak santri dan masyarakat. Betapa terkejutnya kami mendengar cerita dari anak-anak dusun kalo di sini tuh belum ada listrik. Listrik desa baru ada tahun 2011 menggunakan genset, itupun nyala dari jam 17.30 sampai 21.00 itupun dikenakan tarif 10rb permalam. Dari 100an rumah yang ada tidak semua menggunakan listrik desa karena mahal biayanya,” tutur Weli Kurniawan,

(Santri-santri TPQ)
Bapak Hermansyah imam Masjid Jabal Rahmah mengatakan, "belum pernah dapat bantuan seperti ini (kitab suci Al-Qur’an). MasyaAllah terimakasih team BWA yang sudah bisa sampai ke kampung terpencil kami. Saya merasa bersyukur team bisa datang kesini membawa Al-Qur’an untuk kami dan generasi muda kami. Disini sarana prasarana TPQ untuk anak-anak kami hanya seadanya yang dipakai terus menerus sampai betul-betul tidak dapat dipakai lagi. Disini sangat jauh dari mana-mana. Sangat perlu perhatian untuk generasi generasi kami".
Update #16: Sinergi BWA dengan Da’i Pembina Pedalaman-Perbatasan Kalimantan Barat
Kabupaten Kapuas Hulu merupakan salah satu wilayah yang berada di provinsi Kalimantan Barat dengan pusat ibukota yang bernama Putussibau. Kapuas hulu juga dikenal sebagai Bumi Uncak Kapuas. Dengan lebih dari setengah jumlah penduduknya adalah muslim.
Alhamdulillah di sela kegiatan distribusi, tim BWA diajak oleh Ustad Indra Abdurrahman untuk melihat kondisi pembangunan Baitul Quran Lembaga persaudaraan pembinaan muallaf (LP2M) di Sibau Hulu.
Hadir juga Ustadz Rudi Saska, da’i pedalaman yang telah banyak berkontribusi untuk umat, khususnya dalam pengentasan buta aksara Al-Qur’an dengan pelatihan metode Pas.

(Al-Qur'an untuk Muslim di Kalimantan Barat)
“Sinergi da’i pedalaman-perbatasan dengan BWA ini sangat diharapkan karena jika melihat kondisi umat muslim yang berada di pedalaman-perbatasan rasanya jauh tertinggal dengan masyarakat kota,” tutur beliau.
Meskipun usia beliau sudah menginjak 71 tahun dan dalam keadaan sakit namun semangatnya tak pernah padam. Beliau mengatakan ingin wafat di jalur dakwah, sambil berdakwah. Makanya adanya BWA dengan support Al-Qur’an wakaf beliau hanya mengharap ridhonya Allah SWT semoga dengan mengantarkan Al-Qur’an dengan mengajarkannya juga menjadi pahala jariyah.
Alhamdulillah sudah sejak tahun 2019 BWA sinergi dengan kami Dai Pedalaman-perbatasan dalam menyalurkan Al-Qur’an wakaf, sungguh betapa banyak pahala bagi para muwakif yang telah memudahkan masyarakat untuk memiliki Al-Qur’an dan Iqra.
Pesan terakhir dari Ustadz Rudi Saska teruslah jadi orang baik semoga tetap istiqomah berlomba-lomba dalam kebaikan.
Update #15: Maulid Pertama Sejak 13 tahun Berlalu
Melanjutkan kegiatan distribusi, tim BWA bergerak menghadiri perayaan Maulid Nabi di Masjid Taqwa Dusun Kenelang Desa Laut Tawang Kec Suhaid. Daerah ini merupakan salah satu wilayah pelosok di Kapuas Hulu. Perjalanan ditempuh dengan menyusuri sungai dari Suhaid kurang lebih 2 jam menggunakan speed boat.
Setibanya di Masjid Taqwa, tim disambut oleh masyarakat dengan antusias. Acara dibuka dengan tilawah Quran, serta perkenalan tim BWA dan ceramah tausyiah oleh Ustadz H. Zainidin, S. Ag. M.Pd (Ketua PHBI Kab. Kapuas Hulu).
Hari ini merupakan hari yang bersejarah karena selain merayakan perayaan Maulid Nabi, tanggal 28 Oktober juga bertepatan dengan hari sumpah pemuda. Hadir dalam acara Bapak Wahyudi Hidayat, ST. wakil Bupati Kapuas Hulu memberi sambutan dan menerima simbolis Al-Qur’an wakaf untuk dibagikan langsung ke masyarakat.

(Al-Qur'an untuk Muslim Kalimantan Barat)
Ustazd Hazairin selaku Chief of Networking BWA menyampaikan, “InsyaAllah BWA dapat memenuhi seluruh kebutuhan Al-Qur’an untuk masyarakat di Dusun Kenalang sebanyak 82 KK 100% muslim”.
Di sela-sela acara Maulid tim BWA juga berbincang dengan beberapa masyarakat, Saat berbincang dengan rasa haru beliau mengatakan, "Sudah sejak lama sekitar 13 tahunan baru ini merasakan lagi ada Maulid Nabi seperti ini. Sudah lama di sini jarang ada perayaan Maulid. Kami butuh guru ngaji untuk membimbing anak-anak agar paham agama, bisa menjadi para penghafal Al-Qur’an seperti di kota dan daerah lain”.
“Alhamdulillah ini pertama kali penyerahan Al-Qur’an semeriah ini sekaligus pertama kali juga diadakan Maulid setelah sekian tahun, Alhamdulillah masyarakat antusias hadir saya ucapkan rasa syukur banyak banyak terimakasih kepada BWA dan team yang telah memberikan Al-Qur’an wakaf kepada kami masyarakat pedalaman Kapuas Hulu. Semoga generasi kami menjadi generasi penerus para nabi,” tutur Bapak Samsu Bahri selaku ketua takmir Masjid Al Taqwa.
Update #14: Pelatihan Kemandirian Pupuk untuk Masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu
Alhamdulillah dalam kegiatan distribusi Al-Qur’an wakaf tahap #3 Kalimantan Barat, tim BWA berkesempatan menghadiri undangan Lembaga persaudaraan pembinaan muallaf Kabupaten Kapuas Hulu (LP2M) yang diasuh oleh Ustadz Indra Abdurrahman/Yohanes Sotr di Sibau Hulu Kalimantan Barat.

(Al-Qur’an untuk Muslim Kalimantan Barat)
Tidak hanya membagikan Al-Qur’an wakaf, BWA juga memberikan pelatihan khususnya untuk para petani agar tidak ketergantungan dengan pupuk kimia dan dapat mewujudkan ketahanan pangan.
Pelatihan langsung diajarkan oleh H. Hazairin (Chief of Networking Program) kepada peserta yang hadir. Dalam pelatihan ini rupanya bukan hanya masyarakat dari Sinau Hulu aja yang ikut pelatihan, ada dari Majelis taklim Pontianak, Kuala Lumpur, Serawak, Bahkan ada yang dari Kuching Malaysia.
“Dengan adanya pelatihan membuat pupuk alhamdulillah masyarakat sangat antusias, karena pupuk yang diajarkan sangat mudah diaplikasikan, bahan-bahan mudah didapat dan secara manfaat bukan hanya untuk tanaman saja, tapi juga bisa untuk ternak dan ikan,” tutur Weli Kurniawan.
Semoga dengan adanya pelatihan pupuk ini, kita senantiasa dapat menjaga bumi seperti yang terkandung dalam Al-Qur’an, menjaga ekosistem alam kembali seperti semula dan tentunya agar masyarakat dapat lebih sejahtera dan makmur.
Update #13: Silah Ukhuwah Serumpun Melayu
Di sela kegiatan distribusi Al-Qur’an untuk wilayah Kalimantan Barat, tim BWA menghadiri kegiatan Silah Ukhuwah Serumpun Melayu di Baitul Quran Sibau Hulu, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya di acara tersebut, Ustadz Indra Abdurrahman menyampaikan, “Alasan kenapa dibuat Baitul Qur’an Kabah di pelosok Kapuas tidak lain agar nanti menjadi pusat pembinaan untuk para muallaf, tempat singgah, tempat kajian, tempat silaturahmi, tempat pendidikan generasi para muallaf dan semoga muslim pedalaman yang selama ini sulit mengakses itu semua agar semakin semangat belajar keislaman,”
“Alhamdulillah tahun 2024 bangunan ini insyaallah sudah layak dan kami sudah dapat menerima anak santri dari pedalaman dan perbatasan Kalimantan,” tambahnya.

(Al-Qur’an untuk Muslim Kalimantan Barat)
Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa tokoh dari pemerintahan dan NGO di antara Wakil Bupati Bapak Wahyudi Hidayat, ST, Ustadz H. Hazairin (Chief of Networking BWA), Pembina LP2M Ustadz Iwan Setiawan, Gerak Bina Harapan Malaysia, Ibu Majelis dari Kuala Lumpur, Global Insan Travel & Tour, dan Ustadz Irwan Shah Thomas Abdullah dari Serawak Malaysia.
Kami mendeklarasikan persaudaraan serumpun melayu agar kedepannya dapat menjalin kerjasama dalam bidang ekonomi sehingga kelak dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pedalaman perbatasan.
Sinergitas dan kolaborasi seperti ini sangat perlu, seperti BWA yang hadir saat ini membawa Al-Qur’an wakaf dan memberi pelatihan kemandirian Pupuk, Penanaman Nilam, proses pembuatan arang briket dan pemanfaatan sumberdaya alam seperti kratom dan lain sebagainya.
Update #12: Tempuh Empat Jam Susuri Sungai, Sampaikan Amanah Wakaf Al-Qur’an untuk Muslim di Pelosok Kalimantan Barat
Selama kegiatan distribusi Al-Qur’an di daerah-daerah pelosok. Tim BWA menemukan fakta bahwa jumlah Al-Qur’an yang telah didistribusikan masih kurang dengan jumlah kebutuhan yang ada. Masih banyak Al-Qur’an yang dibutuhkan oleh muslim di pelosok daerah, salah satunya di provinsi Kalimantan Barat.
Pada kegiatan distribusi Al-Qur’an wakaf untuk wilayah Kalimantan Barat, sebanyak 20.000 eks Al-Qur’an dari target 100.000 Al-Qur’an dibagikan ke berbagai kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Barat, salah satunya di Kabupaten Kapuas Hulu tepatnya di Desa Nanga Bunut Kapuas Hilir.

(Susuri Sungai Selama Empat Jam)
Perjalanan dari Kota Kapuas Hulu untuk bisa sampai ke Desa Nanga Bunut Hilir membutuhkan waktu sekitar 4 jam perjalanan sungai, dengan menggunakan speedboat, yang hanya bisa membawa maksimal 6 orang saja.

(Wakaf Anda Telah diterima Muslim di Kalimantan Barat)
Tempat pertama pendistribusian di Desa Nanga Bunut adalah di Masjid Cagara Budaya Baiturahman. Masjid yang sudah berdiri sejak 1282 H/1861 M ini menjadi masjid tertua yang ada di Desa Nanga Bunut Kapuas Hilir, yang sampai sekarang masih digunakan untuk tempat beribadah, meskipun banyak renovasi yang dilakukan oleh penduduk setempat, tetapi tidak merubah bangunan awal masjid.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Badan Wakaf Al-Qur’an yang telah menyalurkan wakaf Al-Qur’an ini kepada masjid kami dan kepada jamaah masjid kami, kepada para wakif mudah-mudahan ini menjadikan amal jariyah yang terus mengalir sampai akhir nanti, aamin ya Allah,” ujar Ustadz Ridwan salah satu imam di masjid Baiturahman.
Update #11: Bantuan Al-Qur’an BWA untuk Pondok Pesantren Tertua di Kabupaten Ketapang
Alhamdulillah pada September 2022 lalu tim BWA bersama rekan lapang melanjutkan kegiatan distribusi di Kabupaten Ketapang. Panas terik tidak menurunkan semangat tim, dengan menggunakan mobil kami pun beranjak menuju ke daerah pesisir tepatnya ke Desa Pinang Tumpah, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang. Di sana kami mendatangi salah satu pondok pesantren tertua yang ada di Ketapang.
Pondok Pesantren Al-Baitul Atiq namanya, lokasi pondok ini cukup dekat dengan pantai. Ponpes yang memiliki total santri mukim dan non mukim 1.000 orang baik putra maupun putri ini sudah berdiri sejak tahun 1987, dan Alhamdulillah masih tetap eksis hingga saat ini.

(Lokasi Ponpes Al-Baitul Atiq, yang berada di daerah pesisir)
Alhamdulillah kedatangan kami sudah ditunggu oleh K.H. Faruq Adra’I, beliau merupakan generasi kedua dari pendiri pondok pesantren Al-Baitul Atiq. “Alhamdulillah kami bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan adanya penyaluran Al-Qur’an wakaf dari BWA, kami tidak membalas dengan apa-apa dengan hadiah yang diberikan ini. Kami hanya bisa berdoa mudah-mudahan jerih payah kawan-kawan yang merintis program Badan Wakaf Al-Qur’an ini diberi pahala amal jariah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ungkap beliau.

(Serah terima dengan K.H. Faruq Adra’i, selaku pimpinan Ponpes Al-Baitul Atiq)
Al-Qur’an memang menjadi barang yang sangat dibutuhkan di Kabupaten Ketapang ini, mengingat baik pondok ataupun TPQ sangat menjamur di kabupaten ini. Terlebih di Kecamatan Benua Kayong ini lokasinya berada cukup jauh dari pusat kota, masyarakat untuk mencari Al-Qur’an harus menempuh jarak yang tidak sedikit untuk membeli Al-Qur’an.
“Memang untuk Kalimantan Barat ini sangat terasa pentingnya Al-Qur’an, santri-santri kami juga banyak yang belum punya Al Qur’an, kondisi Al-Qur’an di sini juga sudah banyak yang rusak dan juga di daerah-daerah lain kami lihat yang mereka minta itu dari Iqro, Al Qur’an, sangat memerlukan. Ada kampung namanya Tanjung, itu juga sulit membeli Al Qur’an, susah, ga ada yang jual karena jauh dari pusat kota,” ungkapnya menjelaskan kondisi kaum muslim di sana.

(Kondisi Al-Qur’an di Ponpes Al-Baitul Atiq)
Pada akhirnya K.H. Faruq pun menyampaikan ajakan kepada kaum muslim untuk berwakaf di BWA “Kami menganjurkan kepada kaum muslimin yang ada kemampuan, InsyaAllah kawan-kawan dari BWA ini kemampuannya menyalurkan Al-Qur’an sudah ada. Jadi untuk ikut berpartisipasi menyalurkan wakafnya kepada Badan Wakaf Al-Qur’an, sehingga kawan-kawan BWA ini bisa menyalurkan sumbangan kita kepada seluruh Kalimantan Barat khususnya, dan seluruh Indonesia pada umumnya,”.
Update #10: Al-Qur’an Baru untuk Agamaku yang Baru
Alhamdulillah ‘ala kulli hal, pada kesempatan pendistribusian Al-Qur’an untuk provinsi Kalimantan Barat kali ini, tim BWA berkesempatan untuk bisa hadir dan mensyahadatkan 17 orang di Desa Semuntai.
Untuk bisa sampai di Desa Semuntai, tim melakukan perjalanan yang sangat panjang. Berangkat dari Kota Pontianak pukul 22:00 malam, tim tiba di Sintang pukul 07:00 esok harinya. Tim BWA hanya sempat beristirahat di mobil saja, karena harus mengejar waktu agar tidak terlalu sore sampai di lokasi.

(Medan Menuju Lokasi)
“Kami melanjutkan perjalanan ke Desa Semuntai dengan menggunakan mobil offroad 4x4 karena medan jalur yang harus dilalui tidak bisa menggukan mobil biasa saja, karena medan jalannya yang hanya tanah merah saja, ditambah kondisi alam yang selalu hujan kapan saja, jadi semakin menambah sulit perjalanan kami menuju lokasi, Alhamdulillah kami sampai di Desa Semuntai jam 14:15 WITA,” cerita Fairuz Abadi, tim WAP BWA.
“Akan tetapi meskipun medan jalan yang sangat sulit untuk dilewati, kami dan para tim lainnya tidak menyerah dan patah semangat, karena kami percaya akan bantuan Allah SWT serta mengharap ridha dan pahala jariah dari-Nya,” lanjutnya.

(Akses Jalan yang Sulit untuk Dilewati)
Setibanya di lokasi, tim disambut oleh warga sekitar dan Kepala Adat di Desa Semuntai. Tampak raut wajah gembira dan antusias para warga menyambut kedatangan tim. Kemudian tim lanjut menjalankan agenda yaitu pensyahadatan dan khitanan.

(Prosesi Syahadat Warga Desa Semuntai)
Bapak Muslimin adalah salah seorang yang baru saja mengucapkan syahadat. Beliau bercerita tentang alasan atau mengapa beliau memutuskan untuk memilih agama Islam. “Saya memilih agama Islam ini karena, ya rasanya enak aja dengerin suara adzan, jadi tertariklah kami sekeluarga ingin memasuki agama islam, yang pertama saya ajak itu anak-anak saya, dan yang kedua itu istri saya, tanpa ada penolakan dari istri dan anak saya karena istri saya pun sudah lama ingin masuk Islam dan anak saya pun begitu juga pengen masuk islam,” cerita Pak Muslimin.

(Al-Qur’an untuk Warga Pelosok Kalimantan Barat)
“Harapan saya ke depan setelah masuk Islam, ingin makin mendekatkan diri lagi kepada Allah SWT, serta anak-anak saya harus lebih rajin dalam sembahyang dan ibadah-ibadah yang lainnya,” tutup beliau.
Update #9: Alhamdulillah Masyarakat di Pelosok Kayong Utara Bisa Memiliki Al-Qur’an
Perjalanan distribusi Al-Qur’an tim BWA di Kalimantan Barat kali ini menyasar daerah pelosok yang ada di Kabupaten Kayong Utara. Tepatnya kami menuju Dusun Air Manis, Desa Matan Jaya, Kec Simpang Hilir, Kab Kayong Utara.
Sejak pagi hujan sudah mengguyur Kayong Utara, memaksa tim harus berangkat siang hari dikarenakan jalan yang hendak kami lalui terendam banjir. Dibantu mobil BPBD Kayong Utara tepat jam 11 siang, tim mulai bergerak dari Kec Sukadana menuju Dusun Air Manis. Menurut informasi dari partner lapang kami Ustadz Rizki, perjalanan menuju kesana memakan waktu 3-4 jam.
Namun belum sampai pertengahan jalan tepatnya di daerah Tambak Rawang, akses jalan yang harus kami lalui terputus dikarenakan hujan yang turun sejak semalam. Menyebabkan mobil yang kami tumpangi tidak bisa melalui jalan tersebut, bahkan ada satu mobil milik masyarakat yang terjebak didalam lumpur ketika hendak memaksakan melewati jalan tersebut.
Tim akhirnya memutuskan untuk berpindah kendaraan, menggunakan mobil 4x4 milik salah satu warga dusun Air Manis. Dibantu masyarakat setempat, kami memindahkan muatan Al-Qur’an ke mobil yang akan digunakan untuk meneruskan perjalanan menuju dusun Air Manis. Alhamdulillah setelah 30 menit proses memindahkan muatan, akhirnya kami bisa kembali melanjutkan perjalanan.

(Masyarakat bahu-membahu memindahkan muatan Al-Qur’an menuju mobil pengganti)
Setelah melalui perjalanan lebih dari 5 jam, tim akhirnya tiba di Dusun Air Manis. Lokasi dusun ini benar-benar terpelosok, berada di tengah-tengah perkebunan sawit milik 2 perusahaan dengan total luas hingga 6.000 hektar. Dan semenjak BBM mengalami kenaikan, listrik sudah tidak lagi menerangi dusun ini dikarenakan harga solar yang mahal.

(Lokasi Dusun Air Manis yang berada di pelosok Kab Kayong Utara)
Namun bagi beberapa warga yang memiliki penghasilan lebih, mereka memiliki genset di rumah masing-masing. Untuk masjid yang ada disana, warga iuran untuk keperluan membeli solar. Genset hanya digunakan untuk keperluan adzan setiap masuk waktu solat dan juga untuk penerangan anak-anak belajar mengaji di malam hari.
Selesai beristirahat sejenak dan berbincang dengan warga lokal, tim langsung menuju ke Masjid Nurul Jihad untuk serah terima Al-Qur’an dengan DKM dan masyarakat Dusun Air Manis. Warga sangat antusias menyambut kedatangan tim BWA, acara yang dilaksanakan selepas Isya ini dihadiri mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

(Serah terima Al-Qur’an dengan Ustadz Saprah, DKM Masjid Nurul Jihad)
Ustadz Saprah selaku DKM Masjid Nurul Jihad mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan Al-Qur’an dari BWA, “Dengan adanya kedatangan tim BWA, saya selaku perwakilan masyarakat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BWA dan para wakif atas bantuan wakaf Al-Qur’annya. Semoga Al-Qur’an ini bermanfaat bagi kita masyarakat di Dusun Air Manis,” tutur beliau.
Update #8: Berkah Wakaf Al-Qur’an BWA, Suku Dayak Bersyahadat
Istiqamah dan konsisten dalam berdakwah di pedalaman Kalimantan Barat membuat jumlah mualaf di pedalaman bertambah dari waktu ke waktu.
Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mendapat kesempatan membimbing, mendampingi dalam mensyahadatkan empat kepala keluarga (KK) dari Suku Dayak pedalaman Sintang dalam rangkaian kegiatan distribusi 20 ribu Al-Qur’an wakaf yang saat ini sedang berjalan.

(Suasana pembinaan mualaf Suku Dayak di pedalaman Sintang yang diadakan oleh BWA)
Berkaitan dengan distribusi Al-Qur’an wakaf, BWA juga melaksanakan pembinaan kepada umat khususnya di wilayah pedalaman bersama para dai pedalaman. “Hal itu dilakukan dengan mendukung kebutuhan dakwah berupa wakaf seperti Al-Qur’an, buku Iqra, motor dakwah, dan yang saat ini sedang dihimpun yakni perahu dakwah untuk menyusuri pedalaman Sungai Kapuas,” kata Chief of Network BWA Babeh Hazairin.
Ia menambahkan, pada distribusi Al-Qur’an wakaf kali ini, BWA bersinergi dengan Mualaf Center Sintang, BKPUI, ICMI dan Dai Pedalaman Sintang. Selasa, 13 September 2022, rombongan menempuh pedalaman 40 km dari Sintang dengan tantangan alam dan situasi yang sedang musim hujan. Setelah menempuh perjalanan selama lima jam, rombongan sampai ke lokasi dan segera melakukan bimbingan prosesi ikrar syahadat.

(Mualaf berjumlah 4 KK 18 orang)
“Alhamdulillah telah bertambah 18 orang saudara Muslim kita dari Suku Dayak Seberuang dan Dayak Desa di pedalaman Sintang,” kata Babeh Hazairin yang membimbing langusng ikrar syahadat sebanyak empat KK berjumlah 18 orang. Kegiatan itu disaksikan oleh tim Mualaf Center Haji Sarbaini & Dai Pedalaman Ustadz Yamin.
Babeh Hazairin mengemukakan, semua kelelahan dan kesulitan perjalanan menuju pedalaman Sintang, terbayar dengan melihat bertambahnya saudara-saudara Muslim di sana. “Mereka menyambut rombongan dengan suka cita. Semoga BWA dengan program wakaf Al-Qur’an dan pembinaannya terus istiqamah dalam mendukung dakwah di pedalaman,” ujarnya.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan sunatan beberapa anak Suku Dayak yang telah masuk Islam. Jumlahnya enam orang anak kecil, ditambah satu orang dewasa. Rombongan juga membagikan beberapa titipan amanah seperti sembako dan pakaian Muslim. Penutup dari kegiatan ini Babeh Hazairin memberikan buku Iqra, Al-Qur’an terjemah dan santunan zakat peer to peer.
Update #7: Distribusi Al-Qur’an di Tengah Minoritas Muslim di Perkampungan Suku Dayak Desa Belikai
Dalam kegiatan distribusi Al-Qur’an di Kabupaten Kapuas Hulu sebanyak 5.000 eksemplar Al-Quran, pada 8 Maret 2021, tim Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) berkesempatan bersilahturahmi ke saudara muslim di perkampungan Suku Dayak yang terletak di Dusun Landau, Desa Belikai, Kecamatan Seberuang Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat tepatnya di Masjid Jabal Nur. Di sana tim juga mendistribusikan 20 mushaf Al-Qur’an setelah menunaikan ibadah Sholat Maghrib berjamaah. Tim bertemu dengan imam Masjid Jabal Nur yaitu Ustadz Hardi bersama jamaah lainnya.
Beliau bercerita mengenai kondisi umat muslim yang berada di Desa Belikai ini, “Alhamdulillah umat muslim di sini sangat solid, kita belajar agama bersama-sama, membersihkan masjid ini bersama-sama, bahkan ketika membangun Masjid ini pun kami masyarakat muslim yang ada di sini bergotong royong untuk mendirikan masjid ini, dengan tetangga-tetangga kami yang non muslim pun hidup rukun dan saling menghormati,”.

(Al-Qur’an Wakaf untuk Muslim di Kalimantan Barat)
Masjid Jabal Nur baru dibangun kurang lebih 8 tahun dengan kondisi bangunan yang sederhana, di satu sisi juga masjid tersebut dibangun di atas tanah wakaf dari penduduk setempat. Masjid Jabal Nur menurut Ustadz Hardi rutin dilakukan kajian dan pembinaan juga untuk masyarakat muslim yang ada di sana, karena memang hampir mayoritas muslim yg ada di desa Belikai ini merupakan mualaf jadi sangat diperlukan adanya pembinaan.
“Namun dikarenakan dampak dari pandemi covid 19 ini kegiatan pengajian rutin kami jadi agak sedikit terganggu, baru beberapa bulan yg lalu inilah kami coba untuk memulai lagi kajian rutin di Masjid, dan kegiatan praktek Sholat Jenazah,” lanjut Ustadz Hardi. Selain solat 5 waktu, Masjid Jabal Nur ini juga digunakan untuk pelaksanaan Sholat Jum’at karena memang jumlah umat muslim yang ada di desa Belikai ini cukup banyak, kurang lebih ada 100 Jiwa.
Alhamdulillah dengan adanya kegiatan distribusi Al-Qur’an dari para wakif ini, kami dari team BWA bisa membantu saudara muslim kita di perkampungan Suku Dayak ini agar bisa lebih memahami atau belajar tentang Islam, Ustadz Hardi pun menjelaskan bahwasanya sudah banyak dari masyarakat muslim di Desa Belikai ini yang bisa membaca Al-Qur’an. Dan juga dengan adanya bantuan Al-Qur’an ini bisa membantu beliau untuk mengajarkan baca Al-Qur’an kepada yang belum bisa membacanya, karena selama ini beliau terkendala ketersediaan Al-Qur’an yang sangat sedikit di Masjid Jabal Nur dan kondisinya sudah rusak.
“Saya juga banyak mengucapkan terima kasih kepada BWA yang telah datang jauh sekali dari Jakarta hingga sampai bisa sampai di Masjid Jabal Nur ini memberikan bantuan Al-Qur’an, yang perlu diketahui, BWA adalah lembaga pertama yang datang ke tempat kami untuk memberikan Al-Qur’an,” tambah beliau.
“Semoga Al-Qur’an ini menjadi ladang amalan bagi para wakif di Akhirat serta para wakif selalu Istiqomah mewakafkan rezekinya untuk saudara-saudara muslim yang ada di pelosok Indonesia,” tutup beliau seraya mendoakan.
Update #6: Distribusi Al-Qur’an di Ponpes Al Hikam Sambas, Kalimantan Barat
Ahad 22 agustus 2021 adalah hari ke enam perjalanan kami mendistribusikan Al-Quran wakaf amanah pewakif dari seluruh indonesia, dan Kabupaten Sambas adalah salah satu kabupaten yang kami datangi. Sebanyak 2.000 Al-Qur’an dialokasikan untuk Kabupaten Sambas dan Ponpes Quran Hadits Al Hikam, Pimpinan Ustadz Mahyudi yang berlokasi di Desa Sebedang, Kecamatan Sebawi adalah salah satu pesantren yang kami salurkan Al-Qur’an wakaf tersebut.
Lokasi ponpes tersebut berada jauh dari pemukiman warga. Jauhnya jarak tempuh tidak mengurangi semangat tim untuk tetap menyampaikan amanah dari para wakif. Setelah melewati jalan yang rusak selama setengah jam lebih, alhamdulillah kami pun sampai ditujuan. Ustadz Mahyudi yang memang sudah menunggu kedatangan kami sebelumnya, menyambut kami dengan penuh rasa gembira dan antusias.

(Al-Qur'an untuk Santri Al-Hikam)
"Alhamdulillah di tangan kami ada Al-Qur’an BWA. Ini luar biasa literasinya, terjemahannya, kemudian mushafnya Mushaf Rasm Utsmany, bagus sekali untuk para penghapal Al-Qur’an, dan Alhamdulillah tulisannya jelas, mudah untuk dipahami, mudah untuk dibaca,” tutur Ustadz Mahyudi kepada tim BWA.

(Ustadz Mahyudi)
"Kami ucapkan banyak terimakasih kepada para donatur, para muhsinin, dan kawan-kawan yang bergerak dalam kegiatan ini, mudah-mudahan Allah memberi kelapangan rizqi, memudahkan langkah kita, dan meluaskan langkah kita menuju Jannahnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala," lanjut beliau.

(Santri-santri Ponpes Al-Hikam)
Di akhir pertemuan Ustadz Mahyudi menyampaikan kembali rasa terimakasihnya dan syukurnya kepada semua pihak yang telah membantu Ponpes Al Hikam mendapatkan Al-Qur’an bagi para santrinya. "Sekali lagi kami ucapkan terima kasih, mari bersama-sama para donatur, para muhsinin kita berinfaq, kita bershadaqoh, mengeluarkan sedikit dari pada rizqi yang Allah berikan. Dan Insyaa Allah rizqi itu nanti akan membawa kebaikan-kebaikan yang banyak, dan itulah yang sebenarnya milik kita, sedangkan yang ada dirumah, di Bank, Wallahu a'lam bishowab, masih dalam tanda tanya belum tentu milik kita, mari bersama-sama melalui BWA kita berbagi," tutup Ustadz Mahyudi.
Update #5: Distribusi di Pulau Lemukutan, Kalimantan Barat
Senin pagi tanggal 21 Agustus 2021, tim BWA melanjutkan pendistribusian Al-Qur’an wakaf di Kalimantan Barat. Tujuan tim kali ini adalah ke satu pulau di daerah administrasi Kabupaten Bengkayang, yaitu Pulau Lemukutan. Untuk bisa sampai ke pulau seluas 1.453 Ha ini, hanya bisa ditempuh melalui jalur laut.
Untuk bisa sampai ke Pulau Lemukutan tim harus menumpang perahu milik warga, waktu tempuh yang diperlukan untuk bisa sampai kesana kurang lebih selama 2 jam. Penyebrangan pun hanya dilakukan dua kali sehari, karena memang ketika hari semakin siang maka angin pun akan semakin kencang begitupula dengan ombak.

(Distribusi Al-Qur'an di Pulau Lemukutan)
Setelah menempuh 2 jam perjalanan akhirnya tim BWA sampai di pelabuhan Tanjung Cina, Pulau Lemukutan. Alhamdulillah kedatangan kami disambut dengan baik oleh masyarakat, karena memang kehadiran wakaf Al-Qur’an dari BWA ini sudah sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat.
Meskipun Pulau Lemukutan adalah salah satu tempat wisata favorit, namun itu tidak memudarkan kehidupan Islami di pulau tersebut. “Total di pulau ini ada empat Masjid, dan Alhamdulillah selalu ramai ketika waktu sholat tiba,” ucap Pak Uning Sitin yang merupakan salah satu tokoh di pulau tersebut.
Di pulau ini pula, kegiatan TPQ anak-anak rutin diadakan setiap sore setelah Ashar. Selain itu, rencananya di pulau Lemukutan ini Insya Allah akan dibangun pondok pesantren tahfidz.

(Al-Qur'an Wakaf untuk Anak-anak TPQ)
Kendaraan roda empat tidak bisa digunakan disini, karena memang jalan yang ada hanyalah jalan setapak. Jadi kami tim BWA ditemani Pak Uning Sitin dan beberapa penduduk lokal hanya bisa menggunakan sepeda motor untuk datang ke masjid-masjid untuk mendistribusikan Al-Qur’an wakaf ini.
Alhamdulillah para DKM masjid disini sangat senang dengan kedatangan kami yang membawa Al-Qur’an wakaf, kedatangan kami memang sudah ditunggu-tunggu oleh para pengurus. “Dari minggu lalu sudah ada yg memberi kabar bahwasanya akan datang Al-Qur’an wakaf, Alhamdulillah akhirnya hari ini bisa datang kesini,” ucap salah satu pengurus DKM masjid dengan senang.
Disela-sela perjalanan Pak Uning Sutin banyak bercerita kepada kami. "Disini ada yang pernah wakaf tapi hanya dua puluhan, satu kotak itu ada yang tiga puluh lima unit, ada dua kotak. Kalo yang sebanyak ini belum pernah, belum pernah ada, Alhamdulillah barusan ini. Disini kalau mau membeli Al-Qur’an kami harus ke Singkawang, harga Al-Qur’annya 115.000 kadang-kadang yang paling murah 100.000, nah kalo yang kaya gini yang ada artinya bisa sampai 300 an, belum lagi ongkos kami ke darat Alhamdulillah dengan adanya Al-Qur’an wakaf ini kami sangat terbantu," tutur beliau kepada tim BWA
“Saya mengajak kaum muslimin dan muslimat khususnya, untuk kita sama-sama memberikan wakaf Al-Qur’an ini agar pahalanya mengalir dunia dan akhirat. Dan InsyaAllah apa yang kita buat, amal ibadahnya diterima Allah Subhanahu Wa Ta'ala, dan wakaf Al-Qur’an dari BWA ini akan kami sampaikan ke empat masjid dan delapan surau yang ada dipulau Lemukutan," tutup Pak Uning.
Update #4: Distribusi Al-Qur’an di Tengah Banjir Mempawah
Pagi menjelang siang di Kabupaten Mempawah, hujan yang sedari pagi mengguyur mulai menyebabkan beberapa genangan air bahkan kami sampai harus memutar mencari jalan lain, dikarenakan jalan menuju lokasi tujuan kami tidak bisa dilewati dikarenakan air yang sudah cukup tinggi.
Tujuan kami kali ini adalah pondok pesantren Riyadhus Shalihin yang ada di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat.

(Distribusi Di Tengah Guyuran Hujan)
Sesampainya kami di lokasi ponpes nampak air setinggi mata kaki orang dewasa masih menggenang hampir diseluruh area ponpes tidak terkecuali didepan kediaman Ustadz Mat Jufri. “Seperti inilah pak kondisi pondok kami, kalau sudah hujan turun semalaman pasti keesokan paginya banjir,” cerita Ustadz Mat Jufri.
Jumlah santri di Ponpes Riyadhus Shalihin yang mukim kurang lebih sebanyak 70 orang laki-laki dan wanita sedangkan santri non mukim berjumlah sekitar 40 orang. Pantauan tim BWA yang datang kesana banyak Al-Qur’an di Ponpes yang kondisinya sudah sobek dan tidak layak untuk dipakai para santri menghafal.

(Santriwati Ponpes Riyadush Shalihin)
Atas kedatangan tim BWA, Ustadz Mat Jufri mengucapkan banyak terimakasih. "Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BWA dan juga para wakif yang telah mewakafkan Al-Qur’an kepada santri-santri kami di Pondok Pesantren ini. Dan kalau kita lihat bahwa kondisi Al quran yang ada selama ini bisa dikatakan tidak layak pakai. Mudah-mudahan santri lebih semangat lagi, lebih giat lagi untuk belajar Al-Qur’an," terang beliau.

(Ustadz Mat Jufri)
"Karena mengingat kebutuhan Al-Qur’an ini masih sangat banyak ya, bukan hanya di pondok kami, di Pondok-pondok Pesantren lain juga, saya mengajak, menghimbau kepada seluruh kaum muslimin muslimat dimana pun anda berada untuk berwakaf Al-Qur’an, karena hal ini sangat diperlukan oleh para santri yang belajar Al quran dan menghafal Al quran," tutup beliau seraya mengajak kepada kaum muslimin untuk berwakaf di BWA.
Update #3: Al-Qur’an Disini Tiap Hari Digunakan untuk Membaca dan Menghafal oleh Para Santri
Alhamdulillah, dalam kegiatan distribusi kali tim BWA berada di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat untuk mendistribusikan Al-Qur’an wakaf amanah dari para wakif sekalian. Dalam kesempatan kali ini tim BWA mengunjungi Rumah Tahfidz Syahrul Mubarak yang berada di Desa Kartiasah Kabupaten Sambas.
WAP Roadtrip Kalimantan Barat
Ustad Abdurrahman selaku pimpinan Rumah Tahfidz Syahrul Mubarak sangat senang dengan kedatangan Al-Qur’an wakaf dari BWA. “Ini merupakan kali kedua kami mendapatkan bantuan Al-Qur’an dari BWA, Alhamdulillah Al-Qur’an ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami disini yang sedang kami bina untuk menjadi para hafidz-hafidz Al-Qur’an,” tutur beliau.
Al-Qur’an yang sudah pernah didistribusikan pada tahun 2020 lalu, saat ini kondisinya sudah cukup rusak menurut penjelasan Ustad Abdurrahman, karena setiap hari Al-Qur’an ini dipakai oleh anak-anak untuk membaca dan menghafal Al-Qur’an. Maka tak heran jika Al-Qur’an yang sudah setahun lalu didistribusikan saat ini kondisinya sudah rusak.
Hal itu pula berarti hampir setiap hari, pahala jariyah mengalir kepada para wakif-wakif sekalian dari Al-Qur’an yang sudah di wakafkan untuk para penghafal Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Syahrul Mubarak, Masya Allah.
“Terakhir saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada para wakif yang sudah mewakafkan sebagian hartanya, dan untuk tim BWA yang sudah datang jauh-jauh kesini untuk mendistribusikan Al-Qur’an ini, semoga itu semua mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT,” tutup Ustadz Abdurrahman.
Update #2: Silaturahmi dengan Bupati Mempawah Kalbar
Rabu 18 Agustus 2021 sekitar jam 9.30 WITA tim BWA berkesempatan melakukan silahturahmi dengan Bupati Mempawah yaitu Ibu Hj. Erlina, SH, MH di ruangan kerja beliau. Dalam silahturahmi tersebut tim BWA beserta Adhityo Nugroho dan para pemuda rekan lapangan BWA selama kegiatan distribusi wakaf di Kabupaten Mempawah, diterima dengan hangat dan antusias oleh Ibu Hj. Erlina, SH, MH beserta staff.

(Silaturahmi dengan Bupati Mempawah)
Tim BWA menjelaskan kepada Ibu Bupati terkait kegiatan distribusi Al-Qur’an wakaf yang dilakukan di Kalimantan Barat. Tim menjelaskan bahwa pada distribusi ini tim membawa Al-Qur’an wakaf sebanyak 20.000 eksemplar dan Kabupaten Mempawah pada kesempatan kali ini mendapatkan 1.500 Al-Qur’an wakaf untuk didistribusikan kepada yang membutuhkan.

(Bupati Mempawah, Ibu Hj. Erlina, SH, MH)
"Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Mempawah mengucapkan terima kasih atas kunjungan BWA, semoga membawa suatu keberkahan, mewakafkan Al-Qur’an untuk dapat kita salurkan atau nanti kita serahkan kepada majlis taklim, kepada masjid, atau kepada kegiatan-kegiatan keagamaan, khususnya adalah yang betul-betul bisa dimanfaatkan, dipergunakan atau dibaca jangan istilahnya cuma menerima, tapi ini disimpan,” terang Ibu Hj. Erlina.
"Harapan kami, yang disalurkan ini betul-betul akan kami serahkan untuk nanti dapat dibaca oleh masyarakat di Mempawah. Karena biar bagaimana pun bacaan yang akan kita baca ini betul-betul menjadikan suatu Rahmat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, mudah-mudahan dapat menjadikan suatu keberkahan untuk kita dan menguatkan iman dan taqwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala," lanjut beliau.

Di akhir pertemuan kami, beliau mengajak kepada kepada seluruh kaum muslimin untuk berwakaf di BWA. "Saya Kepala Daerah Kabupaten Menpawah menghimbau kepada seluruh masyarakat, ayo kita sama-sama dapat berwakaf melalui BWA untuk disalurkan kepada betul-betul yang membutuhkan,” tutup beliau.
Update #1: Distribusi 20.000 Al-Qur’an Wakaf untuk Kalimantan Barat
Selasa 17 Agustus 2021, tim BWA memulai distribusi #1 untuk masyakat di Kalimantan Barat. Tim berangkat dari Pontianak sekitar ba'da Dzuhur dan setelah menempuh lebih dari tiga jam perjalanan darat, tim pun sampai di lokasi tujuan pertama. Sebanyak 20.000 Al-Qur’an wakaf didistribusikan kali ini untuk beberapa kabupaten yang berada di Kalimantan Barat. Titik distribusi yang kami utamakan adalah masjid, TPQ, rumah tahfizh, pondok pesantren, majlis taklim dan secara umum untuk kaum muslim yang memang membutuhkan di Kabupaten Landak.
Masjid Al Mujahadah yang berlokasi di Desa Tebedak, Kec. Ngabang, Kab. Landak, Kalimantan Barat adalah masjid yang pertama kami distribusikan Al-Qur’an wakaf. Masjid tersebut selain dipergunakan sebagai sebagai tempat sholat lima waktu juga digunakan untuk TPA, majlis taklim bapak-bapak dan ibu-ibu mualaf dari suku dayak dan juga remaja di lingkungan sekitar. Alhamdulillah kami dapat bertemu langsung dengan Ustadz Sugeng Iwanudin, beliau adalah seorang da'i kelahiran Tegal, Jawa Tengah yang memang ditugaskan untuk membina kaum muslim dan mualaf yang berada dipedalaman Kalimantan Barat sejak tahun 2010, dan baru 2 tahun berada di Desa Tebedak.

(Ustadz Sugeng Iwanudin)
Alhamdulillah Ustadz Sugeng menerima kami dengan senang hati dan antusias. "Alhamdulillah dengan adanya bantuan Al-Qur’an ini dari kawan-kawan bisa membantu program dakwah kami, Al quran yang kita sebarkan Insyaa Allah bermanfaat bagi teman-teman yang berada dipedalaman, terutama mualaf-mualaf yang tidak mampu,” terang beliau.
"Dengan bantuan Al-Qur’an ini juga menambah semangat kawan-kawan yang tadinya mereka kesulitan mendapatkan meskipun di kota. Selain di sini, kami mengajar juga di pedalaman di Desa Ambarang, disitu ada sekitar 31 KK, disitu belum ada masjid, belum ada surau, jadi kami sholat biasa berjamaah di rumah, sehabis sholat kemudian kami lanjutkan membaca Al-Qur’an,” lanjut Ustadz Sugeng.

(Wakaf Al-Qur'an untuk Kalimantan Barat)
Diakhir pertemuan Ustadz Sugeng mengucapkan banyak terimakasih kepada para wakif dan BWA. "Terimakasih kepada Badan Wakaf Al-Qur’an, kepada para wakif, InsyaAllah Al-Qur’an yang diamanahkan kepada kami akan kami manfaatkan, akan kami gunakan, Insyaa Allah bermanfaat dunia dan akhirat. Mudah-mudahan bagi yang menitipkan, yang berwakaf, Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan pahala yang berlipat ganda dan menjadikan shadaqoh jariah," tutup beliau.
Aamiin ya rabbal ‘alaamiin