Al-Qur’an untuk Masyarakat Pelosok dan Tertinggal di Jawa Barat
Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah umat muslim terbanyak di Indonesia. Jumlah muslim di Jawa Barat yaitu 45.858.792 jiwa (menurut data tahun 2013). Selain itu, Jawa Barat juga memiliki pesantren dengan jumlah terbanyak untuk di Indonesia yaitu 8728 pesantren dengan total 907.515 santri. (https://opendata.jabarprov.go.id/id_)
Kondisi geografis Jawa Barat mayoritas merupakan daerah pegunungan membuat masih banyaknya daerah pelosok di Jawa barat yang dikategorikan desa tertinggal oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa barat. Ada 121 desa yang dikategorikan desa tertinggal.
Meskipun terkesan Jawa Barat adalah provinsi yang sudah maju dan berkembang. Ternyata, kebutuhan Al Quran dari masyarakat dan pimpinan pondok pesantren di Jawa Barat cukup banyak. Terutama di wilayah terpelosok dan tertinggal masih banyak masjid, pondok pesantren, maupun lembaga pendidikan agama yang kesulitan untuk mendapatkan Al Quran bahkan tidak memiliki Al Quran yang layak sama sekali. Sulitnya masyarakat mendapatkan Al Quran dikhawatirkan akan terjadi pendangkalan akidah dan makin meningkatnya buta aksara Al Quran.

(Banyak Al Qur'an di Daerah Pelosok Jawa Barat yang Rusak)
Pada September 2021 BWA melakukan distribusi Al Quran sekaligus survei terkait kebutuhan dan kesulitan masyarakat Jawa Barat khususnya di daerah pelosok untuk mendapatkan Al Quran.
Di wilayah Tasikmalaya dan sekitarnya BWA melakukan distribusi Al Quran sebanyak 3.000 Al Quran bersama dengan KH. Burhanudin yang merupakan pimpinan pondok pesantren As Shofa Tasikmalaya. Beliau juga merupakan salah satu tokoh NU lama di Tasikmalaya. Tim BWA mendapati kondisi Al Quran di ponpes As Shofa selain jumlahnya yang sedikit dan kondisi Al Qurannya sudah tidak layak, seperti tidak ada cover, halamannya tidak lengkap, halamannya sobek hingga ada yang sudah tinggal seperempat jumlah halamannya.

(Silaturahmi BWA dengan Pengurus Ponpes As-Shofa)
Andra yang merupakan anak KH. Burhanudin mengatakan, “Terakhir mendapatkan bantuan Al Quran kurang lebih sepuluh tahun lalu, selama ini santri disini belajar menggunakan Al Quran per juz itupun dipakai bersama hingga berlima, ya beginilah kondisi pesantren disini,” ungkapnya. “Alhamdulillah, setelah BWA datang untuk survey dan mendistribusikan Al Quran disini pengajian di masjid semakin hari semakin ramai. Dulu biasanya hanya 60-70 orang yang datang, sekarang bisa lebih dari 140 orang yang datang. Banyak juga masyarakat yang datang dari jauh/desa lain yang menanyakan Al Quran nya masih ada atau ngga,” ujarnya.
Tim juga bertemu dengan Ketua Majelis Taklim DKM Masjid Besar Al Islah. DKM tersebut membawahi 10 desa dengan jumlah DKM hampir 150. Selain itu Tim BWA bertemu dengan Kepala Sekolah TK Bunga Bangsa II.
Menurut Ketua DKM Masjid Al Islah, setelah dibagikannya Al Quran oleh BWA minat masyarakat untuk menghadiri pengajian yang diadakan oleh DKM Masjid Besar Al Islah semakin meningkat. Masyarakat yang belum mendapatkan Al Quran sedikit kecewa dan menanyakan kapan BWA akan mengadakan distribusi Al Quran karena masih banyak lembaga dakwah islam seperti LPPTKA, DMI, MUI, Pengajian Muslimah yang memerlukan Al Quran.
Menurut Kepala Sekolah TK Bunga Bangsa II Ibu Ulfa, “Orang tua murid sangat antusias dengan diberikannya Al Quran. Karena dengan adanya Al Quran anak-anak mereka bisa mendapat pembinaan baca tulis Iqro dan Al Quran dari mulai mereka TK”. Namun selama ini yang menjadi kendala dalam pembinaan agama terutama baca tulis Al Quran adalah ketersediaan Al Quran fisik di daerah pelosok.
Tim BWA kemudian melanjutkan perjalanan menuju Garut dan Sekitarnya. Untuk titik survey yaitu Pondok Pesantren Takhashus Al Quran Miftahul Huda, Masjid Jami Miftahul Huda, Majid Jami Albarokah. Ust. Aam yang merupakan pengurus Pondok Pesantren Miftahul Huda mengatakan, “Al Quran disini memang merupakan barang mewah dan hanya masyarakat tertentu yang bisa membeli. Setiap pengajian, masyarakat yang memiliki Al Quran harus berbagi kepada masyarakat yang lain agar bisa ikut melihat ayat Al Quran yang sedang dibahas”. Kondisi geografis yang berada di lereng gunung Cikuray menjadi salah satu faktor sulitnya akses Al Quran untuk masyarakat sekitar tersebut.

(Ponpes Miftahul Huda Butuh Al Quran)
Tim BWA melanjutkan perjalanan menuju Bandung dan sekitarnya bersama Ustadz Moekti Chandra atau biasa dipanggil Abah Ottey. Beliau sudah melakukan dakwah hingga pelosok-pelosok Indonesia. “Yang terakhir mengajukan ke Abah ada lebih dari 8.000 Al Quran untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Karena masih banyak masjid-masjid yang kekurangan Al Quran,” tutur beliau. Beliau menambahkan, “Ada masjid yang hanya memiliki 2 Al Quran dalam 1 masjid tersebut dan kondisinya pun sudah copot-copot”.
BWA mengajak umat muslim untuk berpartisipasi dalam program Wakaf Al Quran dan Pembinaan umat muslim di pelosok Jawa Barat sebesar 114.000 Al Quran. Diharapkan bisa menjadi pembuka untuk terciptanya masyarakat Jawa Barat Islami yang berpedoman kepada Al Quran dan As Sunnah. Dan juga supaya buta aksara Al Quran di Jawa Barat terus bisa menurun. Semoga Al-Qur’an yang mereka baca akan menjadi pahala yang tidak terputus untuk kita semua.
Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:
Rp.17.100.000.000 (114.000 Al-Qur'an @Rp.150.000)
Partner Lapang:
KH. Burhanudin M.Pd.I
#BWA #WAP #WakafQuran #InovasiWakaf
Update #29: Al-Qur’an Wakaf Untuk Masyarakat Muslim di Purwakarta
Pada distribusi Al Qur’an Jawa Barat yang ke 3 ini BWA bekerja sama dengan Pondok Pesantren Mafatih Kampung Qur’an Wanayasa dalam pelaksanaannya di Kabupaten Purwakarta. Ustadz Pebri adalah salah satu pengurus ponpes yang mewakili dan dipercaya untuk menjadi rekan lapang BWA. “Alhamdulillah di kesempatan kali ini saya diberi amanah dengan rekan-rekan BWA, untuk mendistribusikan 10.000 Al Qur’an di Kabupaten Purwakarta.”

(Penyerahan Al-Qur’an secara simbolis kepada Ponpes Mafatih, diwakili Ustad Dihya selaku pimpinan pondok)
“InsyaAllah Al-Qur’an ini akan didistribusikan ke beberapa Kecamatan Purwakarta, baik itu Pondok Pesantren, Majelis Taklim, maupun lembaga pendidikan Islam lainnya. Tentu ini menjadi suatu kebahagiaan bagi kami, mengingat pentingnya kebutuhan Al-Qur’an, InsyaAllah ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Mudah-mudahan dengan adanya Al-Qur’an wakaf dari sahabat wakaf di BWA, InsyaAllah akan menjadikan ladang amal shalih, pahala, amal jariah, hingga yaumil akhir nanti,” lanjutnya.
Pebri pun menjelaskan, “Alhamdulillah ketika dihubungi, tentu sangat senang, bahagia sekali, karena sejatinya pernah kita membutuhkan Al Qur’an ini agar bisa memberikan manfaat pada lingkungan sekitar. Ketika kesempatan ini datang bagai gayung bersambut, apalagi pesantren Mafatih fokus di Al Qur’an, kita juga punya program yang sama, yakni bagaimana agar santri kelak menjadi Khadimul Qur’an yang bisa memberikan ilmu, manfaat, tentang Al Qur’an kepada masyarakat, dan ini linier dengan salah satu program BWA yaitu Wakaf Al Qur’an dan Pembinaan.”
“Ketika disampaikan banyak masyarakat yang antusias, menyambut dengan positif, karena di beberapa daerah memiliki akses yang sulit untuk memiliki Al Qur’an. Kalau kita lihat, termasuk di pondok ini banyak Al Qur’an yang sudah lama, tidak ada covernya, dan ini bukti bahwa Al Qur’an dipakai setiap saat, demikian juga di tengah-tengah masyarakat. Dan menjadi hambatan untuk mempelajarinya, dengan Al Qur’an BWA yang baru ini tentunya menambah semangat untuk bisa lebih giat belajar Al Qur’an,” ungkapnya.

(Ustadz Pebri sedang memegang Al-Qur’an dari BWA dan juga AL-Qur’an milik para santri di pondok)
Ia pun mengucapkan rasa syukurnya. “Sahabat wakaf sekalian, saya pribadi mewakili pesantren Mafatih dan masyarakat, khususnya Purwakarta mengucapkan Jazakumullah Khairan Khatsiiran atas donasi yang sahabat wakaf berikan melalui BWA. Mudah-mudahan dari wakaf yang diberikan ini Allah berikan pahala yang berlipat ganda, diganti setiap harta yang dikeluarkan dengan rizki yang melimpah, berkah, sehat selalu, senantiasa dimudahkan dalam segala urusannya.”

(Ustadz Pebri sedang mengangkat kardus Qur’an BWA untuk dibagikan ke pondok yang di Purwakarta)
“Tentunya saya juga mengajak kepada sahabat wakaf semuanya, kaum muslimin diluar sana, untuk berwakaf di Badan Wakaf Al Qur’an, untuk menyebarkan ribuan bahkan jutaan Al quran, dan tidak hanya Al Qur’an nya saja tapi dengan pembinaan ditengah-tengah masyarakat. Sehingga semakin banyak masyarakat yang melek dari buta huruf Al Qur’an, tentunya ini menjadi kebaikan bagi kita semua. Aamiin ya Allah, yaa Rabbal ‘Aalamiin,” ajak Pebri di penghujung pertemuan.
Update #28: Al-Qur’an Wakaf Untuk Para Santri Dhuafa
Pada kesempatan kali ini tim BWA mengunjungi Pondok Pesantren Miftahul Muhajirin, ponpes ini beralamat di Dusun Sakola, Desa Cidadap, Kecamatan Pagaden Barat, Kabupaten Subang. Setelah selesai proses loading Al-Qur’an ke pickup, masih ditemani udara pagi yang segar tim pun akhirnya berangkat menuju kesana.
Tepat pukul 9.11 waktu setempat, tim tiba di pondok. Alhamdulillah setibanya di pondok tim BWA bertemu dengan Ustadz Lutfi Abdullah Affandi selaku pimpinan pondok. Ustadz Luthfi bercerita awalnya beliau tidak percaya akan ada yang mau memberikan Al-Qur’an untuk pondoknya.
“Ada sekitar dua bulan lalu saya sempat bertemu dengan Pak Adang (rekan lapang BWA di Subang), karena kami tidak kenal, maka kami masih ragu ketika ada yang ingin mewakafkan Al-Qur’an, ini benar atau tidak pikir saya,” Ucap beliau dengan sedikit tertawa.

(Ustadz Lutfi, pimpinan Ponpes Miftahul Mujahid)
Namun Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini BWA bisa datang ke pondok sekaligus memberikan Al-Qur’an wakaf kesana. “Kami atas nama pesantren mengucapkan beribu-ribu terima kasih terhadap BWA yang telah mewakafkan Al-Qur’an kepada kami untuk memenuhi kebutuhan santri kami dalam mempelajari Al-Qur’an Nur Karim. Saya merasa sangat bahagia atas adanya bantuan wakaf Al-Qur’an, InsyaAllah ini sangat bermanfaat bagi anak didik kami, dari setiap huruf pada Al-Qur’an ini InsyaAllah menjadi amal sodaqoh jariah bagi yang mewakafkannya,” ujar pria lulusan STAISA Jakarta tersebut.
Beliau menambahkan, “karena memang kami kekurangan Al-Qur’an untuk kami pakai. Al-Qur’an yang ada bukan tidak layak pakai, memang sudah gak enak, sudah banyak yang rusak lah dan itu bisa menghambat sekali proses belajar, dan disini santri hampir semuanya dhuafa.”

(Para santri sedang menurunkan Al-Qur’an)
Berkat wakaf Al-Qur’an dari para wakif semua, kini para santri dhuafa di Pondok Pesantren Miftahul Muhajirin bisa memiliki Al-Qur’an yang baru. Mudah-mudahan wakaf Al-Qur’an ini bisa membantu para santri untuk menggapai cita-cita mereka menjadi hafidz Qur’an.

(Para santri sedang memegang Al-Qur’an BWA)
Tak lupa, Ustadz Lutfi juga mengajak kepada kaum muslim yang lain untuk turut serta berwakaf Al-Qur’an, “kami mengajak kepada seluruh warga Indonesia terutama yang beragama Islam untuk berwakaf Al-Qur’an di BWA, yang InsyaAllah ini akan menjadi amal sodaqoh jariyah, dari kita masih hidup sampai meninggal ganjarannya akan terus mengalir kepada yang mewakafkan.”
Update #27: Berkat Wakaf, Kini Kebutuhan Al-Qur’an di Pesantren Nurul Huda Subang Terpenuhi
Ditemani dengan terik panas matahari, tim BWA menuju ke lokasi berikutnya untuk mendistribusikan Al-Qur’an amanah dari para wakif semua. Kali ini tim menuju ke Pondok Pesantren Nurul Huda yang berada di Dusun Lamaran, Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang.
Sepanjang perjalanan, terlihat luasnya hamparan sawah-sawah milik warga, karena memang Kecamatan Pabuaran merupakan salah satu lumbung padi di Subang.

(Hamparan sawah di Kecamatan Pabuaran)
Tepat pukul 13.42 waktu setempat, tim pun tiba di Pondok Pesantren Nurul Huda. Di sana tim bertemu dengan Ustadz Khoirudin selaku pengurus ponpes dan sekaligus beliau juga merupakan pengurus MUI Kecamatan Pabuaran.
Beliau sangat senang sekali dengan kedatangan tim BWA ke ponpesnya, “Alhamdulillah kami kedatangan tim BWA,” ujarnya dengan penuh rasa syukur. Beliau banyak bercerita mengenai kendala-kendala yang dihadapinya dalam mendidik para santri, terutama persoalan Al-Qur’an.

(Ustadz Khoirudin, pengurus ponpes Nurul Huda)
“Santri kami di sini ada 300, namun kendala kami selama ini adalah kekurangan Al-Qur’an. Para orang tua santri kami kebanyakan tingkat ekonominya rendah, sehingga untuk membeli Al-Qur’an sendiri mereka cukup kesulitan. Kami dari pengurus mencoba mencari bantuan Al-Qur’an dan Alhamdulillah hari ini kami dipertemukan dengan BWA,” ujar Ustadz Khoirudin.

(Para santri sedang memegang Al-Qur’an BWA)
Alhamdulillah, kini berkat Al-Qur’an wakaf dari para wakif sekalian, Ustadz Khoirudin tidak lagi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan Al-Qur’an di pondoknya. “Datangnya Al-Qur’an ini kami sangat berbahagia, santri terutama. InsyaAllah akan dimanfaatkan sebaik-baiknya, akan dibaca para santri dan juga masyarakat sekitar,” ucap beliau.
Update #26: Al-Qur’an Wakaf Ini Sangat Membantu Dakwah Kami
Tujuan distribusi tim BWA kali ini adalah Dusun Blendung II RT 015 RW 04, Desa Blendung, Kec. Purwadadi, Kab. Subang. Sekitar jam 10.39 WIB kami tiba di lokasi, Alhamdulillah bertemu dengan Ustadz Ahmad Fathoni pembina masyarakat sekitar.
“Saya dipinta oleh DKM Masjid Jami’e Al Jihad Desa Blendung, Alhamdulillah sudah 20 tahun, sampai sekarang masih bisa mengemban amanah menjadi pendidik anak-anak, mengajar Iqra dan baca tulis Al Qur’an,” cerita Ustadz Fathoni kepada tim.
Ustadz Fathoni menceritakan bagaimana rintangan yang dihadapinya ketika pertama kali datang ke Dusun Blendung ini. Bagaimana dulu beliau mendapatkan penolakan dari masyarakat, minimnya pemahaman agama ditengah-tengah masyarakat, sehingga masih banyaknya praktik-praktik syirik yang dilakukan oleh masyarakat.
“Saat datang belum ada Madrasah, bahkan masjid ditinggal oleh 3 ustadz, saya yang ke 4, masyarakat tidak percaya ada madrasah, tidak menerima madrasah karena ustadz-ustadz sebelumnya tidak bisa merealisasikan. Pendidikan agama itu kurang, masyarakat di sini masih menganut buhun, atau seperti orang tua dahulu, memakai kemenyan, datang kepohon untuk minta barokah dan lain sebagainya,” ungkapnya.

(Ustadz Ahmad Fathoni)
Beliau melanjutkan, “Dalam bab Fiqh banyak sekali yang kurang diantaranya menguburkan mayit, aurat ibu-ibu tidak tertutup.”
Alhamdulillah dengan seiring berjalannya waktu, kini kondisi masyarakat Dusun Blendung sudah jauh berbeda. Masyarakat mulai menyadari pentingnya pendidikan agama, majelis ta’lim mulai menjamur di masjid-masjid, perjuangan Ustadz Fathoni selama 20 tahun untuk mendakwahkan Islam di sini tidak sia-sia.
“Alhamdulillah dengan adanya pendidikan agama, majlis taklim, dengan izin dan ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala sampai sekarang sudah baik pemahaman agama pada umumnya, Alhamdulillah murid kami bermanfaat di instansinya masing-masing, ada yang menjadi TNI sekaligus muadzin, ada yang menjadi dokter dan kalau malam mengajar mengaji,” ujarnya.
Ustadz Fathoni menjelaskan kebutuhan Al Qur’an di lingkungannya, “Saat ini banyak pendatang, terkait kebutuhan Al Qur’an masyarakat pendatang agak sulit, karena hampir rata-rata tidak mampu, dengan adanya Al Qur’an BWA ini Insyaa Allah sangat membantu sekali. Mudah-mudahan Allah memberikan memberikan taufiq dan hidayah sehingga mempermudah proses baca tulis Al Qur’an dan ilmu yang berkah. Terima kasih kepada yang mewakafkan Al Qur’an, kondisi Al Qur’an kami seperti ini (menunjukkan Al Qur’an yang tidak layak pakai).”

(Ustadz Fathoni sedang menunjukan kondisi Al-Qur’an yang ada di madrasahnya)
“Alhamdulillah kami diberikan Al-Qur’an yang seindah ini, mudah-mudahan anak-anak semangat untuk belajar, memberikan dorongan dan kemauan untuk selalu belajar. Sebelumnya ada 2 yang ingin memberikan Al Qur’an, tidak terealisasi, ditunggu tidak datang. Alhamdulillah ke 3 kali ini kami kedatangan Al Qur’an dari BWA, mudah-mudahan yang mewakafkan Al Qur’an Allah berikan pahala yang berlipat ganda, selalu mendapat ridho Allah dunia akhirat,” ujarnya dengan antusias.

(Penyerahan Al-Qur’an BWA secara simbolis)
Ustadz Fathoni menutup pertemuan kami dengan ajakan berwakaf, “Alhamdulillah, dengan memuji Allah Subhanahu Wa Ta’ala kami mendapat Al Qur’an dari BWA, Qur’an yang rusak akan diganti dengan Qur’an BWA (sambil menunjukkan kedua Al Qur’an). Kaum muslimin dan muslimat untuk yang diberikan rizki melimpah oleh Allah mari kita mewakafkan Al Qur’an, karena masih banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan. Marilah wakaf ke BWA karena BWA paten, tepat dan diterima oleh semua kaum muslimin muslimat, BWA selalu jaya, mudah-mudahan mendapat ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala, BWA team yang independen dan terpercaya. Aamiin ya mujibasssailin.”
Update #25: BWA Salurkan Al-Qur’an ke Pelosok Purwakarta dan Subang
Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) telah mendistribusikan 20 ribu Al-Qur’an di Provinsi Jawa Barat pada 24-30 Juni 2024. Pendistribusian tahap ketiga di Provinsi Jawa Barat kali ini menyasar ke dua kabupaten, yaitu Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang.
Masyarakat di dua kabupaten tadi sangat bergembira dengan datangnya Al-Qur’an dari BWA. Mereka merasa sangat terbantu dengan pemberian Al-Qur’an ini, terlebih mereka yang berada di wilayah-wilayah pelosok.

(Distribusi tahap ketiga)
“InsyaAllah dari satu Al-Qur’an yang diberikan ini, kita telah menyelamatkan satu orang dari buta huruf Al-Qur’an,” ujar Ustadz Pebri, yang merupakan salah satu pengajar di Pondok Pesantren Mafatih, Wanayasa, Kabupaten Purwakarta.
Dia berharap, Al-Qur’an dari para wakif bisa menjadi amalan jariyah yang pahalanya akan terus mengalir. Bagi masyarakat yang mendapatkan Al-Qur’an bisa mendapatkan manfaat seluas-luasnya.
BWA mengucapkan ribuan terima kasih kepada para wakif yang telah berwakaf ke BWA, sehingga kegiatan pendistribusian Al-Qur’an wakaf di Jawa Barat ini bisa terlaksana. Tak lupa juga BWA mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Galena Logistik, Namirah Logistik, dan juga pihak-pihak lain yang terlibat. Semoga ini menjadi ladang pahala bagi semua, aamiin.
Update #24: Al-Qur’an Baru untuk Para Jamaah Majelis Ta’lim Al-Marfuiyah Sukabumi
Melanjutkan kegiatan distribusi Al-Qur’an untuk pelosok Jawa Barat, selepas dari kantor desa Curugkembar tim BWA bergerak menuju ke Majelis Ta’lim Al-Marfuiyah. Majelis Ta’lim yang kami tuju ini berada di Dusun Sindangkerta I, Desa Curugkembar, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kedatangan kami disambut oleh H. Samsul selaku pimpinan dari Majelis Ta’lim Al-Marfuiyah, dengan setelan topi dan baju yang sederhana beliau mempersilahkan kami masuk ke tempat yang sering dipakai oleh beliau dan para jamaah untuk mengadakan kegiatan majelis ta’im.
Di bangunan sederhana inilah para jamaah Majelis Ta’lim Al-Marfuiyah yang juga merupakan penduduk di Dusun Sindangkerta I rutin setiap harinya mengadakan pengajian, baik itu anak-anak kecil, anak muda, hingga orang tua, bapak-bapak maupun juga ibu-ibu.

(Bangunan Majelis Ta’lim Al-Marfuiyah)
“Alhamdulillah sudah sejak puluhan tahun lalu, saya disini rutin mengajarkan masyarakat mengaji dan sukur Alhamdulillah sekarang jamaah kami ada 100 orang lebih yang rutin mengaji di sini,” ujar beliau.
Namun belakangan ini H. Samsul menghadapi banyak sekali kendala dalam proses pembelajaran Al-Qur’an di majelis ta’lim nya. Beliau bercerita, disamping bangunan yang sudah lapuk termakan usia dan perlu peremajaan, terlihat pula Al-Qur’an-Al-Qur’an yang tersimpan di rak-rak yang kondisinya juga sudah memperihatinkan.
“Al-Qur’an-Al-Qur’an ini merupakan Al-Qur’an yang di wakafkan oleh masyarakat sekitar dan itu sudah beberapa tahun lalu, jadi sekarang kondisinya sudah banyak yang rusak, sampulnya hilang dan sebagainya. Namun dikarenakan terkendala dana, saya dan para jamaah tidak bisa untuk mengganti Al-Qur’an-Al-Qur’an ini dan dengan terpaksa kami masih menggunakan yang ada,” ungkap beliau kepada kami.

(Kondisi Al-Qur’an yang biasa dipakai oleh para jamaah Majelis Ta’lim Al-Marfuiyah)
Alhamdulillah berkat wakaf Al-Qur’an dari para wakif semua, kini para jamaah di Majelis Ta’lim Al-Marfuiyah bisa memiliki Al-Qur’an baru. H. Samsul mengaku sangat senang sekali atas bantuan wakaf Al-Qur’an yang diberikan.
Menurut beliau, Al-Qur’an ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Dusun Sindangkerta I, terkhusus para jamaah majelis ta’lim nya. “Jadi Al-Qur’an sangat-sangat diperlukan di sini, Alhamdulillah sekarang ada yang memberikan wakaf Al-Qur’an tak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih, semoga Al-Qur’an ini bisa diamalkan, dibaca oleh warga kampung disini, dan bermanfaat bagi yang memberikan wakafnya.”

(Serah terima Al-Qur’an wakaf dari BWA dengan H. Samsul)
Beliau menambahkan, “Al-Qur’an ini kualitasnya sangat bagus sekali, sekali lagi kami atas nama keluarga besar Majelis Ta’lim Al-Marfuiyah mengucapkan terima kasih. Semoga ini menjadi amal kebaikan bagi yang mewakafkan dan mendorong warga disini untuk mencintai membaca Al-Qur’an.” tutup H. Samsul.
Update #23: Berbagi Al-Qur’an Hingga ke Pelosok Sukabumi
16 Oktober 2023 lalu, setelah menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam setengah dengan kondisi bebatuan dan tanah merah akhirnya tim tiba di Ponpes Guha Indah, pimpinan Ustadz Alinda, yang berada di Kampung Ciguha, Desa Cikarang, Kecamatan Cidolok, Kabupaten Sukabumi.
Terlihat beliau sangat senang akan kedatangan tim BWA ke pondoknya, terlebih pondok beliau ini lokasinya cukup terpelosok dan jauh dari pusat kota, “Ini tempat jauh dari kota, adanya di Jampang, Alhamdulillah kedatangan BWA kesini, ahlan wa sahlan, mengucapkan Jazakallahu Khairan Khatsiira,” ucap beliau mengapresiasi kedatangan kami.

(Kondisi akses yang harus tim BWA lalui untuk menuju ke Ponpes Guha Indah)
Mengetahui kedatangan tim kesana untuk mendistribusikan Al-Qur’an, beliau sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terima kasih. Beliau juga berdoa mudah-mudahan yang sudah mewakafkan Al-Qur’an ini mendapatkan berkah dan ridho dari Allah SWT.
“Mudah-mudahan ini wakaf mushaf dari BWA dapat berkah, dapat manfaat, terutama bagi yang mewakafkan dapat berkah, ridha dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena itu saya mengucapkan banyak terima kasih kepada yang sudah membawa wakaf mushaf dari BWA, mudah-mudahan ada dalam keberkahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” doa Ustadz Alinda.

(Ustadz Alinda penghasuh Ponpes Huda Indah)
Ustadz Alinda menjelaskan terkait kondisi Al-Qur’an di pondoknya dan juga mengapa ia sangat kesulitan untuk membeli Al-Qur’an secara mandiri, “jumlah santri sekarang ada 40 putra dan putri, santri punya Al-Qur’an satu-satu cuma kondisinya ya sudah rusak, sekarang ini Alhamdulillah ada wakaf, jadi Qurannya bisa bagus lagi. Kendala buat beli Al-Qur’an itu dari sini ke daerah kecamatan Cibarengkok, Cidadap atau ke Sagaranten memakan waktu sekitar 2 jam, akses jalannya ya ga bagus, rusak semuanya.”

(Para santriwati sedang membaca Al-Qur’an BWA)
Di akhir pertemuan kami, beliau mengajak kepada kaum muslim semua untuk berwakaf di BWA karena wakaf Al-Qur’an ini manfaatnya dunia akhirat, “Alhamdulillah ini setelah menerima ini wakaf dari BWA, semoga kita belajarnya makin sungguh-sungguh. Saya banyak terima kasih atas ini wakaf, Alhamdulillah, saya berharap ini manfaat untuk semuanya. Untuk semua muslimin muslimat di mana berada, kita yang punya kelebihan harta, boleh kita mewakafkan, karena ini manfaatnya dunia akhirat, mari kita berwakaf di BWA.”
Update #22: Sinergi BWA dengan Pemerintah Desa Curugkembar
Ahad, 15 Oktober 2023 pagi, tim BWA berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan Kepala Desa Curugkembar, yaitu Bapak Andri Apalatu. Maksud dan tujuan tim BWA menemui beliau ialah untuk menyambung tali silaturahmi ditambah dengan menjelaskan maksud dan tujuan tim BWA hadir di desa beliau.
Syukur Alhamdulillah Bapak Andri sangat mengapresiasi tujuan BWA di desanya yaitu untuk mendistribusikan wakaf Al-Qur’an kepada TPA/TPQ, masjid, dan juga pondok pesantren yang di mana di Desa Curugkembar sendiri jumlahnya terhitung sangat banyak.

(Bapak Andri Apalatu, Kepala Desa Curugkembar menerima kehadiran tim BWA di kantornya)
Setidaknya menurut beliau ada 7 pondok pesantren dan juga 26 masjid di Desa Curugkembar ini, yang di mana setiap masjid di sini rutin mengadakan kegiatan TPQ dan juga majelis ta’lim bagi masyarakat umum.
“Alhamdulillah pada hari ini saya kedatangan tim BWA, yang di mana kedatangannya akan membagikan Al Qur’an di desa kami ini sebanyak kurang lebih 620 mushaf. Masyarakat di Desa Curugkembar sangat lah membutuhkan Al-Qur’an, setidaknya di desa kami ini ada 7 pesantren kurang lebih dan 26 masjid,” jelasnya.
Bapak Andri pun menjelaskan terkait kondisi Al-Qur’an yang ada di desanya, “untuk kondisi Al-Qur’an sendiri berdasarkan pantauan saya, setidaknya 70% Al-Qur’an yang ada di masjid maupun pondok pesantren di desa kami ini kondisinya sudah tidak layak pakai. Untuk mengganti Al-Qur’an pun kami cukup kesulitan untuk membeli yang baru dikarenakan jarak desa kami ke kota cukup jauh.”

(Kondisi Al-Qur’an disalahsatu masjid yang ada di Desa Curugkembar)
Beliau menambahkan, “untuk wakaf Al-Qur’an sendiri biasanya diberikan oleh masyarakat secara pribadi itupun hanya ketika ada keluarganya yang meninggal saja baru mereka wakaf Al-Qur’an ke masjid ataupun pesantren di sekitar rumahnya. Baru dari BWA saja ada datang Al-Qur’an sebanyak ini untuk dibagikan kepada masyarakat,” pungkasnya kepada tim BWA.

(Bapak Andri bersiap ikut distribusi Al-Qur’an dengan BWA di Desa Curugkembar)
Di akhir pertemuan kami, Bapak Andri mengucapkan banyak terima kasih kepada BWA dan para wakif atas bantuan Al-Qur’an yang telah diberikan. “Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih, BWA dan para wakif, melihat kondisi seperti ini saya sangat gembira, mendapatkan Al Qur’an ini. Hurufnya jelas, ada terjemah, mungkin para santri juga lebih semangat untuk mengaji. Dengan Al Qur’an ini petunjuk untuk menjalankan kehidupan sehari-hari, selalu baca Al Qur’an dan pahami artinya, InsyaAllah penerang hidup kita di masa yang akan datang,” tutupnya di akhir pertemuan.
Update #21: Al-Qur’an Lama Sudah Menjadi Baru Berkat Wakaf Anda Semua
Melanjutkan distribusi Al-Qur’an di wilayah Kabupaten Sukabumi, tim BWA mendatangi salah satu pondok pesantren yang berada di Desa Pasirbandung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi yaitu Ponpes Al Hikmah.
Tujuan tim kesana yaitu untuk mendistribusikan Al-Qur’an amanah dari para wakif semua. Kehadiran tim disambut oleh Ustadz Nudin dan juga orangtuanya selaku pimpinan di pondok. Mereka sangat bergembira dengan kedatangan tim ke pondoknya.

(Kehadiran tim BWA disambut oleh Ustadz Nudin dan ayahnya)
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para wakif yang telah mewakafkan Al-Qur’annya. InsyaAllah Al-Qur’an ini akan sangat bermanfaat untuk para santri d isini,” ujar Ustadz Nudin.
Al-Qur’an yang saat ini kami bawa memang sangat dibutuhkan oleh pondok, dikarenakan Al-Qur’an yang selama ini di pondok kondisinya sudah rusak dan banyak lembaran nya yang sudah hilang.
“Al-Qur’an yang saat ini ada di pondok kondisinya sudah banyak lembaran yang hilang, bahkan sudah sangat sulit untuk dibaca tulisannya. Tapi Alhamdulillah kini sudah dapat Al-Qur’an yang baru dari BWA,” ucap beliau.

(Ustadz Nudin sedang menunjukan kondisi Al-Qur’an di pondoknya)
Para santri pun merasa senang atas pemberian Al-Qur’an wakaf dari BWA, sebagaimana yang disampaikan oleh Cep Muslih yang merupakan salah seorang santri di Ponpes Al Hikmah, “Saya berterima kasih kepada bapak-bapak yang sudah memberikan Al Qur’an baru ke saya.”
“Dan ini saya dulu belajar Al-Qur’an yang ini nih setiap hari, salah satunya (sambil menunjukkan kepada kami kondisi Al-Qur’an nya), bersama teman-teman. Sudah sedikit agak robek-robek Quran nya. Saya berterima kasih kepada bapak-bapak yang sudah mewakafkan Al-Qur’an baru, dan mudah-mudahan saya belajar lebih semangat lagi,” lanjutnya.

(Cep Muslih salah satu santri di Ponpes Al Hikmah)
“Sekali lagi saya berterima kasih kepada BWA yang sudah memberikan Al-Qur’an kepada Pondok Pesantren Al Hikmah, saya mewakili teman-teman santri, kepada wakif yang sudah memberikan Al-Qur’an, semoga dengan Al-Qur’an ini bisa bermanfaat bagi saya dan teman-teman semua. Bisa bertambah semangat lagi belajarnya, mudah-mudahan bapak diberi umur panjang dan berkah, aamiin,” tutup Muslih di pertemuan kami dengan penuh rasa syukur atas wakaf Al Qur’an yang diberikan.
Update #20: Jum’at Berkah Berbagi Al-Qur’an ke Pelosok Sukabumi
Pada Jum’at 13 Oktober 2023 lalu, di hari yang penuh keberkahan tim menuju ke Kampung Sukarsari, Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi untuk mendistribusikan Al-Qur’an ke salah satu pondok pesantren yang ada di sana.
Pondok pesantren yang hendak kami tuju ialah ponpes Al-Miftah, pondok pimpinan Ustadz Nadir Muharam Abdurrahman ini memiliki jumlah santri sebanyak 120 orang mulai dari tingkat SD-SMA.

(Perjalanan tim BWA menuju Ponpes Al Miftah)
“Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas kedatangan BWA ke pondok kami ini, terlebih datang ke sini untuk mewakafkan Al-Qur’an kepada para santri. Untuk jumlah santri sendiri saat ini jumlahnya 120 orang, ada yang masih duduk di bangku SD hingga SMA,” ujar beliau.
Di pondok sederhana inilah, yang masih sangat kental nuansa perkampungannya, para santri diajarkan bukan hanya Al-Qur’an, melainkan juga nahu Sharaf, hadits, dan kitab-kitab salafiyah lainnya. “InsyaAllah pemberian Al-Qur’an ini akan sangat membantu keberlangsungan pembelajaran anak-anak di ponpes Al-Miftah. Mudah-mudahan amal kebaikannya senantiasa bisa terlus berlanjut,” tambah beliau.

(Serah terima Al-Qur’an kepada Ustadz Nadir selaku pimpinan Ponpes Al Miftah)
Ponpes Al-Miftah ini bisa dikatakan pondok yang berada di daerah terpelosok, mengingat pondok yang berada di Desa Tanjungsari ini sangat jauh dari pusat kota dan ditambah akses jalan yang cukup sulit. Tidak ada jalanan aspal yang ada hanyalah jalan berbatuan dan juga tanah untuk bisa sampai ke pondok, namun kondisi-kondisi tersebut tak menyurutkan semangat Ustadz Nadir untuk terus membina anak-anak Kampung Sukarsari.
Walaupun tidak menutup kemungkinan, di perjalanan beliau selama membina dan mengajarkan para santri banyak sekali kendala-kendala yang dihadapi. Salahsatunya ialah terkait ketersediaan Al-Qur’an untuk dipakai anak-anak mengaji dan belajar.
“Kendala paling utama yang kami hadapi yaitu adalah ketersediaan Al-Qur’an, para santri di sini masih harus bergantian dengan temannya untuk menggunakan Al-Qur’an. Ditambah Al-Qur’an yang tersedia sekarang ini kondisi juga sudah tidak layak untuk dipakai belajar para santri,” terang beliau.
“Makanya kami sangat bersyukur sekarang pada hari ini Alhamdulillah, kami mendapatkan Al-Qur’an wakaf dari BWA,” tambah beliau.
Rasa senang bukan hanya dirasakan oleh Ustadz Nadir, melainkan juga kepada para santri dan santriwati, Rani Safitri yang merupakan salah satu santriwati asal Kampung Pasir Bitung mengucapkan banyak terima kasih atas wakaf Al-Qur’an yang diberikan.
“Alhamdulillah kami sudah mendapatkan wakaf Al-Qur’an dari BWA, terima kasih BWA dan para wakif mudah-mudahan ini menjadi amalan jariyah,” ujar perempuan yang sudah 4 tahun menimba ilmu di Ponpes Al Miftah.
Sejak pertama kali datang ke pondok, ini adalah kali pertama Rani mendapatkan Al-Qur’an baru, mudah-mudahan dengan hadirnya Al-Qur’an BWA di Ponpes Al Miftah bisa menambah semangat para santri dan santriwati untuk belajar Al-Qur’an.

(Rani Safitri, salahsatu santriwati di Ponpes Al Miftah)
Di akhir pertemuan Ustadz Nadir pun mendoakan “Sekali lagi saya sangat berterima kasih kepada para muwakif yang senantiasa konsentrasi mewakafkan Al-Qur’an, membumikan Al-Qur’an. Sebab dengan cara seperti ini mudah-mudahan hidayah Allah itu bisa hinggap kepada siapa saja, amal yang sangat luar biasa dan pahalanya besar, kepada BWA mudah-mudahan amal baiknya senantiasa dibalas Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”
Update #19: Sambut Hari Santri, BWA Distribusikan 10 Ribu Al-Qur’an ke Provinsi Jawa Barat
Dalam rangka menyambut Hari Santri, pada tanggal 11-18 Oktober BWA mendistribusikan Al-Qur’an ke Provinsi Jawa Barat sebanyak 10 ribu eksemplar. Ini merupakan distribusi tahap ke-2 pada proyek WAP (Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan) Jawa Barat yang digagas oleh Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA).
Pada distribusi tahap ke-2 ini, penyaluran difokuskan untuk ke wilayah Sukabumi dan Cianjur yang tentu saja dengan target para santri-santri penghafal Al-Qur’an yang ada di sana, terutama para santri yang berada di wilayah pelosok.
Masyarakat sangat menyambut baik kegiatan pendistribusian Al-Qur’an ini. Banyak dari mereka mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan Al-Qur’an dari BWA, termasuk Ustadz Nurjaman selaku DKM Masjid Nurul Huda yang beralamat di Desa Cikarang, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

(Al-Qur'an untuk Warga di Kabupaten Sukabumi)
“Alhamdulillah pada hari ini kami mendapatkan Al-Qur’an dari BWA. Kami sangat berterima kasih atas Al-Qur’an yang diberikan. Insya Allah akan kami gunakan setiap hari untuk anak-anak mengaji. Dengan diberikannya bantuan Al-Qur’an ini kami berharap agar anak-anak kami bisa menggapai cita-citanya untuk menjadi penghafal Al-Qur’an,” ujar Ustadz Nurjaman.
Ustadz Hazairin Hasan selaku Chief of Networking and Distribution BWA menyampaikkan harapannya, “Mudah-mudahan dengan distribusi yang BWA lakukan ini terutama di wilayah-wilayah pelosok Sukabumi dan Cianjur bisa meningkatkan semangat masyarakat dalam mempelajari Al-Qur’an. Sekaligus, ini merupakan langkah BWA untuk membantu para ustadz di pelosok untuk membina masyarakat,” ucap Ustadz Hazairin.
Selain mendistribusikan Al-Qur’an, BWA juga melakukan kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) untuk para petani di Desa Sukaluyu, Kabupaten Cianjur. Harapannya dengan diadakannya pelatihan ini bisa membuat petani mandiri dalam hal memenuhi kebutuhan pupuk mereka.
“Di tengah kesulitan petani mendapatkan pupuk, BWA hadir membantu mereka lewat pelatihan yang kami berikan. Mudah-mudahan ini bisa menjadi manfaat bagi para petani,” tambah Ustadz Hazairin.
Tak lupa BWA ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada para wakif yang sudah berwakaf di BWA pada proyek WAP Jawa Barat. “Mudah-mudahan harta yang sudah diwakafkan menjadi amalan jariyah bagi para wakif semua. Aamiin,” kata Ustadz Hazairin.
Update #18: Kampung Quran Cireunghas Cetak Para Hafidz dan Berantas Buta Aksara Al-Qur’an
BWA dengan program Wakaf Al-Qur’an & Pembinaan (WAP) untuk Jawa Barat, di antaranya melalui Program Kampung Quran Cireunghas, Sukabumi, Jawa Barat berupaya terus untuk memberantas Buta Aksara Al-Qur’an dan mencetak para Hafidz dan Hafidzah Qur’an. Alhamdulillah sampai saat ini, program tersebut masih terus berlangsung.
Selama bulan April dan Mei 2023 telah dilaksanakan ujian untuk santri yang mengikuti tasmi ke 3 dan Wisuda Tahfidz akhirussanah, jumlah santri yang mengikuti tasmi berjumlah 12 anak, adapun jumlah santri yang akan mengikuti wisuda berjumlah 21 orang, dengan catatan yang akan mengikuti wisuda adalah santri yang sudah mengikuti tasmi 1, 2, dan 3.

(Kegiatan Para Santri)
“Atas nama ketua RT 03/03 saya merasa beruntung dan bersyukur serta berterima kasih, bahwasanya di Kampung Situ Rawapanjang Dusun Cilangla telah berjalan Program Kampung Qur'an, beruntung sekali anak-anak kami, dididik tentang ilmu Al-Qur'an (hafalan, cara membaca, cara memulyakan Al-Qur'an), adab dan banyak hal lainnya,” tutur Bapak Nanan, salah satu orangtua santri sekaligus ketua RT di sana.
Kegiatan ini juga mendapat tanggapan baik dari tokoh masyarakat Cireunghas, salah satunya dari pengurus DMI Kecamatan Cireunghas. beliau mengatakan, “Atas nama pribadi, saya sangat mengapresiasi setinggi tingginya kepada BWA atas pencapaiannya dalam membina para generasi hafidz di Kampung Al-Qur’an, lanjutkan perjuangan mulya ini dan tetap bersabar dan tawakkal kepada Allah SWT, karena setiap perjuangan pasti ada tantangan, semoga Allah senantiasa memberkahi dan melindungi, aamiin”.

(Simakan dan Setoran Hafalan)
Ustadz Ahmad selaku pembina menyampaikan, “Sesuatu yang tidak boleh kita lupa, hampir mayoritas anak-anak usia pra SD, yang sudah SD bahkan usia dewasa hampir sebagian besar yang dihafal itu hasil dari pendengaran itulah yang terjadi di lapangan. Mereka anak-anak main tetapi faktanya telinga mereka mendengarkan, dan akhirnya mereka hafal apa yang sering mereka dengar. Dan fakta yang menarik adalah ketika kita memiliki santri usia 10 tahun yang kesulitan berbicara (lambat) akhirnya setelah 1 tahun istiqomah duduk di barisan depan akhirnya dia terobati dengan bacaan qur'an dan hafal juz 30 dengan cara mendengarkan dan mengikuti”.
Agenda demi agenda santri Kampung Qur’an tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan dan do’a dari para wakif dan kaum muslimin pada umumnya. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan para wakif, aamiin.
Update #17: Keberlanjutan Program Pembinaan Santri Kampung Qur’an Cireunghas
Badan Wakaf Al Quran (BWA) melalui program Wakaf Al Quran & Pembinaan (WAP) untuk Jawa Barat, terus melakukan kegiatan pembinaan untuk masyarakat, salah satu titiknya di Kampung Quran Cireunghas, Sukabumi.
Agenda pembinaan di bulan maret 2023 yang lalu tepatnya di hari ahad tanggal 19 Maret 2023, adalah agenda tasmi tahap 2, sekaligus moment menyambut bulan Suci Ramadhan 1444 H.

(Kegiatan Tasmi Tahap 2)
Alhamdulillah acara berlangsung lancar dihadiri oleh tokoh agama Ketua MUI Desa Cireunghas Ustadz Asep Mughni, dan masyarkat setempat khususnya wali santri Kampung Qur’an dan anak -anak para santri putra dan putri.
Di antara santri peserta tasmi adalah santri Ustadz Ahmad binaan beliau di daerah Cikembar Sukabumi. Dheanita Zazqirani adalah nama santri tersebut. Ia kini sudah masuk hafalan 5 juz. Ada pun santri Cireunghas yang berprestasi ada 2 anak yang bernama Khilda Rahmi dan Naylatunnisa yang sudah kini masuk hafalan 2 juz.

(Uji Setor Hafalan Para Santri)
Acara berlangsung mulai pukul 09.00 - 11.30, acara dibuka oleh MC Ustadz Eman salah satu guru Diniyyah Al-Kautsar, dilanjut sesi sambutan-sambutan, kemudian acara inti seremonial tasmi dipandu oleh Ustadzah Noor Azizah, dan ditutup dengan doa.

(Santri Kampung Quran Cireunghas)
Program pembinaan ini tidak dapat berlangsung dan terlaksana dengan baik tanpa dukungan dari semua pihak. Semoga kontribusi yang telah diberikan para wakif dan semua pihak kaum muslimin pada umumnya Allah balas dengan pahala yang berlipat ganda untuk mencetak generasi Qur’ani di Desa Cireunghas dan sekitarnya.
Update #16: Pembinaan Santri Kampung Qur’an Cireunghas
Badan Wakaf Al Quran (BWA) melalui program Wakaf Al Quran & Pembinaan (WAP) untuk Jawa Barat, diantaranya melalui Program Kampung Quran Cireunghas, Sukabumi, Jawa Barat, sampai saat ini masih terus berjalan dengan baik bahkan membawa dampak baik, untuk daerah-daerah lain di Kecamatan Cireunghas Sukabumi yang terinspirasi mengadakan Program Gerakan Shubuh Mengaji.
Agenda di akhir tahun 2022 tepatnya tanggal 31 Desember - 1 Januari 2023, Santri Kampung Qur’an melaksanakan kegiatan Mabit di Madrasah Diniyyah AL Kautsar dengan tujuan memotivasi anak-anak santri agar tidak jenuh dengan kegiatan rutinya mengaji dan menghafal Al-Qur’an setiap hari.
Kegiatan pembinaan dihadiri oleh santri yang berjumlah 81 santri (Ikhwan-akhwat) acara di mulai dari maghrib, dilanjut muraja'ah bareng dan evaluasi sampai waktu isya. Ba’da isya, dilanjutkan dengan acara botram, nonton bareng film motivasi pejuang Qur'an. Setelahnya para santri kemudian beristirahat, serta melanjutkan qiyamulail serta muhasabah dan ba’da syubuh Ngaji Syubuh aktifitas seperti biasa.

(Kegiatan tahfidz santri Kampung Qur’an kelas Sore)
“Walaupun beberapa hari ini di waktu subuh cuaca hujan agak deras disertai angin, sehingga kehadiran santri berkurang tidak seperti biasanya namun semangat ngaji shubuh santri tidak surut. Alhamdulillah masih ada yang berjuang datang walau hujan deras,” terang Ustadz Ahmad selaku pembina Kampung Qur’an BWA.
Terbukti kehadiran santri di bulan januari jumlah kehadiran tertinggi 78 santri pagi dan 39 santri sore dari jumlah total 105 per januari 2023 yang terdaftar, rata-rata kehadiran per hari 57% santri pagi, dan kurang lebih 31% santri sore.
Mulai akhir januari sudah dilakukan ujian bagi santri yang akan mengikuti Tasmi' pada awal maret, jumlah santri calon peserta tasmi' ada 21 orang yang akan menjalani seleksi dan pemantapan sampai akhir februari 2023. Rencana tasmi' yang akan datang akan diadakan di outdoor namun melihat cuaca saat ini yang belum mendukung, kemungkinan akan dilaksanakan di indoor yaitu ruang Madrasah atau Masjid.

(Kegiatan tahfidz santri Kampung Qur’an kelas Subuh)
Seiring tujuan yang selaras dengan BWA, perangkat Pemerintah Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sendiri berkeinginan untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Religius, maka kegiatan keagamaan lebih ditingkatkan guna menunjang Progam tersebut. Insiatif ini bermula dari keinginan Pak Kades Tegal panjang dan para ustadz di lingkungannya,maka terbentuklah kegiatan-kegiatan Islam di Kec. Cireunghas.
Berawal dari itu, kemudian Pemerintahan Kecamatan Cireunghas mengeluarkan Progam Gerakan Shubuh Mengaji bagi anak anak. Kegiatan ini telah bekerja sama dengan BWA yang mempunyai metode dan kurikulum yang terencana dengan baik.
BWA pun ikut berpartisipasi bersama-sama dalam Pembukaan Program Gerakan Subuh Mengaji di Kp. Cimerak Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireunghas.
Selanjutnya masih rencana ada 3 desa yaitu (Cipurut, Bencoy, Cikurutug) yang akan dibina guru ngajinya sesuai permintaan pihak Kecamatan dan MUI Kecamatan Cireunghas, minimal 1 desa ada 1 kampung yang menjalankan program ini sebagai percontohan di desa tersebut.
Mohon do’a dan dukungannya para wakif dan seluruh kaum muslimin, agar Program Kampung Qur’an yang diinisiasi BWA terus berjalan dengan baik semakin banyak mencetak hafidz qur’an dan semakin meningkat pengaruh baiknya ke daerah-daerah lain khususnya di Kecamatan Cirenghas Sukabumi dan sekitarnya dalam mencetak generasi qur’ani yang cinta qur’an, penghafal qur’an dan pejuang qur’an.
Update #15: Kami Masih Membutuhkan Banyak Al-Qur’an, Terutama untuk Lingkungan Sekitar, Masyarakat, dan Santri
Pada kegiatan distribusi Al-Qur’an untuk wilayah Provinsi Jawa Barat, tim BWA berfokus ke titik-titik yang sangat membutuhkan Al-Qur’an. Salah satunya di Kabupaten Tasikmalaya.
Tim mendistribusikan Al-Qur’an wakaf di Pondok Pesantren Al Ikhlas, Pimpinan Ajengan Dadan Musthofa, yang berada di Jalan Raya Karangnunggal, Kampung Cibeunying 1, Kelurahan Karangnunggal, Kecamatan Karangnunggal. Alhamdulillah kedatangan tim saat itu langsung diterima oleh beliau dengan hangat dan rasa syukur.

(Ponpes Al Ikhlas, Tasikmalaya)
“Alhamdulillah, yang saya hormati semua tim BWA yang jauh-jauh datang dari Jakarta, saya atas nama pimpinan Pondok Pesantren Al Ikhlas mengucapkan terima kasih atas kedatangan bapak semua yang memberikan sumbangan dari BWA, wakaf Al-Qur’an, semoga yang diberikan, bekal untuk kita hidup dunia dan akhirat,” ucap Ajengan Dadan.
“Terutama kami dari pesantren sangat berterima kasih, karena ini kami menggunakan Al-Qur’an yang sudah rusak (sambil meminta Al-Qur’an yang sudah tidak layak pakai dari santri yang memang di gunakan sehari-hari). Alhamdulillah sekarang dengan adanya BWA InsyaAllah Al-Qur’an di pesantren kami akan lebih baik dan lebih enak dibacanya (dengan menunjukkan Al-Qur’an yang baru diberikan BWA ke ponpes),” dengan penuh rasa bahagia beliau menjelaskan.

(Santri Kini Memiliki Al-Qur’an yang Baru)
Di akhir pertemuan Ajengan Dadan menjelaskan, “Dan kami masih membutuhkan banyak Al-Qur’an, terutama buat lingkungan sekitar, masyarakat dan santri. InsyaAllah dengan adanya bantuan Al-Qur’an masyarakat Indonesia akan cerdas ilmunya, ketakwaannya semangkin meningkat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, semoga semua yang mewakafkan Al-Qur’an mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Aamiin. Mari berwakaf di BWA,” tutup beliau seraya mengajak berwakaf.
Update #14: Al-Qur’an Wakaf Anda Sangat Bermanfaat Bagi Para Santri Penghafal Al-Qur’an
Tim BWA melanjutkan distribusi Al-Qur’an untuk Provinsi Jawa Barat di Kabupaten. Tim BWA datang ke salah satu Pondok Pesantren yang ada di Desa Ancaran, yaitu Pondok Pesantren Al Ikhlas. Pondok yang sudah eksis selama puluhan tahun di Kab Kuningan ini memiliki jumlah santri sebanyak 100 orang.
Mobil yang membawa Al-Qur’an terpaksa harus kami parkirkan agak jauh dari lokasi pondok pesantren dikarenakan akses masuk yang melalui gang-gang sempit dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat. Dengan penuh semangat tim BWA beserta relawan memikul kardus-kardus Al-Qur’an yang nantinya akan kami bagikan kepada para santri Pondok Pesantren Al Ikhlas.

(Tim sedang membawa Al-Qur’an untuk Pondok Pesantren Al Ikhlas)
Kedatangan tim di sana disambut hangat oleh K.H. Muhtadi selaku pimpinan pondok pesantren dan juga pimpinan Yayasan Al Ikhlas yang ternyata beliau memang sudah menanti-nanti kedatangan tim BWA. “Awalnya saya sempat tidak percaya akan mau datang bantuan Al-Qur’an ke tempat kami, tapi Alhamdulillah pada hari ini bantuan Al-Qur’an dari BWA benar-benar sampai ke pondok kami, luar biasa,” ucap beliau dengan bahagia.
Total 100 eksemplar Al-Qur’an kami berikan untuk pondok pesantren ini yang digunakan oleh para santri untuk menghafal Al-Qur’an, karena memang salah satu program unggulan di sini adalah tahfidz Al-Qur’an. “Sangat berterima kasih sekali atas wakaf Al-Qur’an yang diberikan, sehingga para santri tidak perlu lagi pusing untuk membeli Al-Qur’an sendiri,” lanjut beliau.

(Serah terima secara simbolis dengan Kyai Muhtadi selaku pimpinan pondok sekaligus Yayasan pendidikan Al Ikhlas)
Pak Kyai Muhtadi juga menceritakan terkait kondisi Al-Qur’an yang ada di pondok pesantren, “Al-Qur’an di ponpes sendiri kondisinya sudah tidak layak untuk digunakan, dikarenakan Al-Qur’an tersebut sudah puluhan tahun tidak diganti dengan yang baru sehingga dengan terpaksa para santri masih menggunakan Al-Qur’an tersebut,” cerita beliau.

(Kyai Muhtadi sedang memegang Al-Qur’an yang selama ini ada di Pondok dan Al-Qur’an yang baru saja diberikan oleh BWA)
Di akhir pertemuan kami, Pak Kyai Muhtadi menyampaikan pesan kepada seluruh kaum muslim untuk berwakaf Al-Qur’an melalui BWA mengingat tingginya tingkat kebutuhan Al-Qur’an di Jawa Barat khususnya dan di Indonesia pada umumnya.
“Saya mengajak kepada kaum muslim di manapun berada untuk berwakaf Al-Qur’an di BWA, mengingat amalan wakaf ini sungguh luar biasa balasannya dari Allah SWT, Insya Allah BWA sebagai lembaga yang menyalurkan wakaf kaum muslim sekalian ini bisa dipercaya, karena betul-betul pada hari ini datang ke sini untuk memberikan Al-Qur’an wakaf kepada kami,” tutup Pak Kyai Muhtadi.
Update #13: Al-Qur’an Anda Sudah Sampai ke Tangan Anak-anak Kampung Sawah, Karawang
Cuaca terik panas ikut menemani perjalanan tim BWA mendistribusikan Al-Qur’an di wilayah Karawang. Lokasi yang dituju oleh tim BWA kali ini adalah sebuah majelis yang berada di Kampung Sawah, Kec. Jayakerta, Kab. Karawang, Prov. Jawa Barat.
Majelis Al-Qadr namanya, menurut informasi yang tim BWA dapatkan majelis yang dipimpin Ustadz Rusli ini sudah berdiri sejak tahun 1984. Berlokasi di rumah pribadinya yang sederhana, ditempat inilah anak-anak kampung sawah belajar mengaji dan juga memahami isi dari Al-Qur’an.

(Majelis Al-Qadr, berdiri sejak tahun 1984)
Ustadz Rusli yang sejak dulu dengan ikhlas dan istiqomah membina anak-anak di kampung sawah menjelaskan kepada tim BWA terkait motivasi beliau mendirikan Majelis Al-Qadr ini, “yang menjadi motivasi saya untuk mendirikan majelis ini adalah, agar anak-anak di kampung sawah ini bisa belajar dan memahami Al-Qur’an, dikarenakan masih minimnya pembelajaran agama di sekolah mereka masing-masing,” ucap beliau.
Majelis Al-Qadr ini gratis, para orang tua dan anak-anak tidak dipungut biaya sepeserpun untuk belajar di sini. Oleh karena itulah banyak sekali kendala yang dihadapi oleh Ustadz Rusli salah satunya adalah ketersediaan Al-Qur’an yang layak untuk digunakan oleh anak-anak. Banyak Al-Qur’an di majelis ini yang kondisinya sudah tidak layak termakan oleh usia. Ada yang halamannya sudah beberapa yang hilang, tulisannya sudah tidak nyaman dibaca, tidak ada sampulnya dan lain sebagainya.

(Kondisi Al-Qur’an yang ada di Majelis Al-Qadr)
Namun anak-anak dengan terpaksa masih harus menggunakan Al-Qur’an yang sudah rusak tersebut dikarenakan sedikitnya jumlah Al-Qur’an yang layak.

(Anak-anak mengaji menggunakan Al-Qur’an yang sudah rusak)
“Masyarakat disini mayoritas bekerja sebagai buruh tani ataupun pedagang kecil, bisa dikatakan mereka merupakan kelas masyarakat menengah kebawah. Jadi saya tidak tega jika harus memungut biaya dari mereka, apalagi menyuruh mereka untuk membelikan anak-anak mereka ini Al-Qur’an, bukannya mereka tidak mau tapi lebih dikarenakan pendapatan mereka sehari-hari hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga mereka,” ujar Ustaz Rusli ketika diwawancara oleh tim BWA.

(Ustadz Rusli, pimpinan Majelis Al-Qadr)
Alhamdulillah dengan adanya proyek WAP Jawa Barat ini, BWA bisa memberikan bantuan wakaf Al-Qur’an untuk Majelis Al-Qadr. Mudah-mudahan dengan hadirnya bantuan Al-Qur’an ini bisa membantu kegiatan pembelajaran di majelis ini, bisa menambah semangat para anak-anak kampung sawah.
“Alhamdulillah di sore hari ini, kami Majelis Al-Qadr mendapatkan bantuan wakaf Al-Qur’an dari BWA beserta Iqra, saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Mudah-mudahan kebaikan para wakif dibalas oleh Allah dengan pahala yang berlipat-lipat ganda. Aamiin,” ucap beliau dengan rasa syukur.
Bagi kaum muslim yang belum ikut serta dengan berwakaf Al-Qur’an di proyek WAP Jawa Barat, ayo mari kita bantu saudara-saudara muslim kita yang ada di daerah Jawa Barat agar bisa memiliki Al-Qur’an yang layak untuk mereka gunakan sehari-hari. Karena nyatanya masih banyak saudara-saudara kita ini yang kesulitan untuk memiliki Al-Qur’an.
Update #12: Al-Qur’an Wakaf Tiba, Al-Qur’an Yang Sudah Rusak Dapat Tergantikan
Waktu sudah memasuki siang kala itu, namun hawa sejuk khas daerah pegunungan masih menyertai perjalanan tim BWA dalam mendistribusikan Al-Qur’an di wilayah kaki Gunung Ceremai, Kabupaten Kuningan. Yang menjadi tujuan tim BWA kali ini adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang beralamat di Desa Silebu, Kec. Pancalang, Kab. Kuningan, Prov. Jawa Barat.
Sepanjang perjalanan, tim disuguhi pemandangan sawah yang menghampar. Karena memang mayoritas masyarakat di wilayah ini berprofesi sebagai petani.
Setelah menempuh kurang lebih setengah jam perjalanan dari lokasi sebelumnya, tim BWA akhirnya tiba di lokasi selanjutnya yang juga akan kami bagikan Al-Qur’an disana. Yaitu Lembaga Pendidikan Islam Darul Taqwa. Kedatangan kami ternyata sudah ditunggu oleh Ustadz H. Ade Jahuri, beliau merupakan pimpinan sekaligus pengajar di Lembaga Pendidikan Islam Darul Taqwa.

(Ustadz H. Ade Jahuri, pimpinan Lembaga Pendidikan Islam Darul Taqwa)
Ustadz Ade, masyarakat di desa ini biasa memanggil beliau. Di usianya yang sudah menginjak 60 tahun, beliau masih tetap bersemangat untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di Desa Silebu ini. Lembaga yang sudah berdiri sejak tahun 2001 ini pada tahun ini memiliki kurang lebih 200 santri.
“Alhamdulillah sejak tahun 2001 kami tetap istiqomah untuk memberikan pembelajaran terkait agama untuk masyarakat di Desa Silebu. Sebagaimana tujuan awal didirikannya lembaga ini adalah untuk membantu para orang tua memberikan pemahaman agama kepada anak-anak mereka, karena pembelajaran agama sangat minim mereka dapatkan di sekolah,” ujar pria yang merupakan lulusan IAIN Wali Songo Semarang ini.
Dengan banyaknya jumlah santri yang belajar di sini, Ustadz Ade memiliki beberapa kendala salah satunya adalah ketersediaan Al-Qur’an yang dapat digunakan oleh para santri. Al-Qur’an yang ada di Darul Taqwa ini kondisinya sudah banyak yang lusuh dan sobek sehingga tidak layak lagi untuk digunakan oleh para santri.

(Ustadz Ade sedang menunjukan kondisi salah satu Al-Qur’an yang ada di Darul Taqwa)
“Ya seperti inilah kondisi beberapa Al-Qur’an yang ada di tempat kami, ada yang sudah sobek sampulnya bahkan ada beberapa yang halamannya sudah hilang. Jumlah Al-Qur’an yang kondisinya masih bagus itu sedikit, jadi para santri terpaksa harus menggunakannya dengan bergantian,” ucap beliau kepada tim BWA.
Untuk bisa membeli Al-Qur’an, masyarakat di Desa Silebu harus pergi ke Cirebon, dikarenakan tidak ada toko-toko yang menjual mushaf Al-Qur’an di wilayah ini. Dan itu menghabiskan waktu perjalanan pulang pergi selama 5 jam. Belum lagi harga Al-Qur’an dan ongkos perjalanan yang harus mereka keluarkan tidaklah sedikit, dengan mayoritas adalah masyarakat menengah ke bawah, tentu masyarakat sangat kesulitan jika harus membeli Al-Qur’an sendiri.
Syukur Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini tim BWA bisa datang membawakan Al-Qur’an untuk para santri di Darul Taqwa. Mudah-mudahan Al-Qur’an yang BWA berikan ini dapat bermanfaat dan menambah semangat para santri.
“Tak pernah terbayangkan lembaga kami ini bisa mendapatkan bantuan Al-Qur’an sebanyak ini, datang jauh-jauh dari Jakarta untuk memberikan kami sesuatu yang sangat istimewa. Kami sangat gembira sekali, Al-Qur’an ini sangat bermanfaat untuk santri-santri kami disini,” ucapnya dengan wajah gembira.

(Penyerahan secara simbolis 140 mushaf Al-Qur’an dari BWA kepada Lembaga Pendidikan Islam Darul Taqwa)
Tak lupa Ustadz Ade mengucapkan terima kasih kepada para pewakif, “kami ucapkan ribuan terima kasih kepada para wakif atas wakaf Al-Qur’annya. Mudah-mudahan mendapatkan ganjaran pahala jariyah dari Allah SWT,”.
Di akhir pertemuan kami, beliau mengajak kepada seluruh kaum Muslim untuk berwakaf Al-Qur’an di BWA. “Saya mengajak kaum muslim di seluruh Indonesia, mari berwakaf Al-Qur’an di BWA. Tentu saja ini untuk membantu saudara-saudara muslim kita yang lain yang ingin belajar Al-Qur’an namun tidak mampu untuk membeli mushaf Al-Qur’an,” pungkasnya.
Update #11: Distribusi Al-Qur’an Wakaf di Pondok Pesantren Arruqiyyah, Tasikmalaya
Ponpes menjadi salah satu titik utama dalam distribusi Al-Qur’an wakaf. Masih banyak dijumpai santri-santri di pelosok Jawa Barat yang sangat membutuhkan Al-Qur’an. Seringkali dijumpai jumlah Al-Qur’an yang ada tidak sebanding dengan jumlah santri yang menggunakan dan membutuhkannya. Hal demikian juga yang dijumpai saat tim BWA melakukan kegiatan distribusi Al-Qur’an di Jawa Barat, khususnya di daerah Tasikmalaya.
Tim BWA mendistribusikan Al-Qur’an wakaf amanah wakif di pelosok Kabupaten Tasikmalaya. Titik pertama distribusi adalah di Pondok Pesantren Arruqiyyah pimpinan Pangersa Apih Ahmad Sodiqin yang berlokasi di Kampung Gunung Malang, Kelurahan Cibeuti, Kecamatan Kawalu Kota, Kab. Tasikmalaya. Alhamdulillah setibanya di sana, tim BWA disambut ramah oleh beliau dan para santri yang telah menunggu.

(Al-Qur’an untuk Para Santri di Pelosok Jawa Barat)
“Alhamdulillah dalam kesempatan yang berbahagia ini kita semua telah dipertemukan, saya sekeluarga megucapkan terima kasih, jazakumullahu khairan khatsiir. Terima kasih kepada semua team dari BWA yang sudah Allah Subhanahu Wa Ta’ala kenankan bisa silahturrahmi, semoga selamanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan kekuatan, keistiqomahan untuk menyebarkan agama Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” doa beliau kepada BWA.

(Santriwati Ponpes Arruqiyah Menerima Al-Qur’an Wakaf)
“Semoga dengan niat yang begitu bagus, jadi asbab kita semua dijadikan ahli Al-Qur’an dan kita semua diberikan kekuatan oleh Allah untuk memahami, mengerjakan, mengaplikasikan, merealisasikan isi dari pada Al-Qur’an. Semoga wakaf ini dijadikan wakaf yang terus mengalir dari dunia sampai akhirat, semoga amal, niat semuanya diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tutup Ajengan Ahmad Sodiqin.
Update #10: Semoga BWA Selalu Sukses untuk Selamanya
Pada kegiatan distribusi Al-Qur’an wakaf bulan november 2022 lalu, tim BWA bersama rekan lapang mendistribusikan Al-Qur’an amanah kaum muslim ke Madrasah Ibtidaiyah Al Ikhlas 3, yang berada di Kampung Cintarasa, Kelurahan Cintabodas, Kecamatan Curamega, Kabupaten Garut.
Tim BWA bertemu langsung dengan Ustadz Iwan Ridwan, S. Pd.I selaku Kepala Sekolah MI. Tim disambut dengan hangat. Alhamdulillah beliau beserta murid-murid nampak sangat antusias dan gembira atas kedatangan BWA dalam rangka mendistribusikan Al-Qur’an wakaf.

(Distribusi di Madrasah Ibtidaiyah Al Ikhlas 3 Garut)
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada BWA yang sudah mewakafkan Al-Qur’an begitu banyak ke lembaga kami, mudah-mudahan ini banyak manfaatnya, dan semoga BWA selalu sukses untuk selamanya. Dan saya mengajak kepada para dermawan, supaya bisa mewakafkan apa saja, harta ataupun tenaga, terutama doa untuk BWA, terima kasih sekali lagi untuk BWA” ujar pria lulusan STAI Siliwangi Garut tersebut.

(Para Siswa Menerima Al-Qur’an Wakaf)
Di akhir pertemuan Ustadz Ridwan menjelaskan kepada kami terkait Al-Qur’an wakaf yang sudah diberikan kepada Madrasah Al Ikhlas dan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya. “50 Al-Qur’an ini InsyaAllah saya akan bagikan lagi kepada murid-murid saya, terutama yang ada di Madrasah Al Ikhlas 3, sekali lagi semoga Al-Qur’an ini bermanfaat untuk semuanya, terima kasih,” tutup beliau.
Update #9: Alhamdulillah Wakaf Al-Qur’an Anda Telah Sampai di Kaki Gunung Ceremai
Berjarak 30 km dari pusat kota, ada sebuah desa yang bernama Sumbakeling. Desa ini berada di lereng Gunung Ceremai tepatnya di Kec. Pancalang, Kab. Kuningan, Prov. Jawa Barat. Gagahnya Gunung Ceremai terlihat jelas dari desa ini.
Tujuan tim BWA menuju kesana adalah untuk membawakan Al-Qur’an ke salah satu Lembaga pendidikan yang bernama Yayasan Al Hidayah.
Meskipun tim beberapa kali tersasar, dikarenakan google maps yang digunakan sebagai panduan menuju kesana sempat tidak berfungsi dikarenakan sinyal yang sulit, akhirnya tim BWA sampai juga di Yayasan Al Hidayah. Kedatangan tim ternyata sudah ditunggu oleh para siswa disana dan juga guru-guru.
Salah satu guru yang menyambut kedatangan kami ialah Pak Rizal, ia adalah guru Agama Islam di yayasan ini. Beliau menceritakan kepada tim BWA mengenai Yayasan Al Hidayah ini, “Alhamdulillah Yayasan ini sudah berdiri selama kurang lebih 20 tahun, saat ini memiliki jumlah siswa sebanyak 98 mulai dari tingkat SD hingga MA,” ujarnya kepada tim BWA.

(Pak Rizal (kiri) guru Agama Islam di Yayasan Al Hidayah, Desa Sumbakeling)
Salah satu program unggulan yang ada di Yayasan ini adalah program Tahsin. Para siswa sebelum memulai kegiatan pembelajaran mereka semua dibiasakan untuk membaca Al-Qur’an, dan juga setiap harinya ada pelajaran Al-Qur’an di setiap kelas. Alhamdulillah kehadiran tim BWA yang membawakan Al-Qur’an untuk Yayasan Al Hidayah disambut baik oleh beliau.
“Alhamdulillah kami sangat senang sekali dengan datangnya Al-Qur’an dari BWA ini. Mudah-mudahan dengan datangnya bantuan Al-Qur’an ini para siswa semakin bersemangat untuk mengejar cita-cita mereka sebagai penghafal Al-Qur’an,” ucap beliau.

(Tim BWA sedang membagikan Al-Qur’an untuk para siswa)
Beliau menambahkan, “tidak pernah terbayangkan sebelumnya akan datang bantuan Al-Qur’an sebanyak ini ke Yayasan kami. Agak sedikit tidak percaya Yayasan kami ini yang berada di lereng gunung dengan akses menuju kemari yang cukup sulit ada Lembaga yang datang jauh-jauh dari Jakarta membawakan Al-Qur’an untuk siswa-siswa kami,”.
Ketersediaan Al-Qur’an jelas sangat dibutuhkan di Yayasan ini, namun mengingat lokasinya yang berada di lereng gunung, tentu saja baik para guru maupun siswa cukup kesulitan untuk bisa membeli Al-Qur’an. “Salah satu kendala yang kami hadapi disini adalah sulitnya untuk mendapatkan Al-Qur’an khususnya Al-Qur’an untuk hafalan,” ucap beliau.

(Pak Rizal sedang memimpin pembacaan surat Al-Fatihah untuk para pewakif yang sudah berwakaf di BWA)
Di akhir pertemuan Pak Rizal mengajak kepada kaum muslim di seluruh Indonesia untuk berwakaf di Badan Wakaf Al-Qur’an, “saya mengajak kaum muslim di seluruh Indonesia, untuk berwakaf Al-Qur’an di BWA, karena lembaga pendidikan seperti kami ini yang berada di daerah pelosok sangat kesulitan untuk memiliki Al-Qur’an, dan Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari BWA ini kami bisa memiliki Al-Qur’an yang bagus seperti ini tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun. Mudah-mudahan jika banyak yang ikut berwakaf di BWA, lembaga-lembaga pendidikan lain seperti kami ini bisa memiliki Al-Qur’an dengan mudah,”.
Update #8: Distribusi dan Pembinaan Al-Qur’an untuk Muslim Jawa Barat
Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melalui program Wakaf Al-Qur’an & Pembinaan (WAP) untuk Jawa Barat, Alhamdulillah telah selesai melakukan kegiatan distribusi Al-Qur’an tahap pertama pada bulan oktober ini. Sebanyak 20.000 Al-Qur’an telah di distribusikan ke pondok pesantren, masjid, maupun masyarakat yang memerlukan Al-Qur’an.
Selain kegiatan distribusi BWA juga alhamdulillah telah melakukan kegiatan pembinaan, khususnya untuk para anak-anak yang berkeinginan besar untuk menjadi seorang hafidz maupun hafidzah.

(Pembinaan Bakda Subuh)
Kegiatan pembinaan yang dilakukan BWA ini berlokasi di Kec. Cireunghas, Kab. Sukabumi. Prov. Jawa Barat. Kampung Quran Cireunghas merupakan nama dari kegiatan pembinaan yang dilakukan BWA bersama ustadz-ustadzah lokal di sana. Ustadz Ahmad merupakan salah satu pembina/pengurus yang bersama BWA melaksanakan kegiatan pembinaan ini.
Ustadz Ahmad sedikit menjelaskan tentang metode hafalan yang digunakan para santri untuk menghafal. “InsyaAllah dengan metode yang digunakan ini setiap minggu santri bisa menghafal setengah juz, dilanjutkan nantinya 4 bulan bisa hafal 2 juz. Jadi setiap tahun bisa hafal 6 juz sehingga nanti 5 tahun bisa hafal 30 juz,” tuturnya.

(Kegiatan Kampung Quran Cireunghas)
“Nantinya dengan hafalan tersebut, harapannya bisa menjadi bekal anak-anak yang ingin melanjutkan ke pondok pesantren maupun sekolah agama lainnya,” tambahnya.
“Untuk kegiatannya sendiri juga InsyaAllah fleksible karena kelas ini dilakukan pada ba’da subuh setiap harinya dan nanti dilanjutkan pada ba’da ashar. Kenapa dilakukan setiap hari dan dilakukan setiap ba’da subuh. Yang pertama adalah supaya anak-anak bisa menjadi anak-anak yang cinta subuhan di masjid dan cinta Al-Qur’an, atau saya disini biasa penyebutnya “Pejuang Subuh, Pejuang Quran,” ungkap Ustadz Ahmad.
“jika tidak dilakukan setiap hari khawatirnya anak-anak akan malas lagi untuk solat subuh dan membaca/menghafal Al-Qur’an,” tuturnya.

(Kegiatan Pembinaan untuk Anak-anak)
Alhamdulillah masyarakat di kec. Cireunghas ini sangat merespon baik adanya Kampung Quran Cireunghas ini. Hingga saat ini rata-rata santri per hari sekitar 71 santri/santriwati. Dan anak-anak di sini juga ternyata sangat potensial. Ustadz Ahmad sangat yakin kegiatan pembinaan ini akan terus berkembang hingga ke ibu-ibu maupun masyarakat umum nantinya.
Untuk terus mensuksesan program Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP) di Jawa Barat, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mensupport karena masih ada 94.000 Al-Qur’an yang nantinya akan didistribusikan ke masyarakat Jawa Barat. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada para wakif yang telah berwakaf di BWA, semoga amal jariyah terus mengalir hingga akhir jaman. Aamiin.
Update #7: BWA Distribusikan 20.000 Al-Qur’an, Iqro dan Santunan Yatim di Pelosok Jawa Barat
Memasuki bulan Rabiul Awwal 1443 H yang merupakan bulan kelahiran baginda Nabi Besar Muhammad SAW, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mendistribusikan 20 ribu Al-Qur’an wakaf, 960 Iqro dan santunan kepada 36 anak yatim di beberapa wilayah pelosok di kabupaten maupun kota di Jawa Barat.
Daerah cakupan distribusi kali ini meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, Kabuaten Sukabumi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Kuningan. Kegiatan yang diadakan pada awal Oktober 2022 itu didukung beberapa komunitas.
Al-Qur’an sebanyak 20.000 ini merupakan distribusi tahap pertama dari total target untuk Provinsi Jawa Barat sebanyak 114 ribu Al-Qur’an nantinya. Jumlah tersebut masih sangat kurang mengingat Muslim di Jawa Barat berjumlah 46,3 juta jiwa. Jawa Barat yang memiliki wilayah yang luas dan memiliki banyak perkebunan, menyebabkan banyak masyarakat yang sulit untuk mendapatkan Al-Qur’an.
Di wilayah Kabupaten Garut, salah satu daerah cakupan distribusi yaitu beberapa desa di Kecamatan Bungbulang. Daerah yang bisa dikatakan salah satu daerah pelosok di Jawa Barat. Alhamdulillah di Kecamatan Bungbulang, BWA mendistribusikan Al-Qur’an hingga ke salah satu desa yang sangat pelosok yaitu Desa Gunung Jampang.

(Kebutuhan Al-Qur’an masyarakat Jawa Barat masih sangat besar)
Untuk menuju wilayah Gunung Jampang dari Kota Garut, tim BWA harus menempuh perjalan sekitar tiga jam menuju Desa Cihikeu. Kemudian dilanjutkan perjalanan selama dua jam dengan kondisi jalan tanah menuju Desa Mekarbakti. Di Desa Mekarbakti, tim harus melanjutkan perjalanan selana dua jam menggunakan truk engkel karena kondisi jalan yang sudah tidak bisa dilewati mobil pada umumnya.
Alhamdulillah tim BWA tiba di Desa Gunung Jampang. Disini tim BWA mengadakan acara tabligh akbar sekaligus distribusi Al-Qur’an serta pembagian santunan anak yatim yang juga didukung oleh masyarakat, komunitas, dan juga Karang Taruna. Masyarakat sangat antusias karena memang selama ini belum pernah ada kegiatan seperti ini.
"Kami sangat bersyukur dengan datangnya BWA, karena memang belum pernah ada kegiatan seperti ini. Kami sebagai masyarakat mengucapkan terima kasih kepada BWA dan para wakif yang sudah jauh-jauh dari Jakarta ke sini, insya Allah kebaikan ini akan dimanfaatkan semaksimal mungkin,” ujar Abdaloh yang merupakan tokoh masyarakat di Desa Gunung.

(Penyerahan Al-Qur’an Wakaf)
Selain itu kegiatan BWA ini mendapat dukungan kepala desa dan juga dari MUI Kecamatan Bungbulang yang turut hadir pada kegiatan tabligh akbar. "Saya ucapkan banyak terima kasih kepada BWA yang telah hadir di sini. Jazakumullah khairan katsiiran, mudah-mudahan masyarakat di sini bisa mengamalkan tiada hari tanpa baca Quran. Harapannya dengan datangnya BWA ini kekurangan Al-Qur’an masyarakat Kecamatan Bungbulang nantinya bisa terpenuhi ke depannya pada tahap-tahap distribusi selanjutnya," ungkap H Sukmadin Ilyas, ketua MUI Kecamatan Bungbulang.
Kebutuhan Al-Qur’an untuk masyarakat Jawa Barat memang tinggi. Sebagai contoh bisa dilihat pada saat tim mengunjungi salah satu masjid di Desa Gunung Jampang hanya ditemukan lima buah mushaf Al-Qur’an yang digunakan secara bergantian oleh lebih dari 30 santri TPA/TPQ/Madrasah Diniyah (MD) untuk mengaji.
BWA mengajak kaum Muslimin untuk terus ikut menyukseskan program 114.000 Al-Qur’an untuk masyarakat Jawa Barat terutama yang berada di daerah pelosok maupun yang membutuhkan Al-Qur’an. Setelah distribusi 20 ribu Al-Qur’an wakaf pada tahap pertama ini, masih ada kekurangan 94 ribu Al-Qur’an lagi. Oleh karenanya, bagi Anda yang belum berwakaf, masih ada kesempatan. Yuk berwakaf di BWA.
Update #6: Dai Muda Pedalaman Gunung Jampang
Malam ini setelah selesai dari Desa Cinangsi Depok tim BWA melanjutkan perjalanan menuju Lereng Gunung Cikurai, tepatnya di Desa Cicayur, Cintanagara kecamatan Cigedug Garut. Selama perjalanan melintasi jalur kebun teh udara segar kabut tipis menemani perjalanan team.
Sampai dihalaman masjid jami Al Barokah tidak lama team BWA bertemu dengan Ustadz Gin Ginanjar Dai Muda Pedalaman Gunung Jampang. Pembawaannya yang ramah murah senyum dengan segudang pengalaman dakwahnya di pedalaman membuat kami penasaran untuk menggali lebih dalam kondisi masyarakat setempat. Apalagi di sini akan menjadi target wilayah pendistribusian Al-Qur’an wakaf BWA.

(Kondisi Al-Qur’an yang Rusak di Jawa Barat)
Membahas Gunung Jampang ini unik bahkan daerah ini dikenal sebagai negeri kaya karena menjadi satu-satunya daerah penghasil kopi terbaik Indonesia yang tembus kancah internasional, namun sayang akses jalan menuju ke daerah ini terbilang sulit karena belum ada pengerasan jalan sehingga sangat menyulitkan jika sudah memasuki musim penghujan.
Pendidikan di sini pada tingkat generasi muda umumnya hanya sampai tingkatan SMP, bahkan banyak dari mereka yang putus sekolah karena lebih memilih untuk membantu mencari nafkah keluarga. Karena akses jalan yang sulit dan sedikitnya guru honorer serta tidak adanya perhatian dari pemerintah daerah setempat makin membuat daerah ini sebagai wilayah terpelosok & terisolir.
“Saya cuma berharap seperti di daerah Gunung Jampang, Bungbulang agar dapat perhatian khusus. Bagi masyarakat pelosok Al-Quran menjadi barang langka, sangking langkanya di Gunung Jampang dan tidak ada perhatian akhirnya banyak saudara kita yang tidak bisa baca Al-Qur’an dan tidak paham Al-Qur’an. Ini menjadi titik krisis dakwah kita bagaimana memperbaiki masyarakat muslim agar terbentengi akidahnya,” ujar Ustadz Gin Gin Ginanjar.
Update #5: Urgent, Kondisi Al-Quran di Pesantren Garut Banyak yang Rusak
Rasulullah SAW bersabda, "Salah satu amal kebaikan yang pahalanya terus terbawa kepada si mayyit sampai ke alam kuburnya adalah sedekah mewariskan (mewakafkan) mushaf Al-Quran," [HR. Bukhari].
Begitu banyak santri yatim dan dhuafa di Indonesia yang tidak bisa menggunakan Al-Qur’an dengan kondisi layak. Kondisi ini tim BWA jumpai saat melakukan kegiatan survei dan distribusi Al-Qur’an untuk daerah di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut.
Jumat di bulan sya’ban yang penuh berkah lalu, tim BWA berkunjung ke salah satu pesantren di wilayah Garut Selatan tepatnya di Desa Cinangsi Depok, Kec. Pakenjeng, Garut. Tim BWA bertemu dengan H. Saeful Hayat, Wakil Mudir Pondok Pesantren Nurul Falah yang berdiri tahun 1995. Ponpes tersebut kini memiliki santri dengan jumlah 300-an siswa-siswi.

(Bantu Para Santri untuk Mendapatkan Al-Qur’an yang Layak)
Dengan jumlah santri yang semakin banyak, ini menjadi indikasi bahwa minat generasi muda dalam menempuh pendidikan di tingkat Pondok Pesantren khususnya wilayah Garut Selatan semakin meningkat. Namun tingginya minat untuk belajar di pesantren, belum diimbangi dengan ketersediaan Al-Qur’an yang cukup untuk para santri.
“Kebutuhan Al-Qur’an di sini sangat urgent sekali pasalnya hampir mayoritas santri kami untuk Al-Qur’an wajib milik sendiri sehingga agak sulit bagi kami jika ingin membantu mereka yang tidak punya Al-Quran. Maka dari itu tak jarang anak-anak kami saling pinjam meminjam dengan yang lain sehingga kondisi Al-Quran banyak yang rusak,” tutur pengurus pondok.
Untuk mari bersama BWA, berwakaf Al-Qur’an untuk para santri di Garut, dan kaum muslim di Jawa Barat umumnya. Semoga dari setiap huruf dan ayat yang dibaca, mengalirkan pahala yang penuh keberkahan untuk para wakif, aamiin.