06 Januari 2022

Al Quran untuk Masyarakat Pedalaman dan Kepulauan Sulawesi Tengah

Tag:
rawan aqidahpelosok negerimuallaf

Al Qur’an untuk Masyarakat Pedalaman dan Kepulauan Sulawesi Tengah

Jumlah penduduk Sulawesi Tengah yang memeluk agama Islam adalah sebanyak 2,39 juta jiwa. Angka tersebut mencapai 78,9% dari total penduduk Sulawesi Tengah. Di Sulawesi Tengah terdapat 110 masjid besar, 3.039 masjid jami’, 11 masjid bersejarah, dan 543 masjid di tempat publik. Untuk Pesantren sendiri ada 88 pondok pesantren dengan jumlah santri sebanyak 11.243 santri baik yang mukim maupun yang tidak mukim.

Pada tahun 2021 BWA telah selesai mendistribusikan Al-Qur’an untuk program Wakaf Al Qur’an dan Pembinaan (WAP) Banggai Kepulauan dan Taliabu sebanyak 50.000 Al-Qur’an dan respon masyarakat disana sangat antusias terhadap aktivitas ini. Masyarakat merasa sangat terbantu dan berterima kasih karena walaupun mayoritas masyarakat disana muslim namun untuk bisa mendapatkan Al-Qur’an dapat dikatakan sangatlah sulit.

(Al-Qur'an Dibutuhkan untuk Anak-anak Belajar Mengaji)

(Al-Qur'an untuk Anak-anak Belajar Mengaji)

Sulawesi Tengah memiliki banyak pulau dan ada beberapa daerah-daerah yang masih sulit untuk diakses. Setelah BWA melakukan distribusi Al-Qur’an, ternyata masih banyak masyarakat disana yang membutuhkan Al-Qur’an. Da’i-da’i lokal masih banyak yang membutuhan Al-Qur’an sebagai sarana pembelajaran dan untuk santri-santri mereka.

Pada november 2021, tim BWA melakukan survey terkait kebutuhan Al-Qur’an untuk Sulawesi Tengah. Tim BWA bertemu dengan Ustadz Haerudin Ampana yang merupakan salah satu pengurus Forum Peduli  Mualaf. Beliau menceritakan bahwa untuk setiap tahunnya, pertambahan jumlah mualaf bisa mencapai 100 orang di wilayah Ampana dan sekitarnya.

(Ustadz Khaerudin Menunjukkan Kondisi Al-Qur'an yang Sudah Tidak Layak)

(Ustadz Haerudin Menunjukkan Kondisi Al-Qur'an yang Sudah Tidak Layak)

“Di Sulawesi Tengah ini banyak suku pedalamanan yang sudah memeluk Islam, salah satu nya yaitu suku ta/wana. Setelah mereka masuk Islam, ada permasalahan atau kebutuhan lain yaitu agar mereka bisa menpunyai Al-Qur’an,” tutur Ustadz Khaerudin.

“Akses menuju ke daerah pedalamanan tempat mereka tinggal susah. Mayoritas mualaf di pedalaman tidak bisa baca Al-Qur’an karena tidak punya,” ujar beliau.

Kebutuhan Al-Qur’an di Pulau Wakai

Tim mendapatkan informasi dari partner lapangan BWA di Sulawesi Tengah, bahwa di pulau Wakai sangat membutuhkan Al-Qur'an. Merespon informasi tersebut, pada ahad 7 november 2021, tim BWA bergegas menuju pulau Wakai. Dari Pelabuhan Ampana, tim menempuh jalur laut dengan kapal speed boat dengan kapasitas angkut 22 orang penumpang. Butuh waktu 1,5 jam untuk bisa sampai di kecamatan Wakai.

Meskipun cuaca sedang tidak bersahabat, namun alhamdulillah kapal yang tim tumpangi melaju dengan lancar dan aman. Sepanjang perjalanan kami disuguhkan dengan banyak keindahan pulau-pulau kecil sebelum sampai di Wakai.

(Al-Qur'an untuk Masyarakat Sulawesi Tengah)

(Al-Qur'an untuk Masyarakat Sulawesi Tengah)

Sampai di Pelabuhan Wakai, tim BWA bertemu dengan Ustadz Harmoko (34 tahun). Dia dikenal sebagai tokoh pemuda di Pulau Wakai, desa Tojo una-una. Tidak menunggu waktu lama setelah beristirahat sejenak, tim diajak berkeliling desa, untuk melihat keadaan dan kebutuhan masyarakat disana.

Di desa Taningkola tim bertemu dengan bapak imam masjid. Tim BWA menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan untuk kegiatan survey kebutuhan Al-Qur'an. Mendengar hal tersebut, beliau merasa sangat senang dan terharu. Bapak Imam menuturkan kondisi masyarakat di Desa Taningkola. Beliau merasa prihatin dan sedih melihat banyak anak-anak mengaji dengan satu Al-Qur'an secara bergantian. “Sedih saya melihat banyak Al-Qur'an yang sampulnya sudah rusak dan halaman-halamannya hilang. Ini tentu menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Kami sangat menginginkan adanya Al-Qur'an untuk anak-anak mengaji,” tutur beliau.

(Imam Masjid Taningkola)

(Bapak Imam Masjid Taningkola)

“Di kepulauan Togean ini kalo mau mencari Al-Qur'an itu sangat sulit, tidak ada yang jual. Jika ingin beli masyarakat harus ke kota Ampana menyeberang pulau dengan biaya yang tidak sedikit, lebih mahal ongkosnya dibanding harga Al-Qur’an,” ujar Ustadz Harmoko.

“Kami mengharapkan bantuan Al-Qur'an dari muslimin yang peduli kepada kami. Harapannya semoga anak-anak disini bisa semakin bersemangat dalam mengaji,” tutupnya.

Melihat banyaknya kebutuhan Al-Qur’an dan antusias saudara muslim di Sulawesi Tengah untuk memiliki mushaf Al-Qur’an, BWA mengajak seluruh umat muslim di Indonesia untuk mensukseskan program WAP Sulawesi Tengah dengan target 100.000 Al-Quran wakaf. Mari berwakaf di BWA, semoga menjadi amal jariyah yang tidak ada putusnya hingga yaumil akhir, aamiin.

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.15.000.000.000 (Lima Belas Milyar Rupiah) (100.000 Eksemplar Al-Qur’an @Rp.150.000)

Partner Lapang:

Ustadz Haerudin Ampana

#BWA #InovasiWakaf #WAP #WakafAlQur’an dan Pembinaan #RoadTrip #SulawesiTengah