Banyak Pelosok Jawa Timur Membutuhkan Al-Quran
Jawa Timur dan Islam merupakan dua entitas yang sangat erat. Di Jawa Timur masyhur sebagai salah satu wilayah dengan sejarah Islam yang kental dan khas salah satunya adalah Dakwah Wali Songo. Ada 5 wali (dari 9 wali yang dikenal sebagai Wali Songo) yang dimakamkan di Jawa Timur. Berdasarkan data kemenag ada lebih 4.452 pesantren yang terdaftar di Kemenag, dan ratusan pesantren yang belum terdaftar. Dari hasil survey pada April 2021 ke beberapa pesantren dan TPA yang berada di daerah pelosok rupanya ketersediaan Al-Quran masih sangat kurang dan jumlahnya pun tidak seimbang.
BWA melakukan survey ke daerah Lamongan dan Tuban. Di Lamongan Selatan, tepatnya di Kecamatan Bluluk tim BWA bertemu dengan Ustadz Ony yang merupakan salah satu tim dakwah dari DDII, beliau menyambut tim BWA di mushola tempat beliau mengajar. Kepada tim BWA ustadz Ony menuturkan, “Daerah Lamongan Selatan ini adalah daerah yang termasuk ‘minim’ sekali dalam urusan pengetahuan Agama”. Ustadz Ony bersama ketiga temannya sudah berdakwah kurang lebih 3 tahun di Bluluk untuk membina masyarakat setempat.
Ustadz Ony dan tim merasa perlu mendirikan pusat dakwah di sana dengan mendirikan mushola untuk mengajar anak-anak muda disana mengaji. Karena mereka merupakan generasi penerus di daerah tersebut. Beliau menuturkan kebutuhan Al Qur’an kepada Tim BWA, ”Anak-anak setempat kami bina secara bergantian menggunakan mushaf yang ada di mushola untuk dipakai mengaji. Sedangkan dirumah mereka mayoritas belum punya mushaf Al Qur’an yang layak.”

(Dukungan dari Berbagai Lapisan Masyarakat)
Di daerah Tuban tim BWA mengunjungi Pondok Pesantren Walisongo di Gomang, Singgahan, Kabupaten Tuban. Tim BWA bertemu langsung dengan Gus Naja (RM Abraham Naja) pengasuh di Pesantren Walisongo. Pesantren yang didirikan oleh KH Noer Nasroh (Ayah dari Gus Naja) tahun 1977 ini merupakan pondok tertua di Tuban yang menjadi cikal bakal dakwah Islam di Tuban.
Masyarakat di Gomang dahulu beliau memiliki kepercayaan/aliran Sapto Darmo yaitu kepercayaan menyembah matahari dan sembahyang menghadap ke timur. Atas kegigihan dakwah beliau banyak masyarakat yang akhirnya memeluk Islam dan nyantri di Pesantren Walisongo. Bahkan banyak mantan narapidana yang akhirnya menjadi santri mendalami Islam di Pesantren Walisongo.
Wawancara yang dilakukan Tim BWA ke Gus Naja tentang kebutuhan Al Qur’an, beliau menyampaikan, “Al-Quran ini sangatlah penting karena merupakan petunjuk bagi kaum muslim, selain itu Jawa Timur yang merupakan basis pesantren terbesar di Indonesia tentunya sangat membutuhkan banyak sekali Al-Quran untuk memenuhi kebutuhan belajar para santri”.
Selain dua daerah yang disebutkan di atas, masih banyak daerah di pelosok Jawa Timur yang masih membutuhkan Al Qur’an. Tim Galena, yang merupakan salah satu mitra BWA di Jawa Timur menemukan banyak sekali daerah pelosok di Jawa Timur yang butuh Al Qur’an. Beberapa daerah bahkan perlu dijangkau dengan menggunakan mobil offroad. Pak Tony yang merupakan tim CSR Galena mengatakan, “Kami juga melakukan baksos di daerah-daerah pelosok, yang mereka kesulitan mendapat Al Qur’an. Selain faktor ekonomi juga terkait akses dan ketersediaanya (penjualnya)”.

(Tim Off Road Galena Bersama BWA di Lokasi Sulit Jangkau)
Dengan kondisi di atas BWA kembali membuat proyek Wakaf Al Qur’an dan Pembinaan (WAP) di daerah Jawa Timur khususnya di daerah pelosok yang minim pembinaan, rawan aqidah, akses transportasi yang susah dan ekonomi menengah kebawah. Mari bersama-sama membantu saudara kita agar mendapatkan mushaf Al Quran sebagai petunjuk dunia dan akhirat. Semoga Allah melapangkan rizki dan meluaskan amal shaleh kita. Aamiin
Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:
Rp.15.000.000.000 (100.000 Eksemplar Al-Qur'an @Rp.150.000)
Partner Lapang:
Ustadz Imam Ma’arif
#BWA #WakafQuran dan Pembinaan #WAP #WAPRoadtripJawaTimur
Update #26: BWA Distribusikan 40 Ribu Al-Qur’an di Jawa Timur
DI awal semester II 2025, setelah melakukan kegiatan yang sama pada tahun lalu, di pertengahan semester I 2024, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) Area Jawa Timur kembali melaksanakan simbolis distribusi Al Qur’an sejumlah 40 ribu eksemplar pada Selasa (15/7), di Warung Gratis Galena Sidoarjo, mulai pukul 09.00 sampai 11.00 WIB.
Acara yang diselenggarakan secara outdoor dalam suasana asri lingkungan hutan kota, di depan rumah panggung kayu itu dihadiri oleh Kepala Pembinaan Mental dan Sejarah Kodam V/Brawijaya Kolonel Inf Idang Ismail, PD Pontren Kemenag Kanwil Propinsi Jawa Timur Abdul Wahid Efendi Anwar, Sekretaris Dewan Organisasi Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffadz Nahdlatul Ulama Jawa Timur KH Ali Maskuri, Biro Kesra Pemerintah Propinsi Jawa Timur Kaboel Widodo, Dispotmar Lantamal V TNI AL Lettu Hendik, Dekan FKG Universitas Hang Tuah Laksamana Pertama TNI (Purn.) R.A.Nora Lelyana, dan Founder sekaligus Owner Galena Logistik Krisna Didit Wiwaha.

(Serah terima secara simbolis)
Didampingi oleh Area Manajer BWA Jawa Timur, Slamet Sugianto, para Branch Manajer antara lain: Solo (Erland Fathoni), Madiun (Agung Hadiwiyono), Surabaya (Achmad Musyaffak), dan Gresik (M. Husain Yatmono), Kepala Program I BWA Didik menyampaikan bahwa 40 ribu Al-Qur’an itu didistribusikan di beberapa titik kabupaten antara lain: Malang, Ngawi, dan Bojonegoro.
Pendistribusian ke-40 ribu Al-Qur'an itu dilaksanakan berbarengan dengan distribusi wakaf Al Qur’an dan Pembinaan Jawa Tengah.
Didik juga menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih dari berbagai pihak atas support sinerginya baik dari Kodam V/Brawijaya, Pemprov Jawa Timur, Kemenag Kanwil Jawa Timur, Dispotmar Lantamal V TNI AL, Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffadz Nahdlatul Ulama Jawa Timur, M2M Asap Asap Restaurant maupun Galena Logistic.
Acara yang berlangsung secara hikmat tersebut juga dihadiri oleh Majelis Taklim Zam Zami Lamongan, Majelis Taklim Qurrota A'yun Sidoarjo, Jam'iyyatul Qurra' Wal Huffadz Nahdlatul Ulama Jawa Timur, perwakilan TOA Jawa Timur dan para wakif Badan Wakaf Al Qur'an.
Acara diakhiri dengan simbolis distribusi wakaf Al Qur’an ditutup dengan doa oleh KH Ali Maskuri dari JQHNU Jawa Timur dilanjutkan dengan ramah tamah dan pengambilan testimoni oleh para peserta sebagai komitmen memperkuat sinergi.
Update #25: Al Qur’an Wakaf Anda, Sampai ke Anak-anak di Desa Pelosok Jember
Tim BWA melanjutkan kegiatan distribusi Al Qur’an wakaf amanah dari para wakif semua di Jawa Timur. Lokasi pendistribusian pada kesempatan kali ini adalah TPQ Nurul Iman Batu Urip tepatnya di Jl. PB Sudirman Wedusan, Desa Pringgowirawan, Kec. Sumberbaru, Kab. Jember.
Sekitar jam setengah tujuh malam waktu setempat tim pun tiba di TPQ Nurul Iman, dan ternyata kedatangan tim bersamaan dengan sedang berlangsungnya proses belajar mengajar. Terlihat banyak sekali anak-anak yang sedang mengaji. Terlihat di antara keramaian siswa ada seorang ustadz, yang ternyata berdasarkan informasi yang tim dapatkan beliau adalah Ustadz Abdur Rosyid Hakim.

(Ustadz Abdur Rosyid sedang mengajar anak-anak di TPQ Nurul Iman)
Ustadz Abdur Rosyid Hakim merupakan pengurus sekaligus guru di TPQ tersebut. Beliau bercerita bahwasannya TPQ ini sudah lama didirikan, ayah beliau merupakan pendiri awal TPQ ini dan kemudian selepas beliau menyelesaikan studinya di UIN Syarif Hidayatullah, dialah yang sekarang melanjutkan mengurus TPQ ini.
Para anak-anak di TPQ terlihat sangat serius membaca Al Qur’an, namun Al Qur’an-Al Qur’an yang mereka pakai ini terlihat kondisinya sudah cukup memprihatinkan. Ada satu anak yang bahkan masih menggunakan Al Qur’an yang sudah tidak ada sampulnya lagi.

(Salah satu Al Qur’an yang kondisinya sudah rusak dan masih digunakan oleh anak-anak di TPQ Nurul Iman)
“Ya beginilah kondisi Al Quran di TPQ Nurul Iman (sambil menunjukkan salah satu Al-Qur’an yang dimiliki santri), karena kondisinya di pedesaan dan banyak dari orang tua tidak mampu. Sehingga membelikan Al-Qur’an nya hanya sekali dalam jangka kurang lebih 6 tahun anak-anak belajar disini,” Ujar Ustadz Rosyid.

(Kondisi Al Qur’an di TPQ Nurul Iman)
Syukur Alhamdulillah, berkat kedatangan BWA membawakan wakaf Al Qur’an dari para wakif semua, kini TPQ Nurul Iman telah mendapatkan Al Qur’an baru. Ustadz Rosyid mengatakan, “saya ucapkan ribuan terima kasih kepada BWA dan para wakif atas Wakaf Al Qur’annya yang telah diberikan untuk TPQ kami.”
Ia pun melanjutkan, “inilah Al Qur’an wakaf dari BWA (sambil memegang Al Qur’an wakaf yang diamanahkan wakif kepada BWA), sangat bagus, bentuknya bagus, kertasnya bagus, dan yang paling utama saya sangat cocok karena ada garis-garisnya. Sehingga ke anak-anak mudah mengajari dan tidak kabur antara harakat dan titiknya.”

(Ustadz Abdur Rosyid sedang memegang Al Qur’an BWA)
“Kami ucapkan terima kasih kepada team yang sudah memberikan Wakaf Al Qur’an dari BWA, termasuk juga kepada pewakaf, mudah-mudahan Allah menggantinya di dunia maupun di akhirat. Dan kami doakan mudah-mudahan diberikan kelancaran, sukses, dan selalu menebarkan manfaat untuk umat Islam. Oleh karena itu dukung terus BWA untuk selalu wakaf Al Qur’an di BWA,” tutupnya di akhir pertemuan kami.
Update #24: Puluhan Tahun Digunakan Bergantian, Banyak Al-Qur’an di Pondok yang Sudah Rusak
Melanjutkan kegiatan distribusi di Jawa Timur, titik selanjutnya adalah Ponpes Bustanul Ulum yang berada di Desa Curah Kalong, Kec. Bangsalsari, Kab. Jember. Pondok Pesantren Bustanul Ulum ini termasuk ponpes tradisional yang ada di Kabupaten Jember dan sudah berdiri sejak puluhan tahun lamanya.
Tepat jam 9.30 waktu setempat, kami sampai di lokasi dan alhamdulillah kedatangan kami disambut baik dan antusias oleh Lora Ali selaku anak dari pimpinan ponpes dan juga merupakan pengurus di ponpes ini.

(Gus Ali ditemani salah seorang pengajar di ponpes sedang berbincang dengan tim BWA)
“Pondok ini berdiri sekitar tahun 80an, saya ucapkan banyak terima kasih kepada keluarga besar BWA yang mana datang ke pondok kami untuk membagikan Al-Qur’an, InsyaAllah sangat bermanfaat sekali atas bantuannya,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ali.
Menurut informasi yang kami terima dari Gus Ali, banyak Al Qur’an yang ada di pondok ini usianya sudah puluhan tahun lamanya dan kondisinya sekarang sudah banyak yang rusak dan sebenarnya sudah tidak lagi layak digunakan oleh para santri.
“Jenengan ketahui di sini Qur'an nya sudah hampir tidak layak digunakan (sambil mengambil salah satu Qur’an pada rak yang dipenuhi oleh Al-Qur’an usang), saking setiap hari digunakan sehingga menjadi seperti ini, dan di sini setiap harinya belajar Al Qur’an. Qur’an yang ada di sini memang dari santri dulu yang sudah lulus, dipakai terus sama adek-adeknya sampai saat ini, mau dicari dimana saja atau di kamar kondisinya semuanya seperti ini di sini,” kata Gus Ali.

(Gus Ali sedang menunjukan kondisi Al Qur’an yang ada di Pondok)
Dengan hadirnya BWA ke Pondok Pesantren Bustanul Ulum ini membawakan Al Qur’an, Gus Ali mengaku sangat senang sekali. Ini pertama kalinya ponpes yang didirikan oleh orang tuanya sejak tahun 80an mendapatkan bantuan berupa Al Qur’an.
“Mudah-mudahan BWA selalu sukses dalam menyampaikan amanah masyarakat yang suka mewakafkan Al-Qur’an, terus diberikan kekuatan dalam menjalankan tugasnya. Mudah-mudahan Allah membalas yang terbaik kepada BWA. Tidak pernah ada yang memberikan bantuan seperti ini sama sekali, jadi kami sangat senang sekali, saya yakin nanti para santri belajarnya tambah senang, semangat, karena mendapatkan Al Qur’an dengan kondisi yang bagus seperti ini, haqqul yakin,” ungkapnya dengan penuh rasa bahagia.

(Penyerahan Al Qur’an secara simbolis untuk Pondok Pesantren Bustanul Ulum)
Di akhir pertemuan Gus Ali pun mengajak kaum muslim untuk ikut berwakaf Al Qur’an melalui BWA. “Kepada semua kalangan masyarakat, khususnya di Jawa Timur, saya mengajak dan juga memohon pada panjenengan semua, untuk mari kita senang berwakaf, saling membantu, mewakafkan Al Qur’an kepada pondok pesantren atau mushola yang sangat membutuhkan Al Qur’an. Melewati BWA ini InsyaAllah dengan semangatnya dan amanahnya para pejuang di BWA ini tersampaikan dengan amanah.”
Update #23: Berbagi Kebaikan melalui Al-Qur’an Wakaf untuk Santri di Yayasan Darul Ulum
Pada kegiatan distribusi Al-Qur’an di wilayah Jawa Timur, tim berkesempatan untuk membagikan Al-Qur’an wakaf untuk adik-adik di Yayasan Darul Ulum di Probolinggo, Jawa Timur.
Yayasan Darul Ulum adalah salah satu yayasan yang berfokus pada anak-anak yatim piatu serta anak-anak yang kurang mampu dalam mendapatkan pendidikan formal dan non formal. Alhamdulillah berkat usaha dan kegigihan Kyai Abdul Latif, mereka kini bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

(Kyai Abdul Latif bersama Tim BWA)
BWA berkesempatan mengunjungi Yayasan Darul Ulum untuk bersilaturahmi serta mendistribusikan Al-Qur’an wakaf kepada santri-santri. Diharapkan dengan adanya bantuan ini bisa menunjang kegiatan para santri dalam membaca Al-Qur’an dan pembelajaran di sana. InsyaAllah kegiatan pendistribusian Al-Qur’an wakaf ini sejalan dengan impian dari pemimpin yayasan yaitu ingin memakmurkan Al-Qur’an di wilayahnya.

(Al-Qur’an untuk para santri)
“Sesuai dengan ide saya, akan meng-Qur’an kan anak masyarakat, dengan izin Allah kenyataannya, wakaf Al-Qur’an datang, saya sangat berterimakasih, maka saya utamakan anak didik saya, nanti selebihnya kami bagikan ke mushola sebelah, karena mushola sebelah juga mendidik Al-Qur’an, karena kami menerima wakaf, akan kami kasih nikmat juga beliau nanti, biar pak Kyai nya mudah dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak didiknya,” ujar Kyai Abdul Latif di kediamannya.
Di akhir pertemuan beliau mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para wakif yang telah berwakaf melalui BWA, “Mudah-mudahan yang mewakafkan ini akan dapat pahala dari Allah SWT, karena Al-Qur’an akan menjadi lentera besok di alam barzah, bagi yang mewakafkan dan yang mengantarkan semuanya sama nilainya ini”.
Update #22: Pondok Pesantren di Pelosok Jember Mendapatkan Al-Qur’an Baru
Rabu, 31 Juli 2024, tim melanjutkan distribusi Al-Qur’an ke beberapa ponpes, dan salah satunya adalah Ponpes Darul Arifin yang masih berada di Sumberbaru, tepatnya di Jl. PTPN XII, Paci, Desa Gelang, Kec. Sumberbaru, Kab. Jember. Sekitar jam 14.23 WIB kami sampai di lokasi bertemu dengan Ustadz Syamsul Arifin S. Pd. I, selaku penanggung jawab ponpes tersebut.
“Alhamdulillah kami kedatangan tamu dari BWA, kami sangat berterima kasih atas kedatangan panjenengan semua, suatu apresiasi dan kebanggaan bagi kami semua mewakafkan Al-Qur’an di sini. Alhamdulillah sudah kami terima sebanyak 60 Al-Qur’an, ini kebanggan karena kami menilai Al-Qur’an suatu kebutuhan rohani setiap hari yang harus terus menerus hati kita berta’aruf dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan cara dibaca,” ungkap Syamsul.

(Ustadz Syamsul sedang melihat Al Qur’an BWA)
Ia pun melanjutkan, “Ini mempermudah anak didik kami untuk memberikan pelajaran dan pemahaman Al-Qur’an, karena sulitnya akses kami untuk membeli Al-Qur’an, karena kami di pedalaman dan pegunungan. Semoga jenengan semua yang telah datang ke sini dibalas oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dibalas dengan surganya juga yang mewakafkan Al-Qur’an, dilipatgandakan pahalanya, diberikan keselamatan, dan bisa berjumpa kembali dalam keadaan sehat wal afiyah.”
Ustadz Syamsudin juga bercerita kepada tim BWA bagaimana kondisi Al-Qur’an yang ada di pondoknya sudah banyak yang sobek dan tidak lagi layak untuk dipakai. “Qur’an kami di sini kebanyakan kondisinya sudah tidak lagi layak untuk dipakai anak-anak didik kami. Banyak yang halamannya sudah sobek, sampulnya hilang, dan sebagainya,” ucap beliau.

(Kondisi Al-Qur’an yang lama di Pondok Darul Arifin)
“Kami menghimbau kepada kaum muslimin muslimat untuk saling membantu kepada saudara-saudara kita, baik yang diluar atau pedalaman, berkontribusi mewakafkan sebagian harta untuk Al-Qur’an ini melalui BWA. Khususnya Jawa Timur semoga bisa tersentuh semua dengan program BWA ini, bisa terus berkelanjutan, terakses semuanya, agar generasi selanjutnya menjadi insan yang berakhlakul karimah,” tutup Ustadz Syamsul di akhir pertemuan kami.
Sahabat wakaf semua, mudah-mudah Al Qur’an wakaf yang sudah sampai ke tangan para penghafal Al Qur’an di Ponpes Darul Arifin ini menjadi amalan jariyah untuk sahabat wakaf semua dan tentu saja menjadi bermanfaat untuk para santri penghafal Al Qur’an di pondok.
Update #21: Rasa Syukur dan Haru Santri Pondok di Probolinggo Dapat Al-Qur’an Satu-satu
Badan Wakaf Al-Qur’an kembali melakukan pendistribusian Al-Qur’an Wakaf untuk wilayah Jawa Timur, sebanyak 20.000 eks Al-Qur’an dari target 100.000 Al-Qur’an yang dibagikan ke berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, salah satunya adalah di Kabupaten Probolinggo.
Pondok Pesantren Nurul Anwar Jabung Sisir Paiton menjadi salah satu tempat pendistribusian Al-Qur’an wakaf kali ini. Di pondok pesantren ini, tim mendapatkan informasi bahwa banyak Al-Qur’an yang sudah tidak layak masih digunakan oleh para santri dikarenakan terbatasnya jumlah Al-Qur’an di sana.

(Al-Qur’an yang sudah rusak)
“Kita dapat informasi kalau di pondok ini Al-Qur’annya banyak yang sudah rusak, yang masih digunakan oleh para santri. Jadi ini merupakan salah satu titik prioritas kita dalam distribusi Al-Qur’an untuk Provinsi Jawa Timur. Alhamdulillah hari ini bisa berkunjung dan disambut dengan baik oleh pengurus pondok,” tutur Muhaemin, staff program BWA.

(Santri Pondok mendapatkan Al-Qur’an baru)
Kegiatan serah terima Al-Qur’an dilakukan di salah satu ruangan pondok. Raut bahagia dan haru nampak terlihat dari para santri yang merasa senang akhirnya memiliki Al-Qur’an baru yang bisa mereka gunakan untuk belajar dan meghafal.

(Kyai Anwar menerima Al-Qur'an BWA)
“Saya terima Al-Qur’an wakaf ini dan sangat bersyukur kepada BWA, kepada teman-teman yang sudah mengantarkan Al-Qur’an ke pesantren kami, karena Al-Qur’an disini ini ya sudah begini kondisinya, sudah banyak yang sobek, sampul depan nya sudah tidak dan ada, sangat gembira saya diwakafin Al-Qur’an oleh BWA bahkan dengan artinya (mushaf terjemah) sekalian,” ucap syukur Kyai Anwar selaku pimpinan Ponpes.
“InsyaAllah bukan hanya saya yang bersyukur, santri pun bersyukur insya Allah wali santri sangat bersyukur juga sudah dapat satu-satu, mudah-mudahan Wakaf Al-Qur’an ini bisa bermanfaat, mudah-mudahan berkah, dan yang mewakafkan mudah-mudahan Allah Subhanahuwata’ala memberikan balasan yang setimpal,” tutup beliau di akhir pertemuan kami.
Update #20: BWA Gelar Simbolis Distribusi 20.000 Al Qur’an Jawa Timur di Dispotmar Lantamal V Surabaya
Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) bekerja sama dengan Galena Group menggelar Simbolis Road Trip Distribusi 20 Ribu Al Qur’an Jawa Timur di kantor Dispotmar Lantamal V Armada II TNI AL Surabaya, Rabu, 31 Juli 2024. Kegiatan itu dilaksanakan penuh hikmat dan berjalan lancar. Kegiatan yang difasilitasi tempat oleh Dispotmar Lantamal V Armada II TNI AL, melalui Kepala Dispotmar Lantamal V, Letkol Laut (KH) Totok Prasetijo, S.IP., M. Han., itu didukung sepenuhnya oleh Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffadz Nahdlatul Ulama’ atau disingkat JQHNU Jawa Timur.
KetuaJQHNU Jawa Timur Dr. Drs. K.H. Ahmad Ahid Sofiyaji., S.Q., M.AP. yang sering disapa dengan Gus Ahid menyampaikan bahwa sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Hijr (15:9), “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar yang memeliharanya.”
Gus Ahid menyampaikan apresiasi secara khusus kepada Kepala Dispotmar Lantamal V, yang telah memfasilitasi terselenggaranya acara penuh dengan kemuliaan tersebut. Acara tersebut dibuka sekaligus ditutup dengan do’a oleh KH. Ali Maskuri selaku sekretaris JQHNU Jawa Timur dengan bacaan Ummul Kitab, Surah Al Fatihah.

(Penyerahan Al-Qur'an Secara Simbolis)
Road Trip Distribusi 20 Ribu Al Qur’an di Jawa Timur sebagai bagian dari proyek keumatan BWA dilaksanakan mulai tanggal 31 Juli sampai dengan tanggal 09 Agustus 2024 di bawah koordinasi Abadi, selaku Ketua Project Wakaf Al Qur’an dan Pembinaan disingkat – WAP Jawa Timur.
“Distribusi dilaksanakan meliputi 3 kabupaten, yakni Lumajang, Probolinggo dan Jember di daerah daerah terpelosok, terpencil dan terasing yang tidak bisa diakses oleh angkutan umum biasa,” kata Abadi.
Secara khusus dalam acara simbolis, Abah Hadi Suroso S.E., MM., sebagai Pimpinan mewakili Gus Krisna Didit Wiwaha, Founder dan Owner Galena Group, menjelaskan apa dan bagaimana sinergitas antara BWA dan Galena yang telah terjalin bertahun tahun lamanya selama ini dengan penuh dinamika suka dan duka mendistribusikan Al Qur’an di seluruh pelosok tanah air Indonesia.
Terkait dengan dukungan Dispotmar Lantamal V atas kegiatan tersebut disampaikan oleh Letkol Laut (KH) Totok Prasetijo, S.IP., M. Han.. “Dispotmar Lantamal V siap melibatkan personil untuk melakukan pendampingan sesuai dengan coverage area kewenangan Lantamal V mengikuti arahan Aspotmar dan Komandan Lantamal V Armada II TNI AL,” ujarnya.
Membuka sambutan di awal acara simbolis, Ustadz Slamet Sugianto selaku Area Manajer Jawa Timur, berharap semakin kokoh dan berkesinambungannya sinergitas antara Dispotmar Lantamal V, Jam’iyyatul Qurra’ Wal Huffadz Nahdlatul Ulama’ Jawa Timur, dan Galena Group dalam rangka mewujudkan kemaslahatan masyarakat maritim melalui distribusi Al Qur’an berikut pembinaan baca, tulis dan hafalannya, pengadaan air bersih dan pengelolaan ketahanan pangan melalui pertanian organik di Jawa Timur.
Update #19: 10.000 Al-Qur’an Sudah Selesai Didistribusikan di Jawa Timur
Alhamdulillah BWA sudah menyelesaikan distribusi Al-Qur’an tahap ke-3 untuk Jawa Timur. Kali ini BWA mendistribusikan Al-Qur’an untuk tiga kabupaten, yakni Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.
Bersama partner lapangan, BWA membagikan Al-Qur’an ke daerah-daerah pelosok di tiga kabupaten tersebut. Al-Qur’an dibagikan ke mushola, masjid, pesantren, TPQ, majelis taklim, serta masyarakat umum di sana.
Para santri sudah menerima Al-Qur'an dan Iqra wakaf.
Alhamdulillah Al-Qur’an mereka yang sebelumnya rusak, kini sudah diganti dengan yang baru. Adik-adik kita di TPQ dan pesantren kini bisa membaca, menghafalkan, dan mempelajari Al-Qur’an tanpa kendala.
Terima kasih kepada para wakif yang sudah berwakaf di BWA. Semoga ada lebih banyak lagi saudara-saudara kita yang terbantu di masa yang akan datang. Karena, insya Allah, distribusi kali ini bukanlah yang terakhir.
Hingga tercapai 100.000 Al-Qur’an untuk saudara kita di Jawa Timur, masih terbuka kesempatan untuk seluruh masyarakat menolong saudara kita yang belum memiliki Al-Qur’an di berbagai daerah di Jawa Timur.
Jangan lewatkan!
Update #18: Distribusi Al-Qur’an Wakaf di Ujung Pulau Jawa
BWA merealisasikan tahap kedua dari proyek Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP) di Jawa Timur. Kabupaten Banyuwangi sebagai kabupaten terujung di Pulau Jawa menjadi sasaran distribusi kali ini. Sebanyak 3.000 mushaf Al-Qur’an BWA dibagikan untuk masyarakat Banyuwangi.
Distribusi Al-Qur’an ini melibatkan berbagai komponen yang saling berkolaborasi, termasuk komunitas Dakwah Rogojampi yang dipimpin oleh Fahrul. Tim-tim lapangan dari Banyuwangi terlibat aktif dalam proses ini, mengantarkan Al-Qur’an di berbagai lokasi yang menjadi sasaran, termasuk masjid, mushola, TPA/TPQ, pesantren, dan masyarakat umum.

(Menggantikan Al-Qur'an yang Sudah Rusak dengan Al-Qur'an Baru)
Salah satu aspek penting dari kegiatan ini adalah fokus distribusi pada daerah-daerah terpencil dan pelosok, di mana pendidikan Al-Qur’an seringkali menghadapi tantangan aksesibilitas. Beberapa daerah yang BWA sasar antara lain di Kecamatan Rogojampi, Songgon, Sempu, Siliragung, Blimbingsari, dan Pesanggaran.
Dalam perjalanan distribusi ini, tim masih banyak menemukan kondisi Al-Qur’an yang sudah tidak layak pakai seperti di Masjid Baiturrohman di Pesanggaran dan Afdeling Pal IV di hutan PTPN.

(Al-Qur'an untuk Para Santri dan Siswa)
Hal ini tentu memprihatinkan terutama bagi TPQ yang masih aktif dan berkegiatan keislaman yang intens di sana.
Rasa syukur dan terima kasih disampaikan oleh salah satu pengurus masjid di sana. “Kami ucapkan banyak terima kasih, Al-Qur’an ini sangat berguna untuk siswa-siswi kami di TPQ, dimana bisa dilihat sendiri Al-Qur’an di sini sudah banyak yang kondisinya jelek,” ujar Bapak Ahmad.
Dukungan dari seluruh umat muslim sangat diperlukan untuk membantu BWA terus menyalurkan Al-Qur’an ke pelosok-pelosok nusantara melalui program WAP.
Mari bergabung dalam gerakan kebaikan ini.
Update #17: Murid MI Nurul Falah Rutin Bertadarus Sebelum Kegiatan Pembelajaran
Perjalanan distribusi Al-Qur’an dilanjutkan di pelosok daerah Bondowoso, Jawa Timur. Titik distribusi kali ini di Yayasan Nurul Falah, Desa Selatan Tenggir Tanah Wulan, Maesan Bondowoso.
Lembaga pendidikan ini berdiri sejak tahun 2012 dengan Ustadzah Waliatul Isnaini selaku Kepala Madrasah Ibtidaiyah Ustadzah. “Alhamdulillah kegiatan pendidikan kami di sini terus berjalan dan Haflah wisuda tahun 2023 ini sudah yang ke 5 dengan jumlah santri 45 orang peserta didik,” tutur Ustadzah Aini.

(Al-Qur’an untuk Murid-murid MI)
“Kami membuat lembaga pendidikan di salah satu daerah terpencil seperti ini tujuannya memang agar dapat meningkatkan minat pendidikan masyarakat terhadap generasi muda. Agar tidak ada lagi persoalan putus sekolah, pendidikan rendah dan dapat mengenalkan akidah dan ajaran islam sejak dini,” lanjutnya.
Rutinitas kegiatan MI Nurul Falah setiap pagi sebelum mengawali pendidikan adalah para siswa-siswi diwajibkan tadarusan Al-Qur’an. Salah satu program di sana yaitu Satu Hari Satu Ayat. Adapun pelajaran yang diajarkan di MI Nurul Falah yaitu pembelajaran Aqidah, fiqih, bahasa Arab, dan pelajaran umum.
“Tadarus Al-Qur’an diwajibkan agar membiasakan anak-anak cinta kepada Al-Qur’an. Saat ini kondisi Al-Qur’an di sekolah sangat kekurangan. karena keterbatasan jadi satu Al-Qur’an digunakan oleh 2-3 anak. Kami dari yayasan sudah sering mengajukan ke pemerintah seperti Kemenag, ke desa tapi hanya disuruh menunggu, hingga saat ini belum pernah ada realisasi,” cerita Ustadzah Aini tentang kondisi Al-Qur’an di sekolah.

(Al-Qur’an ini Sangat Bermanfaat Bagi Mereka)
Di akhir pertemuan, Ustadzah Aini mewakili para guru dan murid di MI Nurul Falah mengucapkan rasa terima kasih dan syukurnya atas Al-Qur’an wakaf yang diterima.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh wakif BWA yang telah mensuport membantu pengadan Al-Qur’an untuk anak didik sekolah kami. Semoga anak-anak semakin semangat dalam belajarnya semoga menjadi pahala jariyah untuk para pewakaf Al-Qur’an. Aamiin,” tutupnya seraya mendoakan.
Update #16: Menitipkan Pahala Melalui Para Santri
Ahad 17 September 2023, tim BWA berangkat menuju Lereng Ijen, bukan untuk berwisata, melainkan menyampaikan amanah Al-Qur’an Wakaf untuk disampaikan ke pelosok-pelosok desa di sana.
Tujuan tim kali ini di Dusun Blawan, Desa Kalianyar, Kec. Ijen, Kab.Bondowoso. Dari kota perjalanan ditempuh dengan jarak sekitar 3 jam naik turun bukit masuk wilayah PTPN XII. Sampai di daerah Blawan, tim bertemu dengan Bapak Ustadz Sofi di TPQ Mustanul Ulum.
Saat masuk ke dalam TPQ tim melihat kondisi Al-Qur’an satu rak penuh dengan kondisi yang rusak semua. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Namun tidak membuat kecil semangat anak-anak yang belajar mengaji di sana. Ada kurang lebih 60-an santri yang datang mengaji Al-Qur’an dan Iqra’ saat kami datang.

(Kebahagiaan Mereka Mendapatkan Al-Qur’an Baru)
Tim langsung membagikan tiga dus Al-Qur’an yang berisi 60 mushaf dan juga 20 eksemplar Iqra’. Alhamdulillah terlihat semua anak-anak TPQ antusias berebutan ingin mendapat Al-Qur’an. Ternyata jumlah Al-Qur’an yang kami bawa pas sesuai dengan para santri.
“Sebagai lulusan pondok pesantren yang saat ini bekerja sebagai buruh tani di pemukiman terpencil Dusun Blawan, saya merasa tergugah karena banyak anak-anak kecil tidak ada yang mengajari mengaji. Sebab itu saya membangun TPQ Mustanul Ulum di samping rumah milik PTPN ini dan mulai mengajar sejak tahun 90an. Alhamdulillah sampai sekarang beginilah kondisinya. Anak-anak mengaji di sini semua mulai dari iqra’ sampai Al-Qur’an banyak yang sudah khatam. Saya ustadz kampung di sini hanya cari berkahnya saja,” cerita Ustadz Sofi kepada tim BWA.
Ustadz Sofi menyampaikan rasa syukur dan terimakasihnya kepada BWA dan para wakif atas bantuan Al-Qur’an yang diterima. “Sekali lagi terima kasih kepada para wakif semoga Al-Qur’an ini menjadi pahala jariyah. Bila berkenan suatu saat datang lagi ke lereng Gunung ijen insyaallah kami juga siap membantu mengantarkan ke dusun-dusun lain yang mungkin saat ini belum kebagian Al-Qur’an,” tutup beliau.
Update #15: Lewati Jalan Berbatu, Sampaikan Amanah Al-Qur’an Wakaf di Pelosok Jawa Timur
Tim BWA memulai kegiatan distribusi Al-Qur’an wakaf untuk wilayah Jawa Timur. Sabtu 16 September 2023, tim mendistribusikan Al-Qur’an ke salah satu pelosok daerah di Bondowoso tepatnya di Desa Kretek, sekitar 12 km arah timur Lereng Gunung Penataran.
Akses jalan menuju Desa kretek tergolong kurang baik, karena banyak jalan berbatu yang dapat mengakibatkan kendaraan mudah tergelincir. Mayoritas masyarakat di sini bekerja sebagai pekerja tani.
Tim BWA datang membawa 120 Al-Qur’an yang dibagikan kepada masyarakat umum dan taman pengajian. Tiba di Balai Desa Kretek, kami bertemu dengan Bapak Khusnu selaku kepala desa Kretek yang sudah menunggu sebelumnya.

(BWA menjelaskan Al-Qur'an Wakaf kepada Bapak Khusnu)
“Sudah 2 tahun selama saya menjabat belum pernah ada bantuan Al-Qur’an seperti ini yang datang. Di Desa Kretek ada 8 dusun 5 masjid dan 9 Musolah, dan di tiap dusunnya terdapat TPQ (Taman Pendidikan Quran). Jumlah masyarakat Desa Kretek ada 1.836 jiwa dan untuk Pesantren di sini belum ada. Sementara fasilitas khusus untuk anak-anak mengaji seperti Al-Qur’an sudah banyak yang tak layak pakai secara fisiknya jadi masyarakat sangat membutuhkan,” cerita Bapak Kades.
“Alhamdulillah BWA sudah datang ke desa kami. Kami sangat bersyukur sekali karena BWA membawa pedoman hidup untuk masyarakat kami yakni Al-Qur’an. Mayoritas Desa Kretek ini beragama Islam. Akses temen-temen menuju ke dusun harus menggunakan ojek Gunung, saya pesan agar di perjalanan berhati-hati karena jalannya kecil berbatu di kanan kiri banyak terdapat jurang,” ucap syukur Bapak Kades.

(Al-Qur'an untuk Muslim di Bondowoso, Jawa Timur)
Perjuangan tim BWA untuk mendistribusikan Al-Qur’an wakaf di pelosok Jawa Timur tidaklah mudah. Kami memohon doa dari para wakif untuk bisa terus amanah menyampaikan Al-Qur’an wakaf ini bagi mereka yang membutuhkan.
Mari dukung terus dan berpartisipasi dalam project Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan untuk Jawa Timur. Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan langkah kita dalam kebaikan, aamiin.
Update #14: Empat Kabupaten di Jatim Dapat Bantuan Al-Quran dari BWA
Pelepasan secara simbolis distribusi Wakaf Al-Qur'an BWA di Jawa Timur dilakukan pada Jumat (15/9) di Warung Dhuafa Gratis Galena, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).
Hadir pada acara tersebut sejumlah Forkompinda antara lain Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jatim H. Imam Hidayat S.Sos., M.M. yang mewakili Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj Khofifah Indar Parawansa M.Si., yang berhalangan hadir karena kegiatan lain di waktu yang sama, Kabid Urais Binsyar Kanwil Kemenag Provinsi Jatim, H. Misbakhul Munir mewakili Kakanwil Kemenag Jatim.
Selain itu, hadir pula KH Imam Sa'duddin Sekretaris Umum MUI Kab. Sidoarjo mewakili MUI Jatim, AKP I Gusti Agung Ananta Pratama Kapolsek Sidoarjo Kota dan Danramil 0816/01 Sidoarjo Kapten Chb Kamsuri. Hadir pula beberapa wakif BWA.

(Pelepasan Secara Simbolis)
Acara tersebut berlangsung penuh hikmat dan dalam suasana penuh keakraban. Sejumlah 10 ribu eksemplar al-Quran akan didistribusikan di empat kabupaten di Jatim. Empat kabupaten tersebut adalah Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Tuban.
Pelepasan distribusi secara simbolis dilakukan oleh Kabiro Kesra Pemprov H. Imam Hidayat S.Sos., M.M. mewakili Gubernur Jatim kepada Founder & Owner Galena Group, Krisna Didit Wiwaha dengan didampingi Chief Of Networking BWA Hazairin Hasan untuk didistribusikan sesuai dengan yang telah ditentukan.
Dalam sambutannya yang mewakili Kakanwil Kemenag Jatim H Misbakhul Munir mengatakan,“Karena kebutuhan Al-Qur’an yang sangat tinggi di Jatim ini, Kemenag Jatim banyak mengucapkan terima kasih kepada BWA atas andil besar dalam membantu memenuhi kebutuhan Al-Qur’an di Jatim ini."
"Mudah-mudahan gerakan wakaf ini nanti membawa keberkahan dan memberikan manfaat bagi umat,” ungkap Misbakhul.
Imam Hidayat yang juga mewakili dari Gubernur Jatim mengatakan, “Mewakili beliau (Gubernur Jatim), kami menyambut baik kegiatan BWA dan Galena dalam rangka membagikan mushaf Al-Qur’an ke berbagai daerah di pelosok Jawa Timur ini.”
"Diharapkan akan lahir lebih banyak lagi generasi Quran yg nantinya akan menebarkan kebaikan dan kedamaian. Terima kasih kepada BWA karena program ini bisa menjadi salah satu pemicu dalam rangka meningkatkan kesolehan sosial," ungkapnya.
Update #13: Pelepasan Distribusi Al-Qur’an Wakaf untuk Empat Kabupaten di Jawa Timur
Pelepasan secara simbolis distribusi Wakaf Al-Qur'an BWA untuk empat kabupaten di wilayah Jawa Timur dilakukan pada hari Jum'at, 15 September 2023 yang lalu di Warung Dhuafa Gratis Galena, Sidoarjo, Jawa Timur.
Hadir pada acara tersebut sejumlah Forkompinda antara lain: Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jawa Timur, H. Imam Hidayat S.Sos., M.M. mewakili Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj Khofifah Indar Parawansa M.Si., yang berhalangan hadir karena kegiatan lain di waktu yang sama, Kabid Urais Binsyar Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, H. Misbahul Munir mewakili Kakanwil Kemenag Jawa Timur, KH Imam Sa'duddin Sekretaris Umum MUI Kab. Sidoarjo mewakili MUI Jawa Timur, AKP I Gusti Agung Ananta Pratama Kapolsek Sidoarjo Kota dan Danramil 0816/01 Sidoarjo Kapten Chb Kamsuri. Di samping beberapa tokoh tersebut, hadir pula beberapa wakif BWA.

(Kegiatan Pelepasan Distribusi Al-Qur'an)
Selepas shalat Jum'at, acara pelepasan berlangsung khidmat dan dalam suasana penuh keakraban. Sejumlah 10.000 eksemplar Al-Qur’an wakaf didistribusikan di 4 kabupaten di Jawa Timur. 4 kabupaten tersebut adalah Kab. Situbondo, Kab. Bondowoso, Kab. Banyuwangi, dan Kab. Tuban.
Pelepasan distribusi secara simbolis dilakukan oleh Kabiro Kesra Pemprov H. Imam Hidayat S.Sos., M.M. mewakili Gubernur Jatim kepada Founder & Owner Galena Group, Krisna Didit Wiwaha dengan didampingi Chief of Project BWA, Hazairin Hasan untuk didistribusikan sesuai dengan yang telah ditentukan.
Acara ditutup dengan do'a oleh Sekum MUI Sidoarjo KH. Imam Sa'duddin dan foto bersama seluruh tim BWA se Jawa Timur.
Update #12: Jamaah Musholla di Pelosok Bojonegoro, Jawa Timur Mendapat Al-Qur’an Wakaf
Salah satu fokus titik sasaran distribusi Al-Qur’an BWA adalah lokasi-lokasi yang sulit dijangkau, seperti di pelosok-pelosok daerah yang sangat membutuhkan Al-Qur’an. Salah satunya di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Bojonegoro, menjadi target titik distribusinya.
Tim BWA berkesempatan mendistribusikan Al-Qur’an wakaf di wilayah Kabupaten Bojonegoro, lokasi yang didatangi yaitu Musholla Ar-Rahmah yang berada di Dusun Suryo, Desa Kalangan, Kabupaten Bojonegoro.

(Musholla Ar-Rahmah)
jarak yang harus ditempuh tim dari titik pen-dropingan Al-Qur’an untuk bisa sampai ke Musholla tersebut, kurang lebih 7 km dengan medan jalan yang hanya bisa dilewati oleh satu mobil saja, dengan kondisi jalan yang sebagaian besar rusak parah, jalan yang masih berupa batu-batu sungai yang disusun. Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam wajtu 30-40 menit, harus dilewati satu sampai dua jam perjalanan dikarenakan kondisi jalan yang rusak.

(Al-Qur’an dan Iqro untuk Jamaah Musholla)
Sesampainya di Musholla Ar-Rahmah, tim BWA disambut oleh Bapak Joko selaku pengurus Musholla Ar-Rahmah, beliau menceritakan sedikit dari asal usul terbangunnya mushola ini. “Dulu itu sebelum adanya Musholla ini, kalo mau ke masjid itu jauh sekali, harus jalan kaki dulu sejauh 1.5 km untuk bisa sampai di masjid, nah dari situ lah akhirnya para orang tua memutuskan untuk membangun Musholla ini agar lebih dekat dan mudah lagi dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT,” kenang Pak Joko.
“Saya ucapkan terima kasih kepada BWA yang saat ini telah membantu kami dalam mensyiarkan agama Islam, terutama di wilayah Desa Kalangan yang ada di pelosok ini, yang sangat ujung Bojonegoro yang berbatasan dengan Ngawi,” lanjutnya.

(Kondisi Al-Qur’an yang Rusak)
“Banyak masyarakat yang ingin mengembangkan syi’ar Islam ini, dari anak-anak, bapak-bapak, setiap malam Kamis Legi ada rutinan, itu perlu ada motivasi, dan masih banyak sekali kekurangan Al-Qur’an, di sini saya sangat mendukung dan sangat berterima kasih dengan adanya wakaf Al-Qur’an, semoga apa yang diberikan ke kami bisa bermanfaat, barokah,” tutup Pak Joko seraya mendoakan.
Update #11: Al-Qur’an untuk Anak-anak Desa Sobo Trenggalek Belajar Mengaji
Kabut terus menyelimuti perjalanan tim BWA saat menyalurkan bantuan Al-Qur’an amanah dari para wakif sekalian. Tak lama berselang hujan pun mulai turun menambah hawa dingin khas daerah dataran tinggi.
Sesekali tim BWA bertemu dengan warga yang hendak pulang ke rumah kembali ke keluarga mereka masing-masing, setelah seharian mereka bekerja di kebun. Dengan jarak pandang yang terbatas, kami harus mengendarai kendaraan dengan ekstra hati-hati menyusuri jalanan yang berliku dan menanjak, sambil ditemani aroma cengkeh dari perkebunan warga.

(Kondisi jalan yang berkabut menuju ke Desa Sobo)
Akhirnya kami pun sampai ke tempat yang hendak kami tuju, yaitu TPA Al-Muttaqin tepatnya berada di Desa Sobo, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Setelah selesai melaksanakan solat maghrib berjamaah, kami diajak menuju ke rumah Ustadz Muhammad Agung Hamami, beliau merupakan salah satu guru di TPA Al-Muttaqin.
“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada BWA dan para wakif atas bantuan Al-Qur’an nya, nantinya Al-Qur’an ini akan kami gunakan untuk anak-anak mengaji,” ujar pria yang akrab disapa Agung. Berdasarkan informasi yang BWA dapatkan dari beliau, TPA ini memiliki jumlah santri sebanyak 80 anak, yang kebanyakan berasal dari Desa Sobo.

(Ustadz Muhammad Agung, salah satu pengajar di TPA Al-Muttaqin)
Dengan lokasinya yang jauh dari perkotaan, tentu ketersediaan Al-Qur’an menjadi salah satu masalah yang harus dihadapi oleh TPA Al-Muttaqin, “Al-Qur’an yang saat ini ada di TPA ataupun di Masjid, jumlahnya belum cukup untuk dipakai oleh semua santri. Terkadang mereka harus menggunakannya dengan bergantian pak. Tentu saja bantuan Al-Qur’an ini sangat bermanfaat bagi kami, dan ini merupakan yang pertama kali ada bantuan Al-Qur’an yang datang kesini,” ujar Ustadz Agung kepada tim BWA.

(Kondisi Al-Qur’an di TPA Al-Muttaqin)
Menurut Ustadz Agung, antusiasme masyarakat di Desa Sobo dalam hal belajar Al-Qur’an sangatlah tinggi, “antusiasme masyarakat untuk belajar Al-Qur’an sangat tinggi, karena hampir semua anak-anak di Desa Sobo ini ikut belajar di TPA. Para orang tua pun rela menunggu anaknya dari jam 2 siang hingga 4 sore, maklum namanya anak-anak kadang kalo ditinggal oleh orang tua nya suka nangis,” ucap beliau.
Selain TPA, ternyata masyarakat di Desa Sobo ini juga masih memerlukan Al-Qur’an. Al-Qur’an yang mereka miliki saat ini usia nya sudah puluhan tahun, menyebabkan kondisinya sekarang sudah tidak layak untuk dipakai. Taraf ekonomi yang rendah menyebabkan masyarakat kurang memprioritaskan Al-Qur’an.
Pendapatan mereka sehari-hari hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok saja, sehingga untuk Al-Qur’an mereka dengan terpaksa masih menggunakan Al-Qur’an mereka yang lama yang kondisinya sudah lusuh dan ada beberapa halaman yang hilang.
Di akhir pertemuan kami, Ustadz Agung menghimbau kepada kaum muslim di seluruh Indonesia untuk ikut serta bersama BWA mendistribukan Al-Qur’an di wilayah Jawa Timur. “Seperti yang sudah saya sampaikan tadi, masyarakat di Desa Sobo ini khususnya TPA-TPA yang ada disini masih sangat membutuhkan Al-Qur’an. Untuk itu saya mengajak kepada kaum muslim di seluruh Indonesia untuk berwakaf di BWA, agar masyarakat di Desa Sobo ini, baik anak-anak maupun orang dewasa bisa memiliki Al-Qur’an sehingga mereka bisa semakin memahami dan mengamalkan Al-Qur’an,”.
Update #10: Menciptakan Generasi yang Cinta Al-Qur’an
TPQ Al-Bab terletak di Dusun Bandung Kalangan Sumberjo, Bojonegoro Jawa Timur. Untuk menuju kesana, akses yang harus ditempuh cukup sulit. Tim harus berjalan kaki sejauh 500 meter melewati pesawahan dari parkiran mobil yang dititipkan di salah satu halaman rumah warga setempat untuk membawa Al-Qur’an. Karena akses yang tidak bisa dilewati oleh mobil, tim memutuskan untuk berjalan kaki untuk membawa Al-Qur’an yang akan dibagikan.

(Al-Qur’an untuk TPQ Al-Bab)
Sesampainya di TPQ Al-Bab tim di sambut oleh Ustadz Saefudin selaku pimpinan TPQ Al-Bab, “Pada tahun 2014 saya merintis TPQ ini untuk anak-anak. Alasannya karena saya kepingin untuk di wilayah sini muncul generasi Qur’an yang ga asal baca aja,” tutur beliau.
“Karena ketika hanya asal baca, seperti burung saja yang bisa di ajari Bismillah. Kita ingn belajar yang sesuai dengan ajaran agama, kepingin menjadi khoirukum, kepengen menjadi orang yang sebaik-baiknya umat Rasulullah, oleh karena itu kita belajar Al-Qur’an. Dan alhamdulillah anak-anak yang ngaji sekarang sudah tambah banyak,” cerita Ustadz Udin kepada tim BWA.

(Anak-anak Tengah Khusyuk Belajar Al-Qur’an)
Terakhir beliau mengucapkan terimakasih kepada tim BWA yang telah datang jauh-jauh dari jakarta. “Terima kasih banyak kepada BWA yang sampai ke sini untuk mentasyarufkan Al-Qur’an ini, semoga bermanfaat dan yang menjadikan amalan ini bisa di terima oleh Allah SWT dan menjadi infaq, dan mudah-mudahan untuk yang mewakafkan Al-Qur’an kepada semua lapisan masyarkat diterima amalnya oleh Allah SWT, serta menjadi umatnya Nabi yang di cintai oleh Nabi, dan bersama-sama nanti masuk syurga bersama nabi dengan Al-Qur’an yang di wakafkan ini,” tutup Ustadz Saefudin seraya mendoakan kebaikan untuk para wakif.
Update #9: Bantuan Al-Qur’an Pertama Untuk Madrasah di Daerah Terpencil di Trenggalek
Daerah terpencil memang menjadi prioritas BWA dalam penyaluran wakaf Al-Qur’an. Tak jarang tim BWA harus menempuh perjalanan yang sulit dan melelahkan agar bisa sampai ke lokasi-lokasi terpencil yang sulit untuk dijangkau.
Salah satu daerah terpencil di Jawa Timur yang tim BWA sambangi adalah Desa Ngrambingan, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek. Akses menuju ke desa tersebut sangatlah sulit bahkan bisa dikatakan ekstrim, jalan menanjak yang curam dengan belokan tajam harus tim BWA lalui untuk bisa sampai ke desa tersebut. Beberapa kali kendaraan yang kami tumpangi harus jalan bergantian dengan kendaraan dari arah berlawanan dikarenakan jalan yang sempit.

(Perjalanan menuju Desa Ngrambingan)
Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam akhirnya tim sampai di Desa Ngrambingan. Lokasi yang kami tuju saat ini adalah salah satu madrasah diniah yang ada di desa tersebut tepatnya ialah Madrasah Diniah Ar Rohman, atau warga setempat biasa menyebut Madin Ar Rohman.
Berdasarkan informasi yang tim BWA dapatkan dari Ustadz Adi selaku pengajar disana, Madin Ar Rohman ini sudah berdiri sejak tahun 2015. “Madrasah ini sudah berdiri sejak tahun 2015, tepatnya 24 April 2015. Sebelum adanya bangunan madrasah, kami biasa menempati mushollah untuk kegiatan belajar mengajar. Dan Alhdulillah tahun ini santri kami sudah berjumlah 70 orang,” ujar pria berusia 33 tahun tersebut.

(Ustadz Adi, salah satu pengurus Madin Ar Rohman)
Namun sangat disayangkan, kedatangan tim BWA kesana bertepatan dengan hari libur para santri. Kegiatan belajar mengajar di Madin ini dilakukan setiap hari Senin-Sabtu mulai dari pukul 14.00 hingga 16.00.
Datangnya Al-Qur’an dari BWA ini merupakan pertama kali ada bantuan yang sampai ke Madin Ar Rohman ini, dikarenakan Madin ini berada di daerah terpencil sehinga jarang tersentuh bantuan. “Sejak pertama kali didirkan, ini baru pertama kalinya kami mendapatkan bantuan Al-Qur’an. Untuk itu saya mewakili para santri mengucapkan ribuan terima kasih untuk tim BWA, bantuan Al-Qur’an ini sangat kami butuhkan. Mudah-mudahan ini menjadi pahala jariyah untuk kaum muslim yang sudah mewakafkan Al-Qur’an ini. Semoga BWA kedepan semakin sukses lagi agar semakin banyak daerah-daerah terpencil seperti kami ini yang bisa mendapatkan bantuan Al-Qur’an,” ucap Ustadz Adi dengan terharu.

(Kondisi Al-Qur’an di Madin Ar Rohman)
Terakhir beliau menyampaikan, masih banyak Madin-madin ataupun musholla di Desa Ngrambingan dan sekitarnya yang memerlukan bantuan Al-Qur’an, mengingat Desa ini sangat jauh dari kota sehingga untuk bisa mempunyai Al-Qur’an masyarakat disini cukup kesulitan. Ustadz Adi Berkata “Masih banyak madrasah-madrasah ataupun musholla di desa kami ini dan sekitarnya yang memerlukan Al-Qur’an. Untuk itu saya mengajak kepada kaum muslim semua mari berwakaf Al-Qur’an di BWA, agar kami masyarakat-masyarakat di daerah terpencil ini bisa memiliki Al-Qur’an.”.
Update #8: Alhamdulillah Al-Qur’an yang Lusuh Diganti Dengan Al-Qur’an Baru dari BWA
Langit pagi yang cerah di Desa Sumberejo, BWA mendistribusikan Al-Qur’an ke salah satu pondok pesantren yang ada di sana. Ini merupakan lokasi pertama pendistribusian Al-Qur’an BWA di Jawa Timur tepatnya berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Sanan Kulo, Kabupaten Blitar. Pondok pesantren yang tim BWA datangi ini bernama Perwira Al-Qur’an Al-Burhani.
Yang unik dari pondok pesantren ini adalah selain program tahfidz yang sudah umum kita temui di pondok manapun, ada juga program wirausaha nya. Oleh karena itu pondok pesantren ini disingkat menjadi Perwira, yaitu Pesantren Wirausaha. Para santri selain menghafal Al-Qur’an juga diberikan ilmu tentang wirausaha dengan harapan selain memiliki hafalan Al-Qur’an para santri juga memiliki skill tentang berwirausaha.
Di sana tim BWA bertemu dengan Ustadz Rofiq, beliau merupakan salah satu pengurus di ponpes ini. Di bangunan yang sederhana inilah, para santri yang berasal dari berbagai daerah datang untuk menghafal Al-Qur’an sekaligus mendapatkan ilmu tentang berwirausaha.
Beliau bercerita mengenai sejarah ponpes ini. “Bangunan pondok pesantren ini dulunya merupakan rumah keluarga besar saya. Kemudian kami keluarga besar sepakat daripada rumah ini kosong tidak termanfaatkan lebih baik digunakan sebagai tempat para santri untuk menghafal Al-Qur’an. Alhamdulillah sudah berjalan selama 4 tahun, dan ponpes ini Alhadulillah tidak dipungut biaya sepeser pun,” pungkasnya.

(Para santri sedang melakukan tadarus Al-Qur’an)
Aktifitas para santri memang full untuk menghafal Al-Qur’an sambil diselingi kegiatan pelatihan wirausaha. Aktifitas para santri sudah dimulai sebelum matahari terbit hingga selepas Isya, sepanjang waktu itu para santri tidak pernah lepas dari memegang Al-Qur’an. “Alhamdulillah para santri setiap hari fokus untuk menghafal Al-Qur’an, sehingga ketersediaan Al-Qur’an di pondok ini memang sangat dibutuhkan. Sedangkan kondisi Al-Qur’an di pondok kami ini sudah banyak yang rusak dan lusuh, halaman nya sudah banyak yang hilang. Sehingga menganggu proses menghafal para santri,” ujar Ustadz Rofiq.

(Kondisi Al-Qur’an yang ada di pondok)
Beliau pun menambahkan, “untuk memenuhi kebutuhan Al-Qur’an, para santri biasanya membeli sendiri itupun bagi mereka yang mampu. Bagi yang tidak mampu dengan terpaksa mereka harus menggunakan Al-Qur’an yang ada di pondok.”
Selain digunakan para santri Al-Qur’an yang ada di pondok juga biasanya digunakan oleh masyarakat sekitar. Karena memang lokasi pondok berada ditengah-tengah perkampungan, sehingga masyarakat biasanya ikut solat di pondok dan juga tadarusan disana. “Selain santri, masyarakat di sekitar pondok juga sering menggunakan Al-Qur’an disini, terutama ketika datang bulan Ramadhan. Alhamdulillah dengan datangnya bantuan Al-Qur’an dari BWA ini, kami para santri maupun masyarakat sekitar sangat berterima kasih. Bantuan Al-Qur’an ini sangat kami butuhkan karena sebelumnya kami belum pernah mendapatkan bantuan Al-Qur’an sebanyak ini,” ucap Ustadz Rofiq dengan wajah berseri-seri.

(Ustadz Rofiq sedang memegang Al-Qur’an BWA)
Dengan datangnya bantuan Al-Qur’an ke Perwira Al-Qur’an Al-Burhani ini, Alhamdulillah para santri bisa memiliki Al-Qur’an yang layak untuk digunakan menghafal, masyarakat juga bisa menggunakan Al-Qur’an ini untuk dibaca maupun dipelajari. Terima kasih para wakif semoga ini menjadi amalan jariyah untuk para wakif semua.

(Para santri mendapatkan bantuan Al-Qur’an dari BWA)
Update #7: Pelatihan Baca Quran Metode Abyan dan Distribusi Al Qur’an di Magetan
Hari kedua BWA melakukan distribusi dan kegiatan Pembinaan Baca Qur’an metode abyan di Magetan, tepatnya di desa Belotan. Di desa tersebut BWA mendatangi beberapa masjid dan mushola yang membutuhkan alquran, lalu menyerahkan amanah Al Qur’an dari para wakif.
Tim BWA berkesempatan hadir di kegiatan TPQ di Masjid Soleh. Anak-anak yang baru selesai mengaji bercengkerama sebentar dengan tim BWA untuk menanyakan kondisi Al Qur’an di Kegiatan TPQ. Ternyata banyak Al-Qur’an milik anak-anak TPQ yang kondisinya sudah jelek dan sampulnya yang patah. Untuk itu tim BWA menggantinya dengan mushaf baru. Mewakili Guru TPQ, Bapak Hadi mengucapkan terimakasih kepada tim BWA atas bantuan Al Qur’an yang sangat berguna bagi kegiatan TPQ di Masjid Sholeh.

(Kegiatan di Masjid Soleh Magetan)
Setelah kegiatan distribusi, sore hari selepas Asar BWA mengadakan pelatihan Abyan. Dihadiri kurang lebih 35 peserta yang didominasi lansia. Banyak diantara mereka yang kesulitan membaca Al Qur’an. Pak Sanimin, 80 tahun, Salah seorang peserta mengatakan kepada kami dengan bahasa jawa yang agak terbata beliau menyampaikan, “Saya hafal Al Fatihah dan beberapa surat terutama yang qulhu tapi saya tidak bisa baca Al Qur’an sama sekali,”.
Mendengar cerita tersebut tim merasa terharu dengan semangat beliau yang di usia senja masih punya kegigihan untuk belajar. Maklum daerah yang disasar BWA ini menurut tim IOF Magetan adalah daerah yang dulunya sangat sedikit sekali ada pembinaan keislaman. Apalagi dulu pas zaman masih ada PKI, ada ketakutan masyarakat untuk belajar islam/menampakkan keislamannya sehingga masyarakat menjadi awam dengan Islam.

(Pelatihan Mengaji Metode Abyan di Magetan)
Kegiatan abyan berlangsung lancar, beberapa kali peserta terlihat berusaha keras menghafalkan huruf hijaiyyah yang dirangkai sehingga menjadi bacaan ayat Al Qur’an. Adzan magrib berkumandang tim BWA menutup sesi pelatihan abyan dengan Tim Indonesia Mengaji BWA dan mengajak masyarakat agar tetap bersemangat berlatih menggunakan modul yang diberikan.
Update #6: Sinergi BWA, Galena, dan IOF Distribusikan 5.000 Mushaf Al-Qur’an untuk Jawa Timur
Saat mengawali kegiatan distribusi WAP Jatim tahap pertama, BWA bekerjasama dengan Galena untuk mengisi kajian di Warung Rakyat yang dibuat di Markas Galena. Program Warung Rakyat Galena ini sudah lama diadakan rutin setiap habis shalat dhuhur untuk membantu masyarakat sekitar markas Galena agar mendapatkan makan siang secara gratis.
Ada Sekitar 35 Masyarakat dhuafa setempat yang datang meramaikan warung rakyat Galena. Sebelum acara dimulai ustadz Marsi selaku perwakilan dari BWA memberikan tausiyah kepada masyarakat tentang pentingnya bersyukur dalam kondisi apapun. Menambah keakraban, Pak Krisna selaku Owner Galena juga memberikan tausiyah kepada masyarakat yang hadir serta menanyakan siapa yang belum memiliki Al Qur’an.

(Kegiatan di Warung Rakyat Galena)
“InsyaAllah ini ada Al-Qur’an dari BWA. Untuk bapak ibu sekalian yang Al-Qur’annya sudah rusak atau tidak punya bisa diambil setelah acara,” ucap beliau di penghujung acara.
Pasca makan siang masyarakat antri untuk mendapatkan mushaf Al Qur’an wakaf. Masyarakat sangat antusias antri mendapatkan Al Qur’an karena banyak diantara mereka ada yang belum memiliki mushaf di rumahnya. Setelah kegiatan di Warung Rakyat BWA berkoordinasi dengan Galena dan IOF untuk merencanakan skema distribusi di 4 Kabupaten yakni Magetan, Ponorogo, Madiun dan Nganjuk.
Update #5: Perjalanan DIstribusi Al-Qur’an Wakaf di Pesisir Selatan Jawa Timur
Dewasa ini, seiring majunya teknologi dan mudahnya budaya luar yang masuk, membuat tokoh-tokoh muslim di Jawa Timur khususnya khawatir akan akidah generasi-generasi muda penerus bangsa ini. Padahal di Jawa Timur terkenal akan pesantren-pesantren besar yang banyak menghasilkan da’i-da’i nasional bahkan internasional.
BWA yang memiliki program Wakaf Al Qur’an dan Pembinaan (WAP) untuk wilayah Jawa Timur melihat hal ini sebagai tantangan dalam hal mensupport para da’i lokal di sana yang sedang berjuang dalam kegiatan dakwah. Banyak kendala yang dialami. Ada beberapa wilayah di pelosok Jawa Timur yang medannya ekstrim dan terbilang sulit untuk diakses. Dibutuhkan juga support Al-Qur’an fisik karena memang masih banyak ditemukan musholla ataupun masjid yang Al-Qur’annya sudah tidak layak. Hal ini mengakibatkan masih banyak umat muslim di Jawa Timur yang relatif bisa secara lisan namun tidak bisa baca maupun tulis Al-Qur’an.
Tim BWA telah melakukan kegiatan survei dan distribusi Al Qur’an untuk Jawa Timur pada akhir tahun 2021 lalu dengan fokus titik di wilayah pesisir selatan Jawa Timur yaitu Kab. Malang/Malang Selatan, Kab. Tulungagung, dan Kab. Trenggalek. Tim BWA melakukan surveI dan distribusi Al-Qur’an di pesisir selatan Jawa Timur karena memang daerah-daerah ini terkenal akan jalurnya yang ekstrim, rawan akidah, rawan bencana. Membuat daerah ini menjadi daerah yang harus terus dimonitor terkait perkembangan Islam baik secara akidah maupun ekonomi.
Tim BWA melakukan perjalanan menuju Desa Purwodadi, Kab. Malang/Malang Selatan dan sekitarnya dengan daerah Dusun Lenggoksono dan Dusun Wedi Awu/Balearjo. Tim BWA sempat bermalam di sini. Tim BWA bertemu dengan Ustadz Nurrochim yang merupakan imam Masjid Jami Al Falah dan Ibu Nurul yang merupakan guru ngaji di Musholla Darusshollihin.

(Tim BWA di Purwodadi)
Tim BWA kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Wirotaman, Kab. Malang/Malang Selatan dan sekitarnya. Tim BWA bertemu dengan Kepala Desa Wirotaman, Bapak Ahmad Soleh dan salah satu perangkat RT setempat. Desa Wirotaman merupakan salah satu desa yang sangat terdampak akibat Gempa Malang pada April 2021 silam. Selain rumah warga banyak masjid dan musholla yang pada kondisi terparahnya harus dirobohkan dan dibangun ulang. Selain infrastruktur, kondisi Al-Qur’an pun banyak yang tidak terselamatkan. Hal ini membuat semakin langkanya Al-Qur’an disana.
(Kondisi salah satu rumah warga di Desa Wirotaman)
Tim BWA kemudian melanjutkan perjalanan menuju Desa Bandungrejo, Kab. Malang/Malang Selatan dan sekitarnya. Di Desa Bandungrejo Tim BWA bertemu dengan Ustadz Bambang, beliau merupakan da’i lokal di sana. Beliau menceritakan bagaimana kondisi desa Bandungrejo pada awal tahun 2000an dimana kesadaran masyarakat untuk mengaji masih kurang karena memang dulu merupakan daerah berbahaya karena masih merupakan hutan yang penduduknya masih sedikit. Sekarang jumlah masjid di sana tiap tahun terus bertambah dan banyaknya Al Qur’an yang dibutuhkan untuk kegiatan TPQ yang makin menjamur di desa Bandungrejo.
Tim BWA meneruskan perjalanan menuju Desa Sobo, Kec Munjungan, Kab. Trenggalek. Daerah Trenggalek ini terkenal akan daerahnya yang berada sangat di pelosok.
Sejarah Islam di Trenggalek, Jawa Timur tidak lepas dari dari nama Ki Ageng Menak Sopal, selain seorang pemuka agama, beliau juga dianggap pahlawan bagi para petani. Penyebaran agama islam di Trenggalek dilakukan secara halus dan hati-hati. Penyebaran agama islam secara intensif sejak zaman para wali yang didukung oleh kerajaan Kesultanan Demak.
Trenggalek di masa lampau adalah wilayah pegunungan terisolir. Jalan sejarah daerah ini—karena minimnya catatan historiografi, khususnya di abad 16 hingga abad 19—seperti berada dalam labirin gelap.
Tim BWA bertemu dengan Ustadz Arif yang merupakan salah satu da’i lokal disana. Dusun Ngondo sendiri ternyata memang berada di tengah hutan/kebun dengan pohon-pohon yang lebat. Namun disini ternyata terdapat sebuah Masjid yang lokasinya berada seperti di tengah hutan.

(Kondisi Jalan menuju Masjid Dsn. Ngondo)
Melihat masih banyaknya daerah pelosok di Jawa Timur, BWA mengajak saudara muslim untuk turut serta dalam program Wakaf Al Qur’an dan Pembinaan Jawa Timur dengan target 100.000 Al Qur’an dengan harapan bisa mensupport da’i-da’i lokal di Jawa Timur dalam dan bisa memutus rantai buta aksara Al-Qur’an di Jawa Timur khususnya daerah pelosok yang sangat membutuhkan Al-Qur’an. Semoga Allah SWT membalas kebaikan kita semua, Amiin.
Update #4: BWA Gelar Pelatihan Baca Al-Qur'an dan Distribusikan 5 Ribu Al-Qur'an Wakaf
REPUBLIKA.CO.ID, Badan Wakaf Alquran (BWA) sebagai lembaga wakaf dan kemanusiaan selalu berupaya menjadikan wakaf sebagai gaya hidup. Untuk itu dalam syiarnya BWA selalu berkolaborasi dengan pihak lain yang mempunyai visi yang sama dalam hal kemanusiaan
Contohnya, dalam aktivitas di Jawa Timur kali ini, BWA bersama dengan Galena Rescue dan Indonesia Offroad Federation (IOF) mengadakan pelatihan membaca Alquran dan distribusi 5 ribu Alquran wakaf. Kegiatan itu berlangsung selama lima hari, 13-17 Desember 2021.

(Pelatihan Baca Al-Qur'an)
Pelatihan membaca Alquran ini menggunakan Metode Abyan, metode yang diperuntukkan khusus untuk mereka yang sama sekali tidak bisa membaca Alquran. “Alhamdulillah, kali ini BWA melakukan pembinaan membaca Alquran untuk saudara-saudara di Magetan, Ponorogo, Madiun, Nganjuk dan Sidoarjo. Masing-masing kabupaten membuat pelatihan Metode Abyan di satu desa,” kata Ustadz Hasyim, mentor Abyan dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Jumat (23/12).
Ia menambahkan, untuk memastikan keberlanjutan pelatihan ini, beberapa ustadz setempat diberikan training mengenai Metode Abyan ini. Sehingga, peserta dapat melanjutkan latihan ke ustadz setempat.
Salah satu peserta di desa Talun, Ponorogo, Mbah Samin, sudah berusia 80 tahun, “Saya ingin bisa baca Quran walau sudah tua. Saya tertarik ingin ikut pelatihan ini," ujarnya.
Ustadz Hasyim selaku ketua tim lapangan menegaskan, “Melihat semangat masyarakat belajar alquran, kami berharap bisa melanjutkan kegiatan ini dan bisa bekerja sama lebih intensif dengan pemerintah setempat agar lebih efektif memberantas buta huruf Alquran."
Seiring dengan aktivitas pelatihan ini, BWA, Galena dan IOF melakukan distribusi Alquran wakaf sejumlah 5 ribu eksemplar, yang dilakukan secara bertahap. “Saat ini merupakan tahap pertama distribusi sambil terus mengupayakan penggalangan Alquran wakaf. Secara keseluruhan BWA merencanakan 100 ribu Alquran wakaf untuk Jawa Timur. Hal itu mengingat pertumbuhan pesantren, rumah tahfidz dan TPQ yang tinggi. Juga untuk menggantikan Alquran yang sudah tidak layak di masjid dan surau di Jawa Timur,” paparnya.
BWA, Galena dan IOF berharap wakaf 100 ribu Alquran untuk Jawa Timur dapat terlaksana dan menjadi wasilah tumbuhnya para hafidz Quran dari Jawa Timur. “BWA mengajak kaum Muslimin untuk berwakaf Alquran. Keterangan detail dapat dilihat di www.bwa.id,” tuturnya.
Update #3: Banyak Musholla menjadi Masjid, Desa Bandungrejo butuh Al Qur’an
Di Malang terdapat sebuah daerah tempat perjuangan salah satu dari lima prajurit kepercayaan Pangeran Dipenogoro yaitu Kyai Radiman. Ia dikenal sebagai sosok muslim yang taat sekaligus seorang tentara Pangeran Diponegoro yang sedang bersembunyi dari kejaran kompeni setelah Pangeran Dipenogoro tertangkap.
Tempat bersembunyinya ini kemudian dikenal dengan kec. Bantur. Kondisi alamnya yang berbukit-bukit dan karena Bantur termasuk dalam jalur pegunungan Kendeng menjadi tempat yang cocok untuk bersembunyi. Di Kec. Bantur sendiri Tim BWA melakukan survey dan update disitribusi Al Quran untuk pelosok Jawa Timur.

(Perjalanan Menuju Desa Bandungrejo)
Desa Bandungrejo merupakan salah satu titik survey Tim BWA yang dimaksudkan untuk melihat perjuangan dakwah islam disini dan kondisi islam saat ini. Di Desa Bandungrejo sendiri Tim BWA bertemu dengan Ustadz Bambang yang merupakan da’i lokal yang cukup giat untuk menyebarkan agama Islam dengan ide-idenya yang inovatif tidak hanya untuk memajukan islam disana namun juga memajukan perekonomian muslim disana.
Ustadz Bambang sedikit bercerita bagaimana kondisi Desa Bandungrejo pada awal tahun 2000an dimana kesadaran masyarakat akan islam mungkin jauh daripada sekarang. Maklumlah untuk mempelajari Islam tidak segampang sekarang. Dulu dai-dai lokal bisa dihitung jari bahkan ada daerah yang tidak memiliki dai lokal. Sekarang sudah banyak dai-dai lokal muda yang siap diterjunkan kepelosok-pelosok daerahnya untuk menyebarkan ajaran islam.

(Silaturahmi tim BWA dengan Ustadz Bambang)
Ustadz Bambang mengatakan, “Alhamdulillah, sekarang kepedulian orang tua terkait pendidikan dasar agama anaknya sudah mulai ada. Banyak TPQ di musholla yang sudah aktif kegiatan belajarnya, Sebagai contoh, dulu masjid jami hanya ada 2 sekarang sudah banyak masjid jami disini. Orang tua disini mungkin sudah sangat khawatir dan sadar akan pentingnya pendidikan agama.yang nantinya bisa menjadi benteng/pedoman kehidupan anak-anaknya”.
“Banyak musholla jadi masjid sekarang, sebenarnya hal ini bisa menjadi tolak ukur kita bahwa perkembangan islam disini sudah sangat pesat. Namun demikian, masih ada musholla yang hanya memiliki 3 Al Quran, serta secara umum masih banyak buta aksara Al Quran disini. Mungkin karena tidak memiliki Al Quran, jadi mereka hafal surat-surat namun tidak bisa bacanya,” tambah beliau.
Ustadz Bambang sendiri sekarang isedang membuat Komunitas Petani Mandiri yang nantinya akan dimasukan unsur-unsur syariah agar masyarakat bisa bertani tanpa meninggalkan kewajiban sebagai muslim. Kegiatan yang dimaksud ini yaitu berdakwah sembari sharing knowledge tentang ilmu pertanian.
InsyaAllah dengan adanya Program WAP untuk Pelosok Jawa Timur yang diinisiasikan oleh BWA dapat membantu warga di Desa Bandungrejo, memudahkan mereka mendapatkan Al-Quran. Para Wakif bisa menjadi bagian dari BWA bersama para dai lokal disana dalam mewujudkan masyarakat muslim di pelosok Jawa Timur yang kesulitan mendapatkan Al Quran. Aamiin.
Update #2: Pasca Gempa, Desa Wirotaman Butuh Al Quran Untuk Menggalakan Program TPQ+
Gempa Malang April 2021 berdampak pada 15 kabupaten/kota di Jawa Timur telah menyebabkan ribuan rumah dan ratusan fasilitas umum rusak. Dari segi fasilitas keagamaan umat muslim khususnya banyak musholla dan masjid yang rusak hingga ada beberapa yang harus di bangun ulang. Ini cukup menjadi trauma bagi masyarakat Jawa Timur karena kejadiannya yang mengagetkan kita semua.
Kab. Malang/Malang Selatan sendiri merupakan salah satu daerah dengan dampak terparah akibat gempa tersebut. Ada satu desa yang termasuk salah satu desa yang sangat terdampak akibat gempa tersebut yaitu Desa Wirotaman, Kec Ampelgading, Kab. Malang/Malang Selatan.

(Kondisi Fasilitias Umum Pasca Gempa)
Tim BWA pada Oktober 2021 melakukan survey dan update distribusi Al Quran untuk wilayah Jawa Timur. Tim BWA ingin melihat kondisi terkini Desa Wirotaman terkait pasca gempa terkait kebutuhan fasilitas keagamaan seperti kebutuhan akan Al Quran yang pada saat gempa sangat tidak mungkin mereka selamatkan karena ada hal prioritas lain (nyawa) yang perlu diselamatkan.
Perjalanan menuju Desa Wirotaman dan sekitarnya cukup sulit karena memang berada di pelosok dan sulit dijangkau. Desa Wirotaman yang terisolir atau berada di daerah pelosok ini mengalami kerusakan yang tergolong parah. Ada sekitar 450 rumah yang rusak dengan 119 rumah yang bisa dikatakan hancur. Untuk fasilitas keagamaan seperti musholla dan masjid ada lebih dari 18 yang terdampak hingga ada beberapa yang harus di renovasi bahkan ada yang perlu di bangun ulang.
Tim BWA sempat mengunjungi salah satu Masjid yang berada disekitar Desa Wirotaman yaitu Masjid Jami Mujahiddin. Kondisi masjid yang cukup parah pada saat gempa membuat mau tidak mau masjid ini harus dibongkar dan dibangun ulang. Jumlah Al Quran yang terselamatkan juga tidak banyak.
Pengurus masjid sangat berterima kasih kepada BWA yang telah mendistribusikan sampel Al Quran untuk wilayah Jawa Timur khususnya daerah korban gempa malang ini karena memang untuk membeli Al Quran pun selain karena berada di daerah pelosok dan masalah ekonomi, sampai saat ini warga desa sendiri masih fokus untuk pemulihan pasca gempa. Namun, walaupun begitu pada saat Tim BWA berkunjung masih sangat terlihat semangat mereka untuk mendalami Al Quran.

(Tempat Shalat Sementara Masjid Mujahiddin)
Melihat Itikad baik tim BWA dalam mensupport terkait kebutuhan Al Quran dan Pembinaan untuk kedepannya InsyaAllah, warga Desa Wirotaman mempertemukan Tim BWA dengan Kepala Desa Wirotaman yaitu Bpk. Ahmad Soleh. Beliau menceritakan terkait kejadian gempa yang mencekam dan proses pemulihan yang sampai saat ini belum selesai. Menurut beliau Desa Wirotaman yang 75% merupakan Muslim yang terdampak gempa dan sangat membutuhkan Al Quran selain kebutuhan hidup lainnya.
Ada hal menarik pada saat berbincang dengan Bpk. Ahmad Soleh ternyata beliau sangat konsen terhadap pendidikan dasar agama untuk generasi muda terkait dengan banyak masuknya budaya barat.

(Kegiatan Survey BWA)
“Sekarang ini, anak-anak yang mengikuti TPQ hanya sampai kelas 6 kemudian kabur/tidak pernah ikut lagi. Ya mungkin karena sudah kenal main atau nongkrong ya. Hal ini yang membuat saya dan para orang tua khawatir akan pembekalan akidahnya. Makanya InsyaAllah saya berencana untuk membuat program TPQ+. Jadi sekarang kan jaman sudah modern dan maju, jadi TPQ+ ini nantinya akan memberikan pelatihan/les entah itu komputer atau bahasa inggris nanti mereka bisa pilih, Namun syaratnya mereka harus ngaji dulu,” tutur beliau.
Program ini sangat sinergi dengan BWA dan berharap nantinya bisa untuk kemajuan generasi muda yang tidak kalah dengan daerah lainnya selain itu bisa juga untuk memberdayakan dai-dai lokal disana.
BWA mengajak para wakif untuk turut serta membantu dalam program BWA yaitu Wakaf Al Quran dan Pembinaan (WAP) untuk wilayah pelosok di Jawa Timur sebesar 100.000 Al Quran. Semoga dengan support dari semua pihak dan tentunya dengan izin Allah SWT Program WAP Jawa Timur ini bisa tercapai. Amiin.