Memberantas Buta Huruf Al-Qur’an di Kepulauan Sultra
Sulawesi Tenggara merupakan salah satu provinsi di negeri ini yang terkenal sebagai provinsi kepulauan karena memiliki 180 (seratus delapan puluh) pulau dan banyak sekali pulau kecil yang lokasinya terpencil.
(Kepulauan di Sulawesi Tenggara)
Sudah barang tentu umat Islam provinsi ini menjadi penghuni pulau-pulau itu, sebut saja ada kepulauan Buton, yang terdiri dari 3 pulau besar yaitu pulau Buton, pulau Muna, dan Pulau Kabaena serta pulau pulau kecil sekitarnya dan juga kepulauan Wakatobi yang berjejer membentang ke arah timur termasuk puluhan pulau di kepulauan Konawe .
Topografi seperti ini dengan Jaraknya yang jauh dari kota membuat tingginya biaya transportasi bila mereka akan mencari Al-Qur'an untuk pengajian, demikian pula kebutuhan pokok harian lainnya. Maka transportasi laut antar kota di kawasan ini serta ke kota Kendari ibu kota provinsi ini sangatlah ramai.
(Sinergi BWA dengan Pemerintah Kabupaten Buton)
“Hampir 90% umat Islam di Kabupaten saya kesulitan Al Qur'an di rumah rumah,” tutur Wakil Bupati Waktobi. Bupati Muna juga meminta tolong kepada BWA untuk alokasi Al-Qur’an bagi warganya. “Tolong kasih kami 50.000 Al Qur'an karena masyarakat kami kesulitan mengakses mushaf,” pinta beliau. Demikian pula fenomena yang tim BWA temukan di masjid-masjid kota apalagi kepulauan yang langka akan Al Qur'an. Oleh karenanya kami mengajak kaum muslimin dan muslimat yuk, mari berwakaf di BWA.
(Kapal Wakaf BWA Distribusikan Al-Qur'an Wakaf untuk Sulawesi Tenggara)
Ketika kapal wakaf kami bersandar di pelabuhan Batu pulau Buton saat Road Trip Taliabu tahun 2020, orang-orang di sana langsung mengenali kami yang membawakan Al Qur'an untuk mereka, karena di tahun 2016 kami pernah mendiskusikan Al Qur'an di kota Bau-bau bersama almarhum ustadz Hari Moekti mantan rokers Indonesia yang menjadi pembina BWA, jadi mereka telah mengenal kapal wakaf Ini.
(Berantas Buta Huruf Al-Qur'an di Sulawesi Tenggara)
MasyaAllah ketika kami menyerahkan beberapa mushaf Al-Qur'an yang dipakai di kapal kepada Bapak H. Sudir, tokoh setempat, banyak warga dari berbagai pulau itu datang berbondong bondong ke kapal seperti berebut barang dagangan untuk bisa mendapatkan Al-Qur’an. Kami kewalahan, terpaksa Al-Qur'an yang ada itu kami bagikan mereka.

(Bupati Buton bersama Direktur Program BWA Beserta Partner Lapang)
Dengan penduduk hampir 3 juta jiwa (79% muslim) yang tersebar di 17 kabupaten kota, maka wajar BWA bersama partner lapangan Indonesia Timur yang berlayar menggunakan kapal wakaf dalam mengunjungi wilayah ini membuat program 100.000 Al Qur'an.
Mari bersama BWA, berwakaf Al-Qur’an untuk saudara-saudara muslim kita yang ada di Kepulauan Sultra. Semoga setiap huruf yang dibaca menjadi amal jariyah bagi anda yang tiada terputusnya hingga yaumil akhir, aamiin.
Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:
Rp.15.000.000.000 (100.000 Eksemplar Al-Qur'an @Rp.150.000)
Partner Lapang:
Ustadz Irwansyah Amunu
#BWA #InovasiWakaf #WAP #WakafAlQurandanPembinaan #RoadTrip #Sultra
#2022SejutaQuran Satukan Indonesia
Update #9: 60 Ribu Al-Qur’an Didistribusikan ke Sulawesi Tenggara
Badan Wakaf Al-Quran (BWA) kembali mengukuhkan komitmennya dalam memberantas buta huruf Al-Qur’an dengan mendistribusikan 60.000 Al-Qur’an wakaf di Provinsi Sulawesi Tenggara. Distribusi tahap kedua ini menyasar tujuh kabupaten/kota, termasuk Kendari, Konawe, Kolaka, Baubau, Buton, Buton Selatan, dan Buton Tengah.
Program ini secara khusus menargetkan daerah-daerah terpencil dan komunitas yang paling membutuhkan, seperti pondok pesantren, TPA/TPQ, masjid, sekolah, dan majelis taklim.

(Wakaf Al-Qur'an anda telah diterima muslim di Sulawesi Tenggara)
Hazairin Hasan, Chief of Networking (CNO) BWA, berharap dengan hadirnya Alqur'an dari BWA ini, bisa membantu para da’i dan ulama untuk menghapuskan buta huruf Alqur'an di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kegiatan pendistribusian BWA ini mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat setempat. Ustaz Khairul Anam, Pimpinan Pondok Pesantren Kasyiful Ulum di Kendari, mengungkapkan rasa terima kasih atas program tersebut.
"Kami mewakili Pondok Pesantren Kasyiful Ulum mengucapkan ribuan terima kasih kepada BWA yang telah hadir membawakan Al-Qur'an untuk santri-santri kami."
Beliau juga mendoakan agar Al-Qur’an wakaf ini menjadi amalan jariyah bagi seluruh wakif yang telah berpartisipasi.
Dukungan serupa juga datang dari Ustadz Zul Faidin Al Arifin, pengurus Pondok Pesantren Rumah Quran Ahli Zikri Wal Fikri di Konawe. "Saya sangat mengapresiasi kehadiran BWA. Al-Qur'an ini akan sangat bermanfaat bagi santri-santri penghafal Quran kami dan semoga menjadi amalan jariyah bagi para wakif," ujarnya.
Dengan dukungan berkelanjutan dari para wakif, BWA berharap dapat menjangkau lebih banyak wilayah terpencil di seluruh Indonesia, memastikan setiap Muslim memiliki kesempatan untuk membaca dan menghafal Al-Qur'an.
Update #8: Satu Al-Qur’an Di Sini Senilai Rp 600 Ribu
Alhamdulillah, akhirnya tim BWA tiba dengan selamat di Pulau Batuatas, Buton Selatan (Busel) tepatnya di desa Batu Atas Timur setelah 23 jam berlayar dengan kondisi ombak yang cukup keras dari arah Timur Laut.
Selama di kapal memang serba salah. Kalau sudah musim ombak keras, tiduran bosan duduk pun kepala oleng. Bahkan beberapa santri mabuk laut selama perjalanan dan yang lebih sengsaranya santri tidak bisa memasak dengan kondisi kapal yang di ombang ambing gelombang laut. Akhirnya tim pun harus bertahan menahan lapar di tengah gelombang laut.

(Al-Qur’an untuk Warga Pulau Batuatas)
Setibanya di sana, tim berjumpa Kepala Desa Batu Atas Timur, Bapak Anhaluddin. Sementara pihak BWA memperkenalan diri dari dengan maksud membagikan Al-Qur’an wakaf dan iqra.
“Sebagai kepala desa saya sangat terharu sekali kedatangan saudara dari jauh yang sedia datang di pulau terpencil ini di ujung Sulawesi Tenggara, apalagi ini mulia sekali membawa Al-Qur’an wakaf untuk masyarakat kami. Pernah datang juga bantuan dari Badan Wakaf Al-Qur’an tahun 2016 lalu yang sampai saat ini kondisi Al-Qur’annya banyak yang sudah rusak,” tutur Bapak Kades.
“Semenjak belum adanya bantuan Al-Quran lagi, masyarakat kami kalau membeli Al-Qur’an harus ke Kota Baubau yang jika diuangkan Al-Qur’an sekarang Rp 130.000 ditambah ongkos naik kapal pulang pergi kalo dihitung 600 ribuan. Artinya satu Al-Qur’an bisa seharga itu,” ujar beliau.

(Kondisi Al-Qur’an BWA sebelumnya, sudah banyak yang rusak karena sering dipakai)
Ia menyebutkan di desanya terdapat enam TPQ. “Alhamdulillah yang diberikan BWA untuk desa kami ada 400 buah yang insyaAllah setiap kepala keluarga disini mendapatkan satu buah Al-Qur’an,” lanjut Bapak Kades.
Tim BWA lantas diajak berkeliling desa untuk membagikan Al-Qur’an ke TPQ dan masyarakat di sana. Tanggapan masyarakat sangat luar biasa. Salah satunya dari Bapak Wa Ode Amira yang mendapatkan Al-Qur’an saat tim BWA berkeliling desa. Ia menyampaikan rasa terimakasih yang sangat dalam tahun ini dapat Al-Qur’an. Tahun 2016 silam Ia berharap mendapatkan Al-Qur’an, namun karena sedang pergi sehingga tidak kebagian. “Semoga menjadi pahala jariyah untuk para pewakif, aamiin,” pungkasnya.
Update #7: Ustadzah Wayku Ikhlas Mengajar, Puluhan Tahun Tak Berharap Bayaran
Selalu ada sosok-sosok inspiratif yang tim BWA temui dalam perjalanan mendistribusikan Al-Qur’an wakaf di seluruh pelosok negeri. Sosok-sosok yang ikhlas berjuang demi agama Islam dan menyebarkan cahaya Al-Qur’an di daerah-daerah terpencil yang sulit aksesnya.
Pada kegiatan distribusi Al-Qur’an di Pulau Batuatas Timur, Sulawesi Tenggara, tim BWA singgah di TPQ Ar-Rahim yang dibina oleh Ustadzah Wayku. Ia mempersilahkan tim BWA melihat langsung santri yang saat itu sedang belajar Iqro dan Al-Qur’an.

(Al-Qur'an untuk Para Santri)
Sore itu jumlah santri yang hadir belajar ada sekitar 30 santri. Sedangkan di rak penyimpanan buku-buku hanya terdapat beberapa Al-Qur’an yang layak pakai.
Al-Qur’an lainnya banyak yang sudah lusuh dan tak layak pakai. Ustadzah Wayku menceritakan pengalamannya mengajar lebih dari 40 tahun sejak masih remaja hingga kini sudah memiliki cucu. Tidak ingin anak-anak generasinya buta huruf Al-Qur’an, Ia bahkan tidak mengharapkan bayaran dari orang tua santri karena dipahami kondisi ekonomi masyarakat dalam mencari nafkah sangat sulit dan bergantung kondisi laut.
Alhamdulillah sudah dua periode Kepala Desa Batuatas Timur mulai memperhatikan guru ngaji. Sebulan Ustadzah Wayku mendapat intensif dana desa Rp 150 ribu yang diberikan setiap enam bulan sekali. Selama kekurangan Al-Qur’an dari BWA 2016 silam, Ustadzah Wayku menyisihkan uangnya untuk membeli Al-Qur’an ke Baubau dua hingga tiga mushaf Al-Qur’an untuk mengaji bergantian.
Terima kasih kepada para wakif yang telah berpartisipasi di project WAP Sulawesi Tenggara ini. Al-Qur’an anda telah diterima oleh para santri di TPQ Ar-Rahim Pulau Batuatas Timur, Sulawesi Tenggara.
Update #6: 10.000 Al-Qur’an Wakaf untuk Masyarakat Kepulauan Sulawesi Tenggara
Memasuki bulan Dzulhijjah 1444 H, BWA kembali datang ke Provinsi Sulawesi Tenggara dalam program wakaf Al-Qur’an dan pembinaan dengan target 100.000 Al-Qur’an. Kali ini BWA membawa 10.000 Al-Qur’an untuk tahap pertama dengan menargetkan wilayah distribusi di wilayah terluar kepulauan Sulawesi tenggara yaitu Pulau Batu Atas, Pulau Wangi-Wangi, Pulau Kaledupa, dan Binongko.
Perjalanan dimulai dari Adonara NTT menuju Pulau Batu Atas dengan menggunakan kapal wakaf dakwah (Armada Bahari Mulya) yang selama ini telah digunakan untuk mendistribusikan Al-Qur’an di wilayah pulau-pulau terpencil di Indonesia Timur.

(Distribusi Tahap Pertama Sebanyak 10.000 Al-Qur'an)
Dari Adonara perjalanan memakan waktu satu hari satu malam untuk menuju Pulau Batu Atas. Alhamdulillah sesampainya di Pulau Batu Atas, BWA disambut hangat dan antusias oleh masyarakat pulau.
Pada tahun 2016 yang lalu, BWA terakhir kali menyalurkan 1.000 Al-Qur’an di Pulau Batu Atas. Saat ini kondisi Al-Qur’annya banyak yang rusak atau hilang halamannya karena seringnya digunakan. Bagi masyarakat Pulau Batu Atas, untuk memenuhi kebutuhan Al-Qur’an anak mengaji sangatlah sulit, mereka harus membeli Al-Qur’an dengan ongkos yang tidak sedikit.

(Raut Bahagia Menerima Al-Qur'an Baru Menggantikan yang Lama)
Dari beberapa TPQ yang BWA kunjungi, mayoritas guru ngaji di sana bercerita bahwa terakhir kali mendapatkan bantuan Al-Qur’an yaitu pada saat BWA datang, “Terakhir dapat bantuan, saat BWA datang dulu. Sekarang kondisi Al-Qur’an banyak yang sudah rusak,” ujar Ustadzah Wayku, guru ngaji Desa Batu Atas Timur.
Di Pulau Batu Atas, BWA membagikan sebanyak 1.200 Al-Qur’an untuk dua desa dari tujuh desa yang ada di sana. Camat Batu Atas sangat bersyukur kedatangan team BWA.
“InsyaAllah Al-Qur’an ini akan dibagikan ke tiap rumah muslim. Mudah-mudahan wakaf Al-Qur’an ini bisa datang kembali lagi karena masih ada lima desa yang belum bisa mendapatkan Al-Qur’an,” ungkap Camat Batu Atas.
Update #5: Masyarakat Kepulauan di Sulawesi Tenggara Butuh Al-Qur’an Baru
Ustadzah Wa Ode Doryana adalah salah seorang pengajar di TPQ Al Hidayah. TPQ tersebut berada di Masjid Al-Hidayah, di mana TPQ ini adalah satu dari sekian banyak TPQ yang berada di Pulau Kabaena, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara.
Aktivitas TPQ Al Hidayah dimulai dari ba’da ashar atau sekitar jam 16.00 WITA setiap harinya. “Dan salah satu kekurangan kami di sini berupa Al-Qur’an, karena Al-Qur’an yang kami pakai selama ini sudah tidak layak atau kebanyakan rusak,” jelas Ustadzah Doryana.
“Maka dalam hal ini kami perlu bantuan berupa Al-Qur’an, tapi alhamdulillah sekarang kami sudah dapat Al-Qur’an yang baru dari BWA, jadi semua ini akan melancarkan atau pengajaran-pengajaran atau didikan-didikan kami dalam hal membaca Al-Qur’an,” sambung beliau.
“Sebelum ada Al-Qur’an BWA, kami pengajaran pakai giliran begitu, bergilir pengajian-pengajian kami satu persatu, Alhamdulillah dengan adanya kami mendapat Al-Qur’an atau bantuan yang ada sekarang ini tentunya kami merasa senang dan bergembira karena anak-anak kami akan memiliki satu persatu dan pengajian kami tentunya akan melancarkan semuanya, karena kami sudah memiliki satu buah satu orang, satu kitab kita punya anak-anak santri,” tutur beliau menjelaskan dengan penuh rasa haru bercampur gembira.
“Selama ini (Al-Qur’an) dari sumbangan-sumbangan di luar, kadang kami beli di Baubau dengan jarak 5 jam kalau naik kapal feri. Sedih kita punya perasaan melihat kita punya anak-anak santri mereka punya Al-Qur’an yang tidak wajar (layak) untuk dibaca, tentunya perasaan kami sedih,” tutur beliau.
Ustadzah Wa Ode Doryana mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan Al-Qur’an wakaf yang dterimanya dan santri-santri di TPQ Al Hidayah. Beliau mendoakan semoga Allah SWT membalas kebaikan untuk para wakif, aamiin.
Update #4: Al-Qur’an Kami Kurang, Sementara Anak Santri Bertambah Banyak
“Saat ini kami kurang dengan adanya Al-Qur’an, sedangkan Al-Qur’an ini yang sudah kami pakai ada yang sudah 4 tahunan, 3 tahunan, dan yang lain kami sudah tidak pakai lagi karena sudah tidak layak lagi untuk dibaca, dan sekarang kondisinya Al-Qur’an yang bisa kami baca itu pun ada yang berserakan, yang tidak bisa kami pakai.” ungkap Ustadz Mukmin.
Ustadz Mukmin Pashan adalah salah seorang pembina atau pengajar di TPQ Al Falaq yang beralamat lengkap di Jl. Protokol No. 24 Kelurahan Pasar Wajo, Kabupaten Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Tim BWA menemui beliau saat kegiatan survei kebutuhan Al-Qur’an tahun lalu. TPQ Al Falah, tempat beliau mengajar didirikan sejak tahun 2012 dan santri saat ini berjumlah sekitar 100 orang anak baik laki maupun wanita.

(Al-Qur’an untuk Muslim Sulawesi Tenggara)
“Ini sangat memprihatinkan, di mana anak-anak santri ini kadang kala pergi mengaji itu tidak membawa Al-Qur’an, mereka semata-mata hanya mengharapkan Al-Qur’an yang ada di pengajian ini. Sementara di sini sangat minim dan kurang untuk menyediakan fasilitas Al-Qur’an tersebut, disitulah kiranya yang membuat kami prihatin dengan keadaan kami karena kebutuhan Al-Qur’an yang kami siapkan itu kurang, sementara anak santri itu banyak, paling hanya beberapa yang mempunyai Al-Qur’an,” tutur Ustadz Mukmin bercerita tentang kondisi TPQnya.
Beliau melanjutkan, “Harapan saya sebagai tenaga pengajar di TPQ ini, Alhamdulillah kami telah diberikan bantuan dari BWA ya, mudah-mudahan wakaf Al-Qur’an ini lebih berkontribusi lagi kepada masyarakat luas, khususnya yang ada di Sulawesi Tenggara ini. Dan mudah-mudahan ini lebih bergaung lagi, lebih menyebar lagi, dan harapan kami juga in bisa memberikan mafaat bagi umat” beliau menjelaskan harapannya kepada kami,”.
Di akhir pertemuan Ustadz Mukmin mengajak kepada kaum muslim untuk berwakaf melalui BWA. “Harapan kami besar kiranya agar masyarakat Indonesia untuk mewakafkan Al-Qur’an di BWA ini. Mudah-mudahan sumbangsih apapun yang ada pada diri kita Insyaa Allah itu akan memberikan manfaat dan menjadi bekal di Akhirat nanti,”.
Update #3: Setiap Tahun Kebutuhan Al-Qur’an Selalu Meningkat, Sementara Kami Susah Dapat Al-Qur’an
Ustadz In’amul Hasan merupakan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Nizamuddin Auliya, yang berlokasi di Jl. Loko Lingkungan Waode Karaha, Kampeonaho, Kecamatan Bungi, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Ditemui saat pendistribusian Al-Qur’an untuk wilayah Sulawesi Tenggara, beliau menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam.
“Alhamdulillah kita telah menerima wakaf Al-Qur’an dari BWA, kami bersyukur sekali karena memang kita butuh sekali dengan Al-Qur’an ini, karena setiap tahun kita akan ada santri-santri baru yang akan datang atau penambahan santri, sementara kami susah untuk dapat Al-Qur’an,” cerita Ustadz In’amul Hasan kepada team BWA.

(Al-Qur’an untuk Muslim Sulawesi Tenggara)
Beliau melanjutkan bercerita tentang kesusahan untuk bisa mendapatkan Al-Qur’an untuk para santri-santrinya. “Karena memang kita jauh juga ya dari kota untuk kebutuhan Al-Qur’an, tetapi Alhamdulillah wa syukurillah dengan berkat adanya BWA ini memudahkan kita untuk menghafal Qur’an, karena memang mungkin kalau untuk daerah kita ini banyak orang-orang yang ingin mendonasikan Al-Qur’an, tetapi terkadang tidak sesuai, Al-Qur’an nya kurang bagus buat santri ini menghafal Al-Qur’an, kadang-kadang tulisannya kurang pas. Tetapi Alhamdulillah dari BWA ini sangat-sangat pas sekali untuk para santri ini untuk menghafal Al-Qur’an karena tulisannya bagus, tintanya bagus dan Quran pojok, mushaf utsmani standar yang biasa dipakai diseluruh dunia.”
Ustadz In’amul berharap bantuan Al-Qur’an tidak hanya datang sekali ini saja. Karena memang kebutuhan di pesantren setiap tahunnya selalu meningkat. Al-Quran yang ada seringkali rusak karena dipakai secara bergantian oleh banyaknya santri yang ada di pesantren beliau.
Sebelum berpisah tidak lupa Ustadz In’amul mengucapkan terima kasih dan mendo’akan pewakif yang telah berwakaf di BWA. “Kami dari Pondok Pesantren Nizamuddin Auliya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya, kami tidak bisa membalas, maka Quran-quran yang kami pakai ini menjadi amal-amal bagi para yang mewakafkan Al-Qur’an ini, mudah-mudahan diterima disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena setiap satu huruf saja itu Allah balas dengan 10 kebaikan, apalagi kebaikan ini akan Insyaa Allah akan mengalir kepada orang-orang yang mewakafkan Al-Qur’an, jadi kami berterima kasih kepada orang-orang yang mewakafkan dan kami bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala karena telah menghantarkan Al-Qur’an kepada kami.”
Update #2: InsyaAllah Al-Qur’an yang Diwakafkan Ini Menjadi Pahala yang Luar Biasa
Ustadz Faisal adalah pimpinan Pondok Pesantren Ar Royyan Tahfidzul Quran yang beralamat di Jl. Samparona, Kelurahan Kaisabu Baru, Kec Sorawalio, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Ponpes tahfidz tersebut memang dikhususkan untuk anak lelaki saja, sedangkan ponpes untuk anak wanita berada d ilokasi yang berbeda.
“Alhamdulillah di tangan saya ini ada satu buah mushaf, dan tentu ada lagi mushaf yang lain, ini dari BWA. Alhamdulillah kami mendapat bantuan wakaf ini yang tentu akan dipakai oleh anak-anak santri untuk membaca Al-Qur’an, menghafalkan, serta mentadabburinya, dan tentu kami ucapkan terima kasih banyak kepada Badan Wakaf Al quran dari Jakarta atas bantuannya, Insyaa Allah ini menjadi amal jariah, menjadi pahala yang terus mengalir,” ungkap Ustadz Faisal.

(Ustadz Faisal)
“Untuk kaum muslimin dan muslimat khususnya yang berada di Kota Baubau, secara umum di Sulawesi Tenggara kami melalui kesempatan yang berbahagia ini mengajak kepada Bapak dan Ibu, kaum muslimin dan muslimat untuk bersama-sama ikut berpartisipasi dalam kegiatan wakaf Al-Qur’an,” tutur Ustadz Faisal.
“InsyaAllah satu Qur’an yang bapak ibu wakafkan itu akan menjadi pahala dan akan menjadi pemberat timbangan kebaikan,” sambung beliau.

(Penyerahan Al-Qur’an Wakaf)
Di akhir pertemuan, Ustadz Faisal menambahkan tentang kebaikan dan keutaman dalam wakaf Al-Qur’an ini. “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda ‘man qara’a harfan min kitaabillahi falahu bihi hasanatun wal hasanatu bi ‘asryiamtsaalihaa. Siapa yang membaca Al-Qur’an satu huruf kita mendapatkan satu kebaikan dan satu kebaikan diganjar dengan sepuluh kali lipat. InsyaAllah Al-Qur’an yang telah diwakafkan itu menjadi pahala yang luar biasa,” tambah Ustadz Faisal sambil mengutip sebuah hadits.
Update #1: Dukungan Bupati Buton untuk Distribusi Al-Qur’an BWA di Sulawesi Tenggara
BUTON-Bupati Buton, La Bakri menyatakan terima kasih kepada Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) yang telah menyalurkan ribuan mushaf Al-Qur’an di daerahnya.
Senin (21/03/2022) malam, Direktur Program BWA, H. Hazairin Hasan bersama tim bertemu Bupati La Bakry di Rujabnya di Kota Baubau. Pertemuan singkat tersebut, diuraikan maksud dan tujuan program BWA.
“Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Tim dari BWA, dalam rangka wakaf Al-Qur’an diseluruh Kepulauan Buton, termasuk wilayah-wilayah terpencil. Mudah-mudahan ini akan menambah semangat dalam suasana keberagamaan kita. Terutama anak-anak muda kita dalam menambah kecintaan kepada Al-Qura’an yang sama kita cintai sebagai pedoman hidup kita,” bebernya seraya mengajak mari berwakaf melalui BWA.

(Bupati Buton Bersama Direktur Program BWA)
Untuk diketahui, BWA mengadakan program Al-Qur’an Road Trip Sulawesi Tenggara. Direktur Program BWA, H. Hazairin Hasan menjelaskan dalam agenda ini untuk Bumi Anoa ditargetkan sebanyak 100.000 mushaf Al-Qur’an disalurkan secara gratis kepada pihak yang membutuhkan. Direncanakan penyalurannya hingga memasuki Ramadan.
“Saya berharap melalui momentum Ramadan tahun 2022 atau 1443 H, mushaf AL-Qur’an yang akan dibagi melalui BWA bisa menjangkau 95 desa dan kelurahan di Kabupaten Buton, melalui Safari Ramadan yang sudah diagendakan bersama Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Buton dan masyarakat Kabupaten Buton di tujuh kecamatan, 95 desa/kelurahan,” papar La Bakry.
Kedatangan Direktur Program BWA, H. Hazairin Hasan bertemu Bupati La Bakry bersama Pemred Buton Pos, Irwansyah Amunu, dan Kepala Biro Buton Pos wilayah Buton, Djumaluddin.
Sumber:
https://publiksatu.co/2022/03/22/keciprat-ribuan-mushaf-al-quran-la-bakry-terima-kasih-bwa-220564