Wakaf Al-Qur’an, Untuk Benteng Akidah dan Penunjang Dakwah di Jawa Tengah
Dakwah Islam yang dulu digencarkan para dai, sultan dan wali (yang dikenal dengan wali songo) telah menjadikan Islam di Jawa Tengah dan DIY menjadi berkembang pesat. Sebanyak 36,21 juta jiwa (97,26%) saat ini memeluk agama Islam di Jawa Tengah dan tak kurang dari 134.768 masjid dan mushola berdiri di sana (data BPS, 2021). Spirit dan capaian dakwah ini tentu perlu dilanjutkan agar kaum muslimin tetap berada di jalan yang telah digariskan Allah SWT karena seiring berjalannya waktu, kondisi politik, sosial, ekonomi dan pendidikan tentu berpengaruh terhadap masyarakat muslim. BWA berinisiasi melakukan survey ke beberapa daerah di Jawa Tengah dan menemukan kondisi yang memerlukan perhatian kaum muslimin.
Tim BWA mengawali survey ke Lereng Gunung Lawu, kami bertemu dengan Ustadz Umar Samsudin, Pesantren Pondok Pesantren Ulin Nuha. Beliau berdakwah di lereng gunung Lawu sejak tahun 1996 hingga kini. Alhamdulillah jama’ah pengajiannya kini sudah mencapai sekitar 9.000 orang yang kebanyakan adalah masyarakat lereng gunung yang bekerja sebagai petani sayur.

(Ustadz Umar Samsudin)
Alhamdulillah kegiatan dakwah Ustadz Umar Samsudin selama ini membuahkan has?l dengan didirikannya masjid Muhammadiyah tahun 1996 hingga akhirnya masyarakat mulai berbondong-bondong ketempat ibadah. Pengajian masyarakat kini mulai aktif dan TPQ-TPQ Baru pun sudah makin banyak bermunculan. Hanya saja ada kendalanya yakni minimnya fasilitas belajar bagi santri dan masyarakat Lereng Gunung Lawu yang belum memiliki Al Qur’an yang layak (terutama yang ekonominya menengah kebawah).

(Kondisi Al-Qur’an di salah satu TPQ di Lereng Gunung Lawu)
Di Kulon Progo diawali dengan silaturahmi ke KUA Samigaluh. Tim BWA cukup terkejut dengan penuturan pegawai KUA setempat. “Di sini masyarakatnya berubah-rubah, ada yang masuk Islam, ada juga yang pindah keyakinan dari Islam, ada juga yang setelah pindah agama lalu balik lagi ke agama asal,” tutur salah satu petugas KUA. Petugas setempat juga menuturkan kenapa hal tersebut terjadi karena memang sangat sedikit kegiatan pembinaan keislaman di Masyarakat. “Kami sangat membutuhkan pembinaan bagi muslim di daerah sini, terutama yang baru masuk Islam,” lanjut beliau.
BWA melanjutkan perjalanan ke Dusun Pulo Kulon, Kulon Progo. Setelah melewati jalan yang cukup terjal, tim BWA bertemu dengan seorang pemuda yang bernama Khoirul beliau merupakan seorang pengurus Masjid Desa. Banyak yang diceritakan oleh Khoirul kepada team BWA mengenai kondisi mengaji anak-anak TPQ setempat. Hampir rata-rata masyarakat di sini masih banyak yang buta huruf Al-Quran karena sulit memiliki Al-Quran selain itu kurangnya tenaga pembina atau Ustadz yang mau mengajarkan Anak-anak mengaji. Salah satu faktornya karena tidak ada yang peduli dengan guru ngajinya juga hanya bayar dengan doa dan ikhlas saja yang mau mengajarkan anak-anak mengaji. “Desa kami ini terpelosok makanya butuh sekali perhatian agar masyarakatnya maju. Kami ingin sekali generasi-generasi muda kami meningkat secara keimanan dan ketakwaannya,” tutur beliau.
Setelah mengelilingi Lereng Gunung Lawu dan Merapi, tim BWA lanjut singgah di Desa Tlahab Kabupaten Temanggung yang posisinya berada di tengah-tengah antara lereng gunung Sindoro dan Sumbing. Di Temanggung kami berencana membagikan 500 Eksemplar Al-Quran wakaf yang sudah kami titipkan di rumah Kiyai Abdurrochim Pengasuh Majelis Taklim Mushola Al Muttaqin.

(Kiyai Abdurrochim sedang memperlihatkan kondisi Al-Qur’an kepada tim BWA)
Tim BWA melanjutkan perjalanan bersama Kiyai Abdurrochim menuju ke Pondok Pesantren Al-Makmur bertempat di Dusun Kalipahing Kel. Ngadisepi Kec. Gemawang pimpinan Kyai M. Bazari. Posisi pesantren cukup terpelosok di lereng gunung Sindoro akses jalannya pun terbilang curam namun adanya pesantren ini menjadi titik awal mula Islam berkembang di Dusun Kalipahing.
Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani tembakau dan kopi. Ada sekitar 200 Anak-anak yang mengaji rutin di pesantren Al-Makmur namun yang kami temui banyak Al-Quran dengan kondisi sudah rusak. Di pesantren Al-Makmur ini tim membagikan sebanyak 40 Al-Quran. para santri sangat antusias sekali mendapatkan Al-Qur'an, beliau Kyai M.Bazari mengucapkan terima kasih kepada para wakif serta mendoakan, “Semoga orang yang mengurusi Al-Qur'an untuk umat selalu diberi keberkahan dan pahala, ini sangat bermanfaat,” Tutur beliau dengan semangat.

(Kondisi Al-Qur’an di Ponpes Al-Makmur)
Rencana Project
BWA berencana menggalang 114.000 Al Qur’an wakaf untuk disalurkan untuk saudara-saudara kita di Jawa Tengah mulai dari Mushola, Masjid, Pesantren, Majelis Taklim, TPQ dan rumah penduduk yang belum memiliki mushaf Al Qur’an yang layak. Selain itu BWA juga berencana membuat kegiatan pembinaan baca Al Qur’an di beberapa daerah yang sangat minim kegiatan pembinaan.
Kami mengajak para wakif untuk mendukung kegiatan ini dengan mewakafkan sebagian dari rizki yang Allah karuniakan. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah kebaikan dan pahala jariyah bagi pihak yang terlibat.
Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:
Rp.17.100.000.000 (114.000 Al-Qur'an @Rp.150.000)
Partner Lapang:
Ustadz Abdurrochim
#BWA #InovasiWakaf #WAP #WakafAlQurandanPembinaan #AlQuranRoadTrip
#2022SejutaQuran Satukan Indonesia
Update #17: Distribusi Al-Qur'an Tahap Kedua BWA di Berbagai Wilayah Pelosok Jawa Tengah
Badan Wakaf Al-Qur'an (BWA) telah merampungkan distribusi Al-Qur'an tahap kedua untuk wilayah Jawa Tengah. Kegiatan penyaluran ini dilaksanakan pada tanggal 14 hingga 24 Juli 2025. Sebanyak 40.000 eksemplar Al-Qur'an telah disalurkan ke berbagai wilayah di Jawa Tengah.
Fokus distribusi menjangkau daerah-daerah seperti Solo Raya, meliputi Kota Solo, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Sragen. Penyaluran juga dilakukan di Purworejo, Grobogan, serta daerah-daerah di sekitarnya.

(Serah terima secara simbolis di Kantor Basarnas Semarang, titik drop pertama Al-Qur'an)
Prioritas diberikan kepada beberapa daerah terpencil, di antaranya salah satu pondok pesantren di Magelang yang terletak di wilayah lereng pegunungan.

(Distribusi Al-Qur'an di rutan/lapas Solo)
“Kami sangat berterimakasih sekali kepada BWA dan para wakif, yang telah membawakan Al-Qur’an kepada para santri yang ada di pondok kami. Santri sangat membutuhkan Al-Qur’an untuk mengaji dan menghafal. Dan yang dibawa ini (Al-Qur’an) sangat cocok untuk menghafal. Semoga tim dan para wakif diganjar dengan pahala berlimpah oleh Allah SWT,” ujar Kyai Ahmad Syamsuddin, kepala Pondok Pesantren PP Al Falah Lembahmanah, Magelang.

(Distribusi di berbagai pondok di wilayah Jawa Tengah)
Ketersediaan Al-Qur'an sangat dibutuhkan oleh kaum muslimin, khususnya para santri di pondok-pondok pesantren. Dengan adanya distribusi ini, diharapkan kebutuhan Al-Qur'an di wilayah-wilayah tersebut dapat terpenuhi.
Semoga Al-Qur'an yang didistribusikan ini membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat dan para penerima.
Update #16: Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) dan ITB-MG Grobogan Distribusikan Al-Qur'an ke Desa Genengsari
Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) bekerjasama dengan ITB-MG Grobogan bekerjasama mendistribusikan Al-Qur'an ke Desa Genengsari, Kecamatan Torok, Kabupaten Grobogan. Distribusi ini merupakan bagian dari upaya untuk memperluas akses terhadap literatur keagamaan di daerah pedesaan yang terpencil.

(Distribusi Al-Qur’an)
Kegiatan ini dilaksanakan dengan menempuh perjalanan sekitar 45 menit dari pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan. TK-TPQ ABA, yang menjadi penerima manfaat distribusi ini, menerima 440 mushaf Al-Qur'an untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran agama di lingkungan mereka.
Jalanan menuju lokasi distribusi tercatat cukup terjal, namun hal ini tidak menghambat semangat tim distribusi untuk menyampaikan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Desa Genengsari. TK-TPQ ABA sendiri didirikan dari inisiatif guru pengajar dan partisipasi aktif masyarakat setempat, sebagai respons atas kebutuhan akan sarana pendidikan agama yang terbatas di daerah tersebut.

(Sinergi dengan Komunitas)
Ibu Sari, sebagai perwakilan dari pengajar di TK-TPQ ABA, mengungkapkan rasa terima kasih atas sumbangan Al-Qur'an tersebut. Diiringi isak haru mengisahkan perjalanan mendirikan tempat belajar dan mendidik anak-anak dengan kondisi yang awalnya belum ada sama sekali sarana dan prasarana. Ia menyoroti bahwa kondisi sarana belajar-mengajar di lokasi sangat terbatas, sehingga kehadiran Al-Qur'an dan Iqro’ ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran anak-anak dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di siswa dan orang tua wali mereka.
Rektor ITB-MG, yang ikut serta dalam kegiatan distribusi ini, menyampaikan harapannya bahwa inisiatif ini dapat menjadi titik awal bagi perguruan tinggi dan BWA untuk lebih terlibat dalam pembangunan masyarakat secara langsung. Anak-anak dan warga Desa Genengsari tampak bersuka cita menyambut kedatangan Al-Qur'an yang diwakafkan oleh BWA, menganggapnya sebagai anugerah berharga yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh komunitas.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi amal jariyah bagi donatur, BWA, ITB-MG, serta semua pihak yang telah berpartisipasi dalam proses distribusi ini. Dengan demikian, upaya untuk meningkatkan akses terhadap Al-Qur'an dan pendidikan agama di daerah terpencil terus mendapatkan dukungan yang kuat dan berkelanjutan.
Update #15: Al-Qur’an Wakaf untuk Bina Para Mualaf
Melanjutkan kegiatan distribusi Al-Qur’an di daerah pelosok Yogyakarta, tim BWA mengunjungi daerah Pedukuhan Suren. Daerah-daerah yang sulit akses menjadi salah satu titik utama kami dalam mendistribusikan Al-Qur’an.
Setibanya di Pedukuhan Suren, alhamdulillah kedatangan kami sudah ditunggu oleh Lurah, perwakilan TPA, Masjid dan Musholla. Di sana kami juga bertemu dengan Bapak Antonius Sukapitoya. Beliau merupakan warga dari Pagerharjo yang juga membina para mualaf.

(Bapak Antonius)
“Saya dari Pagerharjo, namun punya binaan di Musholla Jabal An Nur di Tlogoguwo, Kaligesing. Di sana saya punya binaan mualaf 90an orang, dan juga kami ada simaan Al-Qur’an tiap Jum’at siang,” ungkap Antonius.
Ia pun melanjutkan, “Semoga Al-Qur’an yang diberikan kepada kami bermanfaat, saya dari tahun 2000 membina mualaf, dan saya pengurus mualaf Kabupaten Kulon Progo. Alhamdulillah hari ini kami mendapat 60 Al-Qur’an untuk para mualaf. Kalo naik motor dari sini ke musholah Jabal An Nur kurang lebih setengah jam.”
“Mudah-mudahan Al-Qur’an dari BWA bisa bermanfaat, menambah semangat para mualaf, serta masyarakat sekitar untuk belajar Al-Qur’an. Dan juga menjadi amal jariah bagi para wakif kelak, terima kasih,” tutupnya.
Update #14: Antusias Warga Pelosok Kulon Progo Terima Bantuan Al-Qur’an
Jum’at 7 Juni 2024, tim BWA tiba di Masjid Al-Muttaqim yang terletak di Dusun Watu Belah, Desa Sidumulyo, Kec. Pengasih, Kab. Kulon Progo, DIY. Perjalanan kami tempuh melalui medan perbukitan dengan jalan yang berbatu.
Distribusi kali ini, kami ditemani oleh Ustadz Ahmad Abdullah Supomo, beliau adalah da’i yang awalnya diberi amanah untuk berdakwah di utara Laban Gede yang memang minoritas muslim.

(Ustadz Ahmad Supomo)
Didorong keyakinan dan aqidah yang kuat, beliau istiqamah dalam berdakwah di daerah yang sulit aksesnya. “Karena dorongan aqidah, kita melihat (dengan) mata kepala sendiri orang-orang tidak perduli terhadap agamanya atau disibukkan dengan dunia, sebagai orang yang melihat kita perduli kepada mereka. Khawatinya nanti kita dituntut dikahirat nanti karena tidak menyampaikan, tidak dibina, dan setalah kita masuk memang sangat membutuhkan sekali pembinaan,” ungkap Ustadz Ahmad.
Warga Dusun Watu Belah sangat berterimakasih atas bantuan Al-Qur’an wakaf yang diterima. Selama ini jarang ada bantuan yang sampai ke pelosok-pelosok daerah seperti di sana.

(Al-Qur’an wakaf untuk warga)
“Kita sangat berterima kasih, karena yang mau kesini saja aksesnya sangat sulit, dan warga sangat senang sekali, jarang yang mau sampai kepelosok-pelosok menjumpai warga, Alhamdulillah kita sangat-sangat seneng ada BWA,” sambungnya.
“Dengan adanya program Wakaf ini, sangat penting sekali, sehingga Jogja tidak ada lagi kekurangan Al-Qur’an, dan buta baca Al-Qur’an. Jadi monggo bagi para aghniyah yang ingin memiliki pahala jariyah saya sarankan melalui wasilah BWA bisa menyalurkan hartanya untuk wakaf Al-Qur’an. Dan jangan lupa, mari berwakaf di BWA,” tutupnya di akhir pertemuan kami.
Update #13: Al-Qur’an Baru untuk Masyarakat di Pelosok Bantul
Dalam pendistribusian Al-Qur’an di wilayah Bantul tim BWA bersama dengan Komunitas IKY juga menyasar ke daerah pelosok seperti di Dusun Pendul yang berada di Kelurahan Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Alhamdulillah di daerah Pendul ini kami mendistribusikan ke salah satu musholla yang ada disana, yaitu Musholla Daarul Haq.
Di musholla ini kami bertemu dengan Ibu Juminah, beliau merupakan salah satu pengurus musholla dan juga sebagai guru TPA di musholla ini.
Jadi menurut informasi yang tim BWA dapatkan, hampir semua masjid ataupun musholla yang ada di Kelurahan Argorejo ini aktif mengadakan kegiatan TPQ untuk anak-anak maupun kegiatan majelis ta’lim untuk orang dewasa.
Sehingga tingkat kebutuhan Al-Qur’an di wilayah ini cukup tinggi, mengingat banyaknya kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan Al-Qur’an. Sukur Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini BWA bisa hadir ke daerah Pendul ini membawakan Al-Qur’an untuk dipakai masyarakat.
“Mengucapkan terima kasih banyak kepada BWA yang telah membantu kami dengan Al-Qur’an, semoga bermanfaat buat jama’ah kami yang masih tahap belajar dari Iqro hingga membaca Al-Qur’an,” ujar Ibu Juminah.

(Ibu Juminah (kiri) bersama salah satu jama’ah memegang Al-Qur’an BWA)
Beliau menambahkan, “Daya beli masyarakat kurang kalo untuk membeli Al-Qur’an yang layak, tapi kalo sekedar Al-Qur’an ada sedikit bantuan dari warga, jama’ah tapi nggak banyak. Alhamdulillah bahagia banget, bersyukur sekali dapat Al-Qur’an dari BWA, semoga yang memberikan Al-Qur’an ini mendapatkan pahala jariah dari kita yang menggunakan Al-Qur’an ini, semoga amalnya diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bermanfaat dunia akhirat.”
Sahabat wakaf semua, inilah salah satu manfaat dari wakaf Al-Qur’an. Masyarakat di pelosok yang sebelumnya tidak pernah membayangkan bisa memiliki Al-Qur’an yang bagus, kini berkat wakaf dari para sahabat wakaf semua mereka bisa memiliki Al-Qur’an yang bagus. Tentu saja ini akan semakin memotivasi mereka untuk terus belajar dan membaca Al-Qur’an.
Di akhir pertemuan kami dengan Ibu Juminah, beliau menyampaikan ajakan kepada kaum muslim semua untuk ikut serta dalam kegiatan wakaf Al-Qur’an.
“Kepada kaum muslimin wal muslimat mari kita sama-sama galakkan wakaf Al-Qur’an, karena selama Al-Qur’an itu dibaca, apalagi kalo sampai dipakai untuk menghafal, pahalanya itu akan mengalir terus. Semoga kedepannya semakin banyak lagi yang bisa mendapatkan Al-Qur’an. Karena Jogja itu luas, jumlah 10 ribu yang sekarang dibawa oleh BWA masih sangat sedikit, dipelosok-pelosok itu masih banyak yang kekurangan Al-Qur’an, mari kita berwakaf Al-Qur’an di BWA,” tutupnya.
Update #12: Al-Qur’an Baru, Semangat Baru
Kegiatan distribusi Al-Qur’an yang BWA lakukan di Kabupaten Bantul, bekerja sama dengan salah satu komunitas lokal yang ada di Bantul, yaitu IKY. IKY atau singkatan dari Insan Karima Yogyakarta merupakan komunitas yang aktif dalam melakukan kegiatan-kegiatan sosial di daerah Bantul dan sekitarnya.
Pada Kamis 6 Juni 2024, BWA bersama IKY yang diwakili oleh Mas Eko selaku ketua, kami bersama-sama menuju ke daerah pelosok Bantul. Tepatnya kami menuju ke daerah Dukuh Metes.
Mas Eko yang sudah sering berkeliling ke daerah-daerah pelosok Bantul mengatakan bahwasanya Metes ini merupakan daerah yang sangat memerlukan Al-Qur’an, karena disini banyak TPA-TPA yang aktif membina baik itu anak-anak maupun orang dewasa.
“Metes ini merupakan salah satu daerah pelosok yang ada di Bantul, dan juga merupakan daerah yang kami sebut sebagai daerah rawan pendangkalan akidah. Oleh karena itu kemarin saya meminta agar BWA ikut untuk mendistribusikan Al-Qur’an di daerah Metes ini,” ujar mas Eko.

(Distribusi bersama Mas Eko selaku Ketua IKY)
Di Metes, BWA bersama IKY mendistribusikan Al-Qur’an ke Masjid Al Hidayah, yang beralamat di Dukuh Metes, Kelurahan Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Masjid Al Hidayah ini selain rutin digunakan untuk kegiatan solat lima waktu, rutin juga dipakai sebagai TPA untuk anak-anak di Dukuh Metes.
Sesampainya di Masjid, kami bertemu dengan Ustadz Pardi selaku ketua TKA-TPA Al Hidayah. Beliau menyambut kedatangan kami dengan suka cita, ia banyak bercerita kepada kami terutama terkait kondisi Al-Qur’an yang ada di Masjid Al Hidayah ini.
“Keadaan Al-Qur’an di Masjid kami ini bisa dikatakan sudah tidak layak. Sudah agak sobek-sobek, beberapa sampulnya juga sudah lepas. Padahal kami disini cukup rutin dalam menggunakan Al-Qur’an, selain digunakan oleh anak-anak TPA, setiap malam sabtu kami juga mengadakan tadarus yang dihadiri 30-40 jamaah kurang lebih,” ungkap beliau.

(Ustadz Pardi sedang memegang Al-Qur’an yang selama ini digunakan di Masjid Al Hidayah)
Alhamdulillah berkat wakaf dari para wakif semua, Masjid Al Hidayah kini bisa memiliki Al-Qur’an yang baru. Ustadz Pardi sangat bersyukur atas pemberian bantuan Al-Qur’an ini, ia berharap agar dengan adanya Al-Qur’an baru dari BWA bisa menambah semangat masyarakat Dukuh Metes untuk belajar Al-Qur’an.
“Alhamdulillah pada hari ini kami mendapatkan bantuan Al-Qur’an dari BWA sebanyak 30 eksemplar. Al-Qur’annya bagus, enak dibaca, ada terjemahnya juga, kertasnya bagus tidak mudah sobek. Alhamdulillah, semoga dengan bantuan ini akan menambah semangat kita untuk selalu membaca, mengajarkan, dan mengamalkan Al-Qur’an di masjid kami, di masyarakat kami,” ucapnya.

(Simbolis penyerahan Al-Qur’an untuk Masjid Al Hidayah)
Tak lupa Ustad Pardi pun mendoakan para wakif agar senantiasa diberikan kesehatan dan dilapangkan rezekinya. “Semoga bapak-ibu yang mewakafkan Al-Qur’an ini senantiasa diberikan Kesehatan, dilapangkan rezekinya, dan senantiasa barokah, Aamiin,” pungkasnya.
Update #11: Wakaf Al-Qur’an Anda Mudahkan Mereka untuk Belajar dan Membaca Al-Qur’an
Alhamdulillah Rabu, 5 Juni 2024, tim BWA sampai di Masjid Al Hidayah yang berada di Dukuh Sungapan, Desa Argodadi, Kec. Sedayu, Kab. Bantul, Provinsi DIY sekitar jam 12.33 WIB, dalam rangka mendistribusikan Al-Qur’an wakaf yang diamanahkan kepada BWA.
Kedatangan tIm sudah ditunggu oleh Bapak Adiyono selaku Ketua Takmir Masjid juga Babinsa, perwakilan Polres Bantul, serta Camat Sedayu.
Bapak Adiyono sangat gembira ketika mendapatkan Al-Qur’an wakaf dari BWA. Terlebih di masjid ketersediaan Al-Qur’an masih sangat minim dan kondisinya juga sudah ada yang rusak. Padahal di masjid ini rutin diadakan kegiatan membaca dan belajar Al-Qur’an baik untuk anak-anak maupun orang tua.
“Terima kasih, Alhamdulillah pada saat ini kami menerima bantuan dari BWA berupa 30 Al-Qur’an yang baik, dan 5 Iqro. Atas nama jama’ah masjid Al Hidayah kami mengucapkan terima kasih atas wakaf yang diberikan, semoga wakaf ini betul-betul barokah, bermanfaat kepada jama’ah. Kebetulan setiap malam kamis kami mengaji baca Al-Qur’an untuk tingkat orang tua,” ujar Adiyono.

(Penyerahan Al-Qur’an secara simbolis untuk Masjid Al Hidayah)
Ia pun menjelaskan terkait kebutuhan Al-Qur’an, “Alhamdulillah kebutuhan Al-Qur’an di sini dengan adanya ini InsyaAllah akan menambah semangat seluruh jama’ah. Setiap mengadakan tadarus Al-Qur’an kami memang kekurangan, namun dengan wakaf ini bisa mencukupi seluruh kebutuhan jama’ah. Kami juga berterima kasih, semoga BWA bisa memberikan pembinaan dan penyaluran yang berkah, dan berarti bagi seluruh umat Islam yang ada di Bantul.”
“Mohon maaf kami sampaikan kondisi Al-Qur’an yang ada di sini banyak yang sudah rusak, sehingga tidak mungkin bisa dibaca dengan dengan seksama, karena baik tulisan atau yang lain sudah mulai rusak. Oleh sebab itu dengan adanya Al-Qur’an wakaf dari BWA yang baru ini pas sekali, tulisannya juga jelas, dan semuanya juga menunjang kami untuk lebih sering membaca Al-Qur’an,” ungkapnya dengan menunjukkan salah satu Al-Qur’an milik masjid yang sudah tidak layak baca.

(Bapak Adiyono sedang menunjukan kondisi Al-Qur’an yang ada di Masjid Al Hidayah)
Mudah-mudahan dengan hadirnya BWA membawakan Al-Qur’an amanah dari para wakif semua ke Desa Argodadi ini tepatnya ke Masjid Al Hidayah bisa membangkitkan semangat masyarakat untuk belajar dan membaca Al-Qur’an, karena sekarang mereka tidak kesulitan lagi untuk bisa mempunyai Al-Qur’an.
Selain untuk Masjid Al Hidayah, rencananya Al-Qur’an ini juga akan dimanfaatkan untuk warga sekitar dan juga beberapa masjid lain yang ada di Desa Argodadi. Turut hadir juga di acara penyerahan Al-Qur’an di Masjid Al Hidayah ini beberapa DKM dari masjid-masjid yang ada di Desa Argodadi.
Di akhir pertemuan kami dengan Bapak Adiyono, beliau mengajak kepada kaum muslim yang lain untuk berwakaf di BWA.
“Bagi jama’ah yang lainnya yang sudah mendapatkan rezeki lebih, moga-moga bisa saling memberikan Al-Qur’an melalui BWA. Harapan kami ke depan terhadap BWA semoga tidak putus dalam memberikan pembinaan dan penyaluran Al-Qur’an, karena masih banyak daerah-daerah lain di Yogyakarta ini yang memerlukan Al-Qur’an,” ucap beliau.
Selain bertemu dengan Bapak Adiyono selaku ketua DKM Masjid Al Hidayah. Tim BWA juga menyempatkan untuk bertemu dengan Bapak Lurah Argodadi.
Pria yang akrab disapa Pak Prayitno ini, mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan Al-Qur’an yang diberikan BWA untuk masyarakatnya. Dan ini bukan pertama kalinya BWA hadir di Argodadi, pada tahun 2018 lalu BWA juga melakukan pengadaan air bersih untuk masyarakat di Argodadi.
“Kami atas nama pemerintahan Kelurahan Argodadi mengucapkan ribuan terima kasih atas Al-Qur’an yang diberikan oleh BWA, mudah-mudahan Al-Qur’an ini setiap saat dibaca sehingga membawa berkah bagi masyarakat. Semoga kebaikan melimpah bagi BWA dan juga para wakif, dan mendapat imbalan dari Allah SWT,” tuturnya.

(Abah Narko (kiri) bersama Pak Prayitno)
“ini merupakan kali kedua BWA hadir merealisasikan program nya di wilayah kami, sebelumnya pada tahun 2018 membuat fasilitas bak penampung air bersih untuk desa kami, yang Alhamdulillah sangat bermanfaat terlebih disaat kemarau dan sekarang datang lagi membawakan Al-Qur’an untuk masyarakat kami, Alhamdulillah. Mudah-mudahan menjadi amalan jariyah untuk teman-teman BWA dan para wakif,” tutup beliau.
Update #10: BWA Distribusikan 20.000 Al-Quran ke Pelosok Jawa Tengah dan DIY
Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) melaksanakan proyek distribusi wakaf Al-Qur'an untuk wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan total 20.000 eksemplar.
Al-Qur'an disalurkan ke 9 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Yaitu Grobogan, Kudus, Demak, Salatiga, Bantul, Kulonprogo, Gunung Kidul, Sleman, dan Kota Yogya.
Acara seremonial penerimaan Al-Qur’an wakaf ini diadakan di kampus Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Grobogan (ITB-MG), yang turut menjadi mitra kerjasama dalam proyek ini. Acara tersebut dihadiri oleh Rektor ITB-MG, Ir. H. Jati Purnomo, M.Si., serta perwakilan dari BWA, Ustadz Hazairin, Direktur Networking BWA.

(Serah Terima Al-Qur’an Wakaf)
Dalam sambutannya, Ustadz Hazairin menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dan dukungan yang diberikan oleh ITB-MG. "Kami sangat berterima kasih kepada kampus ITB-MG atas kerjasama yang baik ini. Sinergi ini sangat membantu BWA dalam menyalurkan Al-Qur’an wakaf dengan tepat sasaran," ujar Ustadz Hazairin.
Rektor ITB-MG, Ir. H. Jati Purnomo, M.Si., juga mengungkapkan apresiasi dan terima kasih kepada BWA atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya. "Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan BWA untuk bersinergi dalam proyek ini. Ini sejalan dengan misi kampus kami dalam pengabdian kepada masyarakat dan peningkatan kehidupan keagamaan masyarakat. Semoga ke depannya kita dapat terus bekerjasama," ungkapnya.
Acara ini dihadiri oleh jajaran rektorat, tokoh masyarakat, takmir masjid dan mushola, pengurus Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta berbagai lembaga keislaman lainnya. Para peserta menyambut baik inisiatif ini dan berharap kegiatan ini dapat menjadi amal jariyah yang terus mengalir.
BWA juga mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada para wakif dan tim partner lapangan meliputi kampus ITB-MG, komunitas Salatiga Peduli, ISN dan Insan Karima Yogya.
BWA mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung proyek wakaf Al-Qur’an ini agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Semoga distribusi ini dapat memperkuat kegiatan pendidikan Al-Qur'an dan menjadi keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.
Update #9: Alhamdulillah BWA Datang Kembali Ke Lereng Gunung Sumbing
Desa Banyumudol, Kec. Sapuran, Kab. Wonosobo merupakan salah satu desa tertinggi di lereng Gunung Sumbing. Tahun lalu BWA bersama teman-teman Rescue Sapuran telah mendistribusikan Al-Qur’an ke beberapa desa di kec. Sapuran salah satunya desa Banyumudol. “Alhamdulillah tahun kemarin kita telah mendistribusikan Al-Qur’an BWA ke hampir seluruh wilayah Kec. Sapuran termasuk juga wilayah lereng Gunung Sumbing,” ujar Mas Bowo yang merupakan Ketua Rescue Sapuran.

(Perjalanan menuju Dusun Kandangan, Desa Banyumudol, Kab. Wonosobo)
“Namun memang kita tidak bisa membagikan banyak karena memang pada saat itu alokasi untuk kec. Sapuran tidak banyak,” ungkapnya.
Pada Januari 2023 lalu alhamdulillah BWA bisa datang kembali ke Jawa Tengah dengan membawa 15.000 Al-Qur’an Wakaf. Sebelum distribusi dimulai, tim BWA sempat mendengarkan cerita dari Mas Bowo ini. Mendengar cerita seperti ini membuat BWA ingin kembali mendistribusikan Al-Qur’an ke Lereng Gunung Sumbing.
Alhamdulillah, setelah acara simbolis dengan Bapak Bupati Wonosobo di Alun-alun Kec. Sapuran, BWA bersama teman-teman Rescue Sapuran berangkat menuju Dusun Kandangan yang berada di Desa Banyumudol. Perjalanan selama lebih dari 1 jam perjalanan, dengan akses jalan bebatuan membuat mobil tidak dapat melaju dengan cepat. Di sana kami bertemu dengan salah satu tim dari Rescue Sapuran yang tinggal di sana.
“Dusun Kandangan ini berada di ketinggian lebih dari 1.800 mdpl, dan memang untuk menuju kebawah (Kec. Sapuran) lumayan jauh,” ujar Matropin.

(Kondisi Al-Qur’an di Salah Satu TPQ di Dusun Kandangan).
“Untuk membeli Al-Qur’an pun kita harus kebawah (Kec. Sapuran) dan itu pun tidak ada Al-Qur’an yang seperti (sebagus) ini. Alhamdulillah kami sangat senang BWA bisa datang ke sini lagi. Kemarin kita hanya mendapatkan 10 eks Al-Qur’an, sekarang atas izin Allah SWT kita mendapatkan tambahan Al-Qur’an sebanyak 60 eks dan juga 30 Iqro,” tambahnya.

(Tim BWA bersama Rescue Sapuran mendistribusikan Al-Qur’an)
“Kemarin memang sebelum BWA datang lagi ke sini karena Al-Qur’an yang dibagikan terbatas, ada salah satu anak yang sampai menangis karena tidak mendapatkan Al-Qur’an, kami sempat bingung juga. Namun Alhamdulillah begitu mendapatkan info bahwa BWA akan datang lagi kesini membuat kami menjadi tidak kebingunan lagi,” lanjut Mas Bowo.
“Mudah-mudahan ini bukan menjadi yang terakhir karena memang untuk kami masyarakat lereng Gunung Sumbing ini ada lebih dari 200 kk di setiap dusunnya, dan banyak anak-anak mengaji yang harus bergantian karena keterbatasan Al-Qur’an di tempat pengajian nya. Terima Kasih BWA dan Para Wakifnya, mudah-mudahan berkah untuk kita semua, Aamiin,” tutupnya.
Update #8: Pentingnya Pendidikan Al-Qur’an di Pelosok Desa Jawa Tengah
Dalam distribusi Al-Qur’an tahap #1, wilayah Grobogan mendapat alokasi Al-Qur’an sebanyak 500 Eksemplar. Jumlah ini masih belum sebanding dengan banyaknya penduduk muslim yang ada sebanyak 1,351 juta (2015).
Tidak jauh dari kota Purwodadi, tim BWA bersama Mitra Lapang menuju Desa Sumber, Jati Pohon. Di desa ini hanya terdapat satu pesantren yang cukup besar namanya Ponpes At Tadzkir pimpinan Ustadz Kholifuddin Alsyah. Letak posisi bangunannya berada di lereng bukit belakang desa (sebuah pemukiman terakhir di Lereng Bukit).

(Santri Tengah Khusyuk Membaca Al-Qur’an yang Dibagikan)
Suasana pesantren At Tadzkir ini nampak sangat nyaman untuk para santri dalam menimba ilmu. Hawanya dingin, sejuk dekat dengan hutan jati dan mata air. Ustadz Kholifuddin mengatakan, “Salah satu konsentrasi ponpes ini ingin mencetak generasi Qur’ani, melahirkan para penghafal Quran, seperti para pembinanya yang lahir dari lulusan Ponpes Gontor,”.

(Ustadz Kholifuddin Alsyah Ketua Yayasan Ponpes At Tadzkir)
Ustadz Kholifuddin kemudian mengajak team BWA berkeliling pondok pesantren, di musholah pondok ternyata banyak sekali Al-Qur’an yang kondisinya sudah tak layak pakai, yang ternyata Al-Qur’an-Al-Qur’an ini adalah warisan dari kakak kelas mereka yang telah lulus menimba ilmu di Ponpes At-Tadzkir.
Update #7: Al-Qur’an Sebagai Sarana Pendidikan di Pelosok Desa di Wonosobo
Dari base camp Omah Alam Mandala Wonosobo, tim BWA meluncur ke Desa Kaliwiro bertemu dengan tim RPB Kaliwiro (Relawan Penanggulangan Bencana). Kami bekerjasama dengan tim RPB mencari data kebutuhan Al-Qur’an untuk saudara muslim kita yang tinggal di daerah daerah pelosok yang tentunya sulit untuk dijangkau dan kurang diperhatikan.
Menuju Desa Kaliwiro jalan yang dilalui cukup menegangkan. Jalan hanya muat satu mobil, meleng sedikit jurang menanti. Makanya setiap tikungan berbahaya tim RPB kerap membunyikan sirine agar jika ada warga yang melintas tahu ada kendaraan kami yang melintas.

(Penyerahan Al-Qur’an)
Desa Kaliwiro memiliki jumlah warga sekitar 400-an KK. Tidak jauh dari kantor desa di titik pertama, tim BWA singgah di masjid Al-Mansur dan bertemu dengan ketua DKM Ustadz Ali Maskur.
Al-Qur’an diserahkan oleh tim RPB Kaliwiro diwakilkan oleh Habib. Di masjid tersebut, kami menemukan banyak fakta kondisi Al-Qur’an yang rusak & iqra tidak layak pakai. Betapa senangnya Ustadz Ali Maskur mendapatkan Al-Qur’an wakaf untuk jamaah dan anak-anak pengajian.
Ustadz Ali Maskur bercerita beliau datang ke desa ini tahun 1974 ketika itu di sini orang-orang nya ber-KTP Islam tapi sebagian besar tidak ada yang sholat. Hingga akhirnya Ustadz Ali Maskur memutuskan untuk mengajarkan ajaran agama islam mulai dari generasi mudanya terlebih dahulu dan memulai mendirikan masjid.
Kedatangan tim BWA membawa Al-Qur’an membuat beliau bangga karena sebagai muslim yang tinggal di pelosok daerah baru pertama kali ini ada bantuan berupa Al-Qur’an. Beliau mendoakan kepada semua pihak semoga segala urusannya Allah SWT beri kemudahan.
Update #6: Pelepasan Distribusi Al-Qur’an Tahap #1 Jawa Tengah
Wonosobo - Menutup bulan Januari tahun 2023, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) membagikan 20.000 Al-Qur’an wakaf di beberapa kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah. Yaitu Kab. Wonosobo, Kota Salatiga, Kab. Pemalang, Kab. Semarang, Kab. Grobogan, dan Kab. Magelang.
Distribusi Al-Qur’an Wakaf ini dimulai di Kabupaten Wonosobo tepatnya di Oemah Alam Mandala. Distribusi kali ini merupakan kedua kalinya BWA datang ke Wonosobo dan untuk distribusi saat ini merupakan tahap pertama dari rencana 114.000 untuk provinsi Jawa Tengah.

(Serah Terima Al-Qur’an secara Simbolis)
Mas Joko yang merupakan salah satu pembina di Oemah Alam Mandala yang sekaligus merupakan PJ daerah distribusi untuk wilayah Kab. Wonosobo mengatakan, "Alhamdulillah BWA bisa datang kembali lagi ke Wonosobo ini. Sangat kami tunggu-tunggu karena memang kebutuhan Al-Qur’an di pelosok khususnya di kabupateb Wonosobo masih sangat kekurangan,".
"Mudah-mudahan distribusi kali ini bisa mengurangi beban masyarakat yang ingin memiliki Al-Qur’an namun masih memiliki kendala untuk mendapatkannya, apalagi sebentar lagi memasuki bulan puasa dan Al-Qur’an ini pasti akan sangat dibutuhkan masyarakat dalam kegiatan-kegiatan pengajian di bulan puasa nanti," tutupnya.
Didik W.S, Head of Program I BWA di Alun-Alun Sapuran, Kab. Wonosobo. Selasa 24 Januari 2023, menyampaikan bahwa Al-Qur’an wakaf yang dibawa pada saat ini masih sangat kurang untuk membantu masyarakat yang sulit mendapat Al-Qur’an.
Dalam kegiatan distribusi Al-Qur’an Wakaf kali ini BWA berkesempatan untuk simbolis penyerahan Al-Qur’an dengan Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat, S.Ag. di Alun-Alun Sapuran, Kab. Wonosobo, Prov. Jawa Tengah.

(Sinergi dengan Berbagai Komunitas)
"Tidak lupa BWA mengucapkan terima kasih banyak kepada Oemah Alam Mandala, Mas Joko (Oemah Alam Mandala), Mas Koko (IOF), BPBD Wonosobo, RPB Sobo alas, Surodilogo, Wirasakti, Polsek Kalikajar & Watumalang. Komunitas Rakyat Wonosobo (Rawon). Paguyuban base camp Sekedu Utara, Tagana, dan Keluarga Besar Curtina, dan pihak-pihak lainnya yang telah mensupport BWA dalam distribusi 20.000 Al-Qur’an Tahap I untuk Jawa Tengah ini mudah-mudah tetap terus bisa bersinergi kedepannya," ujar Didik W.S.
"Terima kasih juga kepada para wakif yang telah ikut mensukseskan kegiatan distribusi Al-Qur’an kali ini, mudah-mudahan menjadi amal jariyah. dan bagi yang belum berwakaf masih ada kesempatan untuk berwakaf di program Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan (WAP) 114.000 Al-Qur’an untuk Jawa Tengah ini," pungkasnya.
Update #5: Selain Al-Qur’an, Kami Di Sini Juga Membutuhkan Pengajar
Mas Ilung adalah seorang rekan lapangan BWA untuk project WAP Jawa Tengah & DIY dalam mendistribusikan Al-Qur’an wakaf amanah para wakif. Beliau perwakilan dari komunitas Salatiga Peduli.
“Giat dari BWA ini kita apresiasi sekali di Salatiga Peduli, bisa bersinergi dengan team BWA membawa manfaat, pendistribusian Al-Qur’an di tempat-tempat ibadah masjid dan musholah, dan yang kita prioritaskan sebenarnya di person masing-masing biar lebih mengena. Di sini di kota Salatiga sendiri sebenernya mayoritas orang-orang muslimnya kurang fasih di tajwid Al-Qur’an, sebenarnya di luar Al-Qur’an kita butuh pengajar, guru untuk mengevaluasi tajwidmya sendiri, disini juga ada iqro sangat bagus mas,” ungkap Mas Ilung yang menjabat sebai Humas di komunitas Salatiga Peduli.

(Al-Qur’an Wakaf untuk Muslim di Jawa Tengah)
“Harapannya jelas, kita bisa menjadi seorang muslim yang hakiki karena Al-Qur’an juga pedoman kita, bisa memahami makna dan bacaan dengan benar. Terkhusus buat BWA saya banyak berterima kasih juga, untuk ke depan semakin semangat dan bersinergi dengan komunitas-komunitas relawan guna pendistribusian yang lebih bermanfaat dan mengena dan kaum muslimin se Indonesia makna dan bacaan yang benar itu yang terpenting,” demikian beliau menjelaskan harapannya kepada kami.
Di akhir pertemuan kami Mas Ilung mengajak kaum muslim untuk berwakaf di BWA. “Dan bagi kaum muslimin yang dalam keadaan berlebih ataupun cukup, mari kita sama-sama bersinergi, gotong royong mewakafkan hal terbaik kita, apalagi Al-Qur’an itu sebagai pedoman kita bagi umat muslim, semoga muslimin muslimat seindonesia bisa merata dapat Al-Qur’an dari BWA dan bisa memahami makna dan bacaan yang benar,”.
Update #4: Alhamdulillah dengan Bantuan BWA Saya Bisa Berbuat Lebih Banyak
Saat melakukan kegiatan distribusi Al-Qur’an untuk daerah Jawa Tengah pada ramadhan lalu, tim BWA didampingi oleh Profesor Budi Harjo.
Profesor Budi Harjo adalah salah seorang rekan lapangan BWA yang turut membantu pendistribusian Al-Qur’an di kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah. “Mengenai BWA ini saya sangat mengapresiasi yang luar biasa di mana ini amat sangat penting. Memang saat ini saya melihatnya sangat krusial (kegiatan distribusi Al-Qur’an), terutama daerah saya sendiri ini Jawa Tengah dan sekitarnya menurut saya daerah rawan yang khusus Salatiga, apalagi karena Salatiga ini dikelilingi daerah-daerah abangan. Dimana jaman PKI dulu pinggiran Salatiga daerah-daerah abangan yang sangat rawan kalau untuk penyebaran syiar,” cerita Prof Budi.

(Profesor Budi Harjo)
“Alhamdulillah dengan bantuan BWA ini saya bisa berbuat lebih banyak untuk pendekatan ke mereka (masyarakat), saya didukung dengan bantuan team relawan saya untuk sekarang ini sedang menginventarisir daerah-daerah mana yang perlu kita, paling tidak memberikan kembali nilai-nilai Islam yang selama ini sudah hilang dimereka. Seperti ada sebuah desa, beberapa desa malah, ya tapi yang paling ironis itu ada sebuah desa namanya Ngaduman dulu ada 4 masjid tapi hari ini ke empat-empatnya hilang dan tragis, dan ada satu daerah yang beragama Islam tinggal satu akhirnya meninggal mereka syukuran, jadi ironis banget,” terang Profesor Budi kepada tim BWA.
“Jadi InsyaAllah dengan program-program BWA ini kami siap mendukung untuk melakukan pendistribusian dan sekaligus bukan hanya sekedar mendistribusikan tapi kita akan berusaha untuk memberikan sesuatu yang lain dalam sentuhan yang mungkin bisa meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis Islam,” lanjut beliau.
Profesor Budi pun berharap semoga BWA ke depan jauh lebih sukses dengan memberikan program-program yang luar biasa. Beliau pun menyatakan siap untuk berkontribusi mensupport terkait pelatihan-pelatihan yang memberikan kebaikan bagi umat.
Luar biasa Prof!
Update #3: Wakaf Al-Qur’an untuk Bekal Kita di Alam Kubur dan Akhirat Kelak
Ahad 24 April 2022, tim BWA ditemani dengan rekan lapangan dari Oemah Alam Mandala yang terdiri dari gabungan relawan kemanusiaan dan bencana di Wonosobo mengunjungi Pondok Pesantren Iryatul Muqtadi-in, yang berada di Desa Kauman, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo.
Pimpinan Ponpes, KH. Mashar Jamil Busri, turut serta bersama para santri mendistribusikan Al-Qur’an amanah para wakif yang dipercayakan kepada BWA. Beliau mengucapkan banyak terima kasih karena ponpesnya mendapatkan bantuan berupa Al-Qur’an wakaf.

(Distribusi Al-Qur'an Wakaf untuk Jawa Tengah)
“Menghaturkan terima kasih banyak kepada BWA, semoga bisa terus berlangsung sampai kapan pun, karena wakaf Al-Qur’an ini sangat-sangat bermanfaat sekali,” ungkap beliau.
KH. Mashar Jamil Busri melanjutkan, “Khususnya di pondok pesantren yang setiap saat, setiap waktu itu mempelajari Al-Qur’an, bahkan saya atas nama pengasuh Pondok Pesantren mengharap kepada semua masyarakat untuk selalu mewakafkan Al-Qur’an untuk bekal kita di alam kubur, bekal kita di alam akhirat. Saya yakin dengan adanya wakaf Al-Qur’an nanti akan mendatangkan kemanfaatan, keberkahan pada hidup kita semua, baik hidup didunia maupun hidup di akhirat.”
“Bagaimanapun juga kita sudah tahu bahwa barang siapa mau diringankan, dibantu hidupnya, baik hidup didunia maupun diakhirat oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala maka syaratnya juga harus membantu sesama. Jadi kita semua jangan sampai ada hati yang tidak baik dan kita juga tidak mengharapkan apapun kecuali kita mengharapkan Ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Insyaa Allah dengan ini kita bisa selamat baik keselamatan didunia maupun diakhirat, sekali lagi terima kasih sekali kepada Badan Wakaf Al-Qur’an dan saya mengajak kepada masyarakat semua selalu istiqomah untuk mewakafkan Al-Qur’an kepada yang membutuhkan, khususnya dipesantren, disekolah-sekolahan yang memang benar-benar membutuhkan”, tutup beliau seraya berpesan kepada kami dan kaum muslim di mana pun berada.
Yuk, bersama BWA berwakaf Al-Qur’an untuk saudara muslim kita di pelosok Jawa Tengah dan DIY.
Update #2: Distribusi 20.000 Al-Qur’an untuk Daerah-daerah di Jawa Tengah
Alhamdulillah pada bulan ramadhan 1443 H lalu, tim BWA telah mendistribusikan 20.000 Eksemplar Al-Quran Wakaf untuk wilayah Jawa Tengah. Dalam kegiatan ini tim BWA berkolaborasi dengan berbagai komunitas diantaranya; TAGANA Temanggung, Paguyuban Basecamp Gunung Se-Kedu Utara, Komunitas SAR & Curtina Hasta Kama.
Untuk sebaran distribusi Al-Quran di bagi kebeberapa wilayah diantaranya; 12.000 Lereng Gunung Slamet, 2.000 Wonosobo, 1.500 Salatiga, 1.000 Magelang, 1.000 Temanggung, 1.000 Boyolali, 1.000 Grobogan, 500 Banjarnegara.

(Kolaborasi dengan Berbagai Komunitas dalam Kegiatan Distribusi Qur’an)
Bulan Ramadhan yang merupakan bulan turunnya Al-Qur’an ke dunia dan yang membacanya akan mendapatkan banyak kebajikan apalagi mengkhatamkannya pada bulan Ramadhan. Namun bagi saudara kita yang tinggal di wilayah lereng pegunungan dan di pelosok-pelosok desa, berdasarkan hasil asessmen tim lapangan, rupanya banyak sekali temuan-temuan Al-Qur’an dengan kondisi yang rusak dan tak layak pakai. Kondisi seperti ini tentu sangat memperihatinkan.

(Penyerahan Al-Qur’an Wakaf)
Oleh karenanya distribusi Al-Qur’an tahap #1 dari target 100.000 Al-Quran Jawa Tengah ini dirasa sangat bermanfaat sekali, meski belum mencukupi semua kebutuhan saudara-saudara muslim kita di pelosok daerah.
“Paling tidak mereka ada harapan dan perhatian dari kita yang memiliki kecukupan rejeki. Saya berharap satu muslim itu memiliki satu Al-Quran agar menjadi pedoman hidup,” ujar Bapak Koko Oktavian.
Update #1: Di Bulan Ramadhan, BWA Kembali Distribusikan Al-Qur'an Wakaf di Daerah Terpencil Magelang
Jum'at 2 April 2022, Tim dakwah BWA bersama Para Preman Tobat Yogya yang di pimpin Kyai Abah Narko Abu Fikri membagikan Al Qur'an Wakaf di Lereng Menoreh, yakni di daerah Kajoran, Magelang. Titik distribusi kali ini ada di dua masjid di sana yang sangat membutuhkan Al-Qur'an jelang bulan ramadhan, yakni Masjid Al Huda dan Masjid Al Mansur. Para ketua takmir masjid menerima dengan senang hati, bahkan hampir menangis haru.
“Alhamdulillah kami di sini kebagian Al-Qur’an wakaf. Seakan mimpi karena sudah lima tahun kami tidak dibantu Al Qur'an, apalagi jelang bulan Ramadhan. Sekali lagi terima kasih BWA dan para wakif,” tutur salah satu pengurus masjid.

(Kondisi Al-Qur'an Banyak yang Sudah Rusak)
“Al-Qur’an ini sangat bermanfaaat, dan untuk persiapan jamaah di bulan puasa tentunya,” sambungnya.
Jumlah yang tim bagi di dua masjid tersebut dirasa masih sangat kurang karena tim baru bisa bawa 100 eksemplar Al Qur'an.
Ada banyak cerita yang tidak terlupakan selama perjalanan distribusi ini. Salah satunya tantangan-tantangan selama perjalanan. Sempat kendaraan yang membawa tim distribusi mengalami pecah ban di tengah-tengah hutan.

(Al-Qur'an Wakaf untuk Warga Lereng Menoreh)
Tim berangkat dari Yogya jam 14.30 menuju daerah pelosok Kajoran Magelang. Jalan yang rusak dan parah menyebabkan ban mobil pecah di tengah hutan, ketika diganti dengan ban serep ternyata pecah lagi. Masya Allah perjalanan yang sangat melelahkan untuk mengantar amanah dari para wakif semua. Setelah melewati perjalanan panjang, tim akhirnya sampai di lokasi pukul 21.00.
Wakaf dari anda sangat dinanti, karena di daerah Jawa Tengah khususnya Magelang masih sangat membutuhkan Al Qur'an. Mari berwakaf di BWA. Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk membantu sesama, aamiin.