22 Maret 2022

Wakaf Al-Qur’an, Untuk Benteng Akidah dan Penunjang Dakwah di Jawa Tengah

Tag:

Wakaf Al-Qur’an, Untuk Benteng Akidah dan Penunjang Dakwah di Jawa Tengah

Dakwah Islam yang dulu digencarkan para dai, sultan dan wali (yang dikenal dengan wali songo) telah menjadikan Islam di Jawa Tengah dan DIY menjadi berkembang pesat. Sebanyak 36,21 juta jiwa (97,26%) saat ini memeluk agama Islam di Jawa Tengah dan tak kurang dari 134.768 masjid dan mushola berdiri di sana (data BPS, 2021). Spirit dan capaian dakwah ini tentu perlu dilanjutkan agar kaum muslimin tetap berada di jalan yang telah digariskan Allah SWT karena seiring berjalannya waktu, kondisi politik, sosial, ekonomi dan pendidikan tentu berpengaruh terhadap masyarakat muslim. BWA berinisiasi melakukan survey ke beberapa daerah di Jawa Tengah dan menemukan kondisi yang memerlukan perhatian kaum muslimin.

Tim BWA mengawali survey ke Lereng Gunung Lawu, kami bertemu dengan Ustadz Umar Samsudin, Pesantren Pondok Pesantren Ulin Nuha. Beliau berdakwah di lereng gunung Lawu sejak tahun 1996 hingga kini. Alhamdulillah jama’ah pengajiannya kini sudah mencapai sekitar 9.000 orang yang kebanyakan adalah masyarakat lereng gunung yang bekerja sebagai petani sayur.

(Ustadz Umar Samsudin)

Alhamdulillah kegiatan dakwah Ustadz Umar Samsudin selama ini membuahkan has?l dengan didirikannya masjid Muhammadiyah tahun 1996 hingga akhirnya masyarakat mulai berbondong-bondong ketempat ibadah. Pengajian masyarakat kini mulai aktif dan TPQ-TPQ Baru pun sudah makin banyak bermunculan. Hanya saja ada kendalanya yakni minimnya fasilitas belajar bagi santri dan masyarakat Lereng Gunung Lawu yang belum memiliki Al Qur’an yang layak (terutama yang ekonominya menengah kebawah).

(Kondisi Al-Qur’an di salah satu TPQ di Lereng Gunung Lawu)

Di Kulon Progo diawali dengan silaturahmi ke KUA Samigaluh. Tim BWA cukup terkejut dengan penuturan pegawai KUA setempat. “Di sini masyarakatnya berubah-rubah, ada yang masuk Islam, ada juga yang pindah keyakinan dari Islam, ada juga yang setelah pindah agama lalu balik lagi ke agama asal,” tutur salah satu petugas KUA. Petugas setempat juga menuturkan kenapa hal tersebut terjadi karena memang sangat sedikit kegiatan pembinaan keislaman di Masyarakat. “Kami sangat membutuhkan pembinaan bagi muslim di daerah sini, terutama yang baru masuk Islam,” lanjut beliau.

BWA melanjutkan perjalanan ke Dusun Pulo Kulon, Kulon Progo. Setelah melewati jalan yang cukup terjal, tim BWA bertemu dengan seorang pemuda yang bernama Khoirul beliau merupakan seorang pengurus Masjid Desa. Banyak yang diceritakan oleh Khoirul kepada team BWA mengenai kondisi mengaji anak-anak TPQ setempat. Hampir rata-rata masyarakat di sini masih banyak yang buta huruf Al-Quran karena sulit memiliki Al-Quran selain itu kurangnya tenaga pembina atau Ustadz yang mau mengajarkan Anak-anak mengaji. Salah satu faktornya karena tidak ada yang peduli dengan guru ngajinya juga hanya bayar dengan doa dan ikhlas saja yang mau mengajarkan anak-anak mengaji. “Desa kami ini terpelosok makanya butuh sekali perhatian agar masyarakatnya maju. Kami ingin sekali generasi-generasi muda kami meningkat secara keimanan dan ketakwaannya,” tutur beliau.

Setelah mengelilingi Lereng Gunung Lawu dan Merapi, tim BWA lanjut singgah di Desa Tlahab Kabupaten Temanggung yang posisinya berada di tengah-tengah antara lereng gunung Sindoro dan Sumbing. Di Temanggung kami berencana membagikan 500 Eksemplar Al-Quran wakaf yang sudah kami titipkan di rumah Kiyai Abdurrochim Pengasuh Majelis Taklim Mushola Al Muttaqin.

(Kiyai Abdurrochim sedang memperlihatkan kondisi Al-Qur’an kepada tim BWA)

Tim BWA melanjutkan perjalanan bersama Kiyai Abdurrochim menuju ke Pondok Pesantren Al-Makmur bertempat di Dusun Kalipahing Kel. Ngadisepi Kec. Gemawang pimpinan Kyai M. Bazari.  Posisi pesantren cukup terpelosok di lereng gunung Sindoro akses jalannya pun terbilang curam namun adanya pesantren ini  menjadi titik awal mula Islam berkembang di Dusun Kalipahing.

Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani tembakau dan kopi. Ada sekitar 200 Anak-anak yang mengaji rutin di pesantren Al-Makmur namun yang kami temui banyak Al-Quran dengan kondisi sudah rusak. Di pesantren Al-Makmur ini tim membagikan sebanyak 40 Al-Quran. para santri sangat antusias sekali mendapatkan Al-Qur'an, beliau Kyai M.Bazari mengucapkan terima kasih kepada para wakif  serta mendoakan, “Semoga orang yang mengurusi Al-Qur'an untuk umat selalu diberi keberkahan dan pahala, ini sangat bermanfaat,” Tutur beliau dengan semangat.

(Kondisi Al-Qur’an di Ponpes Al-Makmur)

Rencana Project

BWA berencana menggalang 114.000 Al Qur’an wakaf untuk disalurkan untuk saudara-saudara kita di Jawa Tengah mulai dari Mushola, Masjid, Pesantren, Majelis Taklim, TPQ dan rumah penduduk yang belum memiliki mushaf Al Qur’an yang layak. Selain itu BWA juga berencana membuat kegiatan pembinaan baca Al Qur’an di beberapa daerah yang sangat minim kegiatan pembinaan.

Kami mengajak para wakif untuk mendukung kegiatan ini dengan mewakafkan sebagian dari rizki yang Allah karuniakan. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah kebaikan dan pahala jariyah bagi pihak yang terlibat.

Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.17.100.000.000 (114.000 Al-Qur'an @Rp.150.000)

Partner Lapang:

Ustadz Abdurrochim

#BWA #InovasiWakaf #WAP #WakafAlQurandanPembinaan #AlQuranRoadTrip

#2022SejutaQuran Satukan Indonesia