18 Juli 2022

Pulau-pulau Kecil di Kepulauan Riau Belum Mendapat Bantuan Al Qur’an

Tag:

Pulau-pulau Kecil di Kepulauan Riau Belum Mendapat Bantuan Al Qur’an

Bicara tentang sejarah Kepulauan Riau salah satu yang menarik adalah tentang kesultanan atau kerajaan Lingga yang merupakan kerajaan yang sangat besar pada masanya. Kebesarannya terbukti dari besarnya wilayah kekuasaan yang dimilikinya serta peninggalan-peninggalan, baik yang bersifat fisik maupun intelektual.

Peninggalan intelektual adalah salah satu peninggalan yang sangat berharga dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya, berupa buku-buku ataupun naskah yang melambangkan tingginya kemampuan intelektual masyarakat Lingga dan kuatnya budaya tulis menulis di seantero negeri.

Beberapa kekayaan intelektual tersebut antara lain adalah kitab suci al-Qur’an tulis tangan yang sangat indah disertai dengan hiasan-hiasan mushafnya. Keberadaan beberapa kitab suci al-Qur’an tersebut melambangkan kecintaan masyarakat Lingga terhadap agama Islam. Selain kitab suci al-Qur’an terdapat pula naskah-naskah keagamaan seperti naskah fiqh, faraidh, dan tauhid.

(Santri Penghafal Al Quran di Kep. Riau)

Kepulauan Riau menjadi salah satu tempat yang sangat menarik untuk diperhatikan khususnya bagi saudara muslim yang tinggal diwilayah kepulauan. Pandemi Covid-19 telah menambah 12,49 jiwa penduduk miskin di Kepulauan Riau menjadi 144,46 ribu jiwa pada Maret 2021 dibanding Maret 2020 sebanyak 131,97 ribu jiwa.

Demikian pula persentase penduduk miskin di Kepulauan Riau meningkat menjadi 6,12% pada Maret 2021 dibanding sebelumnya hanya 5,92%.

Pada saat pelaksanaan survey kebutuhan Al-Qur’an 16 Juni 2022 di Tanjung Balai Karimun team BWA berjumpa dengan Ustadz Iim, beliau penggerak dakwah Gerakan Cinta Masjid (GCM). Penuturan ustadz Iim selama beliau keliling masjid di Karimun untuk Al-Qur’an masih sangat butuh sekali karena banyak juga Al-Qur’an yang sudah pada rusak.

(Koordinasi dengan Gerakan Cinta Masjid)

Dampak masalah di wilayah kepulauan sebenarnya harus diperhatikan khusus karena kondisi saat ini agak rawan terjadinya pendangkalan akidah. Oleh karenanya pemahaman tentang Al-Qur’an menjadi sangat urgent. Kemiskinan dan sulitnya mendapatkan Al-Qur’an menjadi penyebab kemunduran umat terhadap pemahaman islam. Sedangkan untuk mendapatkan Al-Qur’an jika sudah mencari ke toko buku tidak ada maka beli dengan Online tentunya dengan harga yang terbilang lumayan mahal.

(Santri Kecil Gembira Saat Memegang Al Quran BWA)

Selain berkoordinasi dengan komunitas Gerakan Cinta Masjid team BWA juga bersilaturahmi ke Ponpes Al-Ummah kami berjumpa dengan Ustadz Reza pimpinan pondok pesantren banyak cerita yang beliau sampaikan salah satunya ingin menjadikan ponpesnya sebagai tempat para penghafal Al-Qur’an. Meskipun ponpes ini terbilang baru berdiri, alhamdulillah sudah ada 4 orang santri hafidz quran yang telah menyelesaikan pendidikannya. Dan sekitar 50 orang lainnya masih dalam tahap pembelajaran hafalan.

Di ponpes al-ummah team BWA bertemu dengan 2 orang santri yang sedang hafalan, lanjut kami wawancarai kedua anak tersebut namanya Ardiansyah ternyata sudah hafal 10 Juz dan Muhammad taura Hafal 15 Juz Al-Quran. Subhanallah ini sangat luar biasa di usia muda sudah banyak hafalannya ketika ditanya apa yang menjadi motivasinya, mereka hanya ingin membanggakan orang tua dan dapat memberi syafaat untuk keluarganya dan juga agar dapat berdakwah didaerahnya agar menjadi dai yang bermanfaat membangun masyarakat biar lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Jika mengacu pada survey databoks jumlah Muslim yang tinggal di Provinsi Kepulauan Riau ini sebanyak 1.6 Jt Jiwa. Dan menurut data statistik terdapat 1.935 data masjid yang terdaftar di Kemenag Kepulauan Riau (https://data.kemenag.go.id/statistik/agama/masjid/tipologi)

Harapannya jika BWA dapat merealisasikan 100.000 saja program Wakaf Al-Quran dan Pembinaan untuk wilayah kepulauan Riau harapannya minat baca Al-Quran bertambah, daerah-daerah rawan akidah menjadi berkurang. Rencana pendistribusian Al-Quran wakaf di Tanjung Balai Karimun, Alai, Lubuk Puding, Moro, Pulau Bulan, Batam, Pulau Lingga, Pulau Singkep, Pulau Bintan, Pulau Siantan hingga ke Pulau Natuna.


Nilai Wakaf yang Dibutuhkan:

Rp.15.000.000.000 (100.000 Eksemplar Al-Qur'an @Rp.150.000 dan 15.000 Iqra)

Partner Lapang:

Ustadz Fendry Fradana

#BWA #InovasiWakaf #WAP #Kepri

#2022SejutaQuran Satukan Indonesia