Categories

Air Bersih untuk Hidup Lebih Baik

Air bersih menjadi kebutuhan mendasar bagi kehidupan. Tubuh kita membutuhkan setidaknya 5-8 gelas atau 1,5 liter air perhari. Terpenuhinya kebutuhan air bersih, menjadikan hidup kita menjadi lebih baik.

Namun, tidak semua dari kita memiliki akses mudah untuk mendapatkan air bersih. Banyak daerah di berbagai belahan Nusantara, mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Menurut penelitian Bank Dunia (2006), dari 200 juta penduduk Indonesia, 104 juta orang diantaranya tidak memiliki akses terhadap air bersih.

Continue reading Air Bersih untuk Hidup Lebih Baik

Krisis Air Bersih di Majalengka

Sabtu, 23 Januari 2009, BWA melakukan survey potensi air bersih ke Kabupaten Majalengka, tepatnya di Desa Kertabasuki Kecamatan Maja. Langkah ini merupakan kelanjutan program Wakaf Qur’an + Air Bersih yang digulirkan BWA untuk membantu daerah-daerah yang masih kesulitan mendapatkan air bersih di seluruh Nusantara.

Sebelumnya, melalui program Wakaf Qur’an + Air Bersih, BWA telah membantu merealisasikan pembangunan sumur bor dengan kedalaman 125 meter di area Pesantren Wirausaha YASHI (Yayasan Shofful Islam) Kampung Setu, Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, Serang, Banten. Namun, Abu Aliy, Manajer Program BWA menuturkan, masih banyak saudara-saudara kita di tempat lain yang tidak bisa mengakses air bersih untuk kelangsungan hidup mereka.

Continue reading Krisis Air Bersih di Majalengka

Sebar Qur’an ke Baduy

Al Qur’an adalah petunjuk kepada jalan yang lurus. Ia adalah pedoman bagi manusia dalam menjalani liku liku kehidupannya. Karenanya, menyebarkan dan mengajarkan Al Qur’an merupakan suatu hal yang mesti dilakukan.

Sebagai wujud komitmen akan hal itu, pada tanggal 26 September 2009 Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) menyalurkan amanah wakaf Al Qur’an ke wilayah Baduy muslim di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Sebanyak 220 buah Al Quran disebar ke beberapa  wilayah, yaitu Kampung Kompol, Desa Sankanwangi, Kampung Cakalgirang, Desa Kanekes, Kampung Nagara, Desa Nayagati, Kampung Cigumendeng, Desa Bojongmenteng,  dan Kampung Palopat, Desa Jalupang.  Juga ke Kampung Carogol, Desa Pasir Nangka, Kecamatan Muncang.

Continue reading Sebar Qur’an ke Baduy

Berdakwah dengan Al Qur’an di Kaki Gunung Ciremai

Melalui jalur Pantura ke arah selatan, setelah melewati Cirebon, Anda akan melewati Kuningan, salah satu kabupaten yang berada tepat di kaki Gunung Ciremai. Memasuki Kuningan, orang akan disuguhi dengan suasana damai khas kawasan kaki gunung. Pemandangan hijau pegunungan dan area persawahan membuat teduh setiap mata yang memandangnya. Gunung Ciremai yang berdiri kokoh, membuat siapapun yang gemar naik gunung berkeinginan mencapai puncaknya. Area persawahan yang terhampar luas, sangat berbeda dengan pemandangan Ibukota yang berupa bangunan-bangunan tinggi dari beton. Bertani memang merupakan aktivitas sehari-hari sebagian besar warga Kuningan.

Continue reading Berdakwah dengan Al Qur’an di Kaki Gunung Ciremai

Sebar Qur'an di Bumi Sikerei

Kepulauan Mentawai merupakan salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Sumatera Barat. Ibu kotanya adalah Tua Pejat. Di sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Padang Pariaman, sebelah barat berbatasan dengan Samudera Hindia, sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Selatan. Meski Islam di Indonesia merupakan mayoritas, namun tidak di Kepulauan Mentawai ini . Di bumi Sikerei ini, Islam menjadi  minoritas. Berdasarkan informasi yang dihimpun,  jejak kapan masuknya Islam di Mentawai belum bisa dibuktikan secara tertulis atau peninggalan benda kuno. Namun beberapa sumber (tokoh Islam) menjelaskan, bahwa Islam diperkirakan masuk ke Mentawai sekitar tahun 1800 di Pasar Puat Pulau Pagai Utara. Kemudian Islam mulai berkembang di Pulau Sipora tahun 1930-an. Seiring dengan adanya perhatian dari umat Islam, Islam di Kepulauan Mentawai mulai mengalami perkembangan. Beberapa organisasi Islam bermunculan guna menyampaikan dakwah disana.  Aktivitas dakwah Islam pun mulai menyebar ke seluruh pelosok bumi Sikerei.

Continue reading Sebar Qur’an di Bumi Sikerei

Sebar Qur'an di Pariaman

Pariaman merupakan salah satu daerah yang terkena gempa Sumatera Barat Oktober 2009 lalu. Sampai saat ini, penduduknya masih membutuhkan bantuan dari saudara-saudaranya. Apalagi, ada upaya pendangkalan akidah mereka oleh pihak di luar Islam seiring masuknya bantuan ke daerah itu, baik dari dalam maupun luar negeri. Di Desa Kampung Nagari misalnya, menurut آ pengakuan beberapa warga yang tinggal di dekat Sungai Garingging, mereka dengan sengaja diberikan sejumlah uang dan stiker bergambar Yesus dan kalimat ajakan kembali kepada Kristus, bahkan diselingi pembagian kitab Injil bagi warga masyarakat yang sudah beragama Islam. Selain itu, masyarakat juga mulai resah dengan ulah para relawan asing yang dengan sengaja mandi bersama di sungai tersebut (maaf) tanpa busana. Padahal, sebelumnya sungai itu biasa digunakan oleh para ibu dan wanita untuk mencuci pakaian mereka.

Continue reading Sebar Qur’an di Pariaman

Air Bersih di Kampung Setu

Santri dan masyarakat sekitar Pesantren Wirausaha YASHI (Yayasan Shofful Islam) yang terletak di Kampung Setu, Desa Sukajaya, Kec. Pontang, Kab. Serang, Banten Selatan, kini bisa berbahagia. Bila sebelumnya mereka sulit mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-hari, kini mereka bisa lebih mudah mendapatkannya dengan adanya sumur bor yang dibangun hasil program Wakaf Qur’an + Air Bersih.

H. Agus Karnadi, Pimpinan Pesantren Wirausaha YASHI, mengatakan, “Para santri dan warga merasa senang dengan adanya sumur bor di area pesantren tersebut. Insya Allah akan memudahkan kami yang selama ini masih susah jika harus mencari air bersih. Keberadaannya sangat membantu,” katanya. Sebelumnya ia tidak menyangka  sumur bor ini bisa dibangun, mengingat butuh biaya yang tidak sedikit untuk merealisasikannya.

Continue reading Air Bersih di Kampung Setu

Menebar Al Qur'an, Mengalirkan Air Bersih

Setelah sebelumnya berhasil melayarkan AFKN Khilafah 1, kapal laut dakwah pertama untuk Muslim Papua, Badan Wakaf Al Qur’an (BWA) terus mengayunkan langkahnya melalui program Wakaf Quran + Air Bersih. Program ini makin melengkapi program-program inovatif lainnya yang digagas BWA.

Hingga saat ini, pemenuhan kebutuhan air bersih ternyata belum merata di semua tempat. Masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang belum memiliki akses terhadap air bersih. Tiadanya akses terhadap air bersih, masyarakat setempat umumnya mengkonsumsi air yang diperoleh dari sungai atau sumber air yang tidak terjamin kualitasnya. Bahkan ada juga yang menggunakan air hujan sebagai konsumsi mereka. Meski ada sumber mata air alam, tidak jarang mereka harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk mendapatkannya. Menurut penelitian Bank Dunia 1 dari 2 penduduk di Indonesia mengalami krisis air bersih. Apalagi, daerah dengan kondisi krisis air bersih umumnya dialami oleh warga masyarakat berpenghasilan rendah, kelompok masyarakat miskin, atau daerah terpencil yang masih rawan akidah dan pendidikan.

Continue reading Menebar Al Qur’an, Mengalirkan Air Bersih